Halu Trimester Tiga!Β 

Akhir-akhir ini saya jarang menulis, lebih tepatnya tulisan saya tidak ada yang selesai.  Ha!  Saya banyak mencari informasi seputar keperluan bayi newborn dan juga keperluan menyusui.  Rasanya sampai pusing sendiri karena banyak sekali pritilan yang membuat saya jadi idealis. Mungkin karena saya banyak browsing, jadi terjadi pertukaran informasi yang sangat cepat di kepala.

Alhamdulillah sebentar lagi Kakak memasuki usia 29 minggu.  Syukur luar biasa, Allah masih memberikan kesempatan Kakak tumbuh di dalam kandungan, di tempat yang didesain begitu luar biasa oleh Allah. Masih ingat betul saat itu saya masih hamil sekitar 22-23 minggu ketika mulai mengalami kontraksi. Rasanya begitu sedih dan putus asa.  Kakak belum siap lahir di usianya yang masih begitu muda. Tubuhnya belum siap untuk hidup di luar rahim ibunya. 😭😭😭😭😭😭
Akhirnya saya diboyong keluarga pulang ke Lembang. Saya pun dirawat hampir satu minggu.  Kontraksi oh kontraksi. Semua obat telah masuk, tetapi kontraksinya sulit sekali kontrol. Diam-diam sayang sering menangis. Harap-harap cemas menanti setiap minggu berlalu, menunggu pematangan tubuh Kakak. Saya, suami, beserta keluarga melakukan upaya yang terbaik yang kami mampu dan berdoa meminta pertolongan Allah.

28 minggu, satu tahap terlewati.  Kakak sudah mulai fase pematangan paru.  Setiap minggu begitu berharga. Sekarang saya dan keluarga hanya bisa berdoa dan menjaga Kakak dengan membatasi aktivitas. Kontrol ke RS saja saya masih takut karena khawatir kontraksi akan terangsang dengan banyaknya gerakan. Semoga Kakak bisa terus kuat dan bertahan sampai 34 minggu, agar saya bisa mulai kontrol ke RS dan mulai berkonsultasi mengenai persiapan persalinan.

Bahagia rasanya merasakan gerakan tubuh Kakak yang mulai membesar. Gerakannya kini tidak lagi penuh ancang-ancang karena space di dalam kandungan tidak lagi seluas sebelumnya. Wkwkwkwk. Kini gerakan Kakak ngilu-ngilu nikmat. Gerak sedikit saja sudah bisa teraba dan sering kali terlihat liukannya pada luar perut saya. Alhamdulillah.. Alhamdulillaah..   Setiap Kakak bergerak saya betul-betul bersyukur. Alhamdulillah Kakak berarti masih baik-baik saja di dalam perut.

Gerakan Kakak juga mengingatkan saya akan suami. Mungkin Allah menghadirkan Kakak agar bisa menemani saya selama suami bekerja di luar. Ingin sekali bisa berbagi setiap gerakan lucu Kakak setiap malam pada suami. Tapi Ayahnya harus berjuang di luar sana.  Semoga nanti ketika Ayahnya pulang Kakak tidak malu-malu bergerak dan bermain di dalam perut seperti biasanya ya, Kak!  

Advertisements

Ketika Pak Suami Pulang Ke Rumah

Waktu off suami adalah masa yang paling dinantikan.  Seperti biasa selalu ada hal manis dan juga pelajaran yang bisa diambil di sela kebersamaan.

Saya tentu saja belum begitu mengenal suami.  Pernikahan seumur jagung tentu baru memperlihatkan sebagian lapisan luar dari karakter dan kepribadian suami. Meskipun kami baru menikah, saya tahu bahwa suami begitu menyayangi istri dan keluarganya dengan sungguh-sungguh, walau Ia tidak pernah mengatakannya.
Cuti panjanganya Ia habiskan lebih banyak menemani saya di Lembang. Awalnya jadwal cutinya mundur karena pekerjaan. Ada rasa kecewa, tapi suami melakukan semua pekerjaannya juga untuk keluarga, kan? Duh, rasanya semakin cinta. 😍

Saat suami pulang, banyak sekali agenda yang dilakukan suami. Mulai dari menemani keluarga mama karena mertua mama meninggal, suami juga nyekar ke makam bapaknya. Belum lagi suami harus ke Indramayu bersama Aki, untuk mengantarkan surat cuti saya dan juga mengambil barang saya di kosan. Karena saya dan suami memutuskan untuk cuti internsip sampai dengan melahirkan nanti.

7 jam waktu yang dilakukan untuk menyetir PP Lembang – Indramayu. Disentuh kakinya pun suami meraung-raung karena kesakitan.  :” Tapi Alhamdulillah semua barang sekarang sudah di rumah.  Komitmen saya dan suami, saat kehamilan saya terus menerus kontraksi, saya harus istirahat di rumah agar tetap dapat menjaga dan meneruskan kehamilan.

Jadi ingat, bahwa sekarang saya tidak sedang berkompetisi. Tidak ada hadiah jika saya selesai internsip lebih cepat. Banyak pula teman yang menunda internsip karena alasan lain.  Bahkan teman yang lulus UKDI bersama saya baru berencana mengikuti internsip tahun ini. Oh iya, hidup itu tidak seperti menaiki anak tangga. Setiap orang memiliki jalan yang berbeda.  Seperti saya, dulu sempat menunda kuliah 1 tahun. Setelah lulus kuliah saya menikah. Ternyata saat internsip saya hamil dengan kondisi yang mengharuskan saya untuk cuti dalam waktu yang cukup lama. 

Oh iya, tujuan saya hidup bukan untuk mendapatkan satu persatu target yang telah saya buat. Saat ini, kewajiban saya adalah berbakti kepada suami dan juga menjaga amanah berupa baby kutun yang sedang dikandung.  Alhamdulillah.. Alhamdulillah… 

Suami dan Sisi Romantisnya

Alhamdulillah Allah memberikan pasangan yang bukan hanya mampu membuat hati saya tentram, tapi juga membuat saya begitu bahagia.

Saat pulang ke Lembang, bobot saya meningkat drastis akibat keinginan saya akan makanan ini dan itu. Di Indramayu ingin makan Kaefsi saja sulit. Makanya ketika pulang ke Lembang berbagai makanan saya request sampai tidak ada lagi daftar makanan yang membuat saya penasaran. Ternyata eh ternyata.. Berat saya meningkat hampir 4-5 Kg berat sejak satu bulan tinggal di Lembang. Syukurlah sebelum suami cuti, mulai dari Mbiw, Ayah, Mama, dan Adik saya membantu untuk membelikan makanan atau minuman yang saya idamkan. 

Saat suami pulang, seluruh keluarga di lembang melemparkan tugas membelikan makanan ngidam si kutun pada suami. Hahahaha.  Ketika suami ada kegiatan di Bandung, saya selalu memesan makanan dan minuman yang enak-enak, dan tentu saja tinggi kalori.  πŸ˜ Mulai dari donut JCo dan minumannya, chatime, sushi, dan juga recheese. Tapi setelah gangguan pencernaan akhirnya saya mulai minta dibelikan buah. 
Tiba saatnya menimbang berat badan, muncul angka 14kg lebih banyak dari timbangan sebelum hamil.  Maaakkk!!!!  Suami saya hanya ketawa-ketawa saja. “Kalau hamil gendut ga apa-apa, kalau ga hamil ga boleh.” Katanya. Baju banyak sekali yang sudah tidak bisa dipakai. Rasanya kurang pede. Tapi suami menenangkan, “Kalau lagi hamil gendutnya cantik.” selain itu, suami juga membelikan beberapa pakaian dan kerudung yang senada supaya tampilan saya bisa lebih modis walau badan bleber-bleber.  Alhamdulillah suami super baik.  πŸ˜˜πŸ˜š

Tidak jarang, setiap malam saya sulit tidur atau mengalami pegal-pegal pada kedua kaki.  Melihat suami mudah sekali tidur, saya selalu mengganggu suami, hihi. Pernah saking sakitnya kaki saya tidak bisa tidur sampai jam 12 malam, dan saya membangunkan suami, minta dipijat kakinya. Biar ada kenangan nanti suami bangun tengah malam diganggu istri. Hihi. Pagi harinya saya dan suami menertawakan kaki saya dan juga jari-jari kaki yang sudah berubah menjadi jempol semua.  πŸ˜‚

Ada Cinta dalam Tawa dan Makanan

Setiap malam selalu spesial bersama suami.  Biasanya menjelang tidur, kami menonton youtube bersama.  Ada saja video “super penting” yang membuat kami tertawa-tawa.  Mulai dari AFI, yang lagunya Menuju Puncak itu lho. Kadang kami menonton stand up comedy.  Kami juga iseng membuka artikel “penting” di LINE today atau detik.com. Yang tidak kalah penting adalah kami begadang hanya untuk membaca drama ojol di instagram sampai ingin pipis.  πŸ˜‚ Momen sederhana seperti itulah yang membuat saya mengenal mengetahui karakter suami. Syukurlah saya bisa punya teman hidup yang bisa membuat keseriusan saya lebih balance. πŸ˜‰ 

Momen makan juga selalu spesial bagi saya.  Walau tidak bisa memasak masakan ribet seperti biasanya, paling tidak saya selalu berusaha menyiapkan makanan untuk dimakan bersama suami.  Walau lebih sering beli lauk di luar.  Tapi selalu saya yang menyiapkan, dan kami akan makan bersama.

Berbeda saat PDKT dulu, sekarang yang terpenting adalah bisa memenuhi kebutuhan suami dan suami bisa tidur dengan nyaman tanpa terganggu karena lapar.  Jadinya kami sering cule-cule makan malam bersama, sepiring berdua. Niatnya supaya tidak makan terlalu banyak.  Tapi kok nikmat ya. Jadinya kami pun menambah nasi dan makan dengan porsi sendiri-sendiri. πŸ˜‚

Begitulah.  Yang biasa pun jadi luar biasa karena dijalankan bersama dengan suami tercinta. 😚

Catatan untuk pribadi:

  1. Selalu ingat dan catat setiap kebaikan suami
  2. Selalu hargai usaha suami
  3. Selalu syukuri setiap pemberian suami
  4. Selalu nikmati momen kebersamaan dengan suami, seperti saat menemani suami makan
  5. Isi rumah tangga dengan humor supaya suami dan istri makin kompak.  Selain itu supaya bisa saling mencair dan terbuka satu sama lain
  6. Syukuri setiap kesempatan bersama. Selesaikan masalah ataupun luruskan kesalahpahaman agar waktu bersama tidak diisi dengan bertengkar dan saling diam satu sama lain
  7. Selalu doakan suami karena setiap hari Ia di luar berjuang melawan godaan dan nafsu dunia

Sama – Sama Happy : Mbok Jangan Gengsi

Jarang-jarang ngeliat suamik pake baju rapih.  Sekalinya liat beliau seragaman langsung deh super howwwttt πŸ˜†. Suami akhirnya balik lagi ke proyek, setelah sekian lama ngendok di Jekardah.  Kasian banget suamik terpenjara dalam kota. Wkwkwk. Secara di Jakarta suami tercinta lebih banyak mengurusi pekerjaan administrasi. Alhamdulillah hikmahnya suami bisa sering mengunjungi saya di Indramayu dan menemani saya saat diserang mual muntah di awal kehamilan. 

Di pelosok suamik nampak sumringah, bahagia karena memang pekerjaannya lebih bervariasi di sana. Kalau suamik happy, saya pun happy. Walau kadang saya super baper kalau kangen.  Atau kadang saat suami sibuk saya jadi kesal sendiri. Tapi kalo kangen mbok ya ga usah gengsi. Sambil kesal dalam hati saya akan bilang ke suami, “Nanti telpon ya atau video call. πŸ˜† Ngambek tapi butuh. Hihi.  Saya memang selalu butuh asupan energi berupa ungkapan kasih sayang dari suami dan perhatian yang intens. Perempuan memang begitu. πŸ˜‰

Kadang saya suka pura-pura bodoh dan berharap laki-laki lebih peka. Tapi kebutuhan kita nanti tidak akan tercukupi kalau hanya diam dan menanti. Hihi. Dan alhamdulillah suami sangat perhatian dan memfasilitasi kebutuhan saya akan komunikasi dengan beliau. Walau kayanya kebanyakan suami lebih banyak mendengarkan cerita saya yang ngalor ngidul sih.  πŸ™ˆ

Tapi serius, hal itu membuat saya tidak begitu kehilangan saat di tinggal suamik. Saya bisa tetap merasakan kehadiran dan perhatiannya walau dari jauh. Hihi. Terima kasih Pak Suami, telah memberikan banyak kasih sayang, perhatian, dan pengertian pada istri yang manis manja ini.

Nanti ada dua orang ciwi cantik yang ngintilin Pak Suami. Hayoloh berangkat ke proyek hati jadi lebih berat. 😝

Pregnancy Story : Beda Orang, Beda Kondisi

Ternyata, mengandung adalah perjuangan.

Saat jaga malam kemarin, perut saya begitu tegang dan mengeras. Kata bidan yang sedang di IGD, “Hati-hati perutnya kenceng banget.” Itu sekitar pukul 10 malam.  Ternyata perut saya terus kencang sampai pukul 6 pagi. Saya yang baru pertama kali merasakan perut tegang yang sangat lama kebingungan dan mulai khawatir. Saya pun kembali masuk ke ruang kebidanan IGD. 

Bu Haji bilang, “Aduh dok.. Khawatir.  Lagi hamil segini rawan banget keluar lagi. Cepet-cepet minum obat antikontraksi terus tiduran.” Baru saja satu hari sebelumnya saya kedatangan pasien yang spontan mengeluarkan bayi saat usia menjelang 5 bulan, usia kandungannya tidak jauh berbeda dengan saya. Ternyata ini kondisi serius.  πŸ˜°

Jaga malam itu memang cukup ramai. Banyak sekali pasien anak yang harus membuat saya mondar mandir. Biasanya paling tidak saya bisa berbaring 1-2 jam. Malam itu benar-benar saya tidak bisa istirahat. Fisik saya tidak merasa terlalu lelah atau bagaimana karena memang sudah biasa. Tapi ternyata rahim saya memerlukan rebahan agar tidak terlalu tegang.

Sepulang jaga saya langsung istirahat. Saya malah tidak memakan sarapan yang dibeli, karena dipikiran saya hanya ‘pokonya harus segera tidur’. Jadi saya tidak nafsu makan sama sekali.  Barulah siangnya saya makan sebelum kontrol ke dokter kandungan.

Saat sudah menunggu sekitar 30 menit, ternyata dokter yang biasa saya kunjungi tidak ada.  Jadilah saya berkonsultasi dengan dokter lain karena memang ini urgent.  Akhirnya saya diperiksa oleh dokter Wahyudi, dokter kandungan yang juga praktek di rsud Indramayu. Syukurlah saya bisa banyak berkonsultasi dengan beliau dan mendapatkan penjelasan yang dapat dimengerti.

Setelah di USG, ternyata sebagian plasenta saya letaknya rendah, jadi kondisinya disebut dengan low lying plasenta. Mungkin ini yang menyebabkan rahim jadi mudah tegang dan kontraksi, selain karena saya kurang istirahat. Pantas saja dulu saat awak kehamilan saya sempat keluar darah dari jalan lahir. Ternyata karena letak plasentanya memang rendah. Mudah-mudahan posisinya bisa berubah seiring bertambahnya usia kehamilan.

Dokter Wahyudi bilang, “Obatnya cuma bedrest.” Saya pun diminta untuk istirahat tiga hari. Ya Allah, ternyata mengandung itu penuh perjuangan ya. Jangan keluar terlalu dini ya nak, nanti kalau sudah kuat tumbuh sendiri di luar baru boleh. :”

Saya ingat bahwa sejak awal hamil kondisi saya memang berbeda dengan orang lain. Awalnya saya ingin hamil seperti orang biasa, yang tetap aktif dan melakukan aktivitas normal. Saya banyak berjalan kaki. Saya juga aktif bergerak ketika bekerja di RS.  Tapi ternyata kondisi saya berbeda dengan Ibu hamil lainnya yang masih bisa beraktivitas normal. Saya harus bersabar ketika orang lain bilang, “Jangan dibawa males nanti anaknya jadi rewel.” atau banyak yang bilang, “Dulu saya hamil masih jaga sampai hamil tua, masih kuat nyetir motor juga.”

Kondisi saya berbeda.  Rahim saya dibawa jaga, yang menurut saya biasa saja sudah mengeluarkan warning.  Saya harus ikhlas menerima bahwa saya memang harus membatasi aktivitas meski saya ingin. I deserve to fight my pregnancy. 

Alhamdulillah suami dan keluarga mendukung.  Bila terjadi sesuatu lagi saya harus cuti internsip. Jika memang saya tidak diizinkan untuk cuti, jalan satu satunya adalah resign.

Saya berpikir, mengapa Allah memberikan satu persatu ujian kepada saya dan keluarga? Kenapa ya Allah? Lalu saya ingat betapa Allah juga memudahkan kehidupan saya yang lainnya. Betapa Allah memberikan Kasih Sayang, Rahmat, dan Karunia-Nya pada saya dan keluarga.

Saat menaiki becak di perjalanan pulang tadi saya hanya bisa istigfar.  Ampuni kesalah hamba dan keluarga ya Allah. Saya sadar harus sabar dan tetap tawakal. 

Semoga kita ketemu setelah kamu aterm, baby girl. Puas-puasin bobo dan main di perut Bunda ya.  πŸ˜˜

Mengenang Pak Amir Guru SMA

Guru Kimia saya waktu SMA, Pak Amir, bilang, “Kuliahlah ke Unpad, ke kedokteran,  ke ITB.” Selalu diulang-ulang pada setiap kelasnya.  Pada saat itu, guru lain cenderung memberikan dukungan untuk masuk PTN favorit pada anak yang ranking di sekolah. Padahal ada anak-anak malas di belakang sana, yang hanya membutuhkan motivasi, dukungan, dan kepercayaan dari bapak dan ibu.

Terima kasih pak Amir, karena bapak ada golongan mediocre seperti saya yang bisa kuliah di Fakultas Kedokteran Unpad. Karena setiap orang itu berhak untuk bermimpi untuk kuliah di mana saja dan memperjuangkan mimpinya.

Ini jadi pelajaran juga bagi saya sebagai calon orang tua. Kelak saya harus memberikan motivasi, dukungan, dan kepercayaan agar anak-anak bisa bermimpi setinggi-tingginya dan juga meraihnya. 

Cerita Kehamilanku : Trimester PertamaΒ 

Masa kehamilan trimester satu adalah masa paling drama, yang terberat selama kehamilan. Saat awal hamil, saya sedang internsip di Puskesmas Kedokanbunder, yang jaraknya 30 Km dari tempat tinggal saya.  Artinya, setiap hari saya harus PP 60 Km.  Saat itu saya juga sedang LDR, suami di Jakarta, saya di Indramayu.

Mual Muntah

Mual muntah adalah masalah yang akan dihadapi oleh hampir setiap Ibu hamil di trimester pertama.  Perubahan hormonal di dalam tubuh membuat Ibu mudah mual dan muntah, terutama pada pagi hari ataupun malam hari. Apalagi bila sebelumnya Ibu punya masalah lambung, ketika hamil biasanya gejala mual muntahnya akan semakin bertambah.

Sulit sekali untuk makan ataupun minum susu, karena penciuman semakin sensitif. Makanan yang berempah akan turut merangsang refleks untuk muntah. Awalnya saya chaos saat pertama kali menghadapi mual muntah. Baru sarapan, makanan sudah keluar. Baru makan malam, makanan lagi lagi keluar.  Padahal saya hanya membeli satu porsi saja.

Akhirnya saya mulai bangkit dan mendownload aplikasi di app store dan mencari artikel terpercaya yang praktis dan mudah dibaca. Setelah saya baca, ternyata memang Ibu hamil saat trimester pertama itu mengalami perubahan hormonal besar-besaran yang membuat mual muntah, tubuh terasa lelah, dan juga terjadi perubahan fisik. Belum lagi ada perubahan peran, dari seorang istri menjadi seorang calon Ibu. Perasaan Ibu menjadi sangat sangat sensitif.

Bagaimana persiapan nutrisi Ibu hamil di trimester pertama? Ini dia tips and tricknya:

1. Makan porsi kecil tapi sering

2. Sediakan snack atau crackers di kantong karna akan terjadi serangan lapar kapan saja. Pilih snack yang tidak banyak mengandung coklat. 

3. Jauhi makan asam, pedas, dan terlalu berempah

4. Jangan dulu makan buah kecuali pepaya dan semangka. Karena buah yang asam semakin menambah jumlah asam dalam lambung, nanti perut akan kembung dan terjadi refleks muntah lagi. 

5. Jangan dulu makan coklat, ketan, dan singkong. Karena coklat mengandung asam, sedangkan ketan dan singkong menambah gas dalam lambung. 

6. Kalau mual jangan dulu memaksakan minum susu hamil.  Yang penting tetap konsumsi suplemen asam folat. Konsumsi suplemen zat besi bisa saat sebelum tidur karena mual.  

7. Bangun tidur : jangan langsung turun dari tempat tidur, miring kiri dulu, lalu duduk.  Kemudian kita makan snack.  Setelah 15-30 menit baru kita turun pelan-pelan. Dulu saya sedia biskuit atau sereal.  

8. Sebelum tidur : 2 jam sebelum tidur tidak boleh lagi makan makanan berat.  Bagi yang memiliki masalah lambung, sebelum tidur baiknya mengunyah biskuit atau crackers. Jadi pagi hari tidak terlalu menyiksa dan bisa berkurang keluhannya.

9. Apabila BB turun drastis sebaiknya konsultasi lada dokter agar diberi obat tambahan untuk mencegah mual dan muntah berlebih. 

10. Jangan lupa tetap atur pola makan walau sudah minum obat.

11. Boleh banget ndusel-ndusel suami karena tetap support pasangan adalah obat yang mujarab. Hehe 

12. Minum sedikit-sedikit.  Minum yang banyak dalam waktu singkat membuat lambung cepat terasa sesak dan merangsang muntah. 

Mudah Lelah

Setelah saya baca di app  Baby Center, katanya bumil itu mudah sekali lelah. Saya pun merasakan yang sama.  Capeknya banget banget.  Biasanya sepulang dari Puskesmas saya sudah sangat kelelahan dan cepat-cepat tidur.  Menurut artikel, bumil memang butuh lebih banyak beristirahat. Apalagi trimester satu itu fisik super ngedrop. Sebelumnya saya jarang sekali laundry pakaian.  Demi menjaga fisik supaya tidak semakin drop akhirnya saya memutuskan untuk laundry saja.

Masa Paling Rentan

Trimester satu itu masa yang paling rentan. Bisa perdarahan, bisa mudah keguguran, atau jika salah minum obat bisa menyebabkan keguguran.  Maka dari itu penting untuk kontrol rutin dan mengkonsumsi vitamin, terutama asam folat saat diketahui adanya kehamilan sampai trimester satu. Karena saat trimester awal itu masa pertumbuhan janin sangat kompleks. Ia sedang membentuk cikal bakal sistem syaraf dan sistem tubuh lainnya.

Asupan makanan harus dijaga, asupan obat yang masuk pun harus dijaga. Apakah obat yang sedang dikonsumsi aman untuk kehamilan atau tidak? Benturan, guncangan di kendaraan yang hebat atau jatuh pun sangat riskan bagi Ibu hamil. Selain itu, aktivitas seksual juga perlu disesuaikan selama masa kehamilan. Rutin kontrol ke dokter sangat penting agar kesehatan Ibu dan Janin bisa terpantau. 

Supporting System

Ibu hamil memerlukan dukungan yang sangat besar dari keluarga, terutama dari pasangan.  Saat trimester satu itu suami perlu banyak memberikan pengertian, karena Ibu hamil jadi tidak seoptimal dulu saat melayani pasangan.  Selain itu, Ibu hamil juga perlu memberikan support kepada suami, dengan berbagi setiap perkembangan janin misalnya.  Karena hal berat bukan hanya dialami Ibu.  Suami yang mengalami perubahan peran pun sebenarnya memiliki kekhawatiran yang sulit untuk dijelaskan.  

Trimester satu ini adalah ujian bagi pasangan. Karena di satu sisi, Allah sedang memberikan nikmat berupa janin yang tengah di kandung.  Di sisi lain, calon Ibu dan bapak harus bekerja sama untuk menghadapi setiap kesulitan saat kehamilan. Saling memberikan pengertian dan perhatian pada pasangan membuat bumil dan pakmil insyaAllah akan survive dengan up and down trimester pertama. Semoga Allah memudahkan teman-teman yang sedang nikmat-nikmatnya di kehamilan trimester pertama ya.  πŸ˜š

Stop, Buk!Β 

Nak, Ibu sepertinya tidak bisa memintamu jadi anak yang sholeh.

Bagaimana bisa kita meminta anak-anak menjadi penghapal Al-Quran, sedangkan kita sendiri tidak sedang menghapalkannya.  Bagaimana bisa kita menyuruh anak-anak shalat tepat waktu, sedangkan kita sendiri masih menunda shalat? Buk, anak adalah seorang peniru.  Anak adalah seorang pembangkang bila diberi perintah. Ia melihat dan meniru apapun perilakumu, Buk!

Maka berhentilah sebelum terlambat! Berhentilah sekarang! Berhentilah untuk berharap anakmu jadi begini, jadi begitu! Jadilah apa yang ingin kamu petik dalam anakmu.

Astagfirullah. Saya sendiri jungkir balik rasanya. Istiqamah itu sulittttt sekaliii. Ya, biarkanlah anak-anak tahu bahwa orang tuanya bukan orang tua yang suci, tapi tipe orang tua yang jungkir balik, berusaha untuk belajar dan mendekatkan diri pada Allah.  Biar saja anak-anak melihat setiap proses kita tertatih-tatih karena ternyata ingin jadi sholeh itu banyak sekali godaannya. Ajaklah anak-anak membersamai setiap proses yang “pedih”, semoga usaha ini akan Allah catat sebagai amal baik, dan akan mengumpulkan kita sekeluarga di SurgaNya. Amin..

Maaf tidak bisa menjadi teladan yang baik untuk kamu, Nak. Tapi kamu mengerti kan? Kita akan sama-sama belajar dan jadi partner dalam beribadah. Setuju?

 .

.

.

Indramayu, 26 Juli 2017

Calon Ibukmu 

Tentang Anak

Anak itu adalah titipan.  Sejak di UGD, saya banyak melihat pasien anak yang sakit berat, sakaratul maut, atau datang dalam keadaan meninggal.  Tidak jarang pula orang tua datang membawa anak yang keadaannya aman bahkan tidak mengkhawatirkan ke UGD.

Anak adalah titipan. Kita tidak bisa menjamin berapa lama Allah akan menitipkan anak tersebut kepada kita. Jika banyak orang tua yang terlalu cemas dengan kondisi anak, pantas saja. Karena begitu berharganya seorang anak di mata orang tua. 

Waktu hidup anak di dunia ini berbeda.  Ada anak yang hidup di dalam kandungan saja. Ada yang menghirup udara bebas di dunia beberapa jam hingga hari. Yang miris adalah jika anak hidup tidak sampai menginjak masa sekolah, di saat sedang lucu “lucunya”.

Amanah menjaga anak-anak sangat berat. Ternyata membesarkan hingga dewasa seperti kita saat ini itu butuh perjuangan yang sangat panjang.  Betapa panjang kekhawatiran yang dirasakan oleh orang tua.  Bahkan sampai kita menjadi orang tua pun, tetaplah kita menjadi anak-anak bagi orang tua kita.

Hal ini menyadarkan saya agar lebih bersyukur lagi dengan waktu yang ada bersama anak di dalam kandungan. Berapa lama pun anak kita hidup, kita harus ikhlas.  Kita harus syukuri. Kebersamaan yang ada harus dimanfaatkan dengan kebaikan yang dijalankan bersama-sama.  Sehat selalu ya baby A. Terima kasih sudah jadi teman main setiap hari.  Ibok loves you. 😘

Penerimaan Pasangan : Kunci Waras Berumah Tangga

Suami wa sabar dan baek banget. Melihat cinta seseorang itu dari yang sederhana ae. 

Ceritanya saya sering banget males masak nasi sejak hamil ini.  Apalagi cuci piringnya. Jadi sempet ada fase saya sarapan mie bahkan mie cup saking malesnya.  Delivery mahal, kalau saya harus jalan keluar lebih mager lagi. 

Suami saya ga pernah marah walaupun kemageran saya ini sudah parah banget. Ia menyarankan saya membeli nugget, kentang, atau frozen food lainnya. Ya paling nda bukan makan mie lagi lah ya. Bahkan kalau beliau sedang pulang ke Indramayu, seringnya malah saya yang disiapkan makan oleh suami. πŸ™ˆ

Kadang saya sarapan sereal plus susu hamil. Alhamdulillah sekarang sejak di rsud mencari makanan jauh lebih mudah. Kalau pagi atau siang bisa makan ala rumahan di kantin.  Walau mahal tapi ya kalau masak sendiri kan ribet ya cin.  :p

Suami juga sabar banget dan nerimo kalau saya males beres-beres kamar.  Biasanya nanti saya beres-beres kalau sudah super hancur dan saya sendiri merasa ini sudah harus dibereskan.  Wkwkwk. Alhamdulillah beliau ga rewel.

Kesabaran suami ini membuat saya tetap waras dan tetap happy menjalani hari-hari di IGD RSUD. Saya juga tetap senang mengandung dan mendidik buah hati. Sekarang saya sudah mulai membaca buku lagi sedikit-sedikit.  Beliau tidak pernah memaksa saya harus ini atau harus itu.  Yang penting harus makan bergizi, kurangi mie,  tidur cukup, kalau pulang malem harus naik becak.  Suami saya sesimple itu.

Saya ga pernah diminta melakukan apapun untuk mendidik buah hati dalam kandungan saya. Paling kalau saya sudah tidak pernah tilawah, suami selalu mengingatkan. Suami memberikan kepercayaan dan kebebasan pada saya, alhamdulillah. Cara suami membuat saya semakin cinta dan semakin berusaha lagi untuk memperbaiki diri sedikit demi sedikit.

Terima kasih Kakanda.  Unch :* 

Komunikasi Nyeni dalam Rumah TanggaΒ 

“Komunikasi pasangan suami istri itu seni. Dan kita perlu menyampaikannya dengan nyeni.”

Perempuan itu sering kali tidak fokus ketika bicara, padahal suami begitu telaten mendengarkan. Suatu hari saat saya ingin berkeluh kesah, ternyata saya menyampaikan begitu banyak masalah.  Termasuk kekhawatiran saya di masa depan yang belum terjadi. Suami yang sedang merenungkan solusi dari sebuah masalah yang saya ceritakan, saya malah menambahkan kekhawatiran saya yang lainnya.  Dan itu membuat suami tiba-tiba terdiam, “Dipikirinnya satu-satu dong!” Kata Beliau. Astagfirullah, saya cepat-cepat mengingat kesalahan saya.

Ternyata apa yang disebutkan dalam buku  Men are from Mars, Women are from Venus itu benar. Ya Allah rasanya mau nangis. Kelalaian saya, saking asyiknya bercerita karena suami saya begitu sabar mendengarkan ternyata kebablasan.  Btw buku saya di pinjam siapa ya? Mau baca tapi tidak ada. Huaaa.  Perlu beli lagi ini sih.  Di dalam bukunya disebutkan bahwa, ” perempuan senang sekali berbicara mengenai masalah. Padahal seorang laki-laki selalu memikirkan satu masalah sampai selesai, sebelum berpindah pada masalah berikutnya. ”

Bukan hanya soal memahami karakter pria dan wanita, memahami tentang karakter individu juga penting. Suami dan saya sama-sama tidak suka didikte, maka budaya saling menasehatinya pun berbeda.  Suami memang tipe observer, analis, jadi Ia tidak pernah menyuruh saya sesuatu yang menekan saya. Ia hanya menyuruh saya untuk tilawah kalau saya sedang lalai, menyuruh saya naik becak kalau saya sedang lelah untuk jalan kaki.  Ia juga hanya menyuruh saya agar minum susu setiap hari, minum madu sebelum berangkat ke RS, dan menyuruh saya mengurangi mengkonsumsi mie instan.

Sisanya, Ia tahu bahwa menasehati saya tidak membuat saya berubah. Karena saya tipe orang yang berubah hanya jika hatinya sudah tergerak.  Maka Ia tidak bicara melalui kata-kata, tapi melalui hatinya.  Ia tidak mendikte, melainkan memberikan keteladanan sebagai imam di dalam keluarga. 😭😭😭😭😭😭

Ia memulai dengan berlatih shaum sunnah saat kami memulai rumah tangga, kemudian Ia menjaga shalat dhuhanya. Apalagi saat usia kehamilan saya bertambah, Ia menambah lagi porsi tilawah hariannya. Belum lagi karena saya memintanya mengirimkan rekaman suaranya mengaji, tilawahnya pun semakin bertambah. Padahal awalnya rekaman suara ayahnya mengaji itu agar menambah kekopongan tilawah saya. Huhu.  Ternyata kiriman rekamannya yang sudah 1 juz itu membuat saya merenung, dalam.

Teladannya menampar saya. Kehadiran janin di dalam kandungan juga membuat saya semakin tergerak, “Ayo kita harus mendoakan Ayah yang sedang bekerja, berjuang jauh!” Jabang bayikpun sering menendang ketika waktu shalat untuk mengingatkan, ataupun ketika mendengarkan tilawah. Tandanya Ia senang jika orang tuanya dekat dengan Allah S.W.T.

Maka kami bertiga, saya, suami, dan jabang bayik pun bekerja sama untuk saling bersinergi. Bapak mendayung di kanan, Ibuk dan jabang bayik mendayung di sebelah kiri.  Ya Allah, betapa nikmat rizkiMu.  πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­

Satu lagi yang akhir-akhir ini menampar saya.  Saat melakukan video call, suami bilang, “Yang kasurnya rapih.” Biasanya memang banyak barang yang ada di tempat tidur. Suami saya tidak melihat barang-barang yang tergeletak di bawah.  Saya langsung menelan ludah.

Wahh.. Ternyata suami saya senang ya, dengan suasana yang rapih.  Walau Ia tidak bilang secara langsung. Ia juga tidak pernah mengomentari kamar jika sering kali berantakan.  Tapi rasanya senang sekali ya, jika bisa membahagiakan suami, minimal dengan suasana kamar yang rapih dan nyaman. Ini mengingatkan saya jika selama ini masih memiliki mental anak kos, seenaknya sendiri.  InsyaAllah ini adalah reminder, sebelum saya benar-benar menjadi Ibu, mindset saya harus berubah. Sebelumnya bermental anak kos, sekarang harus menjadi istri, ibu, yang memiliki tugas sebagai manager rumah tangga.

Ya lagi-lagi suami saya begitu pinter dan nyeni ya ketika bicara.  Meski jarang bicara, ga bawel, sekalinya ngomong aduuuuuuuuuu maaaaak.  Hihi. Kok jadi malu sendiri ya. Terima kasih ya pak suami yang ganteng, untuk selalu sabar, untuk selalu membimbing istri dan jabang bayik. Betapa bersyukurnya kami memiliki pak suami sebagai iman di dalam keluarga.  

.

.

.

.

.

Dari istri yang selalu kesengsem sama dirimu & Jabang bayik yang ngefans sama tilawah bapaknya. 

.

.

Ps: We love youu… (eh ini si baby nitip tendangan cinta. ❀ Wkwk langsung nendang dia.)