Rencana Pendidikan Keluarga Bapak Arianto 

Saat mengikuti kelas matrikulasi IIP, saya diminta untuk membuat kurikulum pendidikan keluarga. Berhubung masih bingung, jadilah saya membuat beberapa poin-poin kemudian didiskusikan dengan suami. Ada beberapa poin yang juga diusulkan oleh suami.

Idealnya, anak dididik sesuai dengan fitrahnya. Tapi pendidikan sesuai dengan fitrah ini bahasannya masih terlalu berat dan kurang saya pahami.  Jadilah sementara saya dan suami membuat rancangan ala-ala. Mengekor rancangan Teh Kiki dan buku parenting, kami membaginya sesuai dengan kategori usia.

 .
Pendidikan anak usia kandungan:

– Mengucapkan salam kepada jabang bayi setiap hari.

– Mengajak berbicara mengenai harapan agar kelak menjadi anak yg sholeh, menjadi penyejuk hati orang tua, bermanfaat bagi bangsa dan agama.

– Mengajaknya beribadah, misal mengajaknya ketika Bundanya akan shalat.  Atau mengeraskan suara ketika mengaji dan menjelaskan maksud kita mengaji.  

– Menceritakan mengenai kebaikan Allah dan kemurahanNya.

– Karena LDR dengan suami, jabang bayi diperdengarkan rekaman suara mengaji ayahnya.

 .

Pendidikan Anak 0-2 tahun

– Mengucapkan salam ketika bayi bangun tidur dan membimbing doa sebelum tidur.

– Menyusui selama 2 tahun.

– Memberikan makanan pendamping ASI yang bergizi. 

– Mengontrol screentime dan tidak memberikan gadget untuk bayi. Memilihkan tayangan yang bermutu bagi bayi. 

– Melatih mengucapkan doa ketika hendak melakukan kegiatan sehari-hari.

– Mengajaknya berbicara dan berkomunikasi dan menanggapi setiap ekspresi bayi.

– Memberikan stimulasi anak sesuai dengan panduan SDIDTK.

– Membacakan cerita islami, baik mengenai rasul, sahabat rasul, akhlak yang baik dan cerita hikmah.

– Mengajak anak berbicara dengan bahasa Indonesia. Tidak mengajarkan anak bahasa lain sampai anak mampu berbicara dengan baik dan mampu mengutarakan keinginan atau perasaannya dengan bahasa yang bisa dimengerti.  

– Mengajak anak bermain bersama.

.

Pendidikan anak usia 3-6 tahun

– Mengajak anak agar mencintai Allah dan rasul saat bermain atau saat melakukan aktivitas outdoor.  

– Bermain dengan anak dan memberi stimulasi untuk anak.

– Mengajak, melibatkan anak melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari dan membuatnya senang dan merasa seperti bermain.

– Mengeksplorasi berbagai pengetahuan bersama anak sembari melihat bakat dan potensi anak.

– Mengajak anak ke berbagai tempat, baik tempat wisata alam, museum, kebun binatang, dan wisata edukasi lainnya.  

– Mulai mengajak menghafalkan surat-surat pendek.

– Memberikan nasihat di sela waktu bermain. 

– Menunjukkan kasih sayang pada anak dan mengajarkan anak agar menyayangi keluarga.

– Melakukan aktivitas outdoor atau piknik bersama dengan keluarga sebagai sarana bonding dengan keluarga. 

– Mengajarkan cara bicara dan berkomunikasi yang baik untuk menyampaikan keinginan 

– Mengajak anak dalam aktivitas keagamaan seperti shalat berjamaah, pengajian, mengajaknya belajar bersedekah dan berbagi dengan sesama.

– Mendekatkan anak dengan mesjid. 

– Mengajak anak untuk shalat dan menjelaskan keutamaan dan kewajiban shalat.

– Menjadi teladan dengan rajin membaca ketika bersama anak agar anak suka membaca.

– Mengenalkan anak bahasa Sunda dan bahasa Inggris.

– Melatih anak berenang.

– Memberikan stimulasi agar anak banyak bertanya dan punya rasa ingin tahu. 

– Mengajarkan anak bahwa banyak orang yang lebih kaya dan lebih miskin daripada kita, sehingga anak terhindar dari sikap sombong dan kufur nikmat.

– Membuka pandangan anak bahwa yang keren itu tidak hanya insinyur atau dokter. Tapi kalo mau mengikuti jejak orang tua, alhamdulillah. 

– Mengajarkan anak tentang silsilah keluarga besar dari pihak ayah dan ibu, serta mengajarkan nilai-nilai, dan kebiasaan di masing-masing keluarga besar.

.

Pendidikan anak usia 7-10 tahun

– Menjelaskan kepada anak mengenai perintah dan larangan disertai dengan maksud dan tujuannya. 

– Mulai mendisiplinkan anak shalat sembari menanamkan bahwa shalat itu bukan beban dengan cara menjadi contoh dan mengajak anak shalat berjamaah.

– Mengeksplore bakat anak kemudian memberikan  pilihan mengenai bidang apa yang ingin lebih dikuasai (dengan les misalnya).

– Mulai menggali anak kalau sudah besar mau jadi apa?  Sembari menyemangati dan memberikan nasehat untuk mencapai tujuannya tersebut.

– Membiasakan anak bangun untuk shalat shubuh dan mentrigger anak agar mengulang pelajaran atau membaca saat subuh.

– Membiasakan anak untuk mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat.  Misal ada yang untuk tilawah, ada bagian membaca, istirahat, atau mengasah hobi.

– Melibatkan anak dalam pekerjaan rumah.  Misal anak mulai belajar mencuci pakaian dalam sendiri. Belajar memotong motong bahan makanan, membuang sampah, merapihkan tempat tidur dan mainan, menyapu. Tidak lupa menjelaskan maksud dan tujuannya.

– Mengajak anak bahwa belajar bukan untuk mengejar nilai saja, tetapi untuk mencapai tujuan. Misalnya untuk jadi bisa, untuk mencari ilmu, sebagai ibadah, dan sebagai kesenangan. 

– Menjelaskan bahwa sebentar lagi anak akan mencapai aqil baligh.  Jadi mulai harus dipersiapkan karena sebentar lagi memiliki kewajiban sebagai individu dan dosa kelak akan dipertanggungjawabkan oleh diri sendiri.  

– Menjadi teman anak bermain, mendampingi anak belajar, dan memotivasi anak

– Membiasakan anak menabung untuk membeli barang yang diinginkan.

– Melatih anak untuk menulis, berbicara menyampaikan pendapat atau resume dengan bahasa yang baik.  Melatih anak untuk berkomunikasi dan berbicara yang baik di depan publik.  

– Melatih rasa percaya diri anak.

– Mengajarkan anak bahwa rumah adalah tempat yang paling kondusif untuk memperdalam ilmu.  Jadi anak seharusnya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dibandingkan les tambahan di luar.

– Melatih anak dengan mengajaknya berbicara bahasa inggris.  Memberikannya media buku, lagu, dan games berbahasa inggris.  Melatih anak menulis berbahasa inggris.

– Mengajarkan anak bahwa kegagalan bukanlah suatu akhir. Anak harus semangat dan terus mencoba. 

– Melatih anak ilmu bela diri.

– Mengajarkan anak berpikir skeptik dalam menelan informasi atau ilmu.

– Mengajarkan anak untuk mempresentasikan kegiatan harian.

.

Pendidikan anak usia 11-14 tahun 

– Menjadi teman curhat anak.

– Mulai mentrigger anak untuk fokus pada bidang yang disukai dan membantunya untuk lebih berkembang.

– Menjadi teman bermain dan teman anak bercerita. 

– Mendampingi anak memasuki usia baligh, menjelaskan kewajiban ketika memasuki usia baligh.

– Memberikan gambaran mengenai pekerjaan atau bidang di masa depan. Mengajak anak untuk tour bidang dan juga meet the expert.

– Memperbolehkan anak untuk menggeluti bidang yang diinginkan dan memperdalam bidang tersebut sejak dini.  (Misal mulai aktif belajar programming, atau mulai memperdalam ilmu yang diminati, atau memperbolehkan anak berjualan jika ia minat.) Intinya mulai memperbolehkan anak memulai titik dalam karirnya.

– Mengajak anak berdiskusi mengenai agama islam, ilmu agama islam, dan kondisi umat islam saat ini dan di masa depan.

– Memberikan anak latihan untuk mengelola uang jajannya (diberi mingguan lalu bulanan).

– Memfasilitasi anak menggeluti passionnya.

– Berdiskusi dengan anak mengenai tujuan penciptaan manusia,termasuk anak kita, di bumi.

– Mengajarkan anak memanah.

– Melatih anak membuat proposal ketika menginginkan sebuah barang atau kunjungan wisata.

– Melatih anak untuk membuat rencana perjalanan.

– Melatih anak untuk bisa naik kendaraan umum sendiri.

– Mendorong anak untuk aktif organisasi di lingkungan terdekatnya.  
.

Pendidikan anak > 15 tahun 

– Menjadi pendengar dan supporter anak.

– Memfasilitasi anak menuju karir yang diminati.

– Menjelaskan tanggungjawabnya sebagai individu dewasa.

– Berdiskusi mengenai pilihan anak di masa depan.

– Berdiskusi mengenai tujuan hidup anak kita di dunia agar anak kita bisa menjadi seorang dewasa yang taat pada Allah, berprestasi,  dan bergairah dalam hidupnya.

– Memberitahu anak batasan-batasan dalam hubungan dengan lawan jenis (do and don’t).

– Melatih anak untuk mandiri mengerjakan pekerjaan rumah tangga. (Menguasai basic skill seperti memasak, mencuci, menyetrika, mengepel lantai, membersihkan kamar mandi, dan merapihkan kamar).

– Melatih anak bersikap kritis dan berpikir skeptik dan berdiskusi dengan baik .

– Memberikan delegasi kepada anak seperti memesan hotel, memesan tiket, dll yg memerlukan ketelitian dan pertimbangan.  

– Melatih anak agar dapat berpenghasilan sejak dini.

– Membangun sense of responsibility anak terhadap kondisi keluarga dan lingkungan.

.

Pendidikan anak usia kuliah

– Mendidik anak agar menyiapkan diri sebagai calon keluarga baru yg memilik tanggung jawab lebih. 

– Mendukung anak agar anak mampu mengamalkan ilmunya setelah kuliah dan menjadi seorang ahli yg bermanfaat.

– Menyiapkan anak mengenai pranikah. 

– Menjelaskan dan mengingatkan anak untuk bisa mandiri secara finansial ketika sudah lulus kuliah.

– Menjadi partner diskusi anak dalam menentukan calon pasangan hidup.
.

.
Ini tentu baru gambaran saja. Tentunya praktek di lapangan akan lebih kompleks nanti ya. Mudah-mudahan Allah selalu membimbing saya dan suami ketika mendidik buat hati kelak. Amin.. 

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day10

Advertisements

Jodoh, Kopi, dan Patah Hati

Patah hati itu seperti kopi, lama-lama kita tidak lagi merasakan pahitnya.

Sore itu aku mampir ke kedai kopi di Jalan Cemara. Suara rintik hujan ditemani alunan lagu Payung Teduh menambah hangat Bandung yang akhir-akhir jni dingin. Aku memesan Cappucino, martabak mie, pisang goreng dan Kopi Preanger tubruk. Aa barista menggodaku, “ga kebanyakan teh mesennya?” Katanya sambil mencatat pesananku.

“Ga sekaligus juga kali. Nanti pisgor sama kopi tubruknya sejaman lagi aja ya.” Jawabku sambil terkekeh. Akupun memilih bangku di dekat jendela yang menghadap ke jalan. Hujannya syedap!!

Ingin kutulis pesan di Whatsapp, ‘lagi apa Di? Aku lagi ngopi loh di tempat kesukaan kita’.  Ah Kita apa? Kita hanya dua manusia yang pernah saling menyimpan rasa, lalu saling membakar satu sama lain.

Cappucino dan martabak mie pun datang. Alhamdulillah, pas lagi lapar.

Tidak bisa dipungkiri, memang inilah takdir yang Allah tuliskan. Meski aku berulang kali bertanya, mengapa? Tapi semua sudah terjadi. Dan maaf barangkali bukan jalan pembuka untuk kita bersama. Betapa bodohnya selama ini aku percaya?

Entah mengapa malam itu aku mendadak ingin makan nasi goreng di segitiga Eyckman? Lalu dari jarak yang cukup dekat aku melihatmu merangkul dan menyuapi seorang residen yang menurutku cantik. ‘Oh, jadi ini alasan selama ini kamu bilang aku tidak pengertian?’ Ayahku pun menyaksikanmu. Tidak ada lagi penjelasan yang diperlukan olehku dan juga keluargaku.

Dikhianati di depan orang tua sendiri itu sungguh memalukan. Aku hanya bisa menangis. Ayah memelukku lalu membawaku pergi. Kamu pun melihat kami berlalu tanpa sempat berkata apapun. “Sabar ya, Kak! Nanti sebaiknya dibicarakan kalau emosinya sudah reda.” Kata Ayah dengan tenang. Harusnya aku nurut apa kata Ayah.

Martabak dan cappucino ku sudah habis. Aku pun segera ke dalam untuk minta dibuatkan pisang goreng dan kopi tubruk yang tadi kupesan. Mataku malah teralihkan oleh sosok berkaca mata yang baru saja mengambil wudhu. Buset, baru setengah enam.  Nampaknya Babang kaca mata bersiap-siap agar bisa langsung shalat ketika waktu magrib tiba. Ademnyaa..  :”

Tanpa sadar aku pun senyum-senyum sendiri sambil kembali ke mejaku. Barangkali memang kita harus mengakhiri hubungan dengan seseorang karena Allah telah menyimpan takdir yang indah untuk kita. Amin..  Aku pun segera mengirim WA untuk Ayah. “Yah, ada cowok ganteng banget kaca mata ih. Kakak ngeliat di kedai kopi.  Masa sebelum adzan udah siap-siap shalat Yah! Kyaaa..”

“Ganteng mana sama ini?” Ayahpun mengirimkan foto seorang pria. Dan ternyata pria itu adalah orang yang sama dengan yang aku lihat di kedai kopi. 

“Itu sih orangnya sama Yah!!  Kenalinnn!!!” Aku pun heboh sendiri.

“Ya kan dari jaman kapan juga udah mau Ayah kenalin. Gimana sih. Hehehe.” Jawab Ayah.

Patah hati memang seperti kopi. Lama-lama kita tidak lagi merasakan pahitnya. Aku pun segera meneguk kopi hitam Preanger yang josss. Semoga kali ini jodoh ya.  Ayah, aku padamu!
.

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day8

Membentengi Anak dari Perilaku Konsumtif 

Saya miris sekali dengan remaja saat ini yang mengaku kekinian. Mereka seolah berlomba untuk eksis di media sosial. Ada yang sengaja ‘numpang’ foto di cafe yang sedang hits. Ada yang memamerkan outfit of the day untuk segera di-upload. Tidak jarang banyak dari mereka yang memaksakan diri untuk membeli pakaian atau barang branded agar terlihat wow. Uang jajan pun defisit untuk membeli pakaian baru dan nongkrong di cafe yang sedang hits.

Sumber gambar: nakita.grid.id

Ternyata, sifat konsumtif ini dipengaruhi oleh kebiasaan yang ditanamkan orang tua sedari kecil. Oleh karena itu, orang tua perlu mencegah sifat boros tersebut sejak dini.  Secara tidak sadar, anak-anak menjadi konsumtif akibat tidak bisa menahan keinginan. Padahal apa yang diinginkan bukanlah kebutuhan yang penting.

Orang tua perlu menahan diri ketika anak merengek dan memaksa ingin dibelikan suatu barang. Anak-anak perlu diajarkan untuk bersabar ketika menginginkan sesuatu. Mereka perlu dilatih menahan keinginan. Ketika anak-anak sudah tenang dan berhenti menangis, kita bisa menjelaskan mengapa keinginan mereka tidak dikabulkan atau harus ditunda? Apakah karena orang tua tidak punya uang? Apakah mereka sudah memiliki barang yang sama? Atau keinginan mereka saat ini bukanlah kebutuhan yang harus dibeli. Jika semua keinginan anak dipenuhi, kelak dampaknya tidak akan selalu baik.

Apabila dibiarkan, anak yang terbiasa dipenuhi keinginannya akan tumbuh menjadi anak yang boros dan tidak belajar tentang prioritas. Mereka jadi tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Anak juga kelak tidak mampu untuk mengendalikan keinginannya. Ketika dewasa, mereka bisa tumbuh menjadi seseorang yang tidak bisa merencanakan keuangan.  

Menurut buku Passing The True Wealth To Your Children, memberikan latihan untuk menunda keinginan adalah hal utama yang harus dilakukan agar anak memiliki gaya hidup yang sehat.  Psikolog Alzena Maskouri pun mengatakan idealnya anak diajarkan sejak dini bahwa tidak semua keinginannya dapat dipenuhi atau perlu menunggu. Dengan begitu anak bisa belajar mengontrol dan mengerem sifat konsumtifnya.

Bagaimana melatih agar anak tidak memiliki perilaku konsumtif?

  1. Berikan pemahaman : Beri penjelasan mengapa kita perlu memberi barang atau tidak? Kegunaanya apa? Jika anak mudah iri dengan barang yang dimiliki orang lain, ajarkan untuk selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki.  
  2. Penegakan : Melatih disiplin, misalnya dengan menulis keperluan yang akan dibeli sebelumnya. Jika anak merengek, maka keinginannya tidak langsung dipenuhi orang tua.
  3. Evaluasi
  4. Berikan teladan : karena anak-anak akan melihat langsung dari perilaku orang tuanya. 

Orang tua tentu di awal-awal akan mengalami penentangan dari anak.  Tapi percayalah, bahwa yang dilakukan adalah untuk kebaikan mereka di masa depan. Sifat konsumtif sejak kecil kelak akan membuat anak menjadi manja dan lemah dalam meraih keinginannya. Kelak Ia akan tumbuh menjadi seseorang yang tidak menghargai uang dan tidak tahu tentang sulitnya bekerja keras. Oleh karena itu, orang tua bisa menahan sejenak keinginan anak dengan menyuruh mereka menabung terlebih dahulu misalnya.

Menjadi orang tua memang tidak harus selalu memberikan hal yang menyenangkan bagi anak.  Tugas orang tua adalah mendidik mereka.  Kelak ketika anak-anak dewasa, barulah mereka sadar tentang kebaikan yang berusaha ditanamkan oleh orang tua. Sebelum terlambat, lebih baik menunda keinginan mereka daripada menjadikan mereka menjadi seseorang yang konsumtif ketika dewasa.

.

.

Referensi:

https://keluarga.com/2699/mengajarkan-anak-tentang-perilaku-konsumtif
http://www.sahabatnestle.co.id/content/view/melatih-anak-agar-tidak-terlalu-konsumtif.html

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squa9 #day8

Bekal untuk Calon Mamah Muda

Tidak terasa saya sudah memasuki 33 minggu usia kehamilan.  Sebagai calon Ibu, banyak sekali ilmu yang pastinya masih nol sekali. Tapi sepertinya kuncinya hanya bismillah. Ketika Allah memberikan amanah, insyaAllah tidak akan melebihi kapasitas kita.

Benar, calon Ibu itu harus punya bekal. Walaupun tetap nanti kita akan kelabakan dan perlu bantuan keluarga, tapi paling tidak kita sudah pernah membaca. Apa saja sih bekal yang diperlukan? Dua bulan menjelang persalinan inilah persiapan versi keluarga saya.
1. Persiapan finansial

Persoalan budget ini sangat penting. Pertama, konsultasikan dengan dokter atau bidan kondisi kehamilan kita. Apakah memungkinkan untuk bersalin secara normal? Pikirkan juga terkait kondisi penyakit bawaan yang dialami Ibu.  Atau apakah bayi kemungkinan lahir prematur dan memerlukan perawatan intensif? 

Selanjutnya,  kondisi keuangan keluarga kita mampu untuk di fasilitas kesehatan seperti apa? Kalau dicover asuransi atau dari kantor sih sudah lumayan tenang ya. Kalau tidak, coba hitung tabungan pribadi. Sebagai jaga-jaga buat segera kartu BPJS, aktifkan segera kartu BPJS untuk calon jabang bayi.  Sambil kita tetap calling-calling siapa tahu pihak orang tua bisa membantu.  Hehe.  Yang pasti utamakan keselamatan Ibu dan anak ya. Kalau masalah ingin bersalin di tempat yang lux, jika tidak sesuai budget, keinginannya bisa dikesampingkan dulu.

Buat daftar keperluan Ibu dan bayi. Agar mengurangi pengeluaran, kita bisa menunda beberapa kebutuhan seperti baju bayi lucu, stroller, car seat dan kebutuhan-kebutuhan nonprimer lainnya.

 
2. Daftar Kebutuhan Ibu & Bayi

Membuat daftar kebutuhan Ibu dan bayi ini sangat penting, karena kita bisa mengontrol keperluan dan juga budget. Walaupun Ibu atau mertua kita tidak terlalu care soal list ini, tapi kita bisa diam-diam membuatnya.  Bila ada sumbangan dari orang tua atau keluarga, cepat-cepat dicek apakah ada pada list keperluan kita? Kalau ada kan alhamdulillah bisa mengurangi beban ya.

Memenuhi kebutuhan bayi ini fleksibel ya. Sebaiknya dicicil karena banyak sekali yang diperlukan. Setelah itu kita bisa mulai menata keperluannya.  Misalnya lokasi tempat tidurnya, lemarinya. Dan yang penting adalah mencuci semua pakaian bayi supaya tidak bau pabrik.  Setelah mencuci dan menyetrika, kita bisa memasukannya ke dalam plastik untuk pakaian supaya tidak berdebu. Kita juga bisa mulai menata barang bawaan ke rumah sakit nanti.
3. Persiapan Menyusui

Ilmu tentang menyusui ini penting sekali, apalagi bagi Ibu yang akan bekerja ya. Tapi walaupun full time mom, penting juga mempelajari ilmunya supaya supply ASI tetap cukup memenuhi kebutuhan si kecil.  Saya banyak mendapat ilmu dari Buku Pintar Asi dan Menyusui karya Teh Monik. Saya juga memfollow [ instagram : asiku.banyak ]. 

Intinya kita perlu tahu ilmu tentang:

  • Menyusui bayi newborn
  • Pumping & nursing
  • Managemen laktasi
  • Managemen ASIP
  • Let Down Refleks (LDR)
  • Foremilk vs Hindmilk

Saya beri prolog supaya Ibu-Ibu semua semangat mencari ya. 😆
4. Persiapan Persalinan

  • Konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan yang menangani kita
  • Persiapkan persyaratan jika akan menggunakan kartu BPJS (apakah memerlukan rujukan dari fasilitas kesehatan primer?)
  • Siapkan bawaan Ibu dan bayi dalam satu tas.
  • Daftarkan diri kita apabila ingin bersalin di RS swasta (bisa daftar dulu atau tidak).
  • Daftarkan diri kita di rumah sakit bila kita perlu bersalin secara caesar terjadwal.
  • Perbanyak jalan kaki setiap hari untuk membantu penuruan kepala janin dan menguatkan fisik ibu.
  • Paparkan pada keluarga besar rencana persalinan kita. Bila suami kita sedang tidak bersama kita, pihak keluarga bisa menghandle.  

5. Persiapan Tambahan 

  • Setelah pulang ke rumah, di mana Ibu dan bayi akan tidur? Biasanya kalau di daerah selama beberapa hari Ibu dan Bayi tidur di ruang tengah karena akan banyak tetangga yang menjenguk.
  • Kondisikan dan jelaskan di mana ayah akan tidur? Haha. Karena pasti ayah akan tidak terperhatikan.  Jadi kita kondisikan pihak ayah dari awal.
  • Tentukan siapa yang akan mencuci pakaian baby? Karena jagoan kita masih sering pipis, eek, dan kentut berjackpot. Jadi cuciannya akan menumpuk.  Apakah ada keluarga yang mau membantu? Apakah ART di rumah kita siap?  Ataukah kita perlu tambahan tenaga?
  • Siapkan pakaian Ibu yang nyaman dipakai, nyaman untuk menyusui, tapi layak dilihat orang. Karena akan banyak tamu ke rumah. Jadi siapkan pakaian rumah yang sopan tapi tetap nyaman untuk Ibu menyusui.
  • Versi nene saya: siapakan seprai dan bedcover yang bagus.  Biasanya tamu suka intip-intip kamar.  Hehe. 
  • Sediakan aqua gelas dan snack kiloan atau biskuit untuk menjamu tamu yang datang. Supaya keluarga juga praktis. 

.

.

.

    Semoga apa yang saya share bisa bermanfaat ya moms to be. 😚
    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day7

    Untuk Masa Lalu

    Hari ini aku mengunjungi Adi, mungkin untuk yang terakhir kalinya. Seperti biasa aku membawakannya bekal makan siang. Kami janjian bertemu di Lobby. Angkutan umum yang kunaiki ternyata mengetem berjuta kali hingga aku telat. Adi sudah menunggu di sofa lobby sembari memejamkan mata. Aku mendekat, “Adi!” Sapaku. Ia terbangun, sedikit kaget akan kehadiranku. “Yuk ke atas!” Ajak Adi.  Kami pun naik lift menuju lantai 5 gedung. 

    Di teras lantai 5, terdapat kursi dan meja yang bisa digunakan untuk duduk-duduk atau berdiskusi.  Aku pun mengeluarkan bekal untuk kami makan. “Tadi aku masak buat kita makan siang. Kamu sudah makan?” Tanyaku. Adi menggeleng. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan Adi, Ia terlalu sibuk dengan urusan residensinya. Aku memutuskan untuk tidak mengganggunya. Kami terlalu sering bertengkar karena sama-sama tidak saling mengerti. Kami pun selesai makan. Ia tersenyum memandangiku. Hatiku kecut.

    Aku mengeluarkan sebuah undangan dari dalam tas. Tertulis nama kecilku dan nama seseorang di depannya. “Kenapa ga pernah cerita?” Adi bertanya sinis. Ia menutup kotak bekal makanan. Adi menelan ludah. Tampak matanya berkaca-kaca. “Aku udah lama pengen cerita, tapi aku takut ganggu sekolah kamu. Kita dari dulu memang ga pernah bisa cocok, Di.” Aku mencoba menjelaskan. Adi mengambil undangan yang berada di tanganku.

    “Kenapa harus secepat ini sih Fir? Kenapa tiba-tiba?” Adi terlihat begitu kecewa namun menahan emosinya.

    “Karena kita ga pernah tahu, kapan kodoh akan datang? Aku ga bisa nunggu kamu. Harus berapa lama lagi? Umurku sudah 27 tahun.  Kamu baru lulus 2 tahun lagi.” Jawabku. Ku tahan agar tidak menangis. Aku memang tidak menduga akan bertemu dengan Mas Seno.  Baru dua bulan aku dikenalkan oleh Papih, tapi rasanya kami menemukan banyak kecocokan. Hampir 8 bulan aku dan Adi memutuskan untuk berjalan masing-masing. Adi dan profesinya adalah satu yang tidak bisa aku ganggu.

    “Aku pamit ya, Di. Semoga lancar sekolahnya, cepet lulus.” Kataku sembari membereskan bekal makanan kami.

    Aku pun akhirnya ke luar gedung untuk menemui Mas Seno yang sudah menunggu di Lobby.  

    .

    .

    .

    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day6

    Anak-Anak Bukan Hanya Perlu Pendidikan Akademis

    Orang tua saat ini nampaknya lebih banyak fokus pada pendidikan akademis. Entanlah, rasanya para dewasa muda kini banyak sekali yang tumbuh menjadi seseorang yang tidak memperdulikan perasaan orang lain. Yang mereka perdulikan adalah dirinya sendiri. Coba kita perhatikan! Berapa banyak orang yang menjadi korban perasaan? Berapa banyak orang yang merasa menjadi korban para pemberi harapan palsu?  Andai yang kita perdulikan bukan hanya urusan akademis.

    Masalah percintaan itu dianggap tabu untuk dibahas di dalam rumah. Padahal, kurangnya bekal bisa membuat anak-anak tumbuh menjadi seorang dewasa yang belajar dalam rimba. Andai saja orang tua tidak hanya marah ketika anak-anaknya mulai dekat dengan lawan jenis.  Andai saja orang tua mau lebih terbuka agar bisa menyentuh hati anak-anak.  Andai saja anak-anak tidak hanya diperintah untuk sekolah dan belajar. Kita lupa memberikan bekal dan tuntunan agar mereka menjadi orang yang peka, santun, bisa berbicara dengan baik, bisa menjadi orang yang menghargai diri sendiri dan orang lain.

    Andai saja anak-anak diajarkan untuk menghormati diri sendiri dan orang lain. Mungkin tidak akan banyak remaja dan dewasa muda yang berani memposting foto dan video semi telanjang di media sosial. Apalah yang bisa diandalkan dari bangku sekolah? Apakah kita berharap guru-guru dengan perbandingan siswa 1 : 40 itu sanggup membuat anak-anak jadi lebih bermoral? Anak-anak membutuhkan bimbingan orang tua lebih dari yang orang tua pikirkan. 

    .

     .

    .
    Dari calon orang tua, yang miris dengan berjamurnya kaum PHP dan tidak berperasaan di muka bumi.

    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day5

    Nafkah dalam Rumah Tangga

    Bismillahirrahmanirrahim.. 

    Persoalan nafkah sering kali menjadi pemicu keributan di dalam rumah tangga. Ada yang merasa nafkah yang diberikan kurang, ada yang marah karena suami tidak memberikan seluruh penghasilannya.  Yang lebih parah, sering terjadi konflik akibat suami memberikan sebagian penghasilannya kepada Ibunya ataupun keluarganya. Maka dari itu, lebih baik kita mempelajari, apa itu nafkah menurut syariah?

    Nafkah dalam buku Minhajul Muslim adalah makanan, pakaian dan tempat tinggal yang diberikan kepada orang yang wajib menerimanya. Siapakah yang wajib mendapatkan nafkah dan kepada siapakah nafkah diwajibkan?

    1. Istri, wajib dinafkahi oleh suami.
    2. Wanita yang ditalak dengan talak ba’in sejak masa iddahnya,  wajib dinafkahi oleh suami yang mentalaknya. 
    3. Orang tua, wajib dinafkahi oleh anaknya.  
    4. Anak-anak yang masih kecil, wajib dinafkahi oleh ayahnya. 
    5. Budak (pembantu),  wajib dinafkahi majikannya. 
    6. Hewan, wajib dinafkahi pemiliknya.  


    Suami Wajib Menafkahi Istri

    Suami memiliki kewajiban untuk menafkahi istri. Rasulullah bersabda, “Ketahuilah bahwa hak-hak para istri atas kalian (para suami) ialah hendaknya kalian memberikan pakaian dan makanan yang baik kepada mereka.” (HR. At-Tirmidzi)

    Istri memiliki hak untuk mendapatkan nafkah dari suami dengan nilai yang layak untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa suami tidak memiliki kewajiban untuk memberi melebihi nafkah. Allah berfirman:

    “Lelaki itu menjadi pemimpin bagi para istrinya, disebabkan Allah memberikan kelebihan bagi mereka dan karena mereka memberikan nafkah kepada istrinya dari harta mereka.” (QS. An-Nisa: 34)

    Apabila suami memberikan seluruh penghasilannya kepada istri, tetap saja harta tersebut adalah milik suami. Istri adalah sebagai pengelola yang memiliki amanah untuk menjaganya dan mempergunakannya atas izin suami. Rasulullah bersabda, 

    “Kalian semua adalah penanggung dan akan ditanya tentang apa yang dia pertanggungjawabkan.. Wanita menjadi penanggung jawab di rumah suaminya, dan dia akan ditanya tentang apa yang dia pertanggungjawabkan.” (HR. Bukhari 2409).

    Allah berfirman, 

    “Wanita shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, untuk sesuatu yang dipelihara oleh Allah.” (QS. An-Nisa: 34)

    Hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, 

    “Sebaik-baik istri adalah wanita yang jika suaminya melihatnya, menyenangkan suaminya, jika diperintahkan suaminya, dia mentaatinya, dan jika suaminya jauh darinya, dia bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartanya.”(HR. Thayalisi 2444 dan Al Bazzar 8537)


    Bagaimana Kadar Nafkah yang Wajib Diberikan oleh Suami? 

    Nafkah yang wajib adalah nafkah untuk mempertahankan hidup, berupa makanan yang baik, pakaian yang melindungi dari hawa panas dan hawa dingin, dan tempat tinggal untuk istirahat.  Wanita tidak boleh menuntut di luar kemampuan suaminya. Walaupun mampu, tidak diperkenankan wanita menuntut suaminya di luar kewajaran.  Allah S.W.T berfirman, 

    “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (Al-Baqarah: 228)


    Benarkah uang suami adalah uang istri dan uang istri adalah uang istri?

    Islam menghargai harta yang dimiliki seseorang, selama diperoleh melalui jalan yang halal.  Lalu apakah harta suami adalah sepenuhnya milik istri? Allah membedakan harta suami dan istri, seperti dalam QS. An-Nisa ayat 12 mengenai pembagian waris jika istri atau suami meninggal dunia. Suami dapat mendapatkan sebagian harta istri ketika istrinya meninggal. Begitu pun istri, jika suaminya meninggal Ia mendapatkan sebagian harta suami sesuai dengan syariat. 

    Adanya hukum saling mewarisi antara suami dan istri menunjukkan bahwa tidak semua harta dalam pernikahan adalah milik bersama. Masing-masing memiliki hak atas harta yang mereka miliki.  Lalu, apakah yang menjadi hak untuk istri? Hak istri adalah nafkah  dari suami, dengan pemberian yang layak untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

    .
    Salahkah Apabila Suami Sering Dimintai Uang oleh Mertua? 

    Orang tua wajib diberi nafkah oleh anaknya. Allah berfirman,

    “Dan hendaklah kalian berbuat baik kepada kedua orang tua.” (Al-Baqarah: 83)

    Rasulullah pun bersabda mengenai manusia yang paling berhak mendapatkan baktinya, “Ibumu–beliau mengucapkan itu tiga kali–kemudian ayahmu.”

    Menurut buku Minhajul Muslim, nafkah untuk orang tua berhenti ketika orang tua telah kaya atau anaknya jatuh miskin. Artinya tidak mempunyai sisa uang untuk makanan sehari-harinya. Karena Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan apa yang Dia berikan kepadanya.

    Yang perlu diperhatikan adalah apakah nafkah yang diberikan oleh suami telah mencukupi kebutuhan pokok untuk anak dan istri di rumah? Apabila penghasilan suami pas-pasan, tidak ada kewajiban untuk suami menafkahi orang tuanya.  Karena kewajiban menafkahi istri dan anak-anak lebih utama dibandingkan dengan menafkahi orang tua dan kerabat. 

    Tapi bila seorang anak memiliki kelapangan rizki, sedangkan ayahnya adalah seorang fakir, maka wajib untuknya menafkahi orang tuanya.  Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Manfaatkanlah uang ini untuk dirimu sendiri, bila ada sisanya maka untuk keluargamu, jika masih tersisa untuk kerabatmu, dan jika masih tersisa, maka untuk orang-orang disekitarmu.”

    Jadi, apabila suami telah memenuhi kebutuhan pokok secara wajar dan masih memiliki kelebihan harta, maka wajib baginya menafkahi orang tua yang fakir sebagai bentuk baktinya. Berbakti pada orang tua dilakukan sepanjang hayat, terutama Ibu yang telah melahirkan d an mendidik kita dengan susah payah.

    Seorang istri berhak atas nafkah, namun tidak menguasai sluruh penghasilan suami. Apalagi menghalangi bakti suami untuk kedua orang tuanya. Istri sholehah tentu akan mendorong anaknya untuk berbuat baik pada orang tuanya.

    Wallahu Alam Bish-shawab. 


    .

    .

    Sumber gambar:

    – 3.bp.blogspot.com

    – imgcdn.mommiesdaily.com

    .

    .
    Referensi :

    – Buku Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairy

    – https://konsultasisyariah.com/27850-uang-suami-uang-istri-uang-istri-uang-suami.html

    https://konsultasisyariah.com/9345-kadar-nafkah-yang-wajib-atas-suami.html

    – https://m.eramuslim.com/ustadz-menjawab/suami-lebih-wajib-memberi-ke-istri-atau-ibunya.html

    – trendmuslim.com/3929-2

    .

     .

    .

    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day4

    Easy Menus for Dummy

    Akhirnya hari ini saya mencoba memasak menu rumahan. Karena ojek langganan sulit dihubungi, delivery gojek juga medan ke rumah tidak memungkinkan, mau tidak mau saya harus masak.  Menu nya pun terbatas karena saya hanya bisa membeli bahan di warung depan rumah atau saat kebetulan mama sempat membeli bahan masakan di pasar.

    Gurame tepung saus mangga asam manis by Me

    1. Gurame Tepung Saus Mangga Asam Manis

    Bahan Gurame Tepung:

    – Gurame Fillet

    – Tepung serbaguna

    – Tepung maizena

    – 1 butir telur 

    – Minyak untuk menggoreng

    .
    Cara membuat:

    – Kocok telur

    – Celupkan fillet gurame yang telah diiris ke dalam telur

    – Campur tepung serbaguna dan tepung maizena  (3:1), kalau kurang asin tepung serbagunanya bisa ditambah

    – Masukkan gurame yang telah dilumuri telur ke dalam campuran tepung, lalu ketuk-ketuk, masukkan lagi ke dalam telur, dan dimasukkan lagi ke dalam tepung (supaya guramenya tidak sexy dan auratnya terlihat hehehe)

    – Goreng dalam minyak panas 

    – Tiriskan

    .
    Bahan Saus Mangga Asam Manis :

    – Mangga muda (mangga yang masih mengkel)  yang berwarna kuning 

    – Bawang bombay (1/2 bawang) 

    – Bawang putih (2 siung) 

    – Jahe (2cm) 

    – Saus tomat (4 sdm)

    – Saus sambal (1 sdm) 

    – Gula

    – Royco

    – Air

    – Mentega untuk menumis


    Cara membuat :

    – Iris bawang putih,  bawang bombay, dan jahe

    – Panaskan mentega, tumis bawang putih, bawah bombay, lalu masukkan saus tomat dan saus sambal, beri air secukupnya.  

    – Masukkan gula, lalu cicipi. Bila kurang asin baru ditambahkan royco sedikit.

    – Masukkan jahe, kemudian masukkan mangga. (Saya memasukkan mangga di awal, jadi rasanya kurang segar. Jadi lebih baik mangga dimasukkan terakhir saja).

    Supaya gurame bisa disajikan selagi hangat, saus bisa dibuat terlebih dahulu baru menggoreng gurame.  Saat akan disajikan, saus bisa dipanaskan dan diberi sedikit air.  Oh iya, rasa jahe disini penting untuk mengurangi rasa amis pada ikan. Mangga juga bisa diganti atau ditambah dengan nanas.  Bila ingin diberi sayuran, kita bisa menambahkan wortel untuk sausnya.  Tips supaya rasa sausnya tidam failed adalah koreksi rasa asin di akhir saja. Karena dari saus tomat dan saus sambal sudah ada rasa asin, jadi beri garam atau royco sedikit saja.

    .
    2. Oseng Jamur

    Memasak oseng-oseng ini kata orang paling mudah. Tapi karena sayuran itu mudah sekali layu, jadi memasaknya harus cepat dan terkadang membuat rasanya jadi nano-nano dan kurang pas.

    Bahan :

    – Jamur tiram putih

    – Bawang merah 4 siung

    – Bawang putih 3 siung

    – Air panas dispenser 1 mangkuk 

    – Air biasa secukupnya

    – Gula

    – Garam

    – Royco

    – Tomat 1/2 buah 

    – Cabe rawit 2 buah

    – Merica

    .
    Cara Membuat:

    – Rendam jamur dengan air panas dispenser dalam mangkuk (katanya supaya tidak bau jamurnya), potong ujungnya, lalu peras air sisa rendaman dalam jamur, tiriskan

    – Iris bawang merah, bawang putih, cabe rawir,  dan tomat

    – Panaskan minyak

    – Tumis bawang merah, bawang putih, dan cabe rawit

    – Masukkan jamur, oseng-oseng, lalu masukkan tomat

    – Beri gula, sedikit royco, dan merica.  Dicicipi lalu diberi air sedikit saja karena jamur sudah mengeluarkan air. Bila kurang asin bisa diberi sedikit garam. Koreksi rasa, lalu jamur siap disajikan. 
    .

    .

    Selamat mencoba! 😁

    .

    .

    Setiap orang itu pasti bisa masak.  Hanya saja, kita perlu sering mencoba dan mencoba. Karena membuat rasa yang pas itu perlu latihan berulang kali agar feeling kita terasah. Oh iya, sering-sering kuliner juga perlu loh! Kita jadi bisa mencicipi rasa masakan dan melihat bahan apa saja yang digunakan untuk membuat makanan tersebut? 

    .

    .
    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day3

    Dicari Calon Istri : Yang Penting Cantik!

    Saya akhirnya menyerah mencarikan calon untuk Baba. Akhirnya setelah berulang kali mencarikan calon istri untuk Baba, Ia tidak terlalu merespon. Intinya, calon yang saya tunjukkan kurang memenuhi kriteria Baba secara fisik.  Saya pikir, Ok lah! Fisik Baba juga lumayan. Pekerjaan Baba juga bergengsi, pastinya Ia ingin pasangan yang Ok dan membanggakan untuk diajak bertemu dengan rekan kerjanya. Ini adalah sudut pandang saya sebagai makelar yang gagal.

    Setelah menikah, akhirnya saya belajar pandangan laki-laki dari cerita suami. Ia berulang kali mencoba mencarikan calon istri untuk teman-temannya.  Ternyata Fulan menolak fulanah karena alasan fisik, katanya kurang cantik. Penampilannya kurang memenuhi kriteria. Saya bergumam dalam hati, ‘sok ganteng banget!’ Jujur menurut saya Fulan jauh dari ganteng. Tapi maunya selangit! Alamak!!!

    Bukan hanya Fulan, ada lagi contoh kasus seorang Adam. Ia akan dikenalkan pada Hawa, akhwat anggun, cantik, akademisi, dan berprestasi. Ia begitu sopan dan menjaga dirinya dengan baik, sehingga seniornya pun begitu segan mendekatinya. Tapi apa kata Adam? Lagi-lagi alasannya karena penampilan yang kurang menarik.

    Menurut Dr Paul Dobransky, seorang pakar hubungan asmara, pada lima menit pertama seorang pria akan menilai penampilan wanita dari ujung rambut hingga ujung kaki. Waktu itulah yang menentukan apakah pria tersebut terkesan atau tidak? Bondan Seno Prasetyadi, seorang psikolog, mengatakan, “Kaum adam memang makhluk visual yang tertarik dengan lawan jenisnya melalui atribut physically baru memutuskan untuk membina suatu hubungan.” Katanya saat diwawancara oleh Okezone.

    Tidak dapat dipungkiri bahwa laki-laki adalah makhluk visual.  Bahkan hal ini dibahas pada bab paling pertama buku Wonderful Wife karya Pak Cah. Katanya, salah satu karakter istri shalihah menurut Nabi S.A.W adalah menyenangkan apabila dipandang.  Sebagaimana Nabi S.A.W bersabda, “Maukah aku beri tahukan kepada kalian tentang sebaik-baik harta pusaka seseorang? Yaitu wanita salihah, yang menyenangkan jika dipandang, menaati jika diperintah suami, dan bisa menjaga (harta dan kehormatan)  jika ditinggal pergi.” (HR. An-Nasa’i dan Imam Ahmad,  Syekh Al-Albani mengatakan bahwa hadist ini hasan sahih).  

    Pak Cah dalam bukunya mengatakan bahwa tabiat umum laki-laki adalah tergoda dengan apa yang dilihat. Menurut Pak Cah, pandangan memang sesuatu yang penting bagi laki-laki.  Sabda Rasulullah pun seolah mengatakan bahwa memang fitrah laki-laki adalah menyukai apa yang menyenangkan pandangan matanya. Berbagai penelitianpun menunjukkan bahwa saat menilai perempuan, laki-laki sangat dipengaruhi oleh indra penglihatannya. Misalnya saja penelitian Sarah Gervais, asisten profesor psikologi di Universitas Nebraska-Lincoln, laki-laki secara otomatis akan memperhatikan wajah perempuan dan beralih ke bagian dada dan pinggang. Tim peneliti dari Universitas Tokyo pun mengungkapkan, saat laki-laki menatap mata seorang perempuan dalam waktu lama, menandakan ketertarikan yang mendalam. 

    Baiklah, kaum hawa harus mengerti bahwa kaum adam memang makhluk visual dengan fitrah menyukai apa yang menyenangkan pandangan. Bila perempuan sedang mencari pasangan, bukan berarti Ia menjadi tabaruj lalu berdandan dan menunjukkan kecantikannya.  Paling tidak perhatikanlah penampilan. Kenakan pakaian yang indah, Rasulullah pun menyukai pakaian yang indah kan.  

    Pernak-pernik menjaga penampilan bagi muslimah ada di buku Salon Kepribadian karya Mbak Asma Nadia, ada beberapa hal remeh yang menggangu diantaranya:

    1. Waspada Bau Keringat

    Gantilah jilbab, jangan gunakan side A side B.  Ganti juga pakaian, jangan kenakan pakaian yang sama untuk dua hari. Gunakan juga deodorant. Dan mandilah sehari dua kali.  Jangan lupa bawa pakaian ekstra bila kita mudah berkeringat atau ada kegiatan tambahan.  

    2. Hindari bau mulut

    3. Perawatan rambut

    Walaupun kita mengenakan jilbab, bukan berarti kita tidak merawat rambut. Keramaslah dengan rutin, gunakan conditioner. Setelah keramas juga lebih baik menggunakain hair tonik.  Jangan lupa untuk mengeringkan rambut sebelum menggunakan jilbab. 

    Oh iya, muslimah juga sering skip menyisir rambut.  Hehee. Tahu-tahu wajah cantik pas dibuka rambut sudah gimbal.  Jangan pelit juga untuk melakukan perawatan ekstra ke salon untuk creambath atau masker rambut.

    4. Kebersihan tangan 

    Bawa sabun cair untuk membersihkan tangan ssbelum dan setelah makan. Bisa juga membawa tissue basah atau hand sanitizer. 

    5. Menjaga bau-bau lain

    Menjaga etika ketika buang angin.  Paling tidak kita cepat-cepat ke luar ruangan. Muslimah juga jangan lupa untuk sering mengganti kaus kaki.

    Saya pun mencoba memahami apa kekurangan dari wanita-wanita yang akhirnya ditolak oleh Baba dan Fulan. Sebenarnya aslinya wanita-wanita tersebut cantik.  Hanya mungkin penampilannya tidak semenarik wanita-wanita di fakultas sebelah.

    Mbak Asma Nadia bilang, sebenarnya banyak sekali muslimah yang cantik, tapi terlihat kurang Ok di mata.  Masalahnya menurut Mbak Asma, banyak sekali muslimah yang tidak perduli dengan penampilan, wajah kusam berjerawat, baju tabrak warna, mode yang out of date. Nampaknya pembahasan penampilan ini perlu dibuat satu tulisan khusus ya karena banyak aspek yang ternyata perlu dibahas.

    Menjaga penampilan ini adalah salah satu bentuk ikhtiar ladies dalam menjemput jodoh loh ya.  Karena memang ternyata fitrah kaum adam itu menyukai apa yang indah dipandang mata. Namun begitu, tetaplah kecantikan fisik harus disertai dengan kecantikan akhlak dan kesholehan.

    Wanita pun tidak perlu khawatir tidak akan mendapatkan pasangan. Karena menurut Pak Bonda Seno Prasetyadi, cara pandang pria akan lawan jenis akan berubah seiring kematangan usia. Saat pria semakin matang, biasanya mereka akan semakin bijaksana memandang sesuatu.

    Paling tidak, pengetahuan kita sekarang bertambah. Bawah memang fitrah laki-laki menyukai seorang perempuan secara fisik. Bukannya mereka mata buaya, memang seperti itulah Allah menciptakan kaum adam. Pentingnya menyukai penampilan fisik ini bahkan dianjurkan oleh Rasulullah.  Apakah kita cenderung dan menyukai fisiknya? Ini berlaku bukan hanya untuk laki-laki, tapi juga untuk perempuan ketika memilih pasangan. Tapi kembali lagi, Allah lah yang membolak-balikkan hati. Allah lah yang mengatur kepada siapa cinta akan jatuh?  
    .

    .

    .

    Sumber foto: i.dailymail.co.uk/i/pix/2014/09/16/article-2757559-216813C200000578-841_634x882.jpg

    Referensi:

    1. Http://m.vemale.com/amp/love/15967-pria-tidak-peduli-inner-beauty-yang-penting-cantik.html

    2. Buku Wonderful Wife – Cahyadi Takariawan

    3. Buku Salon Kepribadian – Asma Nadia 
    .

    .

    .

    .

    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day2

    Apakah Pernikahan Hasil Hamil di Luar Nikah Hukumnya Sah?  

    Bismillahirrahmanirrahim.. 
    Fenomena MBA atau Married by Accident semakin sering terjadi di masyarakat. Kita bisa menghitung berapa bulan dari menikah sampai dengan melahirkan? Apabila kekeliruan yang terjadi tidak diluruskan, tentu kita yang tinggal satu lingkungan juga diminta pertanggungjawaban oleh Allah S.W.T. Sebagian mungkin akan mengalami fase denial atau penolakan saat membaca tulisan ini. Namun insyaAllah niat saya adalah karena sayang dengan orang-orang di sekitar saya. Mudah-mudahan tulisan ini dapat membuka mata hati kita semua agar meraih hidayahNya. Amin ya rabbal alamin.

    Sumber foto: static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/aborsi-_120613190801-990.jpg

    Apakah seseorang yang dihamili boleh untuk dinikahi?
    Bahasan Ustadz Ammi Nur Baits, S.T dalam konsultasisyariah.com, sebelum membahas pernikahan, yang perlu dilakukan pasangan yang telah melakukan zina adalah bertaubat.  Jika pasangan tersebut telah menikah namun belum bertaubat, maka pernikahan yang terjadi adalah pernikahan antara pezina. Allah mengharamkan laki-laki yang baik untuk menikah dengan wanita pezina, dan sebaliknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

    “Lelaki pezina tidak boleh menikah, kecuali dengan wanita pezina atau wanita musyrik. Demikian pula wanita pezina tidak boleh menikah kecuali dengan lelaki pezina atau lelaki musyrik. Dan hal itu diharamkan bagi orang yang beriman.” (QS. An-Nur: 3)

    Karena itu, sebelumnya yang perlu dilakukan adalah bertaubat kepada Allah dengan memohon ampunanNya disertai perasaan sedih dan bersalah, serta bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan zina tersebut. 

    Lalu apakah diperbolehkan untuk menikahi wanita yang berzina dengannya? Tergantung. Apakah zina yang dilakukan sampai hamil atau tidak? 

    • Zina yang dilakukan tidak sampai hamil

    Apabila zina yang dilakukan tidak menyebabkan kehamilan, maka setelah bertaubat pasangan tersebut dapat menikah.  Namun sebelumnya harus dipastikan, apakah rahim sudah bersih dan tidak terdapat janin? Kita bisa melihat dengan terjadinya haid.  Apabila wanita tersebut mengalami haid satu kali, maka pernikahan boleh dilakukan.  

    • Zina menyebabkan hamil 

    Bagaimana bila zina yang dilakukan menyebabkan kehamilan?

    Lelaki tersebut tidak boleh menikah dengan wanita yang Ia hamili sampai melahirkan. Apabila tetap dinikahkan oleh keluarga, maka pernikahannya batal. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    “Wanita hamil tidak boleh diajak berhubungan sampai dia melahirkan.” (HR. Abu Daud, Ad-Darimi, dan disahihkan Al-Albani)

    Sedangkan di masyarakat, wanita yang hamil di luar nikah tetap dinikahkan. Bahkan mereka disatukan dalam satu rumah dan melakukan hubungan suami istri.  Padahal pernikahan tersebut tidak sah dan justru menambah hubungan zina.  Menurut ulama, pernikahan tersebut justru menimbulkan kerusakan yang lebih besar karena pernikahan yang terjadi saat wanita hamil di luar nikah sama dengan melegalkan perzinahan atas nama zina. Hubungan suami istri saat wanita sedang hamil boleh dilakukan bagi pasangan suami istri yang telah menikah secara sah menurut agama.  Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa kita semua. Astagfirullahal’adzim.
    Apakah boleh wanita yang tengah hamil dinikahi oleh laki-laki yang bukan menghamilinya? 

    Pernikahan tersebut tidak boleh dilakukan, karena wanitanya hamil oleh laki-laki lain.  Pernikahannya baru boleh dilakukan setelah wanita tersebut melahirkan. 

    Pernikahan semacam ini batal, karena para lelaki dilarang melakukan hubungan dengan wanita yang hamil dengan mani orang lain. Dari Ruwaifi’ bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah dia menuangkan air maninya pada tanaman orang lain.” (HR. Ahmad 16542)

    Tanaman orang lain yang dimaksud adalah janin akibat hubungan dengan orang lain.  

    Mudah-mudahan kita bisa saling mengingatkan dalam kebaikan. Saudaraku, apabila masih ada diantara keluarga kita yang menikah karena hamil di luar nikah, hendaknya kita mengingatkan untuk bertaubat dan segera menyegerakan untuk melakukan akad nikah agar bisa menjalankan pernikahan yang sah secara agama.  

    Sumber tulisan: https://konsultasisyariah.com/16155-menikahi-wanita-hamil.html

    https://konsultasisyariah.com/4152-solusi-pacar-hamil.html”

    https://konsultasisyariah.com/9297-6-hal-penting-tentang-hamil-di-luar-nikah.html

    .

    .

    .

    .

    .

    #30DWC Jilid 9 #Squad 9 #Day 1