Self-Study Tips

Writing Challenges

  1. Write a daily journal
  2. Write a letter to an English speaker
  3. Make lists of the things you see every day
  4. Write descriptions of your family and friends
  5. Write a blog
  6. Leave comments on blogs
  7. Post messages in a chat room

Reading Challenges

  1. Read news and magazine articles online
  2. Do web research on topics that interest you
  3. Follow blogs that interest you
  4. Read newspapers and magazines in English
  5. Read books in English
  6. Read the academic articles in English

Listening Challenges

  1. Watch movies and TV in English
  2. Listen to music in English

Speaking Challenges

  1. Describe what you see and do out loud
  2. Practice speaking with a conversation buddy

 

Examples of Self-Study Activities

Weather you read an article in a newspaper or on a website, you can use that article in a variety of ways to practice reading, writing, speaking, and listening in English.

  • Read the article
  • Paraphrase and write about it
  • Give a talk or presentation about it
  • Record or make a video of your presentation
  • Listen to or watch what you recorded. Write down your presentation
  • Correct your mistakes
  • Do it all again

Reference: Barron’s IELTS preparation test, 2nd Edition

Advertisements

Pelajaran Berharga dari Stase Jiwa

Stase Jiwa adalah stase yang sangat menyenangkan. Ilmunya memang jauh berbeda dengan neurologi yang begitu “ilmiah”. Ilmu jiwa atau psikiatri ini benar-benar “special”, unik, dan luar biasa di luar nalar. Hahaha.. Sulit sekali bagi saya untuk mempelajari dengan logika. Tapi memang ilmu kejiwaan ini akan membawa kita kepada sisi lain yang ada pada manusia, sesuatu yang abstrak pada awalnya, tetapi begitu fundamental.

Seseorang dikatakan sehat apabila berada pada kondisi sejahtera secara fisik, mental atau jiwa, sosial, spiritual, dan produktif secara sosial ekonomi.
Kuliah dengan Prof Tuti rasanya adalah kuliah paling berkesan sepanjang hidup saya. Beliau adalah orang yang mengajarkan saya apa pentingnya belajar atau bertemu dengan seorang expert. Mungkin benar kita bisa mempelajari sebuah materi dari buku bacaan atau dari internet, tetapi kita belajar “ruhnya” pada saat kuliah. Merinding sekali saya. Prof Tuti saat itu memberikan materi tentang Doctor-Patient Realtionship. Tapi rasanya saya mendapatkan ilmu yang sangat jauh, bukan hanya mendengarkan slide yang bisa dibaca sendiri di rumah.

Hargailah jiwa setiap pasien. termasuk jiwa pribadi kalian. (Prof Tuti)

Continue reading

A Girl Who Always Talks Alone

What are you doing? Do you have a good day?

I wonder if I could ask you face to face.

What food do you like for dinner? I remembered that you used to order a big portion of fried rice.

Now, I’m so lonely after I rarely meet you..

Should I throw this medicine?

I’m sure that I’m not crazy..

Hey.. I know you still there, waiting and watching me so close.

Nasi Goreng Ala-Ala Magerita

Resep ini adalah resep sederhana, terinspirasi ketika melihat sambal hijau teri yang enak rasanya dan nasi yang masih tersisa di rumah. Wah, kenapa tidak dibuat makanan lain saja yang lebih bervariasi? Lumayan untuk jadi referensi menu ketika sedang mager alias malas. hehehe

Bahan :

  • nasi secukupnya
  • minyak goreng sedikit (untuk menumis)
  • sisa sambal yang ada di rumah, bisa sambal hijau, sambal terasi, atau sambal terasi ABC saset
  • topping : supaya gurih bisa ditambahkan teri, tongkol, bandeng, tuna atau jenis ikan yang lain (bisa juga ikan goreng yang ada di rumah dipotong-potong kecil)
  • telur
  • bawang daun
  • cabai rawit
  • garam, gula, merica, penyedap

Cara membuat :

  • panaskan sedikit minyak hingga panas, tuangkan sambal dan ikan. Jika ikan masih mentah, masukkan ikan dulu kemudian sambal.
  • masukkan nasi, aduk rata.
  • beri garam, gula, merica, dan penyedap.
  • tiriskan nasi goreng.
  • potong-potong daun bawang dengan cabai rawit, campur dengan telur. Dadar tipis telur di atas wajan.
  • hidangkan nasi goreng bersama dengan telur dadar.

Selamat mencoba 🙂

Potret Pemuda

DSC06015

Barikade di Bawah Hujan

Foto ini mengisahkan mengenai semangat, mengenai kebersamaan, kesetiaan, dan solidaritas. Hujan menjadi saksi ketika tubuh-tubuh berdiri tegap saling bergandengan.

Gangguan Jiwa

Banyak gangguan kejiwaan yang terjadi di masyarakat. Tetapi, pengetahun mengenai gangguan kejiwaan masih sangat minim dibandingkan dengan gangguan kesehatan lainnya. Jadinya, orang-orang baru datang menemui dokter jiwa setelah kondisinya buruk. Orang yang datang ke dokter jiwa atau psikiater tidak selalu orang sakit jiwa loh. Gangguan seperti rasa cemas, phobia, depresi, ataupun gangguan mental juga dapat dikonsultasikan ke dokter jiwa.

Di dalam dunia kedokteran, tidak dikenal istilah gila. Seseorang yang tertawa sendiri ataupun berbicara sendiri serta merasa dirinya adalah titisan dewa bisa jadi mengidap salah satu gangguan jiwa yang disebut dengan skizofrenia. Skizofrenia sendiri adalah salah satu gangguan yang menyebabkan gangguan pikir pada seseorang, sehingga dia tidak bisa membedakan realita dengan apa yang ada di dalam pikirannya. Nah, kali ini saya ingin berbagi tentang gangguan jiwa apa saja yang sering terjadi. Minimal supaya kita bisa mendeteksi sedini mungkin jika ada keluarga, teman atau kerabat yang mengalami gangguan jiwa, sehingga bisa diobati lebih dini dan kemungkinan kesembuhannya menjadi lebih baik.

SKIZOFRENIA

Skizofrenia jarang disebut dalam istilah awam. Namun dalam keseharian sering didengar istilah sakit jiwa ataupun orang gila. Nah, itulah skizofrenia. Orang-orang yang sering berbicara sendiri, memiliki teman khayalannya sendiri, atau mendegar suara-suara aneh dan bisa juga merasa memilki kemampuan khusus seperti berbicara dengan makhluk dari Pluto misalnya. Pada orang skizofren, terjadi gangguan pada pikiran dan persepsi. Selain itu, terjadi ketidaksesuaian antara emosi dengan ekspresi yang diperlihatkan.

Bagaimana menentukan seseorang yang terkena skizofrenia?

Di bawah ini adalah kriteria untuk menentukan ada tidaknya gangguan skizofrenia pada seseorang (kriteria diagnosis PPDGJ III)

>>Harus ada minimal satu gejala di bawah ini yang sangat jelas ( minimal dua atau lebih jika gejalanya kurang jelas)

a. – thought echo : isi pikirannya sendiri bergema di kepala

– thought insertion/withdrawal : isi pikiran asing masuk ke dalam pikirannya (insertion), atau pikirannya seolah ditarik ke luar (withdrawal)

– thought broadcasting : isi pikirannya seolah bisa dibaca orang banyak

b. – delusion of control : waham jika dirinya dikendalikan kekuatan tertentu

– delusion of influence : waham dirinya dipengaruhi kekuatan tertentu

– delusion of passivity : waham dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar

– delusioal perception : pengalaman tak wajar yang bersifat mistik atau mukzizat

c. Halusinasi auditorik : mendengar suara-sura, halusinasi yang berkomentar terus menerus atau menyuruh untuk melakukan sesuatu

d. waham-waham menetap jenis lain yang tidak wajar menurut kebudayaan setempat dan mustahil terjadi. Misalnya, keyakinan agama atau politik tertentu atau kemampuan di atas manusia biasa seperti mengendalikan cuaca atau berbicara dengan makhluk asing.

>> Atau paling sedikit dua gejala di bawah ini yang harus ada secara jelas :

e.  Halusinasi yang menetap dari panca indera apa saja (penglihatan, perabaan, penciuman dll), bisa disertai waham yang mengambang atau ide-ide berlebihan yang menetap. (terjadi setiap hari berminggu-minggu sampai berbulan-bulan)

f.  Arus pikiran yang terputus atau mengalami sisipan. Sehingga pembicaraan menjadi tidak nyambung

g. Perilaku katatonik, sepeti gaduh gelisah atau posisi tubuh tidak bisa digerakkan, tidak bisa bicara

h. Gejala-gejala negatif : apatis, bicara jarang, respon emosi yang tidak wajar, menarik diri dari sosial dan pekerjaan (tetapi bukan karena depresi ataupun pengaruh obat-obatan)

>> Adanya gejala khas tersebut telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih

>> Harus ada perubahan yang konsisten dan bermakna dari aspek perilaku pribadi, manifestasinya bisa kehilangan minat, kehilangan tujuan hidup, tidak berbuat sesuatu, sikap larut terhadap diri sendiri, dan penarikan diri secara sosial.


 

Nah, namun terdapat keadaan prodormal yang waktunya bisa berlangsung selama beberapa tahun sebelum seseorang mengalami skizofrenia. Ciri-cirinya yaitu orang mulai apatis, bicara jarang, respon emosi yang tidak wajar, menarik diri dari sosial dan pekerjaan sebelum akhirnya terjadi full-blown.

Jika skizofrenia dapat terdeteksi sejak dini, dapat dilakukan pengobatan untuk mengendalikan perilaku yang merusak atau melukai diri, mengontrol gejala serta kekambuhan.

skizo1 skizo2 skizo3 skizo4

Pasienku Membaik Yeay

Bahagia adalah melihat perubahan dari masing-masing pasien.

Mr F sekarang sudah tidak lagi melakukan ritual-ritual seperti menyembah sesuatu. Bicaranya sudah normal, obrolannya sudah rasional. Beliau sekarang sudah sangat tenang, sudah kembali menjalankan shalat lima waktu. Padahal ketika awal masuk beliau sama sekali tidak bisa duduk tenang.

Ms FD, sekarang sudah lebih banyak bicara. Ya walau tetap saja ia merasa kekasihnya adalah Andrew Garfield. Ia kini tidak lagi mandi lebih dari empat kali dalam satu hari. Ya walau sedikit menggoda CS laki-laki yang sedang bekerja. Duh neng…

Pasien Saya, Mr U,usianya 25 tahun. Sekarang ia menunjukkan perubahan yang luar biasa dan cukup membuat saya kaget.

Minggu pertama : beliau sangat pendiam, lebih suka berdiam diri di kamar, dan menjauhi interaksi dengan pasien lain. Setiap hari saya memperkenalkan diri namun beliau tidak pernah ingat.

Minggu kedua :

  • Hari Senin : Ia tiba-tiba bertanya, siapa nama saya karena lupa. Sekarang obrolannya sudah rasional, dan ia sudah mulai mau ke luar dari kamar. Ia juga mulai berinteraksi dengan pasien lain.
  • Hari Selasa : Ketika saya datang, ia ingat siapa nama saya. Ia juga bertanya apakah saya sudah sarapan? Saya sarapan dengan apa? Setelah obrolan yang sangat panjang ia mulai bertanya bagaimana perasaan saya pada teman laki-laki ataupun perempuan yang berkunjung ke rumah? dan yang membuat saya kaget adalah, ia bertanya bagaimana perasaan saya ketika jalan berdua bersama teman laki-laki? Apakah saya menganggapnya biasa atau yang lain?

jeng jeng jeng.. Mr U kenapa sekarang jadi begini? Hahaha.. Ada-ada saja..

Semoga semua pasien keadaanya semaki membaik dan bisa kembali pulang ke rumah. 🙂

Dua Cerita dari Poli Psikiatri

Cerita Satu

Tidak akan ada orang yang menyangka jika seorang wanita cantik nan elegan ini datang ke psikiater, alias dokter jiwa. Karena penasaran akhirnya saya ikut mendengarkan konsultasi antara beliau dengan dokter Ade.

Sebut saja wanita ini adalah Bu Mawar, Ibu memang karena sudah menikah, dan sudah menjadi Ibu dari dua orang anak. Suami beliau adalah seorang polisi. Saat ini Bu Mawar sedang menjalani kehidupan sebagai mahasiswi sekaligus sebagai seorang ibu rumah tangga.

“Ada keluhan apa Bu Mawar?”Tanya dokter Ade.

“Saya tidak bisa tidur dok.” Jawabnya. Dapat terlihat raut wajahnya yang sangat kusut, nampak sedih dan juga kelelahan.

“Sudah berapa lama ibu tidak bisa tidur? Apa ibu sulit memulai tidur atau sering terbangun ketika tidur?”

“Saya sulit memulai tidur sudah dalam satu bulan ini.”

Bu Mawar juga merasa lemah dan mudah lelah. Beliau merasa sedih terus menerus sepanjang hari. Setelah beberapa saat, akhirnya Bu Mawar menceritakan kisahnya yang bisa dibilang cukup dramatis. Beliau mengaku sudah tidak tahan dengan pernikahan yang dijalankan. Saat ini beliau juga tidak mengurus anaknya, sehingga anak-anak lebih banyak dirawat oleh pembantu. Apa yang membuat Bu Mawar begitu tidak bahagia dengan pernikahannya? Jahatkah suaminya? Ternyata bukan itu masalahnya.

Bu Mawar menikah ketika baru saja lulus sekolah menengah. Tentu saja beliau tidak sempat kuliah karena langsung dijodohkan oleh orang tua. Karena beliau ingin menghormati orang tua, makanya beliau menuruti keinginan mereka.

“Saya merasa tertekan, karena saat itu saya begitu muda dan memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Saya juga akhirnya mencoba kuliah, sudah mencoba ke dua universitas namun merasa bosan hingga akhirnya keluar di semester pertama. Saat ini saya juga sedang kuliah, namun masih mandek di skripsi.” Tambah Bu Mawar.

Bu Mawar merasa tidak nyaman sejak awal menikah. Padahal kini anak beliau yang paling besar sudah berusia 10 tahun. Artinya, sudah sebelas tahun ini beliau memendam perasaannya hingga akhirnya beliau mengalami depresi. Bu Mawar tidak kuat menceritakan masalahnya hingga menangis di dalam ruangan.

Sulit memang untuk menangani masalah beliau, karena masalahnya sebenarnya ada pada beliau sendiri. Sudah empat kali beliau datang ke dokter psikiater yang berbeda namun tetap kembali dan kejadian yang sama terulang kembali.

Sebenarnya, Bu Mawar akan terus mengalami masalah yang sama jika beliau hanya datang ke psikiater lalu meminum obat yang diberikan. Karena, penyebab dari depresi yang dialami beliau belum diselesaikan.

Masalah dalam diri Bu Mawar adalah :

  1. Beliau tidak siap dengan pernikahan
  2. Beliau tidak mengkomunikasikan kesulitannya pada suami (karena suami sibuk), dan juga pda keluarga (karena merasa takut)

Intinya, jika ingin mengembalikan kondisi Bu Mawar menjadi lebih baik, beliau harus turut serta membawa suaminya. Tentu saja agar suaminya tahu sebenarnya apa yang dirasakan oleh Bu Mawar.

Miris sekali melihat kondisi beliau. Masih muda, cantik, namun hidupnya tidak bahagia. Beliau merasa jika pernikahan ini membuatnya tidak bisa kuliah dan memiliki karir. Sungguh drama sekali. Intinya memang, menikahlah ketika sudah siap. Kedewasaan bukan hanya dilihat dari umur tapi memang dari mentalnya. Sudah siapkah seseorang yang asalnya sendiri, bisa sesuka hati sendiri kemudian harus mengurus orang lain, harus mengurus anak-anak dan segala tek-tek bengek rumah tangga?

Sedih sekali. Padahal beliau sudah memiliki anak. Namun kedewasaannya masih tertinggal pada saat usianya belasan tahun. Saya sendiri tidak tahu bagaimana kelanjutan cerita beliau karena harus segera bimbingan. Yang jelas, jika seseorang mengalami masalah yang berkaitan dalam rumah tangga, peyelesaiannya juga harus melibatkan kedua pasangan. Mereka yang tahu masalahnya, mereka juga yang tahu bagaimana menyelesaikan masalahnya, bukan hanya dengan obat-obatan dan juga psikiater.

 

Cerita Dua

Pasien saya berikutnya adalah seorang pria yang mengeluhkan sakit perut dan cegukan yang sudah terasa selama 6 bulan. Sudah lebih dari 10 dokter ia kunjungi, dokter spesialis penyakit dalam, super spesialis gastro, bahkan berbagai pengobatan alternative juga tidak menyembuhkan penyakitnya. Ini adalah kali ketiga ia mengalami sakit yang sama. Bahkan pada saat 2010 sakitnya dirasakan hingga satu tahun.

Pasien datang ke poli jiwa dengan rujukan yang berasal dari poli gastro. Hasil pemeriksaan fisik dan juga lab beliau menunjukkan hasil yang baik. Tidak ada kelainan pada hasil endoskopi beliau. Biasanya, jika tidak ditemukan masalah dalam fisik, penyebab gejala pasien dapat berasal dari perasaan atau masalah yang pasien pendam.

Ada apa dengan pasien ini?

Sebut saja Bapak Jajang. Usianya kini sudah 41 tahun, masing single. Tiga kaka beliau, serta dua adik beliau sudah menikah. Lalu kini adiknya yang bungsu berencana untuk menikah pada tahun ini. Pak Jajang ini orangnya memang pendiam, sehingga keluarga tidak pernah mendengar masalah yang dialami beliau. Pak Jajang ini orangnya pemalu, jarang sekali mengikuti kegiatan rapat RT atau acara kumpul kaluarga. Tentu saja beliau malas karena selalu datang pertanyaan tentang jodoh kepada beliau.

Adik beliau tidak pernah tahu apakah beliau memiliki kehendak atau keinginan untuk menikah. Beliau juga terlihat tidak pernah dekat dengan lawan jenis.

Dokter Neljun dengan sangat halus menanyakan apa yang sedang dipikirkan atau diinginkan oleh beliau sehingga beliau menjadi risau? Tidak perlu banyak menunggu beliau langsung menceritakan keinginan terbesar yang beliau rasakan, yaitu ingin segera berkeluarga. Selama ini beliau tidak pernah menceritakan keinginannya kepada siapapun. :”)

Dokter Neljun memotivasi pasien agar tidak kehilangan semangat karena masalah beliau adalah karena beliau terus diam dan tidak mencari ataupun minta dicarikan. Setiap orang diciptakan berpasangan bukan? Pengobatan Pak Jajang ini akan diberikan pengobatan dan juga psikoterapi. Dan yang paling penting adalah, Pak Jajang mendapatkan dukungan dari keluarga agar beliau dapat kembali sehat dan juga dapat beraktivitas kembali seperti semula.

 

Satu pasien tidak ingin menikah, yang satu ingin menikah, ada pula pasien yang tidak jadi menikah hingga mengalami depresi berat yang membuatnya memiliki niat untuk bunuh diri. Dramatis sekali memang stase Jiwa ini.

Namun ada hikmah yang bisa saya ambil..

Menikahlah ketika memang sudah merasa siap, baik fisik, mental, finansial, dan juga spiritual

Tidak perlu terburu-buru, tapi jangan menunggu terlalu lama

Jodoh itu tentu tidak akan kunjung tiba jika tidak diusahakan. Minimal dapat berusaha dengan mencari kenalan dari teman, tetangga, atau saudara

Hehehe.. peace love and gaul

Sunday I’m in Love

First, I walked about 2 Km for warming up. Then I ran 5Km with 7’43’/Km pace. Haha.. I was so stupid because I ran in a fast pace in the beginning of running. After 2 Km I felt so tired and almost stop my workout. it felt so good after I could run more than 4Km then I stop at 5km. I walked about 2.9 Km for slowing the heart rate. Hehehe…

Screenshot_2015-03-22-10-55-11 Screenshot_2015-03-22-10-55-44

My Workout History

I could not even run for 800 meters before. I almost fainted after ran for 3 laps in Saraga. After I heard that Mas Fasa could run about 30 laps in Saraga, I promised myself that I would follow him and breaking the iceberg.
I make this post because my best record is 24 laps, and I want to run longer and farther than I used to. I’m shy because I used to make an excuse to skip running. Hahaha.. I hope I could make the best record later.

My workout history:

Screenshot_2015-03-22-10-43-29 Screenshot_2015-03-22-10-44-56