Gangguan Jiwa

Banyak gangguan kejiwaan yang terjadi di masyarakat. Tetapi, pengetahun mengenai gangguan kejiwaan masih sangat minim dibandingkan dengan gangguan kesehatan lainnya. Jadinya, orang-orang baru datang menemui dokter jiwa setelah kondisinya buruk. Orang yang datang ke dokter jiwa atau psikiater tidak selalu orang sakit jiwa loh. Gangguan seperti rasa cemas, phobia, depresi, ataupun gangguan mental juga dapat dikonsultasikan ke dokter jiwa.

Di dalam dunia kedokteran, tidak dikenal istilah gila. Seseorang yang tertawa sendiri ataupun berbicara sendiri serta merasa dirinya adalah titisan dewa bisa jadi mengidap salah satu gangguan jiwa yang disebut dengan skizofrenia. Skizofrenia sendiri adalah salah satu gangguan yang menyebabkan gangguan pikir pada seseorang, sehingga dia tidak bisa membedakan realita dengan apa yang ada di dalam pikirannya. Nah, kali ini saya ingin berbagi tentang gangguan jiwa apa saja yang sering terjadi. Minimal supaya kita bisa mendeteksi sedini mungkin jika ada keluarga, teman atau kerabat yang mengalami gangguan jiwa, sehingga bisa diobati lebih dini dan kemungkinan kesembuhannya menjadi lebih baik.

SKIZOFRENIA

Skizofrenia jarang disebut dalam istilah awam. Namun dalam keseharian sering didengar istilah sakit jiwa ataupun orang gila. Nah, itulah skizofrenia. Orang-orang yang sering berbicara sendiri, memiliki teman khayalannya sendiri, atau mendegar suara-suara aneh dan bisa juga merasa memilki kemampuan khusus seperti berbicara dengan makhluk dari Pluto misalnya. Pada orang skizofren, terjadi gangguan pada pikiran dan persepsi. Selain itu, terjadi ketidaksesuaian antara emosi dengan ekspresi yang diperlihatkan.

Bagaimana menentukan seseorang yang terkena skizofrenia?

Di bawah ini adalah kriteria untuk menentukan ada tidaknya gangguan skizofrenia pada seseorang (kriteria diagnosis PPDGJ III)

>>Harus ada minimal satu gejala di bawah ini yang sangat jelas ( minimal dua atau lebih jika gejalanya kurang jelas)

a. – thought echo : isi pikirannya sendiri bergema di kepala

– thought insertion/withdrawal : isi pikiran asing masuk ke dalam pikirannya (insertion), atau pikirannya seolah ditarik ke luar (withdrawal)

– thought broadcasting : isi pikirannya seolah bisa dibaca orang banyak

b. – delusion of control : waham jika dirinya dikendalikan kekuatan tertentu

– delusion of influence : waham dirinya dipengaruhi kekuatan tertentu

– delusion of passivity : waham dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar

– delusioal perception : pengalaman tak wajar yang bersifat mistik atau mukzizat

c. Halusinasi auditorik : mendengar suara-sura, halusinasi yang berkomentar terus menerus atau menyuruh untuk melakukan sesuatu

d. waham-waham menetap jenis lain yang tidak wajar menurut kebudayaan setempat dan mustahil terjadi. Misalnya, keyakinan agama atau politik tertentu atau kemampuan di atas manusia biasa seperti mengendalikan cuaca atau berbicara dengan makhluk asing.

>> Atau paling sedikit dua gejala di bawah ini yang harus ada secara jelas :

e.  Halusinasi yang menetap dari panca indera apa saja (penglihatan, perabaan, penciuman dll), bisa disertai waham yang mengambang atau ide-ide berlebihan yang menetap. (terjadi setiap hari berminggu-minggu sampai berbulan-bulan)

f.  Arus pikiran yang terputus atau mengalami sisipan. Sehingga pembicaraan menjadi tidak nyambung

g. Perilaku katatonik, sepeti gaduh gelisah atau posisi tubuh tidak bisa digerakkan, tidak bisa bicara

h. Gejala-gejala negatif : apatis, bicara jarang, respon emosi yang tidak wajar, menarik diri dari sosial dan pekerjaan (tetapi bukan karena depresi ataupun pengaruh obat-obatan)

>> Adanya gejala khas tersebut telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih

>> Harus ada perubahan yang konsisten dan bermakna dari aspek perilaku pribadi, manifestasinya bisa kehilangan minat, kehilangan tujuan hidup, tidak berbuat sesuatu, sikap larut terhadap diri sendiri, dan penarikan diri secara sosial.


 

Nah, namun terdapat keadaan prodormal yang waktunya bisa berlangsung selama beberapa tahun sebelum seseorang mengalami skizofrenia. Ciri-cirinya yaitu orang mulai apatis, bicara jarang, respon emosi yang tidak wajar, menarik diri dari sosial dan pekerjaan sebelum akhirnya terjadi full-blown.

Jika skizofrenia dapat terdeteksi sejak dini, dapat dilakukan pengobatan untuk mengendalikan perilaku yang merusak atau melukai diri, mengontrol gejala serta kekambuhan.

skizo1 skizo2 skizo3 skizo4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s