Hikmah Pagi

Ada Allah yang menggerakan kita dalam pagi. Akhir-akhir ini sering bangun terlambat, tetapi hari ini tubuh dengan mudah terbangun dan diringankan langkah menuju kamar mandi.

Hari ini harus follow up. Satu sisi merasa tidak nyaman karena harus berangkat pagi sekali, apalagi dengan asam lambung yang sedang tinggi, membuat mual-mual, tidak bersahabat. Pikiran yang lain mengingatkan, jika kita ingin menjadi orang yang lebih bermanfaat, kita harus mau menggerakkan kaki kita. Apalagi sebagai seorang calon dokter, follow up adalah kegiatan yang menjadi wujud dari kewajiban dokter kepada pasien yakni care. Apabila saya menjadi pasien pun, akan senang sekali jika dokter memantau perkembangan saya, kemudian menyatakan saya sudah sehat dan akan segera pulang ke rumah.

Sebuah renungan, agar kita dapat menilai sesuatu dari berbagai sudut pandang. Karena kelak kita akan mendapatkan hikmah dari setiap kejadian.

Jatuh Cinta pada Tulisan

Tak jarang kita jatuh cinta pada sebuah tulisan. Penulisnya entah siapa, kita tidak terlalu tahu. Dari tulisan kita dapat mengetahui sebagian isi pemikirannya, tetapi diri seutuhnya kita tidak tahu.

Sebuah tulisan, lagi-lagi membuat hati keras saya luluh, membuat saya mencoba berhenti berpikir dan mencoba menggunakan perasaan saya. Tahukah jika, sulit sekali untuk percaya? Tahukah jika, sulit sekali untuk memulai?

Tapi jika saya menjadi pengecut sepertinya saya harus mengganti nama.

Sebuah tulisan, pesan dari hati yang akhirnya sampai pada hati.

Renungan

Dek, mungkin saat ini kamu sedang tidak berselera (untuk belajar), tapi tetaplah bersabar, minimal lakukan ‘difusi’ untuk setiap hal yang kamu dengar atau tidak sengaja kamu lihat.

Memang belajar itu pedih, terutama pada stase-stase yang tidak diminati. Tapi malas belajar itu godaan setan supaya kamu lalai mencari ilmu. Sabar dan berusaha sekuat tenaga terhindar dari kemalasan.

Ingatlah jika kelak ilmu yang dipelajari akan berguna. Kita tidak akan pernah tahu kasus apa yang akan kita hadapi nanti. Belajarlah selagi kesempatan itu masih terbuka lebar. Semoga kamu menjadi orang yang mensyukuri nikmat Allah. Amin..

#Catatan dek koas super demotivasi

Diary Dek Koas

image

Debay yang lahir pas dek koas jaga. Bayinya lahir dari ibu yang berbeda. Karna brojol di igd jadi barengan dulu ya boboannya ๐Ÿ˜€

Btw setiap bayi akan dipasangkan gelang bertuliskan nama orang tua ya, jadi ga akan ada insiden bayi yang tertukar (yang kanan lagi ditulis dulu di gelangnya). Setiap bayi juga di cap kakinya. ๐Ÿ˜€

Recharge

Hidup ini harus di arahkan. Kalau tidak, diri ini akan tergerus oleh arus dan menjadi pribadi yang tidak jelas tujuan hidupnya. Itulah mengapa penentuan tujuan hidup adalah hal yang paling utama yang harus dilakukan.

Ingin menjadi manusia seperti apa kita? Ingin menjalani hidup dengan cara bagaimana? Ingin menjalani hari-hari seperti apa? Dan ingin dikenang sebagai apa ketika kita mati nanti?

Menjalani proses adalah bagian selanjutnya yang akan menjadi perjalanan yang panjang hingga akhir hayat. Akan ada pasang surut semangat, akan ada berbagai ujian yang justru lebih banyak datang dari dalam diri sendiri. Itulah mengapa berjalan bersama menjadi lebih baik, lebih menenangkan. Meski lambat, tetapi disanalah ada sahabat-sahabat yang senantiasa akan mengingatkan ketika kita futur, dan mendoakan ketika kita memerlukan dukungan.

Meski berjalan bersama itu lambat, tapi berjalan sendiri itu melemahkan.

Smoga sahabat tidak bosannya saling mengingatkan agar kita selamat sampai tujuan bersama. :”)

Sebuah Catatan Bagi Dokter Muda

Repost dari grup Asy Syifaa’ RSUP RSHS

Kepada engkau dokter muda, mengertilah bahwa engkau kini menyandang gelar “dokter”. Berperilakulah layaknya seorang dokter.. Menjadi dokter bukan berarti kita telah selesai belajar. Belajarlah terus, karena engkau telah memilih jalan ini.. Long life learning…

Nabi Muhammad saw pun tidak dimanjakan oleh Allah..
Setelah Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasulullah, bukan berarti semuanya akan baik-baik saja, semua pintanya akan dikabulkannya.. Tapi ini adalah sebuah amanah yang besar..

*Rasul tetap membuat strategi perang*
dan tidak setiap perangpun dimenangkan olehnya..
Saat perang badar, pasukan rasulullah menang.
Namun saat perang uhud, pasukan rasulullah yang tercerai berai.
mengapa?
karenaย 
bukan hanya dengan berdoa saja, lalu semua permintaan kita terkabul.
tapi juga dengan berusaha, semaksimal mungkin yang kita bisa..

Pada saat perang uhud beberapa dari pasukan rasulullah yang tidak taat akan perintahnya. Mereka lengah.. Mereka silau dengan ” kehidupan dunia”.

Maka apakah kehidupan dunia saja yang menjadi tujuan kita?ย 

Belajar, fahami, amalkan..Inilah yang diajarkan oleh agama kita..
Walal aa khiratu khairul laka minal uu laa
‘dan sungguh yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan’
Jika benar tujuan kita adalah negeri akhirat nanti, bertemu denganNya, maka belajar pun tidak perlu disuruh lagi.
Jika belajarmu hanya untuk saat ini, atau hanya untuk engkau lulus ujian, maka engkau hanya mendapatkan hal kecil itu. Ilmu Allah itu amat luas, maka mintalah padaNya..

*Karena yang diam itu berarti berada dalam keadaan stagnan*
Air yang mengalir akan lebih bermanfaat dari pada air yang diam. Bahkan air yang diam akan menjadi tempat perkembangan bakteri.

Jika sekarang dokter yang menjadi pilihanmu, maka beputarlah disekitar mereka. Banyak-banyak mengambil ilmu dari mereka. Karena mereka adalah gurumu.. Berjuta hikmah yang dapat diambil dari mereka. Ambillah, karena hikmah itu milik orang muslim.

Jika waktumu lebih banyak engkau habiskan di rumah sakit, maka pasien-pasienmu adalah tetanggamu. muliakanlah mereka, karena Rasulullah bersabda :

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู’ู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠููƒู’ุฑูู…ู’ ุฌูŽุงุฑูŽู‡ู

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia memuliakan tetangganya.

Dalam hadits yang lain :

ู…ูŽู†ู’ ุงูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุงูŽู†ู’ ูŠูุญูุจูŽู‘ู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูุตูุฏู’ู‚ู ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠู’ุซู ูˆูŽุงูŽุฏูŽุงุกู ุงู’ู„ุงูŽู…ูŽุงู†ูŽุฉู ูˆูŽุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูุคู’ุฐููŠูŽ ุฌูŽุงุฑูŽู‡ู

Barangsiapa yang ingin dicintai oleh Allah ia wajib berkata benar, menunaikan amanat, dan tidak menyakiti tetangganya.

Tanpa mereka, engkau tidak akan mendapat pelajaran. Ingat, engkau itu bukan apa-apa. Yang memberi kesembuhan tidak lain hanyalah Allah SWT. Maka, mintalah kesembuhan hanya padaNya.ย ย Maka jika Allah sudah ridho, maka Allah akan memberi kesembuhan..

dan yang terkhir adalah..

*Mempermudah mencapai surgaNya atau sebaliknya Mempermudah kita masuk ke dalam nerakanya..*
Namun tetaplah yakin bahwaย Sebaik โ€“ baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain.ย 

—-sebuah catatan dari nasihat seorang guru terbaik yang pernah ada, dr.Rachmat Gunadi,Sp.PD-KR—-
bdg,13032013 -dinafw

*menurut Ath-Thabari, yang dimaksud dengan ‘yang kemudian’ adalah negeri akhirat dan yang dimaksud dengan ‘yang permulaan’ adalah kehidupan dunia.

Kontemplasi

Stase jiwa ditutup dengan khutbah #eh wedjangan dari dokter Lina. Seneng sih di stase jiwa, kalo hapalannya malesin sih ya. Tapi di jiwa itu diajarin banget untuk memanusiakan manusia.

Residen di jiwa baik-baik dan ga pernah marah-marah sama dek koas. Setiap ditanya tentang materi ga pernah pelit ngeshare ilmunya. Dan yang pasti mereka terlihat happy~ Beda pasti sama obgyn yang notabene banyak kasus emergensi yang bikin adrenalin ngalir deraaassss.

“Siapa yang mau lanjut sekolah?” tanya dokter Lina. Duh nanyanya lembut banget. Saya sih ngacung aja. Meski gatau nanti mau lanjut spesialis atau ngambil master. Yang jelas, saya harus sekolah lagi.

Selama tiga stase yang udah saya lewatin, stase neuro sih yang lebih bikin saya sreg. Tapi ngeliat stase jiwa “agak” lumayan sih. Ntar ngamuk-ngamuk dikit saya suntik olanzapin aja 10 mg ahahahaa #fail.

Kehidupan koas menyenangkan sih. Hehe. Harus jadi sugesti juga dong biar koasnya tetep fun, serius tapi tetep santai.

Balik lagi ke pilihan studi ya. Jelas sih saya aga fail kalo soal public health. Apalagi mikrobiologi. Jiaaaah. Cuma pas koas kerasa banget saya lebih suka hal-hal yang logis. Kalo psikiatri aga kurang suka euy. Soalnya harus menggali hal-hal yang sifatnya pribadi, dan bicara dari hati ke hati. Kadang saya capek kalo ngomong lembut dalam waktu yang lama. Hahaha. Dasar sifatnya pecicilan sih ya. Hehehe.

Sejauh ini yang baru kepikiran itu neuro, nah sisanya mau liat kondisi pas stase nanti. Gamau asal pengen tanpa tau situasi lapangan spesialisnya nanti kaya apa. Hehehe.

See you obsgyn!! Semoga ga bikin malu ibuke ya.