Sebuah Catatan Bagi Dokter Muda

Repost dari grup Asy Syifaa’ RSUP RSHS

Kepada engkau dokter muda, mengertilah bahwa engkau kini menyandang gelar “dokter”. Berperilakulah layaknya seorang dokter.. Menjadi dokter bukan berarti kita telah selesai belajar. Belajarlah terus, karena engkau telah memilih jalan ini.. Long life learning…

Nabi Muhammad saw pun tidak dimanjakan oleh Allah..
Setelah Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasulullah, bukan berarti semuanya akan baik-baik saja, semua pintanya akan dikabulkannya.. Tapi ini adalah sebuah amanah yang besar..

*Rasul tetap membuat strategi perang*
dan tidak setiap perangpun dimenangkan olehnya..
Saat perang badar, pasukan rasulullah menang.
Namun saat perang uhud, pasukan rasulullah yang tercerai berai.
mengapa?
karena 
bukan hanya dengan berdoa saja, lalu semua permintaan kita terkabul.
tapi juga dengan berusaha, semaksimal mungkin yang kita bisa..

Pada saat perang uhud beberapa dari pasukan rasulullah yang tidak taat akan perintahnya. Mereka lengah.. Mereka silau dengan ” kehidupan dunia”.

Maka apakah kehidupan dunia saja yang menjadi tujuan kita? 

Belajar, fahami, amalkan..Inilah yang diajarkan oleh agama kita..
Walal aa khiratu khairul laka minal uu laa
‘dan sungguh yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan’
Jika benar tujuan kita adalah negeri akhirat nanti, bertemu denganNya, maka belajar pun tidak perlu disuruh lagi.
Jika belajarmu hanya untuk saat ini, atau hanya untuk engkau lulus ujian, maka engkau hanya mendapatkan hal kecil itu. Ilmu Allah itu amat luas, maka mintalah padaNya..

*Karena yang diam itu berarti berada dalam keadaan stagnan*
Air yang mengalir akan lebih bermanfaat dari pada air yang diam. Bahkan air yang diam akan menjadi tempat perkembangan bakteri.

Jika sekarang dokter yang menjadi pilihanmu, maka beputarlah disekitar mereka. Banyak-banyak mengambil ilmu dari mereka. Karena mereka adalah gurumu.. Berjuta hikmah yang dapat diambil dari mereka. Ambillah, karena hikmah itu milik orang muslim.

Jika waktumu lebih banyak engkau habiskan di rumah sakit, maka pasien-pasienmu adalah tetanggamu. muliakanlah mereka, karena Rasulullah bersabda :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia memuliakan tetangganya.

Dalam hadits yang lain :

مَنْ اَرَادَ اَنْ يُحِبَّهُ اللهُ فَعَلَيْهِ بِصِدْقِ الْحَدِيْثِ وَاَدَاءِ اْلاَمَانَةِ وَاَنْ لاَ يُؤْذِيَ جَارَهُ

Barangsiapa yang ingin dicintai oleh Allah ia wajib berkata benar, menunaikan amanat, dan tidak menyakiti tetangganya.

Tanpa mereka, engkau tidak akan mendapat pelajaran. Ingat, engkau itu bukan apa-apa. Yang memberi kesembuhan tidak lain hanyalah Allah SWT. Maka, mintalah kesembuhan hanya padaNya.  Maka jika Allah sudah ridho, maka Allah akan memberi kesembuhan..

dan yang terkhir adalah..

*Mempermudah mencapai surgaNya atau sebaliknya Mempermudah kita masuk ke dalam nerakanya..*
Namun tetaplah yakin bahwa Sebaik – baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain. 

—-sebuah catatan dari nasihat seorang guru terbaik yang pernah ada, dr.Rachmat Gunadi,Sp.PD-KR—-
bdg,13032013 -dinafw

*menurut Ath-Thabari, yang dimaksud dengan ‘yang kemudian’ adalah negeri akhirat dan yang dimaksud dengan ‘yang permulaan’ adalah kehidupan dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s