Terjebak dalam Zona Nyaman

Suatu hari saya ditanya oleh seorang teman,

“Gimana koas?”

Saya jawab, “Asik ko.”

“Lagi stase apa sekarang? Lagi sibuk-sibuknya ya pasti?” tanyanya lebih lanjut.

“Koas itu santai ko. Apalagi stase-stase besar.” jawab saya.

“Koas itu bukannya susah ya?” tanyanya penasaran.

“Koas itu enak banget malah. Lebih susah dan menderita pas S.Ked. Belajarnya juga ga banyak. Apa yang dibaca bisa diliat langsung di pasien.”

Saat itu teman saya berpikir saya termasuk tipe orang yang ‘baca dikit juga koasnya ngerti’. Padahal saya sadar sebenarnya keingintahuan saya memang rendah, sepertinya.

Koas itu memang menyenangkan, tidak banyak  beban belajar seperti waktu S.ked. Hanya saja, sepertinya saya terlalu berleha-leha. Koas lain mungkin berambisi untuk lulus stase dengan nilai A, bagi saya bisa lulus sudah cukup. Lalu tanpa sengaja saya membuka materi Lentera for Muslimah yang membahas tentang seorang muslimah yang memiliki nilai A hampir di semua stase yang dilewati. Malu sekali rasanya. Bukan karena tidak memiliki nilai A, tapi karena tidak memiliki semangat belajar seperti itu.

Saya ingat ketika belajar untuk SNMPTN dulu, saya mempersiapkan diri sebaik mungkin. Padahal saat ini tanggung jawab saya bukan hanya untuk lulus ujian stase ato lulus dengan gelar dokter saja. Sekarang saya dihadapkan dengan tanggung jawab pasien-pasien yang menggantungkan harapannya untuk saya.

Dunia koas adalah zona nyaman. Rasanya seperti masa SMA, ketika pulang koas langsung nonton TV di rumah, lalu tidur. Waktu membaca biasanya saya lakukan di sela-sela jam koas. Saya bisa tidur nyaman dari pukul 10 sampai pukul 4.30 pagi. Jujur saat ini saya merasa sangat tidak berguna.

Akan menjadi apa saya selanjutnya? Jalan karir apa yang akan saya ambil? Apakah saya akan tetap mempertahankan kemalasan saya yang sangat parah ini?

Malu sekali rasanya. Tapi bisakah jadi menjadi dokter dengan cara belajar yang terlalu santai seperti ini? Jelas saya ragu.

Kapankah saya akan berubah?

Semangat berubah, semangat jadi lebih baik. Berubahlah, segera!

#renungan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s