Abang

From : Abang_Bakso

Kabari Ummi besok abang plg

Saya mendadak tersenyum setelah membaca SMS. Alhamdulillah akhirnya Abang pulang. Bawa oleh-oleh apa ya? Hehehehe. 

Tumben pulang, padahal sudah sejak lebaran Abang tak pulang-pulang dari perantauan, syukurlah tidak seperti Bang Toyib

Abang, sosok yang diam-diam saya kagumi. Ia tidak banyak bicara, meski saya tahu bahwa Abang lah yang paling memikirkan adik-adiknya. Hmm… Saya tidak tahu harus mulai darimana untuk menggambarkan sosok Abang. Yang jelas Iaki-laki, paling tampan bagi saya setelah Abi. Abang adalah sosok yang tetap berdiri tegar meski menjadi tumpuan kami.

Kali ini Abang pulang ke rumah bertepatan dengan hari ulang tahun adik bungsu kami, Zaki. Ia membawa kue berukuran sedang bergambar roket, katanya Zaki ingin ke Bulan ketika sudah dewasa. Ada-ada saja Zaki ini. Sepertinya Ia tersihir cerita-cerita dari Abang. Diam-diam Abang, Saya, Kak Ridwan, Kak Shahir, Ummi dan Abi sudah berkumpul di ruang keluarga. Lalu kami memanggil Zaki yang sedang tidur di kamar. Zaki pun keluar kamar dengan kesal lalu terlonjak gembira melihat Abang. “ABAAAANGGG!!!!! Ih ga bilang-bilang dulu.” Zaki hilang fokus.

Sembari linglung Ia melihat kue bergambar roket, lengkap dengan lilin yang menyala. Zaki hanya terdiam, malu-malu dan sedikit berkaca-kaca. “Bilang apa dong sama Abangnya?”kata Ummi.

“Zaki seneng banget. Makasih Abang!!!!”Ucap Zaki bahagia sambil mendekati kue berbentuk roket. Ia memejamkan mata sembari berdoa, lalu meniup lilin dengan cepat. Zaki memeluk Abang sekali lagi.

Saat itu keluarga Nampak bahagia dengan adanya Abang yang membuat suasana rumah begitu hangat.


Zaki sudah kembali tidur di kamar. Ummi dengan Abi pun beristirahat di kamar. Abang mengetuk pintu kamar Ummi dan Abi lalu masuk.

Karena penasaran, diam-diam saya mendekati pintu yang tidak tertutup rapat. Tidak banyak yang bisa didengar.

Kenapa wajah Abang Nampak sedih?

Samar-samar terdengar suara Abang berkata sesuatu.

“Mi.. Insha Allah Abang akan segera menikah. Perempuannya cantik dan sholehah. Insha Allah baik untuk Abang dan keluarga Abang.”

Ummi dan Abi terdiam.

“Dia tinggal di Jawa. Abang akan bawa dia dengan Abang.”lanjut Abang.

Tidak ada jawaban dari Ummi dan Abi.

Secepat itu kah Abang akan pergi?

Tiba-tiba terlintas semua ingatan bersama Abang. Saat pertama kali Abang dengan sabar memapah saya berjalan, mengajari berbagai hal dari mulai bela diri sampai dengan cara menghindar dari lelaki hidung belang. Mungkin karena saya satu-satunya anak perempuan Ummi, Abang menjadi sangat protektif, menjadi Syahla sentris. Lalu sekarang Abang telah siap meninggalkan rumah, membangun keluarga dengan seseorang yang telah Abang percaya.

Siapakah sosok itu? Begitu cantikkah? Baikkah untuk Abang kami?

Tidak terasa air mata jatuh membasahi pipi. Secepat itu kah Abang akan pergi? 

Abang keluar dari kamar Ummi. Ia melihat saya duduh dengan air mata membanjiri wajah. Abang masih diam, membiarkan saya menangis terisak.

“Abang tega! Syahla belum siap ditinggal Abang.”

“Loh, kok adek Abang nangis gitu jelek.” Kata Abang.

“Tolong jelasin kenapa Abang harus sama dia?”

Abang tetap tenang, Ia tersenyum.

“Istirahat gih. Jelek gitu mukanya. Wuekk..” sindir Abang.


Jawaban dari Abang tidak pernah ada. Hingga pada hari saya dan Ummi berangkat ke Jawa untuk menemani lamaran Abang, Ummi memberikan surat yang ditulis Abang. “Dari Abangmu nak. Katanya kalau bicara langsung takut ikutan memble. Hihi.. Lucu Abangmu ini.”

Adek.. Abang minta maaf. Abang ga menduga akan secepat ini dek.

Tiba-tiba Abang merasakan sesuatu yang berbeda dari seorang perempuan. Dia membuat Abang yakin bahwa dia adalah sosok yang tepat. Tepat buat Abang dan juga tepat untuk keluarga kita Insha Allah. 

Dia adalah orang yang selalu menjaga shalatnya. Dia juga mengingatkan Abang bahwa Adek dengan Ibu tetap tanggung jawab Abang sampai kapanpun.  Abang ingin pendamping Abang bukan hanya menyayangi Abang tapi juga keluarga Abang. 

Saat itu akhirnya saya merasa lega, Abang yang kami sayang akan bersama dengan orang yang tepat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s