Memiliki Pilihan Sendiri

Bagian Pertama

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Mereka ingin anaknya bisa hidup dengan layak, dan tidak mengalami kesulitan seperti yang mereka rasakan. Karena kasih sayang mereka, akhirnya mereka memberikan banyak kemudahan. Dimulai dari dimudahkannya kita masuk sekolah X, saat nilai kita tidak mencukupi, atau dimudahkannya mencari uang karena kita telah diwarisi usaha untuk diteruskan. Mereka sangat baik.

Tapi sadarkah mereka, jika kelak kita akan memiliki kehidupan kita sendiri? Tahukah mereka, jika kita memiliki cita-cita kita sendiri? Kita ingin bilang, kita tidak ingin menjadi orang tua yang sibuk seperti mereka.

Orang tua begitu sayang dengan kita, sehingga kami-kami ini tidak dibiarkan untuk hidup susah. Kami dilarang untuk PTT di tempat yang jauh karena mereka khawatir kami tidak mampu bertanggung jawab. Kami pun tidak perlu repot-repot melamar pekerjaan karena pasien kami tinggal diturunkan. Lalu kapan kami diberi kesempatan untuk belajar? Kapan kami diberi kesempatan untuk meraih sesuatu dengan hasil usaha kami sendiri? Kapan kami bisa belajar mempertanggungjawabkan amanah yang kami miliki?

Orang tua begitu sayang dengan kita, sehingga mereka selalu bertindak seakan kami akan terus menjadi anak-anak yang harus mereka lindungi.

Iya.. Mereka adalah orang tua kita. Orang tua yang begitu sayang dengan kita. Mereka rela sibuk bekerja demi memberikan pendidikan terbaik dan juga kehidupan yang layak untuk kita.

Mereka adalah orang tua yang sangat sayang dengan kita, hingga kita sama-sama sibuk meraih apa yang membuat kita saling melupa. Kita lupa bagaimana caranya mengutarakan pendapat. Ibu ingin A, kita ingin B, keduanya saling bersikukuh.

Bolehkah jika kita bicara terus terang tanpa perlu merasa takut?

– Kita tidak ingin menjadi orang tua yang sibuk seperti mereka
– Kita tidak ingin melanjutkan usaha mereka dan ingin merintis karir yang kita kehendaki
– Kita ingin mendapatkan kepercayaan, telah tumbuh sebagai orang dewasa yang sudah harus bertanggungjawab dengan hidupnya sendiri

Bagian Kedua

Dan kita juga lupa, jika orangtua kita juga menua. Mereka menua karena sibuk dengan pekerjaannya. Mereka sibuk bekerja hingga mengurangi jatah istirahatnya. Dan hasil jerih payah mereka kita rasakan saat ini. Pendidikan yang baik, pakaian yang layak, uang jajan yang cukup untuk sesekali makan-makan hedon dengan teman-teman. Itu semua hasil jerih payah orang tua.

Dan kita juga lupa, bahwa dinginnya orang tua juga akibat perhatian kita bukan lagi tentang mereka. Kita tidak menyadari, jika orang tua kita sering menunda makan untuk pekerjaannya. Dan kita adalah anak-anak yang lupa, akan budi baik orang tua yang selama ini dengan senang hati merawat dan membuat kami tumbuh dan terdidik.

Hal yang terpenting yang kita lupa, bahwa orang tua kita begitu menyayangi kita, hingga tidak akan membiarkan kita merasakan kesulitan yang sama dengan mereka. Kasih mereka tulus, tidak teputus.

Ah.. Mengapa begitu ada jarak diantara kita? Bisakah kita berkumpul sejenak untuk mengutarakan masing-masing dari keinginan kita? Bisakah kita saling mendengarkan? Karena kita sudah lama tidak benar-benar bersama meski kita tinggal di tempat yang sama.

Kita dengan orang tua sama-sama bersitegang karena memiliki genetik yang sama. Kita adalah bagian dari mereka, hingga kita sama tangguhnya, sama nekatnya dengan mereka ketika muda. Karena kita adalah bagian dari mereka, hingga kita tidak akan goyah memperjuangkan apa yang diinginkan, sama gigihnya seperti mereka dulu. Karena kita adalah anak-anak yang dididik dan dirawat oleh mereka, orang tua yang menyayangi dengan sangat tulus, sehingga kami tumbuh berani, bukan menjadi seorang pengecut yang takut mengalami kesulitan.

Kita adalah anak-anak yang lupa membalas budi baik orang tua kita. Hingga kita tetap meminta banyak sekali doa restu untuk membersamai segala tantangan yang akan dihadapi. Pada akhirnya kita sama-sama tahu rasa sayang itu perlu dibuktikan kan, bukan diungkapkan?

Karena kita memiliki genetik yang sama, kita sama-sama gengsinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s