Sempit yang Melapangkan

Saat paling sempit yang melapangkan.

Ketika kita tidak mampu melakukan apa-apa lagi, syukurlah ternyata itu tanda jika Allah sedang merindukan doa-doa kita.

Awalnya mungkin menyesakkan, tetapi apa yang belum kita miliki, ternyata mengingatkan kita dengan apa yang sudah kita miliki?

Syukurlah kita masih memiliki orang tua yang lengkap.
Syukurlah kita masih memiliki keluarga yang perduli pada kita.

Saat-saat menyesakkan adalah sebuah penyegaran, agar kita tidak lupa untuk mengurai senyum bagi keluarga dan teman-teman terdekat.

Syukurlah karena Allah memberikan momen untuk lebih dekat denganNya. Syukurlah Allah membuka lebar pintu interaksi denganNya. Syukurlah karena sesungguhnya hidup kita hanya untuk beribadah kepadaNya. Syukurlah jika sebuah sesak berganti menjadi nafas-nafas yang segar, yang lebih tegar.

Karena bersama kesulitan ada kemudahan. Insha Allah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s