Cita – Cita Sederhana

image

Cita-cita kita mungkin sederhana…

Aku membayangkan jika kelak setelah shalat malam kita tidak bisa tidur menunggu shalat subuh. Mungkin saat itu aku sedang menanak nasi, merendam pakaian dan membersihkan rumah. Saat adzan berkumandang, kamu mulai sibuk membangunkan kakak untuk shalat berjamaah di mesjid, sedangkan aku dan adik shalat berjamaah di rumah.

Aku suka sekali melihatmu sibuk mondar-mandir menyiapkan anak-anak sekolah, karena aku masih memasak untuk menyiapkan bekal makan siang. Sesekali aku melihatmu kesal, tapi kamu tetap berusaha sabar dan membantu anak-anak dengan gemas.

Cita-citaku mungkin sederhana, tetapi kini aku tahu ternyata kita memiliki cita-cita besar. Aku ingin memastikan kamu dan anak-anak di rumah dengan nyaman, sedangkan kamu ingin memastikan aku dan anak-anak aman dan terjamin kesejahteraannya. Lalu kita ingin menghidupkan malam-malam dengan tilawah al-quran. Karena malam hari, kitalah guru mengaji anak-anak di rumah.

Terima kasih telah merahasiakan semua kelelahan kita di depan anak-anak. Karena mendidik mereka cita-cita kita bersama kan? Lalu kita akan memetik hasilnya suatu saat nanti, insha Allah.

Dan aku kembali ke dunia nyata, kembali bertanya mengenai berapa lembar tilawah hari ini? Sudah rapihkah kamar dan isi lemari? Sudahkah menjaga kesehatan dan menjaga apa yang dimakan? Karena kelak bukan hanya tentang kita, iya kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s