Homeschooling

Akhir-akhir ini saya mulai tertarik dengan dunia homeschooling. Arti homeschooling bagi saya adalah pendidikan di rumah. Iya, insha Allah saya ingin agar bisa membimbing anak-anak saya nanti di rumah.

Mengapa Homeschooling?


Memilih homeschooling, bukan berarti akan membiarkan anak-anak tidak mengeyam pendidikan formal. Nantinya, tidak semua materi disampaikan oleh orang tua. Materi-materi tertentu akan diberikan oleh guru-guru yang professional di bidangnya. Lalu, mengapa harus homeschooling?

Sebagai seseorang yang berpengalaman di sekolah formal, saya sendiri banyak menghabiskan waktu bermain dan mengobrol di sekolah. Belum lagi jika banyak guru yang tidak hadir menyampaikan materi. Lalu apa gunanya anak-anak ke sekolah? Saya sendiri cukup menyesal. Kenapa saat SD saya harus setiap hari datang ke sekolah? Padahal ada guru yang sering kali datang pukul 7.30, beliau pergi, lalu datang lagi pukul 11.30, sesaat sebelum kelas selesai.

Kan sekarang banyak sekolah fullday? Saya kira, dulu jarang sekolah saja saya bisa, berarti sekolah fullday bukanlah alasan agar anak-anak menjadi berprestasi. Benarkah anak SD perlu mengkhatamkan modul matematika selevel SMP? Saya pikir itu bercanda. Padahal untuk melanjutkan ke jenjang sekolah berikutnya, yang diperlukan adalah nilai dari ujian nasional. Jadi perlukan anak-anak jungkir balik sedangkan tujuan akhirnya adalah ujian nasional yang level soalnya saja tidak begitu sulit?

Materi Homeschooling

Saya sendiri masih meraba-raba metode apa yang akan diterapkan. Kalau melihat pengalaman para suhu seperti teh Patra dan teh Kiki, materi dan metode setiap anak itu berbeda, tergantung minat dan bakat yang dimiliki. Jadi memang tugas saya dan partner nanti, mencari tahu sejak dini apa yang akan menjadi concern setiap anak.

Sebagai contoh, sejak lulus SMP saya sudah tahu ingin masuk kedokteran. Jalur untuk masuk kedokteran itu adalah SNMPTN dan UM (pada jaman saya). Jadi saya tidak perlu repot-repot harus ranking satu atau belajar materi IPS dll. Saat itu sejak masuk SMA saya fokus belajar 6 materi yang ada di SNMPTN karena level soal dan tipe soalnya berbeda dari materi sekolah dan memerlukan banyak latihan. Efektif dan efisien kan? Dan yang penting, jangan lupa tiketnya, LULUS UJIAN NASIONAL.

Jangan Lupa Tiketnya

Setiap jurusan memiliki requirement yang berbeda. Makanya, penting untuk mengetahui minat dan tujuan anak sejak awal. Ingin menjadi apa anak kita? Bidang apa yang mereka suka? Fasilitasi. Tidak harus selalu orang tua yang menjadi gurunya. Jika anak suka robotic, cari guru yang berpengalaman. Jika anak ingin kuliah di luar, mulai cari info apakah anak butuh mengikuti SAT atau yang lainnya? Jika anak ingin masuk kedokteran atau ITB, goalnya menyelesaikan modul-modul SNMPTN. Nah tapi, lulus PTN atau universitas bukanlah tujuan utama. Yang terpenting anak-anak nanti menjadi ahli dan menjadi inventor di bidang keahliannya.

Mencari Minat Bakat

Tujuan apa yang dimiliki? Ingin mencari uang atau ingin menjadi seorang ahli? Jika ingin mencari uang, berarti harus berlatih berdagang sejak kecil. Jika ingin menjadi ahli, berarti harus membuat project-project untuk bahan portofolio. Yang paling saya khawatirkan adalah, mereka tidak bisa berdiri sendiri meski mereka memiliki gelar dan ijazah. Ingin menjadi apapun mereka, harus totalitas, dan harus punya skill sebagai bekal untuk diri sendiri dan agar bisa bermanfaat bagi orang lain. PR saya dan partner untuk memfasilitasi minat dan bakat mereka. Semoga saya dan pasangan bisa sabar. šŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s