Hello Again ER!!

I’m on the night duty (again) after 5 days of hospitalization. Yeay. The smell of emergency room sticks into my nose. I prepared well before the war. I drank vitamin, I even ate plus drank a glass of milk before the night shift. I don’t want to lose again. Health is very expensive. Sorry mom and dad, I couldn’t take care of myself before. Huhu..

I never felt that sick before. Usually, a tablet of antipyretics and a comfortable sleep could turn back my wellness. But, several days ago I was too weak so that dengue virus infected me, hiks hiks. I promise to myself that I will exercise at least doing some walk for 30 minutes a day, eat healthy vegetables, fruits, and supplements.

Alhamdulillah, this is kind of reminder that I have to take care of myself more before taking care of some one else. And I should thank to Allah because so many people care about me. Alhamdulillah. I should spend some more time for visiting the sick. Insha Allah..

Advertisements

Karya = Kartu Nama

Sahabat saya, Chef Ryo akhirnya diterima bekerja di Dubai. Insha Allah rencananya berpetualang disana dua tahun. “Jangan lupa, pulang dari Dubai harus bikin buku resep.” Kata saya.

Tahun 2015 kami berjanji kelak akan bertukar karya sebagai kartu nama. Buzet.. Bagi saya menulis dengan tema yang sama, secara istiqamah itu sangat sulit. Banyak rencana menulis yang saya buat hanya sebatas wacana. Yakin bisa bikin buku? Ini tantangan yang sangat besar. Karena saya pun ingin meninggal dengan meninggalkan karya. Inginnya karya tersebut dapat terus bermanfaat, sehingga amalannya dapat terus mengalir meski saya sudah tiada. Mudah-mudahan saya bisa. Aaaaaaaaaarrrrggggg!!! Kuatkan diri ini ya Allah.

Blog ini insha Allah sebagai tempat menyimpan data. Karena bagi saya menulis di blog jauh lebih mudah dibandingkan menulis di notebook. Kita akan dimudahkan dengan apa yang ditakdirkan untuk kita kan? Insha Allah.

Mau Jadi Apa?

Banyak orang pintar dan cerdas, tapi tidak banyak orang yang mau berbagi cerita atau mungkin kembali menulis untuk menceritakan kembali apa yang didengar. Jika gambar Netter begitu bagus, mungkin kelak saya bisa jadi dokter yang suka mendongeng. Bercerita secara istiqamah, itu dia PR berikutnya. Semangat!!

Meluruskan Niat

Memiliki sahabat yang shaleh adalah rizki yang sangat mahal, tak ternilai.

X: Ichaa kamu keep shalihah yaaa. Pokoknya harus shalihaah
Y: Ada apa nih tiba-tiba?

Saya mengerti arah pembicaraan sahabat saya ini. Di tengah ikhtiar saya menggenapkan separuh agama, sahabat saya bilang, “Belajar itu seumur hidup. Jadi memperbaiki dirinya bukan untuk jodoh, tapi memang memperbaiki diri utk Allah.” Sepuluh buat Gita! Hehe..

Saya pun akan selalu mengenang ikrar dengan sahabat saya, Ikke. Intinya, tujuan kita adalah akhirat. Kita memang akhwat-akhwat pragmatis yang berharap menyempurnakan agama demi kebahagiaan dunia akhirat. Tapi memang pada kenyataannya Allah terlebih dahulu menempa kita agar tidak menjadi sebelah kaki yang pincang. Tidak menutup kemungkinan ajal datang sebelum pertemuan dengan jodoh di dunia. Maka jangan pernah lengah, target kita tidak serendah itu. Jadi wanita single pun harus tetap shalihah.

Bahkan pernikahan juga bukan soal dengan siapa? Tapi yang bagaimana? Apalagi bagi wanita, pernikahan adalah jihad dalam upaya melahirkan dan mendidik generasi-generasi yang shaleh. Lagi-lagi bukan hanya dengan siapa kan? Mudah-mudahan Allah terus menjaga semangat kita para akhwat agar terus belajar dan beramal. No one could let us down girls!! Bantai jangan gontai!!!

Sabar dan Syukur

Semoga kita bisa menjadi orang bijak.

Teman saya, Poppy bilang, “Syukur itu bukan hanya sebatas hamdalah.” Rasanya kalimatnya begitu jlebbb. Saya jadi ingat hari-hari saya diisi dengan banyak keluh kesah. Padahal bisa jadi ada banyak orang yang berdoa untuk berada di posisi saya saat ini.

Kalau kata teh Kiki Barkiah, syukur juga bisa ditunjukkan dengan shalat dan tilawah kita. Ya, syukur pada Yang Maha Kuasa bisa diekspresikan dengan beribadah, menunjukkan penghambaan terbaik untuk Allah.

Saat bahagia atau saat berada di kondisi yang baik, seringnya kita lupa untuk bersyukur. Secara tidak sadar, kita sering mengeluh tentang rasa makanan yang tidak enak atau tentang angkutan umum yang terlalu lama ngetem. Padahal kita sedang diberi anugerah berupa kemudahan mendapatkan makanan, dan kemudahan menggunakan transportasi umum. Kita tinggal duduk santai saja toh?

Dua kondisi tadi juga mengingatkan kita agar lebih bersabar. Sabar ketika orang lain lalai, mungkin lelah sehingga makanannya tidak seenak biasanya. Kita juga harus sabar, karena ada sopir angkot yang sedang berjuang menafkahi keluarganya.

Syukur dan sabar, dua buah kata yang memiliki makna yang dalam. Sebagaimana syukur, sabar juga bukan hanya sebatas kata. Sabar memerlukan banyak perjuangan, banyak perbuatan. Sabar mengingatkan kita, jika setiap peristiwa terjadi atas skenario Allah. Mudah-mudahan kita masih mengamalkan rukun iman, percaya qada dan qadar. Sekeras apapun kita berusaha, dengan mudah Allah belokkan pada takdir yang Allah Hendaki.

Mudah-mudahan kita bisa lebih banyak bersabar dan bersyukur.

Bersyukur karena hari ini saya masih diberi kesempatan untuk hidup oleh Allah. Bersyukur karena masih bisa berjumpa dengan orang tua. Bersyukur bisa sarapan di rumah. Bersyukur bisa menaiki kendaraan umum, sehingga bisa santai duduk membaca pagi ini. Bersyukur karena jam Poli Bedah siang hari, jadi bisa jalan-jalan lalu beli roti. Bersyukur karena bisa makan bekal yang dibuatkan nene. Bersyukur karena diberi kesehatan hari ini.

Saya juga harus banyak berlatih untuk bersabar.

Bersabar saat ada kemungkinan UKDI yang mundur karena sakit beberapa waktu lalu. Mungkin ini yang dirasakan teman-teman yang harus tertunda koasnya. Sumpah dokter nanti harus terpisah dari kelompok besar. Hiks. Mungkin Allah sedang menyiapkan rencananya yang terbaik untuk saya. Saya juga harus lebih banyak bersabar, saat fisik saya terkuras di bedah, dengan jaga dan tek tek bengek yang tidak saya suka. Mudah-mudahan Allah menguatkan fisik saya.

Semoga saya juga selalu bersabar dalam menyelesaikan segala proses menjadi dokter yang panjang ini. Mudah-mudahan Allah menunjukkan jalannya yang terbaik, agar saya bisa terus menuntut ilmu dan mengamalkan ilmu yang dimiliki.

Mudah-mudahan Allah tidak pernah bosan mengingatkan diri ini untuk banyak bersyukur dan bersabar. Amin..

Selembar Pesan

Tetaplah menjadi wanita yang tangguh, entah saat masih sendiri ataupun setelah memiliki pasangan kelak. Pada dasarnya setiap manusia diciptakan berpasang – pasangan. Ada yang berpasangan di dunia, ada pula single fighter yang baru dipertemukan dengan pasangan di akhirat kelak.

Hiduplah dengan membawa misi yang layak diperjuangkan. Buatlah misi hidup yang mendasar, sehingga meski kita sendiri ataupun telah berpasangan kita tetap hidup membawa misi tersebut.

Jadilah individu yang utuh dan tegar. Urusan hati terkadang membuat kita akan patah berkali-kali, maka tetaplah tegar. Buatlah misi agar kita bisa hidup berkah bermanfaat dunia akhirat. Ingatlah agar kita tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Berbahagialah, jadilah bahagia, buat diri bahagia!

Jejaring Salamun
29 Januari 2016

Kamu tahu Dee, cinta itu tidak pernah salah? Yang salah adalah kita yang menebar benih terlalu dini. Ketika saatnya tiba, cinta itu memerlukan perjuangan. Yang lambat belum tentu kalah dengan yang datang lebih awal karena setiap orang sudah memiliki takdirnya sendiri.

Ada satu residen bedah syaraf yang halus banget ngomongnya, kalo minta tolong sopan, kalo ngerjain tindakan ga grasak-grusuk dan rapih. Ke koas suka ngasih kalo mau jait.

Satu dari sekian, baik banget banget. Semoga ketularan baiknya. Amin

#####

Jaga tergila

30 pasien

Ini baru jam 2

Yang ga mandi siapa yang ga mandii??????

Momentum

Dua puluh tiga, angka yang membuat hidup saya berubah. Saya rasa bukan hanya jatah usia yang semakin berkurang, tetapi ada hal lain yang memenuhi pikiran.

The Quarter Life Crisis

Di usia yang ke-23 saya merasa pikiran saya semakin terbuka. Dua puluh dua tahun kehidupan sebelumnya seolah dilalui dengan kurang dari 100% kesadaran pikiran.

You will no longer live as a student
You will no longer live as a single woman
You are soon to be a mother

Dua puluh tiga adalah tahun yang menyambut saya dengan berbagai amanah mendatang. Kurang lebih enam bulan lagi program profesi dokter selesai. Saya sudah memutuskan untuk menjadi klinisi. Saya tidak berbakat menjadi dokter oncall yang harus stand by 24 jam, justru merasa sangat prima bekerja di klinik keluarga, seperti di Klinik Mitra Sehati. Saya harus memastikan profesi yang kelak dijalani agar dapat dikomunikasikan dengan calon pasangan.

Bahasa Kasih Sayang Orang Tua

Selama dua puluh dua tahun, ada gap yang sangat jelas diantara daya dengan orang tua. Saat saya kecil, larangan orang tua saya anggap tidak jelas alasannya. Saat saya dewasa, akhirnya saya mampu menanyakan setiap hal yang diutarakan orang tua. Karena, banyak perkataan mereka yang mungkin disalahartikan atau kurang kita pahami. Sekarang, dengan komunikasi yang baik, alhamdulillah hubungan dengan orang tua menjadi optimal.

Kepada anak-anak, jelaskan why kepada mereka tentang apa yang dilarang orang tua?

Ketika kita dewasa, jangan gengsi untuk menanyakan apa yang diinginkan otang tua? Atau konfirmasi mengenai perkataan orang tua yang kita pahami.

Sebenarnya anak-anak dan orang tua akan mampu saling menyayangi jika mereka bicara dengan menyamakan frekuensi.

Sabar Oh Sabar

Selama ini, saya sangat galak dengan adik saya. Mungkin yang punya adik akan mengerti rasanya pakaian di lemari atau barang-barang kita akan diambil atau dipinjam tanpa kembali oleh adik kita. Teriakan teriakan teriakan, hal itu yang selalu saya lakukan ketika kesal dengan adik saya.

Siang tadi, adik saya membuat tempat minum saya yang bening menjadi keruh, plastiknya sangat kusam, OMGGGGGGGGGGGGG!!!!! Saya sendiri sangat apik dengan barang-barang kesayangan. Saya punya treat khusus untuk merawat setiap barang. Tempat minumnya geuleuh sudah, BYE. Saya mengelus dada, sudah saatnya saya berhenti berteriak setiap kesal. Karena berteriak tidak akan bisa membuat seseorang berubah.

Saya jadi sadar, kelak ketika punya anak, mereka mungkin akan merusak hampir semua barang termasuk barang kesayangan yang kita miliki.  Tapi, apakah perasaan mereka lebih rendah dari sebuah barang yang mungkin hanya berkisar ratusan hingga jutaan?
Saya segera melupakan kejadian tadi. Sudahlah, wassalam. Hihi

Salah satu unsur kedewasaan adalah kelapangan hati.

Implementation Comes First

Sudah saatnya merealisasikan planning-planning yang sudah dibuat. Aksi memang lebih sulit dibandingkan membuat konsep. Barangkali banyak planning yang harus direvisi karena tidak visible atau karena tuntutan situasi.

Read, Write, Think, and Share

Intensitas membaca saya selama ini masih terlalu ngoyo. Hmm.. Banyak buku dilemari yang harus segera diselesaikan.

Belajar wajib, tetapi jangan lupa mengamalkan.