Momentum

Dua puluh tiga, angka yang membuat hidup saya berubah. Saya rasa bukan hanya jatah usia yang semakin berkurang, tetapi ada hal lain yang memenuhi pikiran.

The Quarter Life Crisis

Di usia yang ke-23 saya merasa pikiran saya semakin terbuka. Dua puluh dua tahun kehidupan sebelumnya seolah dilalui dengan kurang dari 100% kesadaran pikiran.

You will no longer live as a student
You will no longer live as a single woman
You are soon to be a mother

Dua puluh tiga adalah tahun yang menyambut saya dengan berbagai amanah mendatang. Kurang lebih enam bulan lagi program profesi dokter selesai. Saya sudah memutuskan untuk menjadi klinisi. Saya tidak berbakat menjadi dokter oncall yang harus stand by 24 jam, justru merasa sangat prima bekerja di klinik keluarga, seperti di Klinik Mitra Sehati. Saya harus memastikan profesi yang kelak dijalani agar dapat dikomunikasikan dengan calon pasangan.

Bahasa Kasih Sayang Orang Tua

Selama dua puluh dua tahun, ada gap yang sangat jelas diantara daya dengan orang tua. Saat saya kecil, larangan orang tua saya anggap tidak jelas alasannya. Saat saya dewasa, akhirnya saya mampu menanyakan setiap hal yang diutarakan orang tua. Karena, banyak perkataan mereka yang mungkin disalahartikan atau kurang kita pahami. Sekarang, dengan komunikasi yang baik, alhamdulillah hubungan dengan orang tua menjadi optimal.

Kepada anak-anak, jelaskan why kepada mereka tentang apa yang dilarang orang tua?

Ketika kita dewasa, jangan gengsi untuk menanyakan apa yang diinginkan otang tua? Atau konfirmasi mengenai perkataan orang tua yang kita pahami.

Sebenarnya anak-anak dan orang tua akan mampu saling menyayangi jika mereka bicara dengan menyamakan frekuensi.

Sabar Oh Sabar

Selama ini, saya sangat galak dengan adik saya. Mungkin yang punya adik akan mengerti rasanya pakaian di lemari atau barang-barang kita akan diambil atau dipinjam tanpa kembali oleh adik kita. Teriakan teriakan teriakan, hal itu yang selalu saya lakukan ketika kesal dengan adik saya.

Siang tadi, adik saya membuat tempat minum saya yang bening menjadi keruh, plastiknya sangat kusam, OMGGGGGGGGGGGGG!!!!! Saya sendiri sangat apik dengan barang-barang kesayangan. Saya punya treat khusus untuk merawat setiap barang. Tempat minumnya geuleuh sudah, BYE. Saya mengelus dada, sudah saatnya saya berhenti berteriak setiap kesal. Karena berteriak tidak akan bisa membuat seseorang berubah.

Saya jadi sadar, kelak ketika punya anak, mereka mungkin akan merusak hampir semua barang termasuk barang kesayangan yang kita miliki.  Tapi, apakah perasaan mereka lebih rendah dari sebuah barang yang mungkin hanya berkisar ratusan hingga jutaan?
Saya segera melupakan kejadian tadi. Sudahlah, wassalam. Hihi

Salah satu unsur kedewasaan adalah kelapangan hati.

Implementation Comes First

Sudah saatnya merealisasikan planning-planning yang sudah dibuat. Aksi memang lebih sulit dibandingkan membuat konsep. Barangkali banyak planning yang harus direvisi karena tidak visible atau karena tuntutan situasi.

Read, Write, Think, and Share

Intensitas membaca saya selama ini masih terlalu ngoyo. Hmm.. Banyak buku dilemari yang harus segera diselesaikan.

Belajar wajib, tetapi jangan lupa mengamalkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s