Utuh

Baterai hp saya sudah menggembung, mungkin hanya bisa bertahan 2 jam. Tapi tetap saya biarkan. Saya ragu untuk menggantinya. Saya suka ketika hp saya mati, saya bisa fokus dengan apa yang dikerjakan. Saya masih punya satu hp jadul, yang hanya bisa digunakan telepon dan sms untuk hal-hal yang penting.

Teknologi yang tidak digunakan dengan bijak akhirnya menyita banyak waktu. Karena saya merasa, saya tidak banyak mendapatkan manfaat dari sosmed tertentu yang saya hindari. Saya hidup di dunia nyata. Saya ingin hidup senyata-nyatanya. Saya hadir nyata untuk anda, jadi saya harap anda pun turut hadir ketika berhadapan dengan saya, bukan asyik dengan gadget.

Makanya, saya suka sekali ketika berkumpul dengan orang tua dan keluarga. Karena minimal kita bisa berdiskusi tentang acara di tv. Interaksi kita terjadi secara langsung. Terkadang, ketika saya menyempatkan untuk hadir bertemu teman, ia lebih asyik dengan gadgetnya dan tidak terlalu menghiraukan saya yang ada di depan mata. Sedih.

Tapi untungnya saya masih punya teman yang menjenguk ketika saya sakit, bukan hanya sekedar mengucapkan belasungkawa di media sosial. Saya juga punya teman yang bisa diajak haha-hihi sambil nongkrong minum kopi.

Ya, saya pun kini sedang berusaha hadir secara utuh, raga serta pikiran, untuk orang-orang di sekitar saya. Insha Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s