Jadi Saraf

Tidak semua orang diwajibkan jadi dokter spesialis something, dear. Apalagi diwajibkan jadi dewa bedah saraf, tenang aja, enggak ada.

Enggak kebayang ya, gimana stresnya Koko Adrian, as a neurosurgeon, mempreteli isi kepala?

Setelah kontemplasi dan dapet masukan dari temen, saya itu cocok jadi dokter yang banyak ngobrol. Hehe. Ilmunya dulu nih harus diisi, maklum pentium jadi lemot banget sering hang. ><

# kicauan dokter muda, stase bedah saraf yang lagi kibar bendera putih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s