The Sights in February

Keep Posting

Kadang saya terlalu banyak berpikir, hingga banyak tulisan yang akhirnya tidak jadi di posting atau beberapa foto yang akhirnya saya hapus dari media sosial.

“Salah ga ya saya nulis ini? Ini saya banget ga ya? Atau orang akan berpikir apa tentang saya?” Pikiran-pikiran itu dulu selalu mengganggu dan membatasi kreativitas. Tapi sekarang saya ingin lebih banyak menulis dan memposting foto namun tetap dinilai apakah layak atau tidak untuk di post?

This is me! Saya ingin menghilangkan this is me, semua semau gue jadi –> this is me, I will always be better than me yesterday

Walk the talk, write, then walk the talk. Keep going!

Favorit medsos saya saat ini adalah:
1. WordPress, of course.
Wordpress adalah tempat saya berkreasi secara original. Saya bisa lebih ekspresif dan apa adanya.

2. Twitter, temen nyampah
Seneng banget kalo ada temen yang bisa diajak nyampah setiap saat. Apalagi kalo pengen cerita sehabis jaga atau pas lagi bosan di RSHS. Atau kalau tiba-tiba flight of ideas, twitter itu kanvas sederhana yang siap menumpahkan semua kebutuhan orang ekstrovert. Hihi.

3. Instagram
Sekarang saya jadiin album buat hal-hal random ingin didokumentasikan dan berkesan saat itu. Ga ada acara posting-posting muka yang gitu-gitu aja. Semoga bisa kaya perpus yang nanti anak-anak bisa scrolling terus jadi tahu momen yang dinikmati ibundanya. Ihh mikirnya anak melulu ya.

Kurangi Memusingkan Hal yang Tidak Bisa Dikontrol

Seperti :
1. Ada ulat sayuran di capcay yang kita makan.

Yaudah sih, tinggal dipisahin aja ulet sayurnya. Ga nyampe diameter 0,5cm juga kan.

2. Ada anak muntah di angkot

Yaudah sih, dulu pas kecil gitu juga. Kalo ada tissue atau kresek mungkin bisa ditawarkan.

Pokoknya, ga usah mikirin hal-hal yang ga bisa dikontrol. Makin pusing kan. Relax dude, relax~

Baca, Nulis, Mikir

I will repeat this cycle.

Pokonya sejak sekarang pengen buat kebiasaan:
1. Ngulang baca : Guyton fisiologi, belajar lagi anatomi, then syaraf damn, syaraf. Setengah mati kenapa neurologi alias ilmu syaraf itu sesusah itu? Bukan Idung namanya kalau ga mau berusaha? Iya engga?

Plan B : pengen ngajar jadi dosen faal. I love faal very much karen ilmunya paling kebayang banget.

2. Mulai baca buku berbahasa inggris. Kalo textbook kedokteran kan memang lebih mudah bahasanya. Tapi karena pengen nambah vocab dan belajar tentang tulisan, jadi pengen mulai baca dari yang ringan-ringan dulu biar kebiasa.

3. Berani nulis apa yang dipelajari biar nempel. Sambil latihan nulis juga kan.

4. Bikin slide presentasi yang bagus dan enak dibaca (kalau mau isi full text, silahkan gunakan Ms. Word. Setuju?)

Menjadi Manusia Lagi

A. Banyakin ngobrol sama temen
B. Baca novel yang ringan-ringan buat mengurangi sisi “geek” and kaku and terlalu serius ini. Ahahaha.
C. Mengurangi headset di angkot. Minimal baca buku lah biar otaknya tetep kerja, membuat imajinasi. Nice

Keep going on everything. Make a move Dungki!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s