Bekal Kehidupan

Diskusi itu membuka ruang baru di pikiran kita yang mungkin sedang sempit.

Gara-gara ngobrol sama Keke, Aga, dan Firman jadi kepikiran deh..

image

Ya Allah, alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Setelah dewasa, akhirnya banyak mensyukuri dengan yang telah dimiliki ataupun dengan pemberian orang tua. Dua hal yang da best sepanjang hidup adalah punya temen dan punya keluarga yang sayang sama kita. Itu engga dua aja deng, itu sebanyak-banyaknya kebaikan.

Keluarga juara banget “ceramah” dari dulu. Tapi ternyata baru sadar banyak banget pelajarannya. Sesepele harus berbagi makanan sama orang lain, harus membantu orang lain kalau memang mampu. Terutama kakek sih, beliau juga yang mensupport supaya belajar itu harus kerja keras.

Kalau nenek cerewet banget ya, harus ngepel teras, harus belajar cuci underwear sendiri. Prinsip dari nenek yang diturunkan adalah: Harus mandiri jadi perempun (ini serius dari jaman Majapahit kayanya masih tetap harus seperti itu). Perempuan minimal bisa urusan basic kaya cuci piring atau cuci baju. Nenek juga selalu rempong kalau mengingatkan:
1. Matikan strika
2. Tutup toples makanan atau segera ikat makanan dengan karet
3. Cuci piring itu gelas dulu baru piring
4. Melibatkan anak-anak ikut membantu membungkus konsumsi
5. Matikan TV atau elektronik setelah digunakan

Semuanya ga ada di buku-buku self help gitu kan, tapi diajarin di keluarga.

Dan satu lagi orang paling berpengaruh, yaitu mama. Mama selalu memaparkan sisi gelap dari hidup. Dan beliau selalu bilang:
1. Baiklah kepada siapapun
2. Memberi lebih baik
3. Perempuan harus bisa cari uang sendiri
4. Perempuan harus pinter-pinter baca situasi
5. Mama ga akan mewariskan kekayaan tapi ilmu untuk anak-anaknya
6. Jadilah orang yang tulus
7. Hiduplah dengan menggunakan hati

Saking orang tua terlalu sibuk, sejak SD jadinya sudah terbiasa naik angkot sendiri. Kayanya, kalo jaman kuliah maksa ikut organisasi nasional atau ikutan exchange bisa-bisa udah kemana-mana sendiri deh. Mau ke Jakarta sendiri aja ortu khawatiran. Ckck. Tapi skill naik kendaraan umum dan kekuatan betis ini yang alhamdulillah menunjang mobilisasi selama ini.

Dan bersyukur banget selama ini keluarga lebih memfokuskan anak-anak pada:
1. Belajar
2. Kemandirian finansial
3. Attitude

So konvensional kan ya??

Tapi asli, pelajaran dasar kehidupan banget. Jadi pas dewasa, urusan ga pake baju yang lagi trend aja ga jadi prioritas. Dan masalah penampilan, mereka cuek banget dan memperbolehkan anak-anak untuk memilih busana yang nyaman untuk dipakai. Meski anaknya seringnya kalah gaul sama ibunya. Heu. Dan selalu dibilang “ibu”. Hahaa. Pardon anaknya ga punya selera fashion yang bagus.

Mungkin nanti jamannya giliran jadi orang tua masanya akan berbeda. Tapi memberikan bekal-bekal supaya anak menjadi dewasa yang matang itu amat penting. Semoga kita bisa lebih merasakan kasih sayang orang tua dengan “bentuk” dan “cara” mereka dan lebih mensyukuri segala yang telah diberikan pada kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s