Unpredictable Conversation

Ketika Le melewati ujung jalan Makmur ke arah Cipaganti, tak kuasa perut sudah kerucuk-kerucuk. Apa daya, mampir dulu lah ke warung pecel lele yang juga menjual ayam, bebek, dan soto. :p

Masnya nanya, “Masih sekolah neng? Neng seumur kali ya sama anak saya?”

“Anak mas umur berapa? Saya umurnya 23. Masih keliatan muda ya? Hehe.” Jawab saya.

Percakapan kami mungkin hanya sedikit. Tapi ada beberapa hal yang “ngena” banget. Randomly he asked me, “Neng mama tahu kan nanti Neng pulangnya telat? Ibu loh.. Kan Ibu itu khawatirnya beda. Tapi barangkali kemudahan kita sekarang itu akibat kebaikan Ibu kita sama orang lain.” Satu temannya menambahkan, “Jangankan Ibu ya Neng. Bapak juga kalau ke anak khawatir banget.”

“Iya juga ya mas. Kadang ga kepikir kebaikan kok datengnya dari mana aja. Masnya orang mana?” Tanya saya.

“Saya sih Tegal, kalo temen saya asli Surabaya. Ga tahu kenapa jalannya kita ketemu di perantauan. Kaya sekarang aja ketemu Neng. Allah memang luar biasa.”

Speechless dong dengernya.. Beliau dengan keadaannya yang sederhana tapi mensyukuri hal-hal yang kita anggap sepele. Beliau juga sangat mengimani kebesaran Allah. Semoga Allah memberikan rizki dan keselamatan dunia akhirat untuk mereka. Amin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s