Si Pendek!

Salahlah kalau badan gue pendek?

Saya selalu dibully karena berbadan pendek bahkan oleh keluarga sendiri. Tidak jarang orang bilang, “Cantik kamu tuh, sayang aja pendek.” Selama ini saya merasa pendek itu adalah kesalahan yang besar dan fatal.

Ada beberapa faktor yang membuat tubuh seseorang pendek:
1. Kekurangan gizi baik selama kehamilan ataupun ketika masa pertumbuhan
2. Genetik
3. Kurangnya aktivitas fisik yang merangsang pertumbuhan

Tinggi saya sekarang mungkin antara 149-150cm, tergantung meteran yang digunakan. Tubuh pendek membuat kelebihan berat badan sangat terlihat. Namun, semua pandangan saya mengenai tubuh pendek berubah sejak saya masuk koass. Banyak sekali residen yang tingginya lebih pendek, mungkin hanya 143-145cm. Bahkan konsulen saya pun setinggi saya setelah menggunakan wedges yang tinggi. Saya merasa tertampar.

Seseorang itu memiliki nilai bukan hanya dari tinggi badan, tapi dari seberapa banyak manfaat yang bisa ia berikan untuk orang lain.

Kecantikan atau ketampanan itu relatif. Apa yang kita miliki tidak ada gunanya jika kita bersikap tidak sopan, sombong, dan menyakiti orang lain. Kelak jika saya punya anak, saya akan bilang:

Orang putih mungkin akan terlihat lebih cantik atau tampan. Meski kamu hitam atau kurang menarik, kamu akan jauh terlihat lebih sexy dengan kecerdasan kamu, kebaikan hati kamu, akhlak kamu, dan ucapan yang selalu kamu jaga. Kakak, keterbatasan fisik seseorang itu tidak akan mengalahkan keinginan yang beriringan dengan ridha dan kehendak Allah. Syukuri apa yang ada, kejar apa yang bisa diraih. Berikan manfaat sebanyak-banyaknya.

Di rumah sakit ibu bercermin ketika mengingat ejekan orang lain:

Ibu masih bisa berdiri, sekolah, bernafas. Padahal banyak orang yang megap-megap kesulitan bernafas. Banyak orang yang jauh lebih cantik dari ibu, lalu mukanya terpajang di internet dengan tubuh yang telanjang. Betapa beruntungnya kan kak?

Ibu bisa makan, minum, buang air kecil, menahan buang air besar, sedangkan ada pasien yang harus BAB dan BAK dengan pampers. Ibu bisa melihat normal, mereka ada yang tidak bisa melihat karena penyakitnya. Betapa sempurnanya ciptaan Allah ya Ka?

Ibu malu ketika mengeluh bosan dengan makanan, padahal keluarga pasien makan seadanya. Ibu lupa bersyukur dengan rizki pemberian orang tua. Jangan mendengar ucapan jelek dari orang lain. Jadilah anak yang pintar ka, tapi jangan pintar berbohong.

Dengarlah dan ucapkanlah kata-kata yang baik. Lihatlah tindakan yang baik. Keterbatasan fisik itu merupakan definisi yang dibuat manusia. Andai saja ibu cantik dan tinggi Ka, ibu akan lebih suka jadi artis atau model. Hehehe.. Kebayang kan dunianya menyeramkan.

Selamat berjuang, selamat menebar manfaat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s