Facing The Giant

“Aku dulu kalau mau ujian nangis sambil nelepon ortu. Kalau enggak aku ke balkon terus nangis sendiri. Dipikiran, aku mikir kenapa sih hidup aku gini-gini banget?” kata Syifa, salah satu sahabatku di Kedokteran Unpad.

Tidak jauh berbeda dengan Syifa, aku pun melakukan hal yang sama setiap menghadapi Sooca. Ujian Sooca FK Unpad itu memang paling sesuatu seumur hidup. Kegalauan dimulai beberapa hari mendekati ujian, tingkat stres meningkat dan belajar mulai tidak fokus. Kegelisahan membuat rencana belajar semakin kacau. Menelepon orang tua adalah jalan untuk melepaskan semua kejenuhan.

“Halo…. (suara mulai lirih)…Ayah…….” Tangisan pun pecah. Mama dan Ayah selalu menjadi teman dalam setiap tangisan Sooca.

Sooca oh Sooca, semacam puncak gunung yang sulit sekali didaki. Banyak faktor yang mempengaruhi proses dan hasil akhirnya. Sooca itu memeras mental tanpa perasaan. Banyak perasaan yang berguguran. Tidak lulus saat Sooca itu sakitnya membekas. Tidak lulus Sooca berulang kali menjatuhkan mental seseorang. Bahkan Sooca tidak jarang membuat seseorang tidak naik tingkat. Sooca adalah seleksi alam bagi kehidupan di kedokteran yang akan semakin berat, melampaui Sooca.

image

Flipcharts everywhere

image

Our room was full of flipcharts

Dibalik itu semua, Sooca yang kejam itu membuat semua orang berubah. Kami menjadi kebal, treshold meningkat. Heaaa.. Belajar di koas jadinya mepet-mepet. Wkwk.

Sooca itu benar-benar mengubah cara pandang. Belajar jadinya tidak mengenal waktu, kondisi atau mood. Kalau mood jelek, ya cepet dong dibikin baik lagi. Ternyata saya benar-benar menghadapi kejadian di film They Kiss Again, yang suaminya belajar melolo tiap saat bahkan bawa-bawa textbook waktu honeymoon. Wkwkwk.. Nya henteu pas honeymoon oge mereun braay!!! Hahahaha

Mungkin karena saya memang susah fokus dan fokusnya pendek. Jadi tricknya saya harus bawa buku kemana-mana, dicoba aja siapa tahu ada yang masuk kan. Weekday sama weekend bedanya hanyalah kalau weekend mandinya aga siang aja. Hehee.. Kalau belajar kayanya lebih produktif pas weekend deh. Apalagi menjelang UKDI kan. Hehehe..

Sekarang mulai kan, galau-galau pengen nangis menjelang UKDI. Bedanya, ga semenderita dan segila waktu Sooca. Ya kebayang 8x Sooca S.ked yang menguras jiwa raga itu membuat kami anak FK Unpad jadi seperti ini. Hahaa.. Beban UKDI syukurnya jadi tidak terlalu berat karena kami ceritanya ditraining dulu selama Sooca dulu.

UKDI kali ini ya jalani, usaha yang terbaik, manfaatkan waktu yang tersisa. Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan, kekuatan, serta IlmuNya. Jangan lupa, yang lebih menakutkan adalah tidak bisa saat bekerja di lapangan nanti sebagai dokter. Lebih serem daripada jadi jomblo tahu. Wkwkwkwk..

Semoga belajar menjelang UKDI ini selalu menyenangkan! Kelak beberapa tahun lagi kita akan menertawakan setiap tangis dan pengorbanan yang terjadi saat ini.

26 Mei 2016
Dari seorang mahasiswi profesi kedokteran semester 10, menjelang UKMPPD dan sumpah pengangkatan sebagai dokter.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s