Alarm Sahur

Sama genk di Sumedang dibilang galak. Jadi ceritanya jam 3.40 awak duluan bangun buat sahur. Yang lain sebenarnya udah pernah bangun untuk matiin alarm hp saya yang cukup annoying lalu tidur lagi (sayanya ga kebangun).

“Peh.. Sahur.. Udah mau jam 4.” (no response)
“Ausi sahur..”
Dijawab Ausi, “Duluan aja!” (dua kali bangunin, jawabannya sama)
Oh ya udah mungkin males sahur.
“Amirah sahur.” (dijawab pake tangan menirukan gerakan NO!)
“Radita.. Tamaa bangun!” (no response)
“Mae.. Bangun ga? Udah mau jam 4.”

Adin, Mae, dan Wardah udah bangun. Yang lain mau sahur apa engga ya? Setelah semua akhirnya bangun, mereka bilang, “Dung kamu galak banget. Bangunin sahurnya lempeng banget tapi nada tinggi. Emak-emak galak. ”

Wkwkwk iya uga ya. Dipikir-pikir nanyanya mengancam. “Yaudah minggu depan aku banguninnya pake nada lain ya.. Radita~” niruin nada manggil Afika di iklan Oreo. “Jangaaaannn! Nanti ga kebangun ih!” kata Radita. Yang lain tertawa.

“Gimana nanti bangunin suami coba, galak juga?” hahahah.. Tanya yang lain.

“Enggak lah bangunin suami mah pake cinta.” jawab saya ngasal.
“Oh jadi ke kita ga pake cinta?” tanya Adin.

BYE!!

Dibalik seni setiap orang membangunkan sahur, yang penting mengusahakan agar setiap orang tidak meninggalkan sahur. Karena sahur itu anjuran dari Rasulullah dan memiliki banyak kebaikan. Uji coba deh, kalau pake nada lembut baik nanti bangunnya lebih cepet ga ya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s