My Talents Mapping

Tidak sengaja membuka hasil talents mapping tahun 2009. Dulu, I was too stupid to understand the results. Wkwk. Sekarang waktu membaca jadi merasa dong dong, harusnya dulu baca dulu baik-baik sebelum memilih jurusan kuliah.

image

Hasilnya, urutan bakat (10 besar)

1. Command
Ingin menjadi penanggung jawab dan memaksa orang lain melihat dengan sudut pandang yang sama.

2. Individualization
Dapat melihat keunikan masing-masing orang. Secara naluriah mengamati gaya, motivasi, cara berpikir, dan cara membina hubungan dengan masing-masing orang.

3. Adaptability
Bisa menyesuaikan diri jika ada perubahan tanpa rencana.

4. Input
Ingin tahu segala hal, memiliki hasrat untuk mengetahui lebih jauh dan ingin memperbaiki terus menerus.

5. Communication
Mudah mengungkapkan apa yang dipikirkan, senang berbicara dan menulis.

6. Empathy
Membayangkan perasaan orang lain dengan cara membayangkan dirinya sebagai orang tersebut.

7. Harmony
Dapat bekerja sama secara baik dengan orang lain.

8. Competition
Suka persaingan

9. Significance
Ingin dikenal karena kemampuan yang dimiliki.

10. Responsibility
Ingin memenuhi apa yang telah dijanjikan baik yang diucapkan ataupun tidak.

Command – Competitive

Seiring bertambahnya ilmu dan pengalaman, saya sendiri merasa beberapa bakat mulai muncul dan beberapa tidak lagi mendominasi. Bakat utama saya tidak lagi command. Terutama setelah saya ikut kegiatan berorganisasi, saya banyak belajar menjadi orang yang lebih luwes dan tidak bossy. Sekarang saya juga tidak terlalu suka bersaing. Jeleknya, karena tidak kompetitif saya sudah merasa puas dengan hasil yang saya dapat.

Individualization – Adaptability – Input – Communication – Empathy – Responsibility

Berkat kombinasi anugerah di atas, alhamdulillah saya hidup dengan damai selama di kedokteran. Saya merasa tidak mudah risih dengan keunikan karakter teman-teman. Saya juga merasa terbantu karena kehidupan koas yang begitu dinamis, penuh kejutan dan kegiatan tentatif. Yang lucu, kadang sifat ingin tahu yang tinggi membuat saya kadang salah fokus ketika harusnya saya belajar kedokteran. Haha.

Harmony – Significance

Saya merasa memerlukan aktualisasi diri. Dulu ketika SMA tampaknya ada kecenderungan ingin dilihat sebagaj sesuatu, tapi karena rasa malas mendominasi jadinya saya tidak melakukan apa-apa. Failed! Sekarang, untuk memenuhi kebutuhan, saya menggunakan media blog. Senang rasanya kalau ada yang membaca tulisan saya. Niat ingin terkenal harus diubah. Alay banget ya jaman dulu. Sekarang inginnya bisa nulis buku, dan bukunya bisa bermanfaat. :””” (kapan nulisnya kamu dung???)

Bagaimana dengan harmony?? Sebagai koas yang tidak memiliki status jelas, emosi ketika praktek rasanya campur aduk. Apalagi karena memang koas itu dianggap tidak berharga, sehingga memang banyak pihak yang memandang sebelah mata. Da apa atuh kita mah cuma koas?? Bersyukur ketika saya jejaring di Sumedang, saya bertemu dengan dr. Andri, spesialis penyakit dalam. Subhanallah beliau sangat humble dan baik hati.

Beliau bilang, koas adalah penerus dokter di masa yang akan depan. Jadi koas perlu dibina dengan baik. Ahh lega sekali rasanya. Ingin rasanya saya menjadi guru seperti beliau. Setelah diajar oleh beliau, saya jadi mendapat pencerahan ingin menjadi dokter yang seperti apa nanti. :”””

Tapi, suka duka ketika koas memberikan banyak catatan bagi kehidupan di masa depan.

1. Baik hatilah kepada semua orang
2. Pahami bahwa ada faktor yang mempengaruhi sikap seseorang
3. Jadi dokter jangan sombong sama kolega
4. Ucapkanlah selalu kata-kata yang baik
5. Makanan, botram, bonding, dan sinetron penting untuk bisa chit chat bareng bu bidan dan bu perawat
6. Harus rajin soalnya suka diomongin di belakang
7. Kalo kemana-mana jangan lupa oleh-oleh buat staf. Rasulullah bilang hadiah itu penting untuk mendekatkan persaudaraan.

Mawas diri, memahami diri itu penting sekali. Karena jika kita bisa mengontrol diri, insha Allah kita akan lebih berhati-hati baik ketika bicara atau melakukan tindakan. Bakat itu bukan plotting saklek. Kita bisa membentuk diri dan melatih kelebihan dan kekurangan agar bisa menjalankan peran yang optimal sebagai individu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s