Medschool Diary: The End of The Beginning

“Ga nyangka banget, sebentar lagi beres juga sekolah kedokteran.”

Ekspresi apa yang harus diungkapkan ya?
1. Pokoknya ga nyangka bisa beres juga
2. Lega karena akhirnya satu babak terlewati

Lega karena akhirnya sejenak keluar dari “neraka” hahaha. Banyak keringat dan derai air mata yang terkuras selama belajar di kedokteran. Padahal, saya sempat menyesal mengapa masuk kedokteran? Mengapa dulu memperjuangkan sesuatu yang saya sendiri tidak tahu isinya? Saya hanya satu dari sekian banyak orang yang memilih masuk kedokteran karena pride. Coba agak pinter dan berpikir panjang, harusnya saya mempertimbangakan matang-matang jurusan yang saya ambil.

Pelajaran yang bisa saya ambil kalau nanti jadi orang tua: bantu arahkan agar anak-anak agar bisa memilih jurusan dengan matang. Karena jurusan itu kelak nantinya akan dipertanggungjawabkan di dunia dan juga di akhirat.

I was struggle enough, wasn’t I?

Saya tidak akan pernah melupakan penderitaan tahun 1, tahun paling penuh tekanan seumur hidup. Dulu rasanya sudah pasrah jika saya harus tinggal kelas. Ah, syukurnya mama dan ayah super baik hati selalu mendukung saya dari jauh, dengan kata-kata yang memenangkan via telepon. Hingga akhirnya kemampuan saya menghadapi stres kini sudah semakin baik, berkat doa dan dukungan mereka.

Saya salah karena memilih kedokteran tanpa pikir panjang, padahal orang tua habis-habisan mendukung saya saat saya menunda 1 tahun agar bisa ikut SNMPTN berikutnya. Walaupun begitu, ternyata takdir saya di kedokteran membawa banyak perubahan dalam hidup. Banyak sekali yang saya dapatkan, diantaranya:

1. Interaksi dengan Allah
2. Interaksi dengan teman-teman alay, panitia pernikahan
3. Sahabat-sahabat sholeh
4. Hobi membaca dan menulis
5. Mengetahui karakter dan kemampuan pribadi
6. Mengenal cinta, azegg
7. Belajar peka
8. Belajar sabar dan memahami orang lain
9. Dekat dengan keluarga
10. Membangun keinginan berkeluarga, cmiiw.

Masuk FK adalah keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Karena banyak sekali jalan yang semakin mendekatkan saya dengan Allah, keluarga, dan juga sahabat-sahabat. Keputusan apapun yang kita buat, ada campur tangan Allah didalamnya. Semoga Allah dapat menitipkan ilmuNya agar saya bisa amanah sebagai dokter profesional kelak. Amin..

Catatan:

– Semoga teman-teman yang belum bisa masuk kedokteran tidak bersedih. Insha Allah dengan profesi masing-masing tetap banyak kebaikan yang bisa diberi. Dan yang penting, semoga niat dan ikhtiarnya mengantarkan kepada ridha Allah SWT.

– Setiap orang memiliki takdir yang berbeda. Yang pasti takdir itu masih ada yang bisa diubah. Meski ada cita-cita yang tidak bisa digapai, cita-cita untuk menggapai surgaNya Allah ga boleh dinomorduakan. Se-ma-ngat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s