Battle Camp

Sudah kuduga ini akan terjadi.

Kontrakan itu ibarat medan perang, isinya anak-anak kedokteran yang sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan ujian. Seperti dugaan saya sebelumnya, saya mulai tertekan di sini. Memang ini yang saya harapakan. Tabib Sendi, guru saya bilang, kita memerlukan tekanan untuk akselerasi diri. Gila sendiri sih jadinya. Tapi memang ini lebih baik.

Sudah bisa dibayangkan bila saya tinggal sendiri, saya tidak akan bisa melihat teman-teman lain belajar serajin dan seekstrim saat ini. Hahaha. Mau mati banget sumpah. Rasanya baru selesai mengerjakan A, di sini orang-orang sudah mengerjakan X, Y, Z. Tapi syukurnya battle camp ini mempersingkat transisi holiday to ukdi war. Heu.

Gila gila gila. Beneran gila. Akhir-akhir ini saya mulai menarik diri, mulai belajar di luar kamar. Karena kamar yang saya tumpangi jadi tempat belajar teman-teman yang lain. Haha.. Saya belum bisa ikut belajar yang sama karena masih harus mencicil materi yang lain. Tak apa karena kebutuhan setiap orang berbeda.

Ukdi ini sempat membuat saya down dan pesimis. Tapi lama-lama jadi semakin greget. Dulu saya berani membuat mimpi untuk masuk kedokteran. Sekarang saya juga harus punya cita-cita yang kuat untuk lulus. Mari menyelesaikan apa yang telah dimulai!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s