Cinta Bicara

Judulnya bikin getek banget, awwww..

Bahasa cinta kalau menurut teorinya Dr. Gary Chapman itu dibagi menjadi lima: Words of Affirmation, Quality Time, Receiving Gifts, Acts of Service, dan Physical Touch. Teoritis amat Dung? Dimana pentingnya tahu teori ini?

Sederhananya:
1. Words of Affirmation : senang dengan kata-kata (baik diberi atau memberi)
2. Receiving Gifts : senang hadiah (baik diberi atau memberi)
3. Acts of Service : senang menunjukkan dengan perbuatannya. Talk less do more banget. Cenderung senang menerima usaha dari orang lain juga.
4. Quality Time : bela-belain untuk barengan, nyempetin waktu buat barengan juga
5. Physical Touch: senang memberi dan diberi sentuhan fisik, seperti pelukan. Atau kalau ada orang sedih dia akan ngepuk-puk pundaknya

Detailnya bisa dibaca di sini

Contohnya gimana sih, Dung?
Misalnya ya, Idung tipe orang yang senang dengan Quality Time banget. Jadi Idung suka sekali bisa berkumpul dengan keluarga atau temen-temen dekat. Walaupun misalnya mengorbankan waktu istirahat, tapi tetap mengusahakan waktu untuk bertemu. Rasanya juga bahagia banget kalau ada orang yang bela-belain ketemu walau hanya untuk 30 minutes lunch. Idung juga cenderung posesif, biasanya murka kalau lagi kumpul terus teman-teman asik dengan gadgetnya sendiri. Woy, gue udah bela-belain ketemu ya. Malah dikacangin. Hahaa..

Konflik yang sama juga pernah terjadi waktu jadwal praktek mama semakin padat. Mama udah ga sempet masakin lagi, waktu ngobrol jadi berkurang. Rasanya sediihhhh banget banget banget. Sampe Idung protes dan marah-marah murka. Tapi akhirnya Idung sadar, bahasa sayangnya Mama itu beda, She gives me acts of service, she gives me money. That’s the way she loves me. So, Idung harus menunjukkan dengan tindakan juga. Idung harus belajar lebih rajin, nilai Idung harus baik. Idung harus menunjukkan jika Idung juga sayang Mama dengan perbuatan.

Mengerti bahasa cinta ini sangat berguna. Kebayang dong, ada orang yang bela-belain jemput kita terus kita mencak-mencak karena dia ga pernah bilang I Love You? Padahal mungkin dia memang tipe orang yang senang menunjukkan sayangnya dengan tindakan dan usahanya.

Seperti Pagi ini, Idung bombay dan baru sadar bahasa cintanya Ene, Aki, Bibi, dan Lele. Idung cenderung kontra dan banyak berdebat karena perbedaan cara dengan mereka. Idung sangat nyaman berbicara dengan Ayah karena beliau itu memberikan kepercayaan. Mau Idung pulang malam atau pergi ke suatu tempat, atau memilih pilihan, Ayah itu percaya. Bahkan Ayah adalah satu-satunya orang yang membuat Idung berdiri tegar memilih kedokteran di saat orang lain sangat hopeless. He means everything to me. Kepercayaan dari Ayah membuat Idung bisa yakin mengikhtiarkan cita-cita Idung.

Aki, Ene, Bibi, dan Lele, kami semua hampir memiliki karakter yang sama-sama keras, kutub negatif dan negatif. Lalu Idung ingat Aki yang selalu memaksa Idung agar tekun belajar di rumah, Aki yang membuat Idung takut karena diancam jika tidak mau belajar. Aki yang mengantar Idung ke Jakarta untuk tes Simak. Aki yang tidak banyak bicara tapi tentu Kakek mana yang tidak sayang dengan cucunya? Galaknya Aki adalah bentuk kasih sayang dari Aki.

Ene yang bawel, tapi berkorban di usia tuanya untuk merawat Idung yang bandel. Ene dulu memasak untuk Idung, meneriaki Idung setiap hari karena kesiangan untuk sekolah, Ene mencucikan pakaian, menunggu hingga Idung aman naik ojek setiap pagi. Walau Ene bawel marah-marah, Ene hanya seorang nenek yang sayang dengan cucu melebihi anaknya.

Mbiw yang sangat baik, selalu menyediakan makanan apapun yang Idung mau. Bu, mau susu, Bu.. Mau chiki.. Bahkan hingga saat ini. Cara Mbiw memberi adalah bentuk kasih sayangnya. Lele, yang tidak banyak bicara tapi begitu sayang dengan kekhawatirannya.

Ene, Aki, Lele, Mbiw yang cenderung posesif, perbedaan kita adalah: mereka sangat khawatiran, Idung tidak suka terlalu dikhawatirkan. Ah, ini semua hanya perbedaan cara saja bukan? Idung hanya harus menjaga diri Idung sebaik-baiknya agar mereka bisa tenang dan lega. Begitu kan?

Mengetahui bentuk dan bahasa cinta dari orang lain membuat kita bisa lebih menghargai dan mengerti jika kita mengungkapkan cinta dengan cara yang berbeda. Semoga kita bisa semakin menyadari, mensyukuri, dan menghargai orang-orang yang memberikan bentuk kasih sayang pada kita dengan caranya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s