A Random Thought in The Afternoon

Aaaaaa!!!! dokter D menunjukan wajah berteriak tanpa suara sembari menunjukkan jari tangannya. “You are enggaged?” Oh my god, not that smile doc. Haha. I’m his number one fans. Saya sangat suka karena beliau begitu ekspresif, eksentrik, dan smart.

Continue reading

Advertisements

Drama UKDI: Akhir Sebuah Awal

Saya sampai pada station 14, berisi station istirahat sekaligus station ujian OSCE saya yang terakhir. Saya berdiri, duduk, ke toilet, kemudian berdiri meregangkan tubuh. Terkadang saya berdiri atau membungkuk menahan perut yang terasa sakit. Seketika saya ingin menangis, inilah akhir dari ujian yang mati – matian saya perjuangkan. Rasa lelah mulai terasa. Satu bulan belajar gila – gilaan sangat menguras tenaga, pikiran, dan juga emosi tapi semua selalu saya tahan. Alhamdulillah saat ujian OSCE  fisik dan mental saya bisa tetap prima walau diawali mules-mules sebelum ujian. Allah benar – benar membantu saya sepanjang ujian. Alhamdulillah.. Alhamdulillah..

Continue reading

Bikin Target, Biar Greget

Sudah lama saya ‘tidur’ dari Rizka Putri Hamuktiono yang dulu, yang ambisius dan pantang menyerah. Rizka yang selalu menuliskan cita-citanya dan berusaha kerasa merealisasikan mimpinya.

Bangun Rizka!!

Yuk menulis lagi, buat target-target lagi. Selama ini saya terlalu sibuk dengan dunia profesi, sehingga saya kehilangan energi yang biasanya meledak-ledak. Jadi targetnya sekarang apa? Jangka pendek dulu deh. Hidup kalau ga bikin target itu ga ada gregetnya.

1. Belajar tahsin (mau sampai kapan menjadi wacana?)
2. Belajar grammer (walau ini telat banget tapi gapapa. Nanti biar bisa ngajarin anak. Aheeey..) Jangan lupa latihan nulis dan conversation. Sabi lah dari film.
3. Belajar masak : makanan khas Sunda. Kayanya penting banget ini. Wkwk
4. Turun 5Kg sebelum Sumdok. Hahahaha. Amin. Pasti bisa.

Hidup itu perlu diarahkan, jangan hanya dibiarkan mengalir.

Kalau kamu, udah buat target juga?

Bikin Target, Biar Greget

Sudah lama saya ‘tidur’ dari Rizka Putri Hamuktiono yang dulu, yang ambisius dan pantang menyerah. Rizka yang selalu menuliskan cita-citanya dan berusaha kerasa merealisasikan mimpinya.

Bangun Rizka!!

Yuk menulis lagi, buat target-target lagi. Selama ini saya terlalu sibuk dengan dunia profesi, sehingga saya kehilangan energi yang biasanya meledak-ledak. Jadi targetnya sekarang apa? Jangka pendek dulu deh. Hidup kalau ga bikin target itu ga ada gregetnya.

1. Belajar tahsin (mau sampai kapan menjadi wacana?)
2. Belajar grammer (walau ini telat banget tapi gapapa. Nanti biar bisa ngajarin anak. Aheeey..) Jangan lupa latihan nulis dan conversation. Sabi lah dari film.
3. Belajar masak : makanan khas Sunda. Kayanya penting banget ini. Wkwk
4. Turun 5Kg sebelum Sumdok. Hahahaha. Amin. Pasti bisa.

Hidup itu perlu diarahkan, jangan hanya dibiarkan mengalir.

Kalau kamu, udah buat target juga?

Keluarga Icung : LDR Sepanjang Masa Tapi Kompak Penuh Cinta

Satu kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lain. 

Saya sangat senang ketika ditraktir makan oleh orang tua Icung di Kedai Eyckman, yang tidak akan dimasuki oleh koas karena sangat mahal. Saat itu hujan deras, di tengah persiapan ujian CBT saya dan teman – teman di kontrakan diajak makan di luar. Rasanya senang dan terharu, seperti dikunjungi oleh orang tua sendiri. I saw them laugh. They were so sweet and romantic in their golden age. 

Kebaikan itu, membuka pintu kebaikan yang lain. Icung bilang, Ayahnya dulu diperlakukan dengan baik oleh orang tua sahabatnya. Makanya beliau sekarang sangat baik pada teman – teman Icung. :” Saya berharap kelak dapat melakukan hal yang sama seperti kedua orang tua Icung.

Orang tua Icung bagi saya adalah sosok teladan. Meski mereka LDR sejak jaman pacaran bahkan hingga usia perkawinan 20+++mereka tetap kompak dan romantis. Salut sekali dengan Bapak dan Ibu Icung. Ibu Icung sangat mandiri ketika ditinggal Bapak yang pulang hanya Dua bulan sekali. Bapak Icung yang begitu setia meski berada di tempat yang jauh. Di usia yang tidak lagi muda mereka sangat excited dan mempersiapkan diri jika akan bertemu saat Bapak Off dari site. Bahkan sampai saat ini mereka bisa menelepon 1-3x setiap harinya. Luar biasa. Kata Icung, “Gapapa keluar pulsa banyak karena dengan itu mereka memenuhi kebutuhan masing-masing.”

Komunikasi : Rahasia kelanggengan pasangan :p

Saya sering bertanya, “Cung kenapa lo bisa seambis ini sih sama adek lo? Kalian berdua achiever banget.”

Bagaimana Ibu Icung membentuk anak-anaknya menjadi ambisius dalam belajar tanpa diperintah juga sangat menginspirasi? Jadi, orang tua Icung tidak pernah menyuruh anak-anaknya belajar, tapi mereka belajar bersama di ruang tengah tanpa ada TV yang menyala. Tidak ada cerita anak-anak mengerjakan PR tapi Ibu Bapak menonton TV, hemehhh. Anak-anak dengan tugasnya, Ibu Icung juga mengerjakan tugas kuliahnya. Memang, cara mendidik yang paling baik adalah dengan menjadi teladan.

Icung bilang, Ibu selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul sepulang mengajar di kampus. Ibu akan bercerita di tempat tidur bertiga dengan anak-anaknya. Kalau kalian melihat Icung dan Ibunya, kalian akan menyangka mereka saudara kembar, kompak, gila! I hope I could be my children’s best friend like her. Bapak pun seperti sahabat Icung. Meski jarang bertemu saya melihat Bapak Icung sangat dekat, seperti sahabat Icung tidak ada jarak sama sekali. Bapak dan Icung sering berkomunikasi via telepon. Yang LDR aja bisa kompak, yang tinggal bersama harus lebih berusaha untuk saling mengenal dan dekat dengan keluarga juga. Semangat!!

Saya belajar banyak dari keluarga Icung. Bersyukur sekali bisa bertemu dan mengenal mereka. Terima kasih Icung karena sudah banyak bercerita dan memberikan saya pelajaran tentang memiliki keluarga yang kompak dan harmonis juga bisa mendukung dan memotivasi satu sama lain. Semoga bapak dan Ibu Icung sehat selalu, Icungnya juga segera diberikan jodoh yang memberikan komitmen dan kepastian, sholeh, serta rajin berolahraga. Hahaha. Amin..

 

Gerakan Move On : Menuju Masa Depan yang Lebih Cerah

Kang Fajar bilang, “Pokoknya harus move on. Maju aja terus jangan dipikirin yang di belakang.”

Kalau mau cari jodoh, pilih deh anak FK yang sudah mengikuti ujian OSCE UKDI. Mereka itu orangnya optimis, legowo, tangguh, dan ga akan membahas kejadian yang ada di belakang. Ujian OSCE terdiri 14 station, 12 ujian dengan 2 station istirahat. Kita akan memasuki ruangan dengan kasus yang tidak bisa ditebak.

Rasa tegang, depresi, ketakutan, semua harus dirasakan sembari kepala berpikir tentang, “Ini pasien kenapa? Ini sakitnya apa? Harus ngapain?” Ketika situasi stres, kita sudah kehilangan pathway berpikir normal, semua lewat jalur reflex sumsum tulang belakang. Contohnya ketika kita dikejar Anjing, ada dua refleks yang bisa terjadi : Fight or Flight mechanism. Ketika kita memilih fight, syaraf simpatis akan bekerja dan membuat tubuh bekerja lebih hebat dari biasanya.

Contoh lain saat kita menemukan pacar kita selingkuh, ketika kita flight, bisa jadi kita akan pingsan. Saat kondisi fight kita mampu menghujani si dia dengan jutaan tinju. Ujian kali ini benar-benar menguji mental.

Bagaimana tidak? Saat terpuruk pilihannya hanya move on atau move on? You just have to move. Meskipun kita failed di satu station, saat keluar ruangan kita harus berbesar hati, masuk ke ruangan berikutnya sembari tersenyum dan mengumpulkan seluruh konsentrasi. Tidak ada kesempatan untuk bersedih, tidak ada kesempatan untuk mengingat kesalahan yang telah dilakukan. Para survival OSCE dipaksa untuk selalu prima bagaimanapun kondisi hatinya.

Pelajaran penting yang bisa didapat adalah:

Move on itu bukan cuma masalah perasaan, tapi soal maju ke depan, membuka lembaran baru tanpa menoleh ke belakang. Move on itu tentang memaafkan diri sendiri dan menerima kekurangan diri sendiri.

H-X OSCE. Bismillah..
Di tempat galau bersama No28ro & Nene SKA

A Sweet Torture

Another pain

Another frustration

Another anxiety, a black hole, maybe a limbo

There is no place to hide, you just have to face the fear

There is no time to cry

There is no chance to be weak

Again, something pushes you, no mercy darling

You walk alone, keeping the biggest fear inside

A proverb said,  “No pain no gain.”

You just sigh

There is no turning back, welcome!

Enjoy the sorrow sweety pie!

Harley Inside My Head

I was falling in love with Harley Quinn since the trailer showed on YouTube, but I didn’t know that she is more than I imagined.

J & Harley

Joker and Harley Quinn

  1. She is kind of freak. How she could fall in love with his patient in mental hospital, Joker? Maybe she lost her mind after she met J. Who is the real psycho by the way? Haha..

  2. Joker changed her  with gave her the electric shock to hear head, SICK!!

  3. Joker asked her, “If you love me, you have to live.” Then Harley jumped into the chemical pool, freak. Joker jumped and they did chemical wedding. But I really love the way He thought. If you love me, you have to live. This is what every couple need to do. When you love someone, you have to live for her or him. This is what Harley did when she knew that Jocker died. She comes back to the fight, so sexy. When we love someone, whe should continue our life, no matter what. She pretended not to cry. :”

  4. I love when She asked for an espresso machine. She made a cup of coffee and read a roman novel. Haha

  5. Harley is really crazy, psycho. I thought she is diagnosed with antisocial personality disorder.

Notes: Please be logic and realistic. We should see clear and change our mindset about love. Never love someone who makes you bad, who makes you sad. One point that we should take from Harley is when we love someone, even he or she is not part of our life, just keep in mind that we could transform our love into the positive energy, to continue and make a better future. So melancholic :p

 

Bullying Started at Home

Siapa ya model cantik yang ada di video DNCE, gorgeous banget? Ternyata namanya Ashley Graham, salah satu model big size lingerie Amerika. Tapi serius orangnya cantik banget dan lucu. Satu yang paling juara dari Ashley adalah percaya diri. Sizenya yang XXL tidak menghalangi rasa percaya dirinya untuk menandingi model-model ‘tipis’ berkaki jenjang, Victoria Secret.

Bullying started at home. Somehow bercandaan di rumah sendiri sudah tidak lagi lucu. When they talked about how short I am or about anything. When my parents bullied me, did they understand that’s me is part of their genetic’s contribution? Did I ever ask to be a short girl? Did I ever ask to have a oily acne prone skin? Did I ever ask to born this way? Before I continue the shit’s black hole, I have to stop this bullying.

1. I started to love my self more, and try to give myself compliment.
2. Thank to Allah that my organs and my cells are normal so I could live perfectly in this world. I don’t have to pup in plastic bag, I don’t have to change my blood every month. Allah creates me perfectly, I don’t like anybody who talks to much about my body even my family member.
3. I should tell my children later about body image perception. Derajat kita di mata Allah tidak ditentukan dari fisik. Kita tidak dinilai dari seberapa cantik atau tampan kita, hitam atau putih kulit kita, tapi dari perbuatan kita. Stop bullying children since they live at home.

Tidak heran jika banyak frustasi, depresi, dan juga rencana bunuh diri terjadi karena secara tidak sadar, kepercayaan diri mereka sudah hilang sejak di dalam rumah.

4. Gives compliment to others
5. Smile and forgive more

Kalau bukan diri sendiri yang menghargai, siapa lagi? Mulailah menghargai diri sendiri dan orang-orang di sekeliling kita. Your mouth somehow could kill your spouse or family or friends silently.