Built Your Dream

Bisa alah biasa, bisa alah dipaksa.

Tepuk tangan dulu bagi Rizka Putri Hamuktiono yang semalam mengerjakan drill CRP a.k.a epidemiologi dan biostatistika. Prok prok prok.. Keriting ngerjainnya kaka.. Tapi ini menunjukkan selama ada tekad yang kuat, insha Allah rintangan apapun dapat dilalui. Azekk..

Selama ada tekad yang kuat, insha Allah rintangan apapun dapat dilalui.

Setelah mengalami perdebatan bathin, akhirnya saya menemukan titik terang mengenai spesialisasi apakah yang akan saya ambil? Elaah.. Mikirin UKDI dulu kali.. Mikirin iship dulu.. Kalau kata orang sih begitu. Tapi tidak bagi saya, sebelum saya jalan ke depan, saya harus tahu kira-kira jalan seperti apa yang harus saya lalui? Tujuan saya setelah ini mau kemana?

UKDI itu pasti dan akan dilalui, internship itu pasti.. Lalu mengapa harus mempersulit diri memikirkan mau jadi spesialis apa? Agar setelah lulus saya bisa mencicil requirement yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan.

Apakah spesialisasi yang saya inginkan mewajibkan saya magang dulu? Atau saya harus mengikuti pelatihan dan seminar yang spesifik yang which is biayanya sangat mahal, jadi harus efisien memilih.

Ada tiga yang sempat saya pilih:
1. Syaraf
2. Kulit
3. Paru dan penyakit pernafasan

Lalu ada masukan baru dari Ibuke. Jadi, beliau berharap saya bisa banyak membantu orang lain, jadi kulit dicoret. Dan karena Ibuke bilang kalau saya gampang batuk-batuk, jadi fragile banget kalau masuk penyakit paru. So, meskipun syaraf ini yang paling saya ga bisa, saya mau berusaha dulu untuk mengulang belajar pritilan otak, sumsum tulang, dan serabut-serabut syaraf yang njelimet itu. Why? Karena saya sadar jiwa dan raga saya ga mampu untuk jadi spesialis penyakit dalam ataupun obgyn yang have no life banget. Hahaa..

Kira-kira dalam 4-5 tahun kedepan saya akan mencoba kembali belajar sistem syaraf. Kalau ternyata fail, saya akan hijrah pada family medicine dan managemen. Ya paling tidak jadi manager rumah tangga ya. Hahahahaa..

Tapi bisa alah biasa, bisa alah dipaksa. Optimis menuju dr. Rizka Putri Hamuktiono, SpS-KIC

Kata Ibuke, harus berani lagi nulis mimpi kaya dulu. Mimpi pengen jadi residen anestesi ga tercapai semoga tetep bisa lanjut konsultan intensif care unit. Amin.. Optimis. Bismillah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s