Lima

Sudah Lima tahun, up and down di dunia kedokteran. Diwarnai dengan perasaan euforia saat diterima, lalu berbagai demotivasi ketika SOOCA. Dan ternyata koass itu menyenangkan, dinamis dan punya banyak kejutan.

Love Hate Relationship

Kedokteran adalah dunia yang saya benci karena membuat lelah lahir bathin. Setiap hari dihantui perasaan bersalah kalau tidak belajar.  Untung saja ada keluarga dan orang-orang terdekat yang membuat saya tenang saat tidak belajar. Haha.. Saking bencinya saya sampai tidak bisa pindah ke lain hati. Haha..

Seru banget, di kedokteran itu banyak belajar. Bukan hanya tentang ilmu tapi juga sosial dan ketuhanan. Saya sampai tidak habis pikir mengapa seseorang bisa sampai menjadi atheis. Apakah ia diciptakan dengan sebuah kalimat “Sim salabim abra kadabra!” dan taraaa.. Jadilah manusia.

Mencari Pelarian

Kedokteran yang juga akhirnya membuat saya suka membaca. Bosen gila baca textbook, mengerjakan learning issue yang melelahkan. Hingga akhirnya saya punya hobi membaca buku. Hahahaa.. Ga kebayang aja sekarang saya menjadi seorang “geek”. Saya ingat saat mabim, salah satu senior saya bilang, “Kita harus bisa memanage waktu.” Kondisinya saat itu saya masih sering bermedsos ria hingga larut malam, atau ber day dreaming ria..

Kata-kata senior saya itu ngejleb banget. Sejak detik itu saya memutuskan harus memanfaatkan setiap detik yang dimiliki, entah dengan belajar, membaca buku, istirahat, atau membahagiakan diri. Setiap yang dilakukan harus punya tujuan agar tidak jadi sia-sia.

Bahagia itu Sederhana

Kedokteran juga membuat saya menjadi orang yang simple untuk bisa bahagia.

1. Bisa tidur cukup
2. Makan enak
3. Tiduran aja lenjeh-lenjeh gitu
4. Baca buku dengan tenang

Sungguh dunia dan telinga ini begitu damai. Haha.. Padahal dulu saya sering marah-marah dan selalu mengajak orang tua pergi jalan-jalan. Sekarang setelah saya punya aktivitas jaga dan lainnya, saya hanya ingin bernafas dan diam di rumah, sekian.

Sudut Pandang yang Lain

Pernah saat saya super duper lelah, begitu tiba di rumah mama juga baru selesai praktek. Kepala saya mulai cenut-cenut, lalu mama mengajak kita untuk makan malam di luar. Gila ya, ini yang selalu di alami orang tua. Walaupun lelah, tapi jika ada kesempatan untuk bersama dengan keluarga, mereka rela mengorbankan waktu istirahat.

Saya merasa saya bukan orang yang pintar. Masuk FK adalah berkah doa orang tua dan keluarga. Bisa survive di FK juga berkat doa dan dukungan mereka. Mereka yang super duper pengertian, begitu banyak hal yang dimaklumi dari seorang anak kedokteran yang insecure jika tidak belajar. Haha..

Alhamdulillah untuk Lima tahun yang menyenangkan. Banyak pengalaman dan ‘ujian’ hingga saya menjadi seperti saat ini. Semoga saya bisa terus memperbaiki diri dan lebih banyak bersosialisasi. Haha..

Semoga ilmu yang telah dipelajari bisa bermanfaat, semoga saya juga tidak “jera” dan bergegas melanjutkan pendidikan setelah ini. Hahaha.. Inginnya jadi Ibu teladan yang rajin belajar serta rajin menabung. Wkwk.. Karena cita-citanya, saya ingin membersamai anak-anak belajar. “Nak Ibu juga lagi ada tugas referat. Kita ke Eduplex aja yuk sekalian kamu juga belajar. Pulangnya kita ke Blitz lagi ada film baru.” Wkwkwk..

Doakan cita-cita Ibu tercapai ya! Amin..

13 Agustus 2016
Eduplex, Menengkan diri menjelang UKDI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s