Diary Mantan Koass Part I

Welcome to the real life!

Selesai menjalani ujian UKMPPD pada hari Minggu, tanggal 28 Agustus 2016, saya mendapatkan jatah guling – guling di kamar dua hari. Hari setelahnya, Mama mengajak saya untuk ‘magang’ di puskesmas tempat Mama bekerja. Suasana dan orang – orang di puskesmas sudah tidak asing lagi karena sejak kecil saya sudah sering bertemu dan berinteraksi dengan teman- teman Mama. Teman – teman Mama juga sangat baik dan bersedia memberikan ilmu sesuai dengan bidangnya masing – masing.

Bersyukur rasanya saya bisa keluar dari rumah, bosan ternyata hanya main – main di rumah. Satu dua hari saya merasa happy, tapi lebih dari itu meledak sudah saya tidak sanggup hidup seperti ini. Ketika sibuk mempersiapkan ujian, kegiatan saya mulai padat sejak bangun tidur sampai kira – kira pukul 11.30 malam. Kemudian saya akan menonton film Korea selama 30 – 60 menit sampai akhirnya saya tidak sanggup lagi membuka mata. Saya sangat suka menonton film, meskipun waktunya tidak banyak. Tapi saya rasa waktu refreshing saya cukup berkualitas untuk membuat saya ON belajar pada hari berikutnya.

Dua hari berlibur di rumah, saya menyempatkan diri untuk mencuci pakaian dan sedikit membereskan kamar. Sisanya apa yang saya lakukan? Hari pertama saya menonton film Korea. Esoknya saya mulai bosan dan membongkar file – file film lama saya. Haha.. Ternyata libur terlalu lama juga tidak menyenangkan ya. Syukurlah hari ketiga liburan Mama menyelamatkan kebosanan saya, “Yuk ikut Mama ke puskesmas.” Why not? Paling tidak saya bisa mengamalkan ilmu sebelum internship. 

Saya mulai mempelajari obat yang tersedia di Puskesmas, sebelum akhirnya ikut membantu memeriksa di balai pengobatan, tentunya di bawah pegawasan dokter penanggung jawab.  Saya sangat bahagia karena seperti menemukan tempat saya berekspresi, mengamalkan ilmu yang selama ini diajarkan oleh guru – guru saya di FK Unpad. Alhamdulillah banyak sekali yang saya pelajari di puskesmas.

 puskesmas

Masuk ke Kandang Singa

Mama dan teman – temannya adalah kawanan komentator, pemangsa koass. Haha. Jika koass – koass mulai salah menentukan dosis terapi, siap – siap mati di tempat. Hahaha.. Anak – anak teman Mama saat ini beberapa juga sedang menempuh pendidikan kedokteran. Cik atuh ya, anak – anaknya juga nanti koass mereun. Haha. Galak bener. Tapi bagi saya itu tantangan, tuntutan lingkungan sekaligus kewajiban saya untuk memberikan pelayanan yang baik. Alhamdulillah selama persiapan UKMPPD saya dan teman – teman kembali mereview diagnosis penyakit maupun terapi yang digunakan. Jadi, ketika menghadapi pasien saya bisa memberikan pengobatan yang tepat dan rasional.

Dokter itu katanya memang harus terus belajar, memang betul. Saya tidak boleh malu untuk bertanya pada staf yang lebih senior, justru harus malu jika tidak mau belajar. Biasanya, sebelum ke puskesmas dan setelah ke puskesmas saya membaca dan mempersiapkan senjata sebelum berperang. Saya sering kali bicara dalam hati saat sedang memeriksa pasien, ‘Oh ternyata ilmu yang diajarkan konsulen saya.’

Selama ini, koass di FK Unpad itu:

  • Lebih sering menjadi observer, melihat apa yang dikerjakan residen dan konsulen. Plusnya, ilmu yang dipelajari terstandar, tindakan yang dilakukan juga sesuai dengan SOP. Jadi, ketika saya ke luar dari RSHS, saya jadi tahu ilmu yang tepat dan ideal itu seperti apa? Sayangnya, karena hanya mendapat kesempatan untuk menjadi observer, dari segi skill dan kepercayaan diri dalam tindakan masih harus dilatih.
  • Ilmu langsung turun dari konsulen. Alhamdulillah kami mendapat bimbingan langsung dari dokter – dokter spesialis di RSHS. Yang paling berkesan bagi saya adalah sistem belajar yang mandiri. Konsulen akan mentrigger kami untuk mencari bahan baik dari buku ataupun jurnal, kemudian akan didiskusikan bersama kelompok. Bagi saya kebiasaan itu sangat penting. Kelak, pada saat sudah tidak bersama konsulen kami harus bisa belajar mandiri dan mengambil informasi dari sumber yang tepat.

Sebagai orang yang pernah koass di RSHS, sedih rasanya dibanding – bandingkan dengan koass swasta. Karena memiliki banyak kewenangan, koass swasta dinilai lebih terampil ketika bekerja setelah lulus koass, beda dengan dokter dari Unpad yang katanya masih ‘kagok’ dengan pasien. Koass swasta itu bekerja langsung di bawah konsulen atau dokter spesialis, kalau di Unpad di atas koass itu ada residen dari semester satu sampai dengan chief residen. Hehehe.. Jadi kalau mau lihat pasien mangga, kalau mau lihat – lihat punggung residen juga ya mangga. Lapisan residen saja sudah menutupi lapang pandang ya Buk! Tapi syukurlah Allah begitu mudah menurunkan ilmuNya. Karena dengan sering melihat residen bekerja, ketika di lapangan saya sendiri bisa mengingat ilmu tersebut.

So, apakah yang harus dilakukan bagi lulusan koass Unpad?

  1. Tetap biasakan membaca setiap hari. Paling tidak mereview diagnosis dan terapi.
  2. Mencari banyak pengalaman setelah lulus. Jadi setelah lulus sebaiknya bekerja dulu sebagai dokter umum. Jangan ragu untuk bekerja di klinik atau di UGD. Karena dari pengalaman di lapangan membuat kita lebih terampil dan kreatif.
  3. Keep update, baik dengan ikut pelatihan atau seminar. Sering – sering juga buka guidelines terbaru.

Beryukurlah, sebagai mantan koass Unpad kita telah diberikan bekal ilmu yang mumpuni. Sekarang tinggal kita memiliki kemauan untuk terus belajar dan memperbanyak jam terbang. Masuk ke kandang Singa, bagi saya adalah sebuah kesempatan untuk belajar dan memperdalam ilmu yang dimiliki. Kapan lagi bisa belajar dari staf – staf dari puskesmas terbaik di wilayahnya?

Senang sekali karena berbagai kegiatan menanti, mulai dari agenda penyuluhan sampai kegiatan di MTBS. Bahkan dokter di puskesmas ingin mengajarkan saya mengenai program – program. Karena senang mengerjakannya, saya tidak merasa ada beban sama sekali. Alhamdulillah, yang dulu diajarkan ketika pendidikan kedokteran ilmunya bisa diterapkan. Semoga ilmu saya menjadi amal dan manfaat. Amin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s