Fase Menerima Nasehat

Tidak semua orang senang mendengarkan apalagi diberi nasehat. Ketika menyimak dan mencerna, dibutuhkan kelapangan hati dan pikiran positif bahwa seseorang sedang berbicara demi kebaikan. Diberi nasehat itu tentu terasa sesak:

1. Oh iya saya salah
2. Ya ampun saya malu
3. Sedih ternyata saya gitu ya

Perasaan tidak enak dan rasa bersalah menjadi pembuka yang membuat diri gelisah dan tidak nyaman. Saya hanya bisa diam dan merenung. Tapi justru ketika diberi nasehat, setelahnya timbul perasaan lega karena:

1. Orang yang merasa jengkel dengan sifat kekanakan kita masih mau membicarakan sisi negatif yang kurang baik agar mulai diperbaiki sedikit demi sedikit.
2. Yang terdekat dengan kita tidak judging dan tidak meninggalkan kita disaat mengetahui kekurangan

Fase berikutnya adalah bertambahnya semangat agar menjadi orang yang lebih baik lagi, tidak menyerah hanya karena selama ini terbiasa dengan sifat emosi yang sangat kekanakan. Diterima oleh seseorang, diberi masukan dan tidak ditinggalkan saat kita salah itu memberikan nilai yang sangat besar di hati saya.

Ketika ada orang baik dengan kita, semoga kita bisa meneruskan kebaikannya untuk orang lain. Semoga saya tidak mengulang kesalahan yang sama dan bisa lebih bersabar. Saya percaya suatu hari saya bisa mengurangi “ke-rigid-an” diri dan belajar menjadi abu-abu. Demi perasaan di masa depan yang lebih damai. Wkwkwkwk

Hommy VS Fancy : Manakah yang Lebih Nyaman?

Tidak semua kebahagiaan diraih dengan kemewahan. Tidak semua ketenangan didapatkan pada tempat yang nyaman.

Analogi sederhana datang dari sebuah kedai kopi bernama Terminal Coffee. Tempatnya tidak memiliki plang nama dengan neon box. Tempatnya juga tidak senyaman Caribou atau cafe lain yang instagramable. Tapi bagi saya, tempat itu cukup untuk memenuhi kebutuhan saya karena:
1. Kopinya yang enak dan harganya murah
2. Snacknya enak dan mengenyangkan
3. Ada mushala dan toilet
4. Bisa recharge hp
5. Bisa bawa makanan dari luar
6. Datang ke sana tidak perlu memperhatikan outfit, tidak harus gengsi jika sepatu basah dan membuat lantai basah
7. Tidak harus gengsi jika ke sana saat lusuh dan muka benar-benar seperti wajan berminyak

Sebenarnya kita hanya memerlukan sebuah tempat dan rumah, tempat berlindung, tempat yang menerima kita dalam kondisi terburuk untuk merecharge kembali jiwa dan pikiran kita.

Seperti saat melihat produk-produk kayu yang gila kece luar binasa di PVJ, terlihat amat sangat nyaman tapi harganya beuuh menguras kantong, bayangan kita mengenai needs dan wants diuji. Apakah semua yang membuat kita nyaman berbanding lurus dengan produktivitas yang kelak dihasilkan?

Ini berkaitan dengan cita-cita saya tentang rumah yang ingin saya miliki kelak, bukan rumah yang furniturnya minimalis dan sejuk dipandang mata.

Saya ingin rumah yang punya teras dan halaman agar bisa digunakan ketika ada acara. Di dalam rumah nanti tidak akan ada ruang tamu. Inginnya ada ruangan luas tanpa sekat seperti apartemen si kembar di The Return of Superman. Nantinya dinding dikelilingi oleh buku-buku koleksi keluarga. Kelak satu ruangan multifungsi itu akan jadi tempat belajar, mengaji, berkarya, sekaligus tempat lenjeh-lenjeh.

Seperti rumah saya yang dulu, membuat saya dan keluarga berkumpul di satu tempat meski aktivitas kita berbeda. Ada pula mushala yang cukup untuk keluarga dengan Lima anak shalat berjamaah. Wkwk.. Berarti kamarnya harus ada berapa kalau anaknya ada Lima? Ini sih judulnya rumah maximizer ya? Hahaha

Doa, Satu yang Tidak Pernah Mubazir

Doa itu deposit yang ga akan pernah mubazir. (Ust Aam)

“Apakah doa orang yang pernah dipanjatkan akan diijabah meski orang yang telah berdoa sudah meninggal?” Pertanyaan dari salah seorang audiens ini menarik banget.

“Doa itu ga akan pernah mubazir, meskipun orang yang mendoakan telah tiada.”Kata Ustad Aam.

Makanya, boleh banget berdoa untuk keluarga, kerabat, dan sahabat selama kita masih hidup dan masih bisa mendoakan. Misalnya ketika punya anak dan masih batita, boleh – boleh saja mendoakan anak-anak supaya lancar rizki, dapat jodoh yang sholeh, meskipun bicaranya saja belum lancar. Karena bisa jadi usia kita belum tentu sampai, saat mereka menginjak usia dewasa. Meskipun begitu, doa kita tetap telah sampai pada Allah.

Bijaklah ketika berdoa, niatkan ibadah dalam setiap doa yang kita panjatkan.

Kebayang ga sih? Ada seseorang minta doa segera diberikan jodoh, tok. Lalu Allah mengabulkan permintaannya dengan memberikan jodoh yang seadanya, eh tahunya preman karena yang Ia minta itu hanya ‘jodoh’. Lalu ada yang butuh waktu lama untuk mendapatkan jodoh karena yang Ia minta jodoh yang sholeh, yang akan membahagiakannya dunia akhirat. Beuhhh!! Dunia akhirat gan!

Wajar saja kan, jika Allah memberikan jodohnya perlu waktu? Karena Allah akan memberikan jodoh yang akan membahagiakannya dunia akhirat.

Konsep tentang doa ini jika dihayati akan membuat kita lebih bersyukur dan bersabar. Dan tentu membuat kita mempercayakan segala sesuatu hanya kepada Allah.

Ya Allah, semoga kelak hamba dianugerahi anak-anak yang sholeh, yang bermanfaat bagi bangsa dan agama
Semoga keluarga hamba dilimpahi keberkahan dan kebahagiaan dunia akhirat
Ya Allah, semoga amal ibadah hamba dan keluarga cukup untuk membuka pintu surga bagi seluruh anggota keluarga
Semoga hari-hari kami barakah
Semoga ilmu-ilmu bermanfaat
Semoga hidup kami tidak diisi dengan kesia-siaan
Semoga hamba, keluarga, dan teman-teman selalu dalam lindunganMu dan petunjukMu
Semoga saat hamba bertemu ajal, hamba tidak meninggalkan generasi yang lemah
Amin..

Mengenang 3 Tahun Masquerade Statera

Muda – Beda – Berbahaya

Beuh, ngeuri kali angkatan awak ya. Memori mengiring saya menuju tahun 2013, ketika saya ditumbalkan menjadi PJ Maquerade angkatan, mampus. Lomba olymphiart menjelang ujian membuat Masquerade kekurangan pemain. Waduuhhh. Waktu itu saya dibantu Mahdy, ketua tim hore angkatan. Tapi semua hampir pesimis karena membuat Masquerade itu perlu persiapan, tetapi personil baru saya saja dan Mahdy. Hadeuh.

image

Ciwi - Ciwi Pemeran

Syukurlah kawan-kawan dari Malaysia membantu. Ada Kak Wan, Kak cin, duo Sakinah, Damia, Nadrah, siapa lagi ya lupa?? Dan alhamdulillah banget Dudu akhirnya join, dan mulai bikin adegan renang di laut. Project ini seru deh, gabungan tiga orang ENTP (Saya, Mahdy, dan Dudu). Aga-aga ngaco emang.

Pembuatan properti banyak dibantu keluarga statera. Ada yang dibuat di kostan Taruna, ada yang di WJ. Heboh banget! Ekor duyungnya dibuat sama Age, so cute banget. Age all out banget bikinnya. Beberapa jam sebelum penampilan, baru para bujang berdatangan, menambah anggota Black Man. Dudu – Ihsan – Mahdy, randomly mereka punya ide ada adegan berantem Poseidon VS Dudu yang ngeceng anaknya Poseidon. Ada adegan kaya di game segala. Tapi emang gila sih semua spontan banget.

Waktu saya menonton ulang videonya, saya sampai geleng-geleng kepala. ‘Gila ya, dulu bisa-bisanya statera bikin drama Masquerade kaya gini. Soundtracknya dibuat sama Dudu udah paling pas banget sih sama ceritanya. Sayangnya, videonya terlalu besar buat di upload jadi gambarnya bucek banget kalau dilihat di YouTube.

Kangen banget dan seneng lihat videonya. Tapi kalau diminta untuk jadi PJ lagi sorry to say yaa.. Nda sanggup Kakk!! Itu lelah lahir bathin luar binasa. Tapi have fun banget. Apalagi saat menonton adegannya, live, saya dag dug dug karena Gladi resik = saat lomba. Prok prok prok.. Mahdy sama Dudu sih orang-orang freak, sepertinya mereka salah jurusan. Hahaha..

Good luck you guys. Semoga ini menambah kreativitas kita ya. Kan jadi dokter juga perlu seni. Walau ini kayaknya kelebihan ya Kak. Semoga video high qualitynya bisa di upload biar nanti anak-anak kita bisa nonton. “Itu Papa di belakang, Kak.” (nunjuk black man lagi megang Ikan. Hihi)

Ku bobo nyenyak nih.. *sambil senyum-senyum * :””””””

Wonderful Wife, Menjadi Istri Disayang Suami

Kebiasaan yang ingin saya buat sejak awal Oktober 2016 adalah membaca buku yang telah saya beli dan membuat reviewnya.  Buku Karya Cahyadi Takariawan a.k.a Pak Cah ini adalah salah satu buku yang akhirnya saya selesaikan. Bagi saya yang belum berumah tangga, buku ini cukup membuat saya deg-degan, “Duh bisa gak ya saya?” Karena banyak sekali tek-tek bengek rumah tangga yang selama ini hanya saya dengar sekilas dijelaskan secara gamblang oleh Pak Cah.

468950_5d3a667c-7a44-4371-8b55-08c2e4576201

Wonderful Wife, Menjadi Istri Disayang Suami, dari judul bukunya saja saya sudah senyam-senyum sendiri. Nah, apa saja karakter yang diperlukan untuk menjadi Wonderful Wife?

  • Karakter Pertama : Pandai Menyenangkan Suami

  • Karakter Kedua : Menaati Suami dengan Penuh Cinta di Hati

  • Karakter Ketiga : Menjaga Kehormatan dan Harta Suami

  • Karakter Keempat : Melayani Suami Sepenuh Hati

  • Karakter Kelima : Memberi Inspirasi dan Motivasi bagi Suami

  • Karakter Keenam : Fokus Melihat Kebaikan Suami

  • Karakter Ketujuh : Menjadi Sahabat Suami

  • Karakter Kedelapan : Menguatkan Kebaikan Suami

  • Karakter Kesembilan : Menghormati dan Memuliakan Suami

  • Karakter Kesepuluh : Melahirkan dan Mendidik Anak Sepenuh Hati

 

Tidak pernah ada sekolah atau pelajaran untuk menjadi istri. Jadi jujur, membaca buku ini membuka mulut saya hingga mengaga haaaa ternyata harus gini? Ohhh ini ohhh dan Ohh yang lainnya. Orang tua pun tidak pernah menjelaskan secara detail tentang tektek bengek yang kelak akan dihadapi pasangan yang berumah tangga. Jadi, buku ini worth it bagi perempuan yang ingin belajar sudut pandang laki – laki. Seperti apakah sosok ideal yang diharapkan oleh laki – laki?

Apakah sebenarnya yang diharapkan dan dibutuhkan oleh pasangan? Karena seperti yang dibahas dalam buku Men are from Mars, Women are from Venus karya John Green adalah laki – laki dan perempuan berpikir dengan cara berbeda, mereka juga memiliki kebutuhan yang berbeda. Meski setiap laki – laki memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda, paling tidak buku ini memberikan gambaran apa saja yang perlu kita tahu sebagai seorang (calon) istri ?  Pak Cah bilang, perlu waktu seumur hidup untuk bisa mengenal pasangan. Kita akan terus belajar setiap hari. Buku ini sangat menarik dan sangat direkomendasikan bagi wanita yang sudah dan ingin berumah tangga.

Awal Perpisahan : Sakitnya Tuh Disini

Perpisahan akan sangat sulit pada awalnya. Rasa saat semua yang telah biasa dalam hidup tiba-tiba pergi itu begitu menyakitkan. Tidak ada lagi ingatan-ingatan mengenai sikap buruk atau yang tidak semestinya yang pernah ia lakukan.

Saat mencoba satu hari, mulai goyah. Esoknya kembali bertemu, janji ini yang terakhir. Hingga akhirnya pada minggu yang sama terdapat jutaan pesan seperti biasa, dan terdapat satu dua kali tawa di tempat makan hingga larut malam. Janji ini yang terakhir.

Perpisahan begitu menyakitkan, saat tidak ada lagi pesan, saat tidak ada lagi teman bicara. Perpisahan memang menyakitkan, tapi kehilangan kebiasaan itu jauh lebih menyedihkan, menakutkan.

Tidak ada lagi pesan-pesan tidak jelas.
Tidak ada lagi ajakan mencicipi kuliner.
Yang menyedihkan adalah kehilangan kenangan, kebersamaan.

Tidak ada logika yang dapat mengingatkan seseorang tentang pentingnya belajar merelakan dan membiarkan ingatan-ingatan tergerus sendiri oleh waktu.

Paul bilang dalam novel The Architecture of Love, “Disayangi itu menyenangkan.”

Berdoalah kepada Allah, karena Allah lah yang membolak-balik hati manusia. Apakah orang yang kita pertahankan mati-matian akan membawa kita ke surgaNya?

Menu 45 Menit Ala Pemula

Saya ngidam banget deh, menu Kedai Indra Jatinangor. Akhirnya saya memutuskan untuk beli Cumi sama Kangkung ke pasar. Nenek sama Om sampe shock dan bilang, ” Ah.. Masa?? Yang bener.” Ga nyangka saya belanja ke pasar sendiri. Hahahaha.

Menu yang ada di khayalan antara:
1. Cumi tepung asam manis + kangkung sambel terasi
2. Cumi tepung asam manis + kangkung saus tiram

Berhubung aga bosen dan mager juga ngambil sambelnya di tempat penyimpanan, jadinya saya bikin opsi kedua. Ini bikinnya heboh sok-sok ala chef yang bikin dua menu sekaligus gitu. Ehehe. Pengennya Cumi sama Kangkung dimakan pas lagi anget-angetnya kan.

Alat :
– wajan 3
– Kompor harus yang bisa masak 2

Bahan Cumi:
– Cumi –> buang kulit, buang tinta, iris2 1,5 cm
– Tepung bumbu serbaguna
– Tepung terigu
– Bawang bombay
– Bawang putih
– Jahe
– Bawang daun
– Saus tomat
– Saus sambal

Bahan Kangkung:
– Kangkung 1 ikat –> petik dulu
– 2/3 butir bawang siung –> geprek
– Bawang bombay/ bawang merah 3 siung –> iris
– Saus tiram secukupnya
– Gula
– Merica
– Garam
– Cabe rawit

Cara pertama:
1. Prepare bahan-bahan untuk masing-masing
2. Lumuri cumi dengan tepung terigu dulu, lalu setelah terbalut beri bumbu tepung serbaguna –> diamkan atau simpan dalam kulkas

Kedua:
1. Buat saus asam manis : tumis bawang bombay & bawang putih
2. Masukkan saus tomat + saus sambal + air
3. Beri gula, garam, merica
4. Icip-icip, kalau perlu beri air lagi
5. Tambah jahe + irisan bawang daun
6. Tiriskan

Ketiga:
1. Lumuri cumi dengan tepung terigu lagi (agar tidak terlalu asin)
2. Goreng dengan api kecil
3. Wajan sebelah digunakan untuk menumis bawang dan cabe rawit.
4. Saat sudah harum masukkan kangkung
5. Beri saus tiram, gula, merica
6. Icip dulu, biasanya saus tiram sudah cukup asin.
7. Jangan masak kangkung terlalu layu. Yeay, kangkungnya matang!

Keempat:
1. Angkat cumi yang sudah kecoklatan
2. Panaskan sebentar saus yg tadi dibuat
3. Tuang saus diatas cumi tepung

Akhirnya makanan siap disantap dengan nasi hangat. Selamat mencoba. Oh iya, saya ga bisa masak tapi saya suka sekali makan. Ternyata suka makan itu modal loh. Jadi setiap masak, bisa sambil dibayangkan rasa makanan yang kita suka dan biasa kita makan.

Next, saya pengen coba nasi kare ala jepang. Jadi waktu saya jajan sushi di itebe, orang sebelah makan katsu saus kare terus kaya lahap banget makannya. Heaaa.. Kabita. Jadi sebelum buat di rumah, saya mau coba dulu makan nasi kare di sushi origami dulu. 😀

Menghadirkan Kebahagiaan

Setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan. Ada yang senang memasak, ada pula yang senang makan. Ada pula orang yang lupa menaruh handuk basah, ada pula yang bawel dan risih melihat handuk basah tergeletak, hingga hatinya tergerak untuk segera menjemurnya.

Tentu rumah yang sepi itu menyenangkan. Tapi jika tidak ada lagi pertanyaan, “Kunci di mana ya?” atau “Liatin dong pintu udah dikunci belum?” Itu akan jadi saat paling patah hati dalam hidup.

Kebahagiaan didapat bukan hanya dari hal besar. Terkadang dari seseorang yang meminta kita membuatkan teh, dari seseorang yang minta dimasakkan, tetapi justru tidak dihabiskan. Bisa juga dari pasangan yang tidak peka, yang jarang membelikan oleh-oleh. Tapi justru rasa sebal dan kesal yang dimiliki justru terasa lebih bahagia dibandingkan dengan puncak kebahagiaan saat kita masih seorang diri.

Bahagia itu memang tidak selalu terasa seperti mendapatkan hadiah. Bahagia bisa berupa ketenangan, rasa syukur karena kita tidak sendiri di dunia ini. Muka kita mungkin sedikit cemberut, tetapi hati kita mendapatkan kelegaan.

Bahagia terasa dimulai dari menghargai kehadirannya, menerima segala sikap yang kadang menyebalkan tapi justru membuat kita akan merasa sepi jika tidak ada di kemudian hari. Kebahagiaan hadir saat kita bisa menerima kelebihan dan kekurangan pasangan.

Nenek Shely Petcah Telor!!

Panitia pernikahan, sebuah nama grup LINE yang mensupport shely, yang tertua di inner circle kami, agar segera menikah.

Saya, Mbasel (Shely), Ridha, dan Iki (Riezky) adalah teman satu kamar di bale 3 lantai 3 kamar 44. Semasa di asrama, kami dekat dengan tetangga sebelah penghuni kamar 45, Devi dan Shereun. Ada pula Nyoning (Veronika) teman dari wing sebelah yang sering berkumpul di markas kamar 44. Setelah pindah ke kostan, teman kami bertambah. Ada Icung (Annisa L Mumtaza) yang turut meramaikan inner circle kami. Pada saat LINE mulai booming, Devi dan Nyoning mengganti foto grup dengan foro Mbasel. Sejak saat itulah kami iseng menamai grup dengan “Panitia Pernikahan Mbasel”.

Pencarian cinta yang berliku dialami oleh Nenek Shely Karma, tetapi berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa, setelah berbagai drama akhirnya Nenek dipertemukan juga dengan jodohnya. Alhamdulillah. Kami semua tentu sangat senang, karena khawatir Nenek akan segera menopause. Hehehe. Alhamdulillah ya Nek, nda jadi jomblo perak. Semoga dimudahkan sampai hari-H ya Neek. Luvvvv

bridal-shower-garut_6189

Bridal Shower Nenek S.K.A yang gagal jadi 10 besar STATERA

bridal-shower-garut_1466

Makanan Fav Kami : Gorengan, Martabak telor, Martabak keju, Indomie Goreng. Hidup Karbo!!!!

bridal-shower-garut_145

Will you marry me?