Awal Perpisahan : Sakitnya Tuh Disini

Perpisahan akan sangat sulit pada awalnya. Rasa saat semua yang telah biasa dalam hidup tiba-tiba pergi itu begitu menyakitkan. Tidak ada lagi ingatan-ingatan mengenai sikap buruk atau yang tidak semestinya yang pernah ia lakukan.

Saat mencoba satu hari, mulai goyah. Esoknya kembali bertemu, janji ini yang terakhir. Hingga akhirnya pada minggu yang sama terdapat jutaan pesan seperti biasa, dan terdapat satu dua kali tawa di tempat makan hingga larut malam. Janji ini yang terakhir.

Perpisahan begitu menyakitkan, saat tidak ada lagi pesan, saat tidak ada lagi teman bicara. Perpisahan memang menyakitkan, tapi kehilangan kebiasaan itu jauh lebih menyedihkan, menakutkan.

Tidak ada lagi pesan-pesan tidak jelas.
Tidak ada lagi ajakan mencicipi kuliner.
Yang menyedihkan adalah kehilangan kenangan, kebersamaan.

Tidak ada logika yang dapat mengingatkan seseorang tentang pentingnya belajar merelakan dan membiarkan ingatan-ingatan tergerus sendiri oleh waktu.

Paul bilang dalam novel The Architecture of Love, “Disayangi itu menyenangkan.”

Berdoalah kepada Allah, karena Allah lah yang membolak-balik hati manusia. Apakah orang yang kita pertahankan mati-matian akan membawa kita ke surgaNya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s