Fase Menerima Nasehat

Tidak semua orang senang mendengarkan apalagi diberi nasehat. Ketika menyimak dan mencerna, dibutuhkan kelapangan hati dan pikiran positif bahwa seseorang sedang berbicara demi kebaikan. Diberi nasehat itu tentu terasa sesak:

1. Oh iya saya salah
2. Ya ampun saya malu
3. Sedih ternyata saya gitu ya

Perasaan tidak enak dan rasa bersalah menjadi pembuka yang membuat diri gelisah dan tidak nyaman. Saya hanya bisa diam dan merenung. Tapi justru ketika diberi nasehat, setelahnya timbul perasaan lega karena:

1. Orang yang merasa jengkel dengan sifat kekanakan kita masih mau membicarakan sisi negatif yang kurang baik agar mulai diperbaiki sedikit demi sedikit.
2. Yang terdekat dengan kita tidak judging dan tidak meninggalkan kita disaat mengetahui kekurangan

Fase berikutnya adalah bertambahnya semangat agar menjadi orang yang lebih baik lagi, tidak menyerah hanya karena selama ini terbiasa dengan sifat emosi yang sangat kekanakan. Diterima oleh seseorang, diberi masukan dan tidak ditinggalkan saat kita salah itu memberikan nilai yang sangat besar di hati saya.

Ketika ada orang baik dengan kita, semoga kita bisa meneruskan kebaikannya untuk orang lain. Semoga saya tidak mengulang kesalahan yang sama dan bisa lebih bersabar. Saya percaya suatu hari saya bisa mengurangi “ke-rigid-an” diri dan belajar menjadi abu-abu. Demi perasaan di masa depan yang lebih damai. Wkwkwkwk

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s