Pelet Pengasih Sebutir Nasi

Cara memotivasi setiap orang itu berbeda.

Ibu saya setahun terakhir sering mengingatkan jika di rumah tidak ada nasi, “Kenapa ga masak nasi? Emangnya mau makan beras?”
Tapi tetap saja begitu, Ibu saya yang akan masak.

Ibu akhirnya menggunakan kata-kata yang berbeda, “Harus belajar masak nasi, nanti kalau nikah kan paling engga di rumah harus ada nasi.”
Ketika koass, tidak ada nasi bukanlah masalah besar. Kan masih bisa beli atau paling tidak makan mie.

Tapi setelah lulus profesi dokter, tanpa uang jajan mingguan seperti biasa membuat saya merasa malu karena di rumah tidak melakukan apapun. Iseng-iseng saya bereksperimen di dapur, sesekali kalau bangun pagi saya mencoba memasak nasi pakai magic com. Ternyata hal kecil yang dilakukan efeknya besar.

Adik saya yang laki-laki jadi bisa makan teratur dan hampir selalu makan di rumah. Ia juga tidak mudah emosi seperti dulu, mungkin dulu emosi karena lapar ya. Hihi. Adik saya tidak bilang apa-apa tapi sikapnya lebih tenang.

Biasanya selalu ada nasi sisa di rumah keesokan hari. Tapi ini magrib udah habis? Dan harus masak nasi lagi. Wow. Alhamdulillah.. Makanan juga jarang ada sisa. Adik saya sering bilang, “Pengen ngabisin yang ini dulu. Sayang nanti kebuang. Makanan yang baru buat nanti.”

Makanan yang coba saya buat hampir tidak pernah ada sisa. Kecuali makanan yang terlalu banyak bawang tumis. Saya hobi banget dengan bawang, adik saya super anti. Tapi nikmat banget rasanya memilah kerang dari tumpukan bawang dan cabai hijau agar adik saya bisa makan. Ada perasaan bahagia yang tidak bisa diungkapkan. Saat perempuan merasa berguna dan membuat orang terdekatnya senang walau hanya dengan nasi dan masakan yang entah rasanya gimana.

Terima kasih banyak, udah memotivasi dan bikin icha semangat belajar masak. Sedih banget nanti iship ninggalin rumah. Siapa nanti yang masakin? ūüė¶

Semoga dapet istri yang mau belajar masak ya. Biar nanti happy dan betah di rumah. Walau makanan di luar lebih enak, tapi makanan di rumah itu dikasih bumbu cinta jadi lebih ngangenin. Iya ga?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s