A Secret Love Story

Untuk Anak Perempuan Ibu : Tentang Jodoh

Ibu cerita jodoh ah, biar kamu kabita sama Ibu. Hahahaha. Ketika Ibu nulis ini, Ibu masih belum boleh mengungkapkan apa-apa ke daddy kamu. Kan masih belum halal. Hehe. First lesson ya, kalau belum halal pastikan perasaan kita hanya untuk Allah. Seberapapun tergoda, jaga hati. Nanti kamu juga akan berkreasi sendiri bagaimana menjaganya.

I’m out of words to tell how glad I am.

Mengapa Ibu akhirnya bersama daddy?

1. Karena daddy kamu, langsung datang ke rumah bertemu dengan ayah ibu. Setelah itu, ia datang dan datang lagi hingga akhirnya bisa meyakinkan ayah jika ia akan menjadi imam yang baik bagi Ibu.

2. Daddy kamu bisa diterima di keluarga besar Ibu, begitupun Ibu di keluarga daddy. Overall semua lancar banget. Pernikahan itu bukan hanya kamu dan si dia, tetapi melibatkan kedua keluarga. Jadi pastikan jika kedua keluarga juga bisa klop satu sama lain.

3. Istikharah menjawab semuanya. Atas ridha Allah, banyak yang Ibu rasakan. Entah kenapa daddy kamu jadi ganteng banget di mata Ibu, entah kenapa Ibu bisa menerima karakter daddy kamu? Entah kenapa yang Ibu rasakan beda dari sebelumnya? Pokoknya kaya intoxicated gitu nak. Ibu takut banget Allah marah setiap perasaan Ibu semakin cenderung sama Daddy. Pokoknya tahan dulu sampai halal. Ish berat ya.

4. Daddy adalah jawaban dari doa-doa Ibu. Sejak dulu Ibu berharap bisa punya pasangan yang cerdas, sholeh, dan juga aktivis. Ibu juga pengen sama orang yang berada di dunia yang beda sama Ibu, ya intinya kalau bisa bukan dokter. Karena Ibu memang udik dan alay, Ibu kebayangnya yang pinter dan sholeh adalah aa Salman. Sampai orang tua Ibu bertahun-tahun mengira Ibu pengen nikah sama orang yang namanya Salman. HAHAHA!! Padahal maunya sama aa ITB yang rajin ke mesjid Salman. :p

Punya cita-cita itu harus, tinggal ikhtiar dan berdoa. Ibu nyangkut kemana-mana dulu sampai akhirnya menemukan seorang partner yang tepat. Dia mungkin tidak sempurna, tapi dia mampu menerima Ibu dengan sempuran. Ahiyyy dangdut!!

Pokoknya anak nehnik (plesetan teknik) dan anak salman. Sampai Ibu sempet request ke sahabat Ibu, “Pang cariin lah aa Salman.” Tapi, berhubung sahabat Ibu sibuk, dia kelupaan. Baru ngasih kabar itu 7 bulan kemudian. Disaat Ibu sudah didatangi Daddy kamu. Ga kebayang ya kalau temen Ibu nawarin duluan sebelum Daddy, Ibu ga kebayang akan bersama orang yang berbeda. Ibu bersyukur banget temen Ibu telat memberi kabar. Hidup Ibu tanpa Daddy bakal hambar banget. Hueeeekk

5. Daddy kamu itu warm. Ibu orangnya itu tegaan, tiis, dan ga perduli kalau ada orang yang ga sesuai sama Ibu ya langsung di cut aja. Lalu Daddy kamu datang, dengan canggung. Gentle banget parah. Bela-belain ke rumah Ibu di kaki gunung. Hahaha. Daddy bilang, siap berjuang buat Ibu. Uuuu.. Lucu banget, gugup-gugup tapi emang Daddy membuktikan itu. Daddy sungguh-sungguh banget kerja, Daddy pengen ngasih mahar dan mas kawin hasil keringat sendiri. Duh rasanya bahagiaaaa banget.

Daddy kamu sangat baik sayang. Di sela kesibukannya bahkan masih sempat lunch atau dinner 1-2 jam dengan Ibu.

6. Ibu bisa menerima Daddy kamu. Alhamdulillah Allah memudahkan perbedaan karakter diantara Ibu dengan Daddy. Buat Ibu, karakter Daddy semua gemesin. Banyak hal yang Ibu baru tahu menjelang pernikahan. Sampai Ibu berpikir, “Ini beneran mau nikah sama orang ini? Siap ga ya nikah?”. Ibu jadi alay banget sayang. Bahkan mau masakin aja degdegan. Gila gila gila! Bukan Ibu banget. Semua percaya diri Ibu hilang, Ibu jadi kikuk dan malu-malu banget. ><

7. Daddy dan Ibu memiliki visi misi yang sama, ingin punya anak-anak sholeh dan membangun keluarga yang aktif dalam dakwah. Masalah cara, Ibu dan Daddy sama-sama intuitif. Jadi mungkin akan banyak mencoba sembari belajar.

Ah mudah-mudahan kamu segera menemukan yang tepat sayang. Jaga perasaan kamu hanya untuk suami kamu nanti ya. Insha Allah Ibu dan Daddy akan menjaga kamu semampu kamu. Semoga Allah selalu melindungi buah hati Ibu.

26 Juni 2016
Malam ke-21 Ramadhan

I’ll post this story when I could whisper to his ear that I love him, and I would say “I’m just thrilled to death to be your wife.”

Foto tepat setelah akad nikah, 10 Januari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s