Hadiah Terindah dari Suami 

By Puung

Suami saya memberikan hadiah terindah, yang sangat bermanfaat bagi perkembangan saya sebagai Ibu Rumah Tangga, He always gives me trust and support. 
Setiap orang berbeda, ada yang suka dengan kata I love you, ada yang suka dengan hadiah-hadiah, sedangkan saya suka dengan apa yang dilakukan dengan suami saya. Beliau selalu berusaha membuat saya bahagia, meski hatinya sedang kesal, atau fisiknya sedang lelah. Beliau selalu berupaya melakukan apapun yang membuat saya suka. Usahanya memang selalu lebih menunjukkan perasaannya lebih dari sekedar kata-kata.

Usaha dan dukungannya membuat saya semangat belajar menjadi istri dan calon Ibu yang baik. Ia membuat saya belajar lebih peka dan bisa mengenalnya. 

Saya merasa, dipertemukan dengannya adalah karunia dari Allah S.W.T. Kami begitu dimudahkan dalam berkomunikasi dan berdiskusi. Suami saya seolah seperti cerminan dari diri saya. Keinginan dan hobi kami hampir serupa, itu juga anugerah dari Allah, sehingga kami dimudahkan dalam mengaplikasikan misi-misi rumah tangga kami. Alhamdulillah.

Ketika sedang sendiri, saya sering merenungkan kata-kata suami ketika Aa terlalu banyak memberi dan saya ingin tahu, “Apa yang Aa pengen dari Icha?”

“Mau Icha bahagia nikah sama Aa, ga menyesal,  bikin Icha makin sholehah.”
“Icha doain Aa yang penting, ingetin supaya aa cuma bawa rezeki yg halal, doain supaya kita bisa kuat selama LDM ini, dan LDM ini segera berlalu. Supaya aa bisa mendampingi icha, full time. Gitu sayang..”

Keinginan terbesar suami adalah bisa mendampingi istri dan keluarganya full time. Ya Allah, mau nangis banget. :””””
LDM ini bukan sebagai penghalang kebaikan ya yang. Insha Allah ini adalah rizki supaya kita bisa belajar dan lebih menghargai kebersamaan. Kelak ketika sudah tinggal bersama, jika mulai terasa kesal atau jenuh, kita bisa mengingat kalau LDM itu jauh tidak menyenangkan dan tidak ingin kita alami lagi. 

Semoga Allah memudahkan pekerjaan Aa,  melancarkan internship Icha. Amin.. Soal keturunan, seperti yang Aa bilang, “Kaya jodoh. Tugas kita hanya memantaskan diri.” Semoga kita bisa mempersiapkan diri supaya kelak kita bisa saling menyambut ketika LDM ini berakhir.

Kala Rindu,

Lembang, 27 Januari 2017 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s