Dibikin Bombay Film Black Mirror

Black Mirror, film series yang sedihnya luar biasa. Apalagi yang judulnya The Entire History of You sama Be Right Back, saya bisa nangis bahkan cuma karena ingat salah satu adegan di filmnya. Black Mirror ini mengangkat dampak negatif yang mungkin didapat dari kemajuan teknologi, ngeri banget.

Dua judul Black Mirror yang saya suka menceritakan tentang relationship. Apa sih yang bikin sedih dari dua filmnya?

The Entire History of You menceritakan kalau kita bisa merekam ingatan dan diubah dalam bentuk soft copy. Nanti ada remote control yang bisa nge-redo cuplikannya bahkan di zoom in videonya.  Bukan hanya kita yang bisa melihat, ingatan kita juga bisa dibuka via monitor TV, jadi semua orang bisa melihat ingatan kita kalau mau.

Di filmnya, si suami curiga dengan istrinya yang akrab dengan seorang pria yang dia ga kenal. Pas di selidiki ternyata di ingatan si cowok X ini ada satu cuplikan tentang istrinya.  Begitu dicek, ternyata ingatan istrinya juga punya ingatan tentang perselingkuhannya sama si X di rumahnya sendiri.  Suaminya patah hati banget dong. Apalagi pas akhirnya mereka pisah, dia ngeredo kejadian di rumahnya waktu bareng istri, bareng anak dan istrinya.  Sampai akhirnya doi memutuskan untuk melepas chip yang bisa meredo ingatan dari kepalanya. Buat apa mengingat masa lalu kalau jadinya menyakiti diri sendiri, kan?

Judul kedua favorit saya adalah Be Right Back.  Ini tentang istri yang kehilangan suami, lalu suatu saat ada robot yang bisa dipesan dan menyerupai suaminya.  Robotnya bisa bicara, berjalan, tapi tidak punya perasaan. Semua tindakannya dikontrol oleh program.  Yang bikin sedih adalah orang yang kita sayang itu ga bisa tergantikan.

Karena saya LDR, dua cerita ini banyak mengingatkan saya dengan suami, sama kentutnya, wangi keteknya, kamar kami yang jadi berantakan setiap bertemu, everything he did that makes me happy, usaha-usahanya yang tak tergantikan. Ga kebayang perasaan suami atau istri yang kehilangan pasangannya setelah bertahun-tahun menikah.  Apalagi yang berpisah karena salah satunya meninggal.  

Saya aja yang baru nikah hampir dua bulan tiba-tiba merasa memiliki kedekatan yang sebelumnya saya belum pernah punya. Sama orang tua pun jenis kedekatannya itu beda. Yang ini lebih deep, intimate,  dan addictive. Makanya pas beres nonton film black mirror jadi berderai air mata, inget kebaikan suami. Inget Allah baik banget memberikan kita pasangan yang membuat kita sebahagia ini.

Kehadirannya disyukuri, selagi masih ada bareng kita. Selagi jauh, doanya harus diperbanyak supaya Allah menjaga dan melindungi pasangan kita dimanapun Ia berada. Sekarang saya seolah mengalami distorsi waktu. Seolah saya sudah menikah dengan suami dalam waktu yang lama.  Padahal genap dua bulan juga belum. Alhamdulillah berarti dikasih kemudahan untuk saling mengenal setelah menikah ya.

Distorsi juga terjadi saat suami kembali pulang ke lokasi kerja. Suami naik travel atau keluar dari kosan aja udah bikin cirambay. Dan kalau udah pergi, saat di rumah atau di kosan saya nangis sesenggukan.  Baru aja ketemu udah kepisah lagi. Kangennya itu lohhh.  😭😭😭😭😭

Bersyukur banget Allah memberikan nikmat yang luar biasa.  Suami yang bageur, sholeh, ganteng, selalu work out supaya istrinya seneng, harusnya ini semua enggak saya take it for granted ya. Semua ini mahal banget dan spesial. Semoga saya bisa membalas kebaikan suami dan semoga Allah membalas berkali-kali lipat kebaikan dan kasih sayang yang diberikan suami bagi saya. Semoga kita bisa saling ngejaga. Semoga kita bisa terus saling belajar. 

Semoga kita bisa belajar banyak dan mendapat hikmah dari filmnya.  :” 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s