Hujan di Dermayu

Akhir-akhir ini Dermayu diguyur hujan yang sangat deras. Saya tidak bisa keluar kemana mana selepas magrib.  Ketika saya melewati jalanan yang mendung sepulang jalan sore, saya jadi ingat ketika pulang hujan-hujanan dengan suami malam-malam. 

Waktu itu kami naik becak, dan entah kenapa mamang becak justru bercerita tentang penculikan anak di Pantura. Katanya penculiknya mungkin menjual atau menjadikan anak-anak itu tumbal untuk ngelmu.  Serem banget :(( 

Meskipun hujan dan ceritanya menyeramkan, tapi bagi saya itu jadi malam yang cukup romantis. Sempit-sempitan di becak tapi super sweet. Kapan lagi kan bisa pacaran sama suami hujan-hujanan? 

Setiap mendung dan hujan yang deras, akan mengingatkan saya tentang suatu malam yang mencekam sekaligus romantis bersama dengan suami. How nice?? Ingatan ini yang akan membuat saya justru tersenyum saat hujan mencekam di Dermayu. Kenangan ini pula yang akan membuat saya tidak kesepian di perantauan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s