Dinamika Pernikahan Seumur Jagung

Bulan ini tepat 4 bulan pernikahan saya dan suami. Tidak ada perayaan bulanan atau ucapan anniversary. Bagi kami yang menjalani Long Distance Marriage, setiap pertemuan itu spesial, setiap komunikasi via video call juga sudah spesial.

Dinamika Setelah Menikah 

Setelah menikah, banyak sekali perubahan yang terjadi dalam hidup. Mulai saya yang ditugaskan di Indramayu.  Lalu mendadak saya mengeluhkan episkleritis yang sebelumnya tidak pernah. Kemudian Allah memberikan kami amanah baru, berupa janin yang tengah saya kandung. 

Perubahan terjadi begitu cepat.  Peran kami bertambah. Semula kami hanya menjadi pasangan suami istri lalu sekarang bertambah menjadi calon orang tua. Fokus kami sekarang berubah, bukan lagi memikirkan pasangan, tapi memikirkan Ibu dan si jabang bayik. 

Pada awalnya sungguh terasa chaos. Perubahan hormonal membuat hidup tidak karuan.  Suami pun jadi terabaikan karena si Ibuk sedang rewel-rewelnya. Hehehehe.  Ketika kami sama-sama santai, akhirnya kami memutuskan untuk berpura-pura saya sedang tidak hamil dan menikmati waktu pacaran berdua. Hahahaha..

Peran Besar Suami

Suami saya sangat berperan dalam membantu saya dengan semua perubahan ini. Ia sangat sabar dengan adaptasi saya terhadap kehamilan. Ia sabar dengan keluhan-keluhan fisik dan perubahan hormonal yang membuat saya syuuuuuu …. terjun bebas.

Suami menemani saya berbicara setiap hari.  Ia sering meminta video call di malam hari dan membuat saya lebih bahagia. Saat pulang ke Indramayu, Ia membantu saya membereskan kamar.  Karena saya mudah lelah, mudah muntah, dan juga mudah pusing, akhirnya  kamar saya menjadi berantakan. Ia juga membantu saya mencuci piring karena saya muntah-muntah jika cuci piring. Alhamdulillah bagi saya sikap suami itu sangat romantis.

Saat ada rizki akhirnya suami membelikan saya TV karena saya mulai bosan berada di kosan.  Senang sekali melihat suami anteng memasang TV, sedangkan saya hanya tiduran melihatnya sibuk. Hihi.  Bahagia sekali akhirnya bisa menikmati surga dunia, tiduran sambil menonton televisi dengan suami.  Syurgaaaaaa ❤

Bumil, Ngidamkah?

Selama hamil, saya tidak ngidam aneh-aneh. Yang jelas jadi mudah mual ketika mencium bau-bauan.  Lucunya, saat itu padahal saya sedang pilek, tapi entah kenapa kok saya merasa suami jadi bau.  Padahal tiap bertemu juga biasa-biasa saja. Suami bilang, biasanya Ibu hamil memang jadi mudal sebel sama suaminya.  Hahahaha. Tapi alhamdulillah suami sholeh banget dan sabar dengan saya yang sensitif. Ia sikat gigi setelah makan atau makan Go Fresh, jadi mulutnya berbau segar. Ia lalu mengatakan ‘Hahhh’ sembari mendekat. “Wangi kaan?”Katanya.  Hehee. Unchhh :*

Dibalik Ibu yang Bahagia, Ada Suami yang Sabar dan Mensupport

Awal kehamilan adalah masa yang berat bagi seorang perempuan. 

  • Ada adaptasi dengan perubahan fisik dan hormonal yang sangat menguras tenaga dan bathin
  • Ada perubahan karena mulai lupa memperhatikan suami dan itu membuat seorang perempuan bersedih
  • Terbayang beban sebentar lagi akan menjadi seorang Ibu dan akan mendidik buah hati

Perubahan ini sangat membuat stres.  Saya yang memiliki kepribadian thinking pun mendadak auto shutdown.  Buntu.  Saya pusing dan tidak mau berpikir.  Semua teori yang dulu saya baca lari entah ke mana. Sekarang pun berat sekali untuk mulai kembali membaca mengenai parenting.  Hingga suami dengan sabar mengikuti saya yang ogah-ogahan.  Ia tidak pernah memaksa.  Ia berusaha menyenangkan saya, mengikuti pace belajar saya yang terjun payung.  

Ia tahu betul bahwa saya begitu stres.  Makanya Ia tidak banyak menuntut.  Ia berusaha mencarikan saya buku-buku yang ringan dan menyenangkan, seperti bukunya Ibu @retnohening.  Ia juga membuat saya ikut matrikulasi Ibu Profesional. Hihi.  Padahal dari dulu saya sangat ingin dan begitu semangat. Sekarang saya cuma butuh pelukan dan dukungan suami. Itu jauh lebih dari cukup. 

Dag Dig Dug Duarrr

6 minggu lagu baby bala-bala memasuki usia 16 minggu. Maka Ia memasuki pendidikan pertama karena pendengarannya sudah mulai berfungsi.  Saya dan suami tersayang perlu mengencangkan ikat kepala karena tugas kami akan segera dimulai.  Kami akan mulai memperkenalkan buah hati kami pada Allah yang Maha Kuasa,pada Rasulullah, pada kedua orang tuanya, keluarganya, dan tentu saja hari-harinya akan lebih banyak diisi dengan lantunan ayat suci Al-Quran.  Rencananya saya dan suami lah yang akan membacakan sendiri untuk buah hati kami.  Berhubung suami berada di luar kota, Ia akan membuat rekaman suara menggunakan handphone.

Ini baru awal dari perjalanan kami yang sebenarnya. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan kepada kami.  Amin..  

Semoga baby, suami, dan seluruh keluarga selalu dalam lindungan Allah S.W.T. amin..   

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s