Ayah dan Bahasa Cintanya

Nak, Ayahmu itu punya cara yang berbeda untuk mengungkapkan perasaannya.

Sumber: m.repubblica.it

Mungkin nanti kamu lebih ngefans sama Ayah daripada Ibuk. Tapi nanti kalau Ayahmu sibuk mungkin juga kamu malah menyangka Ayah itu kurang perhatian. Ibuk cuma mau bilang, Ayah sangat sayang dengan kamu bahkan sebelum kamu lahir.
Keinginan Memiliki Buah Hati

Ayahmu itu ingin sekali cepat punya anak.  Pokoknya kami memutuskan untuk tidak menunda kehamilan, dengan harapan dapat segera diberikan momongan.  Usaha kami lakukan dengan menjaga kesehatan, makan suplemen vitamin,  berolahraga, dan juga menjaga bobot tubuh.

Kadang Ibuk ke Jakarta ketemu Ayahmu, kadang Ayah ke Indramayu. Kami seolah kejar setoran. Ayahmu nda pernah bilang kalau Ia tertekan, tapi dari wajahnya Ayah mukanya stres. Beban ingin punya anak ini seolah tanggung jawab Ayah. Akhirnya Ibuk bilang ke Ayah, lebih baik rencana punya anak kami tunda karena target ini justru membuat kami lupa menikmati waktu sebagai pasangan baru.

Tak disangka, dua minggu setelah ikrar kami tidak kejar setoran, Allah memberikan kebahagiaan.  Ternyata Ibuk hamil. :””” Alhamdulillah. Barangkali selama ini kami terlalu stres.

Arti Diamnya Ayah

Cobalah untuk lebih memahami diamnya Ayah. Meski Ayah diam, Ayahlah yang begitu ingin memiliki keturunan. Betapa senangnya Ibuk ketika melihat wajah sumringah Ayah.

Sejak beberapa minggu menikah, Ayah memutuskan untuk menaikkan target amalan yauminya (sambil ajak-ajak Ibuk). Katanya, setelah menikah beban dan tanggung jawab Ayah berubah. Shalat Dhuha setiap hari tidak pernah Ayah lewatkan. Mungkin Anak Ibu adalah rizki dan jawaban dari doa-doa Ayah.  :”

Ayah selalu mendoakan kita dari jauh. Meski Ayah sibuk dan tidak bawel seperti Ibuk, Ayah selalu mengkhawatirkan kita. Tapi Ia harus bekerja untuk Ibu belanja dan untuk membiayai kamu sekolah, Sayang. Semoga kita yang lebih tidak sibuk ini mampu menghargai kesibukan Ayah dan mampu menyambut kedatangannya saat Ia pulang ya, Nak.

Cinta Itu Kata Kerja

Pernah suatu hari Ayah tidak sengaja membuat Ibuk kesal. Entahlah hormonal saat hamil membuat emosi Ibuk meledak-ledak.  Waktu itu Ibuk memilih untuk mengutarakan kekesalan Ibuk, dibandingkan dengan mematikan HP dan memperkeruh suasana. Ayah saat itu sangat sabar mendengarkan, apa yang membuat Ibu marah? Ayah meminta maaf karena tidak peka terhadap Ibuk.  

Saat itu Ibuk bilang, tidak apa-apa karena kita baru menikah. Tentu masih banyak yang belum kita pahami dari pasangan.  Ibuk pun meminta maaf karena Ibuk lebay dan super sensitif. Ayah buru-buru pulang karena takut Ibuk masih marah, padahal Ibu sudah tidak marah. Tapi Ibuk sangat terharu dengan usaha Ayah untuk segera datang dan bertemu Ibuk secara langsung.

Ayah bilang, “I love you.” 

Ibuk saat itu masih gelendotan dipelukan Ayah bilang, “I don’t love you.”

Padahal karena sudah tidak tahu lagi harus bilang apa saking cintanya sama Ayahmu. Hihi. Mungkin karena bahasa cinta kami itu tidak dominan pada kata-kata, kami jarang sekali bicara manis satu sama lain. Dan itu tidak menjadi masalah. 

Bicara dengan Bahasanya

Ayah kamu itu spesial. Ia mungkin jarang sekali bilang sayang. Tapi Ia akan selalu sayang sama kita. Coba perhatikan, Ayahmu kalau sedang di rumah akan mengusahakan mengantar atau menjemput kita.  Ayah juga tidak akan sungkan kerepotan membantu kita.

Saat Ibuk hamil 11 minggu, keluhan mual muntah masih sangat tinggi.  Kosan Ibuk tinggalkan selama hampir 10 hari karena Ibuk harus bedrest di Lembang.  Setelah izin Ibuk habis, Ibuk diantar Ayah ke Indramayu. Perjalanan hari itu begitu melelahkan bagi kami.  Mungkin karena cuaca sedang sangat panas. Sampai di kosan kami sudah sangat kehabisan tenaga.

Tapi ya gitu deh Ayah kamu. Begitu sampai kosan Ia melihat paket reflektor AC. Ia bergegas membuka paket lalu memasangnya. Zzzzz.  Padahal tadi sudah lemes tapi kalau ada “mainan” baru langsung ON. Wkwkwkwk. Ayah sengaja memesan reflektor AC, katanya supaya badan Ibuk nda kena AC langsung. Sweet banget ya Ayah. :” 

Ayah kamu itu super hero banget deh. Ayah bantuin Ibuk cuci piring. Beliau tahu Ibuk muntah-muntah melihat bekas makanan yang menjijikkan. Apalagi flush kloset itu memang sejak awal mampet dan sepertinya sudah perlu sedot wc. Hasilnya, ditinggal seminggu lebih keluar bau yang sangat tidak sedap dari kloset. Padahal tidak nampak kotoran sama sekali.  Tapi baunya….. Ampun!!! 

Bersyukur Ayahmu sangat siaga. Ayah yang pertama kali membuka penutup kloset. Begitu Ibuk mengintip Ayah di kamar mandi, Ibuk langsung mual seketika. Baukkk banget :((((( . Ayah langsung bilang, “Yang jangan kesini. Besok Aa bersihin ya.” Ayah langsung menutup pintu kamar mandi. 

Belum lagi dinding kamar mandi kok cepat sekali kotor dan memunculkan warna kerak kehitaman. Padahal baru ditinggal sebentar dan saat sebelum Ibuk pulang kondisinya masih OK. Luar biasanya Ayah kamu nak.  Esok hari setelah badan Ayah lebih fit, Ia mulai bebersih kamar mandi.

Pagi-pagi setelah sarapan Ayah bergegas ingin membersihkan kamar mandi. Ibuk memberikan Ayah masker. Ibuk memberi tahu mana sikat untuk lantai dan mana sikat untuk kloset. Ayah pun masuk ke kamar mandi, berbekal pembersih kloset dan pewangi lantai. Lama Ayah di kamar mandi. Ibuk pun sedikit-sedikit membersihkan kamar dan mengepel lantai (yang entah kapan terakhir di pel).  Hehe.  Supaya saat Ayah selesai, kamar juga sudah lebih rapih. 

Ayah pun selesai. Kamar mandi jadi super cling. Bahkan Ayah menempelkan pewangi kloset, yang pasangnya itu harus lap-lap kloset dulu baru ditempel.  Super banget deh Ayah kamu. Waktu Ibu tanya, Ini pertama kali Ayah mberesin kamar mandi seumur hidupnya. Dan Ayah totalitas banget bikin kamar mandinya super bersih.  Terharuuuuuu :””””””

Pengorbanan demi anak istri itu bikin Ayah rela melakukan apapun, Nak.  :”””

Tidak lupa Ayah membelikan Ibuk pengharum kamar mandi, pembersih kloset, pengharum kloset, kamper,  dan penyerap bau.  Memang kamar mandinya perlu perhatian yang sesuatu. Pfffft. Ayah juga yang memasangkan semua itu di kamar mandi, Sayang.

“Gimana, puas ga sama service Aa? ” Tanya Ayah.  

Ibuk sampe mewek bombay waktu Ayah pulang saking bahagianya. Terharu banget sama usaha-usahanya Ayah. 

Pasti Ayah ini membuat standar calon pasangan dalam hidup jadi tinggi ya, Ayah yang sangat bertanggung jawab dan mengayomi keluarganya.

Semoga catatan ini bisa menjadi pengingat kita mengenai kebaikan-kebaikan Ayah, membuat kita bisa memahami dan membalas kasih sayang Ayah ya..

.

.

.
Cerita untuk anak Ibu

Indramayu, 15 Mei 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s