Hari – Hari Spesial Bersama Suamik 

Baper banget rasanya waktu suamik kembali ke Sulawesi. Sejak H-1 lebaran suamik menemani saya di Indramayu karena harus jaga hampir setiap hari ketika libur lebaran. Sekarang suamik harus berjuang lagi di perantauan.  :”

Mamih, atau Ibu mertua, hampir selalu bercerita mengenai kehidupannya bersama Alm. Pak Bambang. Meski belum pernah bertemu rasanya saya mengerti dari mana datangnya sifat baik super romantis yang ada pada suamik saya.

Saat suamik menemani lebaran tanpa libur saya, Ia betul-betul full mendampingi saya.  Ia menemani saya tidur saat post jaga.  Ia memasak nasi dan menyiapkan lauk untuk sarapan atau makan siang. Terkadang suamik juga menyiapkan bekal untuk saya jaga malam.

Betapa senangnya karena suamik bisa menemani saya berangkat dan pergi bekerja.  Saya selalu tidak sabar untuk segera pulang karena suamik akan segera menyambut saya. Kadang suami menjemput ke RS atau menunggu di kosan.

Alhamdulillah Allah memberikan rizki untuk bersama suamik pada 10 hari terakhir ini. Entahlah bagaimana bisa ada orang sebaik dan setulus suami. H-1 lebaran Ia datang, membawa berbagai makanan titipan. Mulai dari ketupat, opor, sampai berbagai macam kue. Setelah sahur suami langsung tancap gas ke Indramayu. 

Rizki dari Allah juga saya mendapat tugas jaga malam saat hari lebaran.  Jadinya saya punya kesempatan shalat Ied bersama dengan suami kesayangan. Pada malam takbiran pun kami keluar untuk melihat pawai di jalan raya.  

Setelah shalat Ied di Alun-Alun Indramayu. Foto diambil di depan Mesjid Agung Indramayu

Suamik benar-benar membantu meringankan beban saya di kosan. Ia membantu saya mencuci piring atau memasak karena saya lebih banyak tidur untuk menyimpan energi. Barulah saat jadwal jaga saya mulai lebih normal pekerjaan rumah tangga seperti mencuci sudah bisa saya lakukan.  Tapi sejak saya hamil suami benar-benar sigap.  Bahkan selimut yang kadang saya tunda untuk dilipat juga seringnya lebih dulu dirapihkan oleh suami.

Suami pun membantu saya membeli oleh-oleh ketika saya masih harus jaga. Saya merasakan betul bagaimana saya dan suami saling bekerja sama agar bisa menyelesaikan pekerjaan. Akhirnya tanggal 30 Juni saya baru bisa libur. Kesempatan itu saya gunakan untuk mudik ditemani suami tercinta.

Kami silaturahmi ke Pamanukan, dilanjutkan silaturahmi ke Lembang. Keesokan harinya kami ada acara Tasyakur 4 bulanan si kecil. Saat pengajian itu pula saya akhirnya bisa merasakan tendangan jagoan di dalam kandungan.  Jedukkk!!! Tiga kali iya memberikan kejutan.

Setelah tasyakur 4 bulanan baby A

Tidak sampai disitu, saat saya menginap di hotel bersama suamik, si kecil sering kali menendang perut saya dengan kencang. Tapi bila dipanggil atau didekati oleh Ayahnya, justru Ia malah diam. Hahaha.  Dasar.
Tibalah saat suamik harus pergi kembali ke Sulawesi.  Sedih sekali rasanya karena selama di Jakarta suami bisa lebih sering pulang. Rasanya berat. Saya pun tak kuasa mewek sedih sambil memeluk suami.  Mudah-mudahan suami dimudahkan dalam pekerjaan dan segala urusannya, dijaga selalu oleh Allah.  Semoga saya dan baby A bisa selalu sehat dan dilindungi oleh Allah.  Aamiinn… 

Sebelum misua kembali ke hutan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s