My Happy Preggo Diary 

Alhamdulillah, mengandung itu rasanya nikmat banget. Setelah melewati fase berat di trimester pertama,  sekarang mulai menikmati fase indah.  Si kecil mulai semakin aktif bergerak, mulai dari gerakan mengetuk perut santai, sampai menendang heboh sahabekna ala pemain bola.

Tendangannya itu juga bentuk komunikasi. Kalau lapar si kecil menendang dalam tempo reguler dan cukup keras. Kalau kesal tendangannya sekali hantam.  😂 Biasanya kalau ditinggal teleponan sama nenek atau ayahnya tanpa loude speaker atau saat saya senggang tapi tidak mengajaknya bicara. Yang paling gemas adalah saat mendengarkan suara rekaman mengaji ayahnya,  Ia bergerak girang heboh, ke kanan dan ke kiri.

Semakin lama baby ibok semakin mirip ayah.  Mulai dari ngambek saat lapar dan juga protes saat mendengar lagu yang Ia tidak suka.  Kadang setelah rekaman ayahnya suka terputar lagu berikutnya, biasanya lagu Indie yang menurut baby, “Naon sih?” Wkwkwk.  Curiga si dia bakal girang banget kalau didengarkan lagu-lagu ayahnya. 😂

Sekarang juga saya sudah enak makan dan enak minum susu hamil. Sayangnya, sekarang mulai tidak bisa makan banyak karena perut semakin terdesak. Jalan kaki juga mulai berat karena bobot saya sudah naik 6kg ++. 😂 Kata suami, langsing saya hanya bertahan selama dua bulan pernikahan.  Malah sekarang suami yang makin ramping dan terlihat semakin sehat. Hihi.

Rasanya nikmat sekali, jalan ngageboy rada ngajegang sembari memegang perut yang semakin terasa teregang dan sesak. Apalagi dua hari ini rasanya otot, kulit, dan jaringan di perut sangat teregang dan ngilu. Tapi ngilunya mengingatkan saya bahwa di kecil berarti sedang tumbuh. Apalagi sekarang sudah memasuki usia 19 minggu.

Sejak menginjak usia 4 bulan saya semakin aktif mengajaknya berbicara dan bercerita. Saya ajak Ia saat hendak shalat wajib atau shalat sunnah. Adanya baby ini membuat saya dan suami lebih bersyukur lagi kepada Allah. Si kecil juga memotivasi kami untuk lebih banyak beribadah. Bukan hanya itu, pekerjaan saya di rumah sakit pun terasa lebih mudah. 

Si kecil jarang sekali mengeluh jika saya cuek atau terlalu sibuk.  Biasanya saat jam makan saya molor terlalu lama saja Ia mulai protes.  Sisanya, saya merasa bebas aktif bergerak dan beraktivitas. Saya juga merasa lebih semangat karena saya ingin menanamkan semangat bekerja dan belajar kepada baby yang ada di dalam kandungan. Rasanya berbeda, semangatnya juga berbeda. Saya jauh lebih ceria meski banyak kesibukan.

Suami pun banyak memberikan support kepada saya dan baby. Ia rutin menghubungi saya baik via telpon ataupun video call. Perhatiannya membuat saya lebih semangat lagi. Pendidikan anak bagi kami bukan hanya tugas Ibu, tapi juga tugas bersama.  Baby harus sejak dini mengenal dan berinteraksi dengan ayahnya.  Maka kami mulai menyalakan loud speaker saat mengobrol via telepon ataupun video call. Saya pun setiap hari memperdengarkan suara ayahnya. Iki lo nak, bapak yang sayang banget sama kamu.  :*

Anak-anak Palestina itu diberi pendidikan Alquran sejak dalam kandungan. Berbeda dengan Ibu Yahudi yang katanya belajar ilmu pengetahuan ataupun matematika saat hamil agar anaknya pintar. Ngitung duit mah nanti juga bisa ya, nak? Wkwk. Jadi yang penting mendidik agar jadi anak sholeh saja dulu. Nanti mau apa saja yang penting bisa bermanfaat. Kalau nanti kamu jadi dokter bedah risiko tidak ditanggung ya. Wkwk. Soalnya baby banyak terpapar kasus bedah selama menemani saya di IGD. Hihi.  

Harus semangat nih hap hap happ!! Tilawah saya masih kendor. Baca buku juga masih kendor. Pokoknya temenin Ibuk ya sayang. Kita sama-sama belajar supaya lebih deket lagi sama Allah. We love you anak Ibukk dan ayah!!  😘 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s