Tentang Anak

Anak itu adalah titipan.  Sejak di UGD, saya banyak melihat pasien anak yang sakit berat, sakaratul maut, atau datang dalam keadaan meninggal.  Tidak jarang pula orang tua datang membawa anak yang keadaannya aman bahkan tidak mengkhawatirkan ke UGD.

Anak adalah titipan. Kita tidak bisa menjamin berapa lama Allah akan menitipkan anak tersebut kepada kita. Jika banyak orang tua yang terlalu cemas dengan kondisi anak, pantas saja. Karena begitu berharganya seorang anak di mata orang tua. 

Waktu hidup anak di dunia ini berbeda.  Ada anak yang hidup di dalam kandungan saja. Ada yang menghirup udara bebas di dunia beberapa jam hingga hari. Yang miris adalah jika anak hidup tidak sampai menginjak masa sekolah, di saat sedang lucu “lucunya”.

Amanah menjaga anak-anak sangat berat. Ternyata membesarkan hingga dewasa seperti kita saat ini itu butuh perjuangan yang sangat panjang.  Betapa panjang kekhawatiran yang dirasakan oleh orang tua.  Bahkan sampai kita menjadi orang tua pun, tetaplah kita menjadi anak-anak bagi orang tua kita.

Hal ini menyadarkan saya agar lebih bersyukur lagi dengan waktu yang ada bersama anak di dalam kandungan. Berapa lama pun anak kita hidup, kita harus ikhlas.  Kita harus syukuri. Kebersamaan yang ada harus dimanfaatkan dengan kebaikan yang dijalankan bersama-sama.  Sehat selalu ya baby A. Terima kasih sudah jadi teman main setiap hari.  Ibok loves you. 😘

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s