Sama – Sama Happy : Mbok Jangan Gengsi

Jarang-jarang ngeliat suamik pake baju rapih.  Sekalinya liat beliau seragaman langsung deh super howwwttt ๐Ÿ˜†. Suami akhirnya balik lagi ke proyek, setelah sekian lama ngendok di Jekardah.  Kasian banget suamik terpenjara dalam kota. Wkwkwk. Secara di Jakarta suami tercinta lebih banyak mengurusi pekerjaan administrasi. Alhamdulillah hikmahnya suami bisa sering mengunjungi saya di Indramayu dan menemani saya saat diserang mual muntah di awal kehamilan. 

Di pelosok suamik nampak sumringah, bahagia karena memang pekerjaannya lebih bervariasi di sana. Kalau suamik happy, saya pun happy. Walau kadang saya super baper kalau kangen.  Atau kadang saat suami sibuk saya jadi kesal sendiri. Tapi kalo kangen mbok ya ga usah gengsi. Sambil kesal dalam hati saya akan bilang ke suami, “Nanti telpon ya atau video call. ๐Ÿ˜† Ngambek tapi butuh. Hihi.  Saya memang selalu butuh asupan energi berupa ungkapan kasih sayang dari suami dan perhatian yang intens. Perempuan memang begitu. ๐Ÿ˜‰

Kadang saya suka pura-pura bodoh dan berharap laki-laki lebih peka. Tapi kebutuhan kita nanti tidak akan tercukupi kalau hanya diam dan menanti. Hihi. Dan alhamdulillah suami sangat perhatian dan memfasilitasi kebutuhan saya akan komunikasi dengan beliau. Walau kayanya kebanyakan suami lebih banyak mendengarkan cerita saya yang ngalor ngidul sih.  ๐Ÿ™ˆ

Tapi serius, hal itu membuat saya tidak begitu kehilangan saat di tinggal suamik. Saya bisa tetap merasakan kehadiran dan perhatiannya walau dari jauh. Hihi. Terima kasih Pak Suami, telah memberikan banyak kasih sayang, perhatian, dan pengertian pada istri yang manis manja ini.

Nanti ada dua orang ciwi cantik yang ngintilin Pak Suami. Hayoloh berangkat ke proyek hati jadi lebih berat. ๐Ÿ˜

Pregnancy Story : Beda Orang, Beda Kondisi

Ternyata, mengandung adalah perjuangan.

Saat jaga malam kemarin, perut saya begitu tegang dan mengeras. Kata bidan yang sedang di IGD, “Hati-hati perutnya kenceng banget.” Itu sekitar pukul 10 malam.  Ternyata perut saya terus kencang sampai pukul 6 pagi. Saya yang baru pertama kali merasakan perut tegang yang sangat lama kebingungan dan mulai khawatir. Saya pun kembali masuk ke ruang kebidanan IGD. 

Bu Haji bilang, “Aduh dok.. Khawatir.  Lagi hamil segini rawan banget keluar lagi. Cepet-cepet minum obat antikontraksi terus tiduran.” Baru saja satu hari sebelumnya saya kedatangan pasien yang spontan mengeluarkan bayi saat usia menjelang 5 bulan, usia kandungannya tidak jauh berbeda dengan saya. Ternyata ini kondisi serius.  ๐Ÿ˜ฐ

Jaga malam itu memang cukup ramai. Banyak sekali pasien anak yang harus membuat saya mondar mandir. Biasanya paling tidak saya bisa berbaring 1-2 jam. Malam itu benar-benar saya tidak bisa istirahat. Fisik saya tidak merasa terlalu lelah atau bagaimana karena memang sudah biasa. Tapi ternyata rahim saya memerlukan rebahan agar tidak terlalu tegang.

Sepulang jaga saya langsung istirahat. Saya malah tidak memakan sarapan yang dibeli, karena dipikiran saya hanya ‘pokonya harus segera tidur’. Jadi saya tidak nafsu makan sama sekali.  Barulah siangnya saya makan sebelum kontrol ke dokter kandungan.

Saat sudah menunggu sekitar 30 menit, ternyata dokter yang biasa saya kunjungi tidak ada.  Jadilah saya berkonsultasi dengan dokter lain karena memang ini urgent.  Akhirnya saya diperiksa oleh dokter Wahyudi, dokter kandungan yang juga praktek di rsud Indramayu. Syukurlah saya bisa banyak berkonsultasi dengan beliau dan mendapatkan penjelasan yang dapat dimengerti.

Setelah di USG, ternyata sebagian plasenta saya letaknya rendah, jadi kondisinya disebut dengan low lying plasenta. Mungkin ini yang menyebabkan rahim jadi mudah tegang dan kontraksi, selain karena saya kurang istirahat. Pantas saja dulu saat awak kehamilan saya sempat keluar darah dari jalan lahir. Ternyata karena letak plasentanya memang rendah. Mudah-mudahan posisinya bisa berubah seiring bertambahnya usia kehamilan.

Dokter Wahyudi bilang, “Obatnya cuma bedrest.” Saya pun diminta untuk istirahat tiga hari. Ya Allah, ternyata mengandung itu penuh perjuangan ya. Jangan keluar terlalu dini ya nak, nanti kalau sudah kuat tumbuh sendiri di luar baru boleh. :”

Saya ingat bahwa sejak awal hamil kondisi saya memang berbeda dengan orang lain. Awalnya saya ingin hamil seperti orang biasa, yang tetap aktif dan melakukan aktivitas normal. Saya banyak berjalan kaki. Saya juga aktif bergerak ketika bekerja di RS.  Tapi ternyata kondisi saya berbeda dengan Ibu hamil lainnya yang masih bisa beraktivitas normal. Saya harus bersabar ketika orang lain bilang, “Jangan dibawa males nanti anaknya jadi rewel.” atau banyak yang bilang, “Dulu saya hamil masih jaga sampai hamil tua, masih kuat nyetir motor juga.”

Kondisi saya berbeda.  Rahim saya dibawa jaga, yang menurut saya biasa saja sudah mengeluarkan warning.  Saya harus ikhlas menerima bahwa saya memang harus membatasi aktivitas meski saya ingin. I deserve to fight my pregnancy. 

Alhamdulillah suami dan keluarga mendukung.  Bila terjadi sesuatu lagi saya harus cuti internsip. Jika memang saya tidak diizinkan untuk cuti, jalan satu satunya adalah resign.

Saya berpikir, mengapa Allah memberikan satu persatu ujian kepada saya dan keluarga? Kenapa ya Allah? Lalu saya ingat betapa Allah juga memudahkan kehidupan saya yang lainnya. Betapa Allah memberikan Kasih Sayang, Rahmat, dan Karunia-Nya pada saya dan keluarga.

Saat menaiki becak di perjalanan pulang tadi saya hanya bisa istigfar.  Ampuni kesalah hamba dan keluarga ya Allah. Saya sadar harus sabar dan tetap tawakal. 

Semoga kita ketemu setelah kamu aterm, baby girl. Puas-puasin bobo dan main di perut Bunda ya.  ๐Ÿ˜˜

Mengenang Pak Amir Guru SMA

Guru Kimia saya waktu SMA, Pak Amir, bilang, “Kuliahlah ke Unpad, ke kedokteran,  ke ITB.” Selalu diulang-ulang pada setiap kelasnya.  Pada saat itu, guru lain cenderung memberikan dukungan untuk masuk PTN favorit pada anak yang ranking di sekolah. Padahal ada anak-anak malas di belakang sana, yang hanya membutuhkan motivasi, dukungan, dan kepercayaan dari bapak dan ibu.

Terima kasih pak Amir, karena bapak ada golongan mediocre seperti saya yang bisa kuliah di Fakultas Kedokteran Unpad. Karena setiap orang itu berhak untuk bermimpi untuk kuliah di mana saja dan memperjuangkan mimpinya.

Ini jadi pelajaran juga bagi saya sebagai calon orang tua. Kelak saya harus memberikan motivasi, dukungan, dan kepercayaan agar anak-anak bisa bermimpi setinggi-tingginya dan juga meraihnya. 

Cerita Kehamilanku : Trimester Pertamaย 

Masa kehamilan trimester satu adalah masa paling drama, yang terberat selama kehamilan. Saat awal hamil, saya sedang internsip di Puskesmas Kedokanbunder, yang jaraknya 30 Km dari tempat tinggal saya.  Artinya, setiap hari saya harus PP 60 Km.  Saat itu saya juga sedang LDR, suami di Jakarta, saya di Indramayu.

Mual Muntah

Mual muntah adalah masalah yang akan dihadapi oleh hampir setiap Ibu hamil di trimester pertama.  Perubahan hormonal di dalam tubuh membuat Ibu mudah mual dan muntah, terutama pada pagi hari ataupun malam hari. Apalagi bila sebelumnya Ibu punya masalah lambung, ketika hamil biasanya gejala mual muntahnya akan semakin bertambah.

Sulit sekali untuk makan ataupun minum susu, karena penciuman semakin sensitif. Makanan yang berempah akan turut merangsang refleks untuk muntah. Awalnya saya chaos saat pertama kali menghadapi mual muntah. Baru sarapan, makanan sudah keluar. Baru makan malam, makanan lagi lagi keluar.  Padahal saya hanya membeli satu porsi saja.

Akhirnya saya mulai bangkit dan mendownload aplikasi di app store dan mencari artikel terpercaya yang praktis dan mudah dibaca. Setelah saya baca, ternyata memang Ibu hamil saat trimester pertama itu mengalami perubahan hormonal besar-besaran yang membuat mual muntah, tubuh terasa lelah, dan juga terjadi perubahan fisik. Belum lagi ada perubahan peran, dari seorang istri menjadi seorang calon Ibu. Perasaan Ibu menjadi sangat sangat sensitif.

Bagaimana persiapan nutrisi Ibu hamil di trimester pertama? Ini dia tips and tricknya:

1. Makan porsi kecil tapi sering

2. Sediakan snack atau crackers di kantong karna akan terjadi serangan lapar kapan saja. Pilih snack yang tidak banyak mengandung coklat. 

3. Jauhi makan asam, pedas, dan terlalu berempah

4. Jangan dulu makan buah kecuali pepaya dan semangka. Karena buah yang asam semakin menambah jumlah asam dalam lambung, nanti perut akan kembung dan terjadi refleks muntah lagi. 

5. Jangan dulu makan coklat, ketan, dan singkong. Karena coklat mengandung asam, sedangkan ketan dan singkong menambah gas dalam lambung. 

6. Kalau mual jangan dulu memaksakan minum susu hamil.  Yang penting tetap konsumsi suplemen asam folat. Konsumsi suplemen zat besi bisa saat sebelum tidur karena mual.  

7. Bangun tidur : jangan langsung turun dari tempat tidur, miring kiri dulu, lalu duduk.  Kemudian kita makan snack.  Setelah 15-30 menit baru kita turun pelan-pelan. Dulu saya sedia biskuit atau sereal.  

8. Sebelum tidur : 2 jam sebelum tidur tidak boleh lagi makan makanan berat.  Bagi yang memiliki masalah lambung, sebelum tidur baiknya mengunyah biskuit atau crackers. Jadi pagi hari tidak terlalu menyiksa dan bisa berkurang keluhannya.

9. Apabila BB turun drastis sebaiknya konsultasi lada dokter agar diberi obat tambahan untuk mencegah mual dan muntah berlebih. 

10. Jangan lupa tetap atur pola makan walau sudah minum obat.

11. Boleh banget ndusel-ndusel suami karena tetap support pasangan adalah obat yang mujarab. Hehe 

12. Minum sedikit-sedikit.  Minum yang banyak dalam waktu singkat membuat lambung cepat terasa sesak dan merangsang muntah. 

Mudah Lelah

Setelah saya baca di app  Baby Center, katanya bumil itu mudah sekali lelah. Saya pun merasakan yang sama.  Capeknya banget banget.  Biasanya sepulang dari Puskesmas saya sudah sangat kelelahan dan cepat-cepat tidur.  Menurut artikel, bumil memang butuh lebih banyak beristirahat. Apalagi trimester satu itu fisik super ngedrop. Sebelumnya saya jarang sekali laundry pakaian.  Demi menjaga fisik supaya tidak semakin drop akhirnya saya memutuskan untuk laundry saja.

Masa Paling Rentan

Trimester satu itu masa yang paling rentan. Bisa perdarahan, bisa mudah keguguran, atau jika salah minum obat bisa menyebabkan keguguran.  Maka dari itu penting untuk kontrol rutin dan mengkonsumsi vitamin, terutama asam folat saat diketahui adanya kehamilan sampai trimester satu. Karena saat trimester awal itu masa pertumbuhan janin sangat kompleks. Ia sedang membentuk cikal bakal sistem syaraf dan sistem tubuh lainnya.

Asupan makanan harus dijaga, asupan obat yang masuk pun harus dijaga. Apakah obat yang sedang dikonsumsi aman untuk kehamilan atau tidak? Benturan, guncangan di kendaraan yang hebat atau jatuh pun sangat riskan bagi Ibu hamil. Selain itu, aktivitas seksual juga perlu disesuaikan selama masa kehamilan. Rutin kontrol ke dokter sangat penting agar kesehatan Ibu dan Janin bisa terpantau. 

Supporting System

Ibu hamil memerlukan dukungan yang sangat besar dari keluarga, terutama dari pasangan.  Saat trimester satu itu suami perlu banyak memberikan pengertian, karena Ibu hamil jadi tidak seoptimal dulu saat melayani pasangan.  Selain itu, Ibu hamil juga perlu memberikan support kepada suami, dengan berbagi setiap perkembangan janin misalnya.  Karena hal berat bukan hanya dialami Ibu.  Suami yang mengalami perubahan peran pun sebenarnya memiliki kekhawatiran yang sulit untuk dijelaskan.  

Trimester satu ini adalah ujian bagi pasangan. Karena di satu sisi, Allah sedang memberikan nikmat berupa janin yang tengah di kandung.  Di sisi lain, calon Ibu dan bapak harus bekerja sama untuk menghadapi setiap kesulitan saat kehamilan. Saling memberikan pengertian dan perhatian pada pasangan membuat bumil dan pakmil insyaAllah akan survive dengan up and down trimester pertama. Semoga Allah memudahkan teman-teman yang sedang nikmat-nikmatnya di kehamilan trimester pertama ya.  ๐Ÿ˜š