Generasi Rabbani

Jika saya menjadi orang tua, saya ingin memberikan bekal dasar untuk anak-anak saya. Kelak, saya ingin mengajarkan mengenai pentingnya reasoning. Mengapa kita harus belajar? Mengapa kita harus bisa membaca? Mengapa kita harus menulis dan berpikir?

Sebagai seorang hamba Allah, kita harus berusaha agar menjadi insan yang Rabbani. Hassan Al Banna mendefinisikan, “Insan Rabbani adalah pribadi yang membentuk diri agar menjadi insan kamil yang mempunyai aqidah sejahtera, ibadah yang shahih, akhlak yang mantap, pikiran yang berasaskan ilmu, tubuh yang kuat, hidup yang berdikari, diri yang berjihad, menghargai waktu, tugas yang tersusun dan senantiasa memberi manfaat kepada orang lain.”

image

Sayyid Quthb menjelaskan definisi lain, insan Rabbani adalah orang yang memiliki ciri:
A. Selalu membersihkan diri dari segala unsur kejahiliyahan
B. Sumber rujukan mereka yang utama hanyalah Al Quran
C. Apa yang dipelajari semata-mata hanyalah untuk diamalkan

Ada beberapa poin yang ingin dijelaskan.
– Mengapa kita harus belajar?
– Mengapa kita harus bisa membaca, menulis, dan berpikir?
– Bagaimana memulai langkah agar bisa menjadi insan Rabbani?

1. Mengapa kita harus belajar?

Sesuai dengan defisi yang diterangkan Hasan Al Banna, Insan Rabbani haruslah memiliki pikiran yang berasaskan ilmu. Sebagai seorang muslim, kita harus belajar agar mendapatkan ilmu. Imam Ghanzali mengatakan, “Ilmu dan amal adalah dua perkara yang tidak dapat dipisahkan, saling mengisi. Ilmu sebagai pemimoin, sedangkan amal sebagai pengikutnya. Ilmu tanpa amal tidak ada gunanya, sedangkan amal tanpa ilmu akan celaka.”

Ilmulah yang akan memimpin langkah-langkah kita.

2. Mengapa kita harus bisa membaca, menulis, dan berpikir?

Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah di dalam gua, lalu membimbing Rasulullah untuk mengucapkan, “Iqra..” (bacalah). Iqra, membaca mengawali semua hal, baik itu menuntut ilmu atau beramal. Membaca merupakan kemampuan yang sangat penting agar kita bisa membaca berbagai ilmu pengetahuan, menjalankan kehidupan, dan kita bisa membaca guideline terpenting manusia generasi Rasulullah, yaitu Al Quran.

Apakah fungsi dari berpikir? Berpikir adalah suatu proses yang terjadi di dalam otak manusia, kegiatan ini pada nantinya akan menghasilkan output berupa keputusan. Berpikir merupakan kemampuan khusus yang diberikan kepada manusia dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah lainnya. Itulah yang meninggikan derajat manusia. Berpikir membuat seseorang mampu membedakan mana yang baik mana yang tidak. Karena manusia berkewajiban untuk mengikuti anjuranNya dan menjauhi laranganNya. Berpikir sendiri merupakan bagian dari kemampuan manusia agar bisa membuat keputusan dan tindakan setiap harinya.

Menulis sendiri, bisa menjadi bagian untuk menuntut ilmu atau mengamalkan. Tulisan bisa menjadi informasi yang bermanfaat dan bisa diambil pelajarannya oleh orang lain. Menulis bisa mengasah seseorang untuk lebih banyak berpikir, lebih banyak membaca. Menulis membuat seseorang lebih cermat mengungkapkan pikiran maupun perasaan.

3. Bagaimana memulai langkah agar menjadi generasi Rabbani?

Belajar, belajar, belajar! Tuntutlah ilmu. Tekuni bidang yang disukai dan jadilah seorang ahli yang bermanfaat di bidang tersebut. Sertakan Al Quran sebagai guideline. SOP di kantor atau Guidelines Therapy dalam pekerjaan menunjukkan betapa pentingnya sebuah guideline. Sebagai manusia, hidup kita pun harus mengikuti guideline yang telah ada, Al Quran, Hadist, dan sunnah. Kita dapat memulainya dengan membaca terjemahan atau tafsir Al Quran, Hadist-hadist shahih dan sunnah-sunnah Rasulullah S.A.W.

Semoga Allah senantiasa mempermudah langkah kita agar bisa terus melahirkan generasi Rabbani, generasi yang hidup dalam naungan Al Quran. Amin..
.
.
.
.
D-6 Ramadhan
11 Juni 2016

Surat Al Quran Anjuran

image

Surat yang dianjurkan untuk dibaca setiap hari dari kumpulan risalah Hasan Al Banna:

1. Dari  Ma’qil  bin  Yassar  ra.  Bahwa Rasulullah  saw.  Bersabda,  “Jantung Al-Qur’an adalah  surat  Yasin.  Tidaklah seseorang  membacanya  dalam rangka  menginginkan ridha  Allah dan  kampung akhirat, kecuali  Allah  akan mengampuninya.  Bacalah surat itu  pada  jenazah-jenazah  kalian  (detik-detik  mejelang  kematian).”  (HR.  Ahmad,  Abu Dawud,  An-Nasa’I, dan  yang  lainnya)

2. Dari Abdullah bin Mas’ud ra., ia  berkata, “Barangsiapa  membaca  ‘tabarakalladzi  biyadihil  mulku…’  (Al Mulk) setiap  malam,  dengan surat  itu  Allah  akan  mencegahnya  dari  adzab  kubur.  Pada  zaman  Rasulullah  saw. Kami  menamakannya  Al-Mani’ah  (yang  mencegah).  Surat  tersebut  dalam  AlQur’an  merupakan  surat  yang  barangsiapa  membacanya  setiap  malam,  maka  dia telah  memperbanyak  (tilawah)  dan memperbaikinya.”  (HR.  An-Nasa’I,  Al-Hakim meriwayatkan hadits  serupa dan menshahih-kannya)

3. Dalam  hadits  abu Hurairah, “Barangsiapa  membaca  surat  Ad Dukhan  setiap  malam,  tujuh  puluh ribu  malaikat akan memohon ampun untuknya.”  (HR.  At Tarmidzi dan  Al-Ashbahani)

4. Hadits Abu Sa’id  Al-Khudri  ra., Rasulullah saw. Bersabda, “Barangsiapa  membaca  surat  Al-Kahfi  pada  hari  Jum’at,  Allah  akan  meneranginya dengan  cahaya  di antara  (rentang  waktu)  dua Jum’at.”  (HR.  An-nasa’I dan AlBaihaqi  secara  marfu’)

5. Hadits  Ibnu  Abbas  ra., ia  berkata  Rasulullah saw. Bersabda, “Barangsiapa  membaca  surat  yang  biasa  disebut  Ali  Imran  pada  hari  Jum’at,  Allah akan  mendo’akannya  dan  juga  para  malaikat-Nya  sampai  terbenamnya  matahari.” (HR.  Ath-Thabrani, dalam  kitab  Al-Ausath dan  Al-Kabir”)

6. Terdapat  banyak  atsar  yang  marfu’  dan  yang  mauquf  dari  hadits  Abdullah  bin Mas’ud  tentang  keutamaan  surat  Al-Waqi’ah.  Apalagi  di  dalamnya  terdapat  ayat tentang  hari  kebangkitan,  hari  pembalasan,  dan  argumentasi  yang  kuat  tentang  hal itu,  yang  tidak  mungkin  akan  meninggalkan  keraguan-keraguan  bagi  orang  yang berakal.  Maka  disunahkan  bagi  setiap muslim  untuk  tidak  menghalangi sampainya  keutamaan  surat  ini  kepadanya  dengan  cara  mentilawahinya  setiap  hari sekali.  Pada  hari  Jum’at  dibaca  sekali  pada  siang  hari  dan  sekali  pada  malam  hari, pada  waktu  ashar  sampai  maghribnya  digunakan  untuk  membaca  surat  Ali-Imran. Barangkali itu merupakan waktu dikabulkannya do’a.

Persiapan H-12 Ramadhan

image

Tidak terasa, Ramadhan akan segera tiba. Mari bersiap-siap menyambut Ramadhan!!! Yeay…

Menurut teh Kinkin Anida, Persiapan ibadah ramadhan itu meliputi berbagai sisi, seperti :

1. Persiapan ruhani.

a. Banyak berdoa
b. Menjaga waktu sholat fadhu
c. Memperbanyak sholat sunnah
d. Membaca Al Qur’an
e. Merutinkan QiyamuLail
f. Banyak berdzikir
g. Banyak shaum dibulan sya’ban
h. Bertadabur dan bertafakur alam

2. Persiapan akhlak

A. Berlatih untuk pandai menjaga keikhlasan
B. Memantapkan sikap sabar: tak mengeluh, dan banyak bersyukur QS 32:24
C. Istiqomah
D. Memperdalam cinta kasih sayang dan rendah hati
E. Meningkatkan ketaatan dan pengorbanan

3. Persiapan ilmu

A. Memiliki pemahaman tentang Ramadhan
B. Fiqih shaum

4. Persiapan Kesehatan:
a. Pola hidup sehat yang seimbang(makan dan minum)
b. Pola tidur yang sehat 
c. Menghindar dari sebab penyakit
d. Tidak banyak disibukan hal2 yang mubah.

5. Persiapan Harta

a. Dana untuk berinfak
b. Anggaran makanan yang bergizi
c. Memakmurkan masjid dengan sedekahnya.
d. Memberi buka puasa
e. Alokasi Zakat Mal dan zakat Fitrahnya.

6. Persiapan lingkungan

a. Menyiarkan pesan menyambut ramadhan.
b. Lingkungan diajak membuat hiasan atau ucapan ahlan wa sahlan Ramadhan.
C. Membersihkan lingkungan dan Masjid.

Semoga sharingnya bermanfaat.

TIGA AMALAN DENGAN PAHALA TANPA BATAS 

Repost dari line id : Berdakwah

Sahabat.. Tahukah anda bahwa untuk tiga amalan dibawah ini Allah azza wa jalla tidak menetapkan kadar pahala yang tetap bagi pelakunya. Mengapa?
Karena ketiganya merupakan amalan yang agung disisi Allah. Dan bagi pelakunya ada pahala tanpa batas.

1. Memaafkan ✅
Allah berfirman:

“Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya berada diatas (tanggungan) Allah. (asy-Syura: 40)

2. Bersabar ✅
Allah berfirman:

” Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas ” (QS Az Zumar : 10).

3. Puasa. ✅
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakandengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi” (HR. Muslim no. 1151)

Semoga Allah azza wa jalla memberi kita taufiq agar bisa mengamalkan ketiga amal mulia diatas.

Ustadz Aan Chandra Thalib, Lc
via @alhikmahjkt
imagine courtesy @alhikmahjkt

Reminder, buat dek koas yang gampang banget kepancing emosinya. Sabar.. Sabar.. Sabar..

Sebuah Catatan Bagi Dokter Muda

Repost dari grup Asy Syifaa’ RSUP RSHS

Kepada engkau dokter muda, mengertilah bahwa engkau kini menyandang gelar “dokter”. Berperilakulah layaknya seorang dokter.. Menjadi dokter bukan berarti kita telah selesai belajar. Belajarlah terus, karena engkau telah memilih jalan ini.. Long life learning…

Nabi Muhammad saw pun tidak dimanjakan oleh Allah..
Setelah Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasulullah, bukan berarti semuanya akan baik-baik saja, semua pintanya akan dikabulkannya.. Tapi ini adalah sebuah amanah yang besar..

*Rasul tetap membuat strategi perang*
dan tidak setiap perangpun dimenangkan olehnya..
Saat perang badar, pasukan rasulullah menang.
Namun saat perang uhud, pasukan rasulullah yang tercerai berai.
mengapa?
karena 
bukan hanya dengan berdoa saja, lalu semua permintaan kita terkabul.
tapi juga dengan berusaha, semaksimal mungkin yang kita bisa..

Pada saat perang uhud beberapa dari pasukan rasulullah yang tidak taat akan perintahnya. Mereka lengah.. Mereka silau dengan ” kehidupan dunia”.

Maka apakah kehidupan dunia saja yang menjadi tujuan kita? 

Belajar, fahami, amalkan..Inilah yang diajarkan oleh agama kita..
Walal aa khiratu khairul laka minal uu laa
‘dan sungguh yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan’
Jika benar tujuan kita adalah negeri akhirat nanti, bertemu denganNya, maka belajar pun tidak perlu disuruh lagi.
Jika belajarmu hanya untuk saat ini, atau hanya untuk engkau lulus ujian, maka engkau hanya mendapatkan hal kecil itu. Ilmu Allah itu amat luas, maka mintalah padaNya..

*Karena yang diam itu berarti berada dalam keadaan stagnan*
Air yang mengalir akan lebih bermanfaat dari pada air yang diam. Bahkan air yang diam akan menjadi tempat perkembangan bakteri.

Jika sekarang dokter yang menjadi pilihanmu, maka beputarlah disekitar mereka. Banyak-banyak mengambil ilmu dari mereka. Karena mereka adalah gurumu.. Berjuta hikmah yang dapat diambil dari mereka. Ambillah, karena hikmah itu milik orang muslim.

Jika waktumu lebih banyak engkau habiskan di rumah sakit, maka pasien-pasienmu adalah tetanggamu. muliakanlah mereka, karena Rasulullah bersabda :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia memuliakan tetangganya.

Dalam hadits yang lain :

مَنْ اَرَادَ اَنْ يُحِبَّهُ اللهُ فَعَلَيْهِ بِصِدْقِ الْحَدِيْثِ وَاَدَاءِ اْلاَمَانَةِ وَاَنْ لاَ يُؤْذِيَ جَارَهُ

Barangsiapa yang ingin dicintai oleh Allah ia wajib berkata benar, menunaikan amanat, dan tidak menyakiti tetangganya.

Tanpa mereka, engkau tidak akan mendapat pelajaran. Ingat, engkau itu bukan apa-apa. Yang memberi kesembuhan tidak lain hanyalah Allah SWT. Maka, mintalah kesembuhan hanya padaNya.  Maka jika Allah sudah ridho, maka Allah akan memberi kesembuhan..

dan yang terkhir adalah..

*Mempermudah mencapai surgaNya atau sebaliknya Mempermudah kita masuk ke dalam nerakanya..*
Namun tetaplah yakin bahwa Sebaik – baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain. 

—-sebuah catatan dari nasihat seorang guru terbaik yang pernah ada, dr.Rachmat Gunadi,Sp.PD-KR—-
bdg,13032013 -dinafw

*menurut Ath-Thabari, yang dimaksud dengan ‘yang kemudian’ adalah negeri akhirat dan yang dimaksud dengan ‘yang permulaan’ adalah kehidupan dunia.

Productive Muslim (1)

Habis Shalat Subuh, Jangan Tidur Lagi

morning-routineSetelah shalat subuh, sebaiknya kita tidak tidur lagi. Hadist yang menganjurkan agar kita tidak tidur setelah shalat subuh diantaranya:

  • DIriwayatkan oleh At-Tirmidzi : Anas bin Malik berkata, Rasulullah bersabda: “Barang siapa shalat Fajar berjamaah lalu duduk berdzikir kepada Allah hingga matahri terbit lalu shalat dua rakaat, niscaya ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah.”
  • HR Muslim :1/64 , Jabir bin Abdullah berkata, “Bila Nabi shalat Fajar, beliau tetap duduk di tempatnya hingga matahari terbit.” Dalam riwayat lain Jabir menuturkan, Rasulullah pernah berdoa, “Ya Allah, berkatilah umatku pada waktu pagi harinya.”
  • Shahih Abi Dawud (2270) dan At- Tirmidzi : Suatu ketika, Ibu Abbas melihat seorang anaknya tidur di waktu pagi. Ia pun berkata kepadanya, “Bangun, apakah engkau tidur di saat rezeki sedang dibagi-bagikan?”

Memanfaatkan Waktu Luang

PM1Nabi concern sekali tentang aktivitas untuk mengisi waktu luang. Nabi memberikan bimbingan kepada Ibnu Umar untuk melakukan qiyamul lail agar waktu luang yang dimiliki dapat bernilai ibadah. Selain itu, Abdurrahman Bin Husein meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Segala sesuatu yang tidak disertai dzikir kepada Allah adalah batil, kecuali empat perkara: perjalanan seorang di antara sasaran memanah, melatih kudanya, berkasih mesra dengan istrinya, dan mengajarkan renang.” Salamah bin Al-Akwa juga pernah bercerita,

Selain iu, kita juga dianjurkan untuk melakukan olahraga seperti berlari, menunggang kuda, dan berenang. Karena, olahraga tersebut dapat menumbuhkan kekuatan, keberanian, dan kehandalan. dalam pembahasan terdahulu telah disebutkan bahwa Nabi pernah mengatur barisan para pemuda sebelum melakukan perlombaan lari.

Jika kita hendak melakukan aktivitas yang sifatnya mubah, sebaikny akita meniatkan agar kegiatan tersebut dilakukan untuk mengistirahatkan jiwa agar tidak bosan dan dapat memulihkan semangat agar kembali melakukan ibadah. Namun, tentunya dalam waktu tertentu yang terbatas. Jangan sampai lupa waktu dan kehilangan kesempatan untuk beribadah.