Dibikin Bombay Film Black Mirror

Black Mirror, film series yang sedihnya luar biasa. Apalagi yang judulnya The Entire History of You sama Be Right Back, saya bisa nangis bahkan cuma karena ingat salah satu adegan di filmnya. Black Mirror ini mengangkat dampak negatif yang mungkin didapat dari kemajuan teknologi, ngeri banget.

Dua judul Black Mirror yang saya suka menceritakan tentang relationship. Apa sih yang bikin sedih dari dua filmnya?

The Entire History of You menceritakan kalau kita bisa merekam ingatan dan diubah dalam bentuk soft copy. Nanti ada remote control yang bisa nge-redo cuplikannya bahkan di zoom in videonya.  Bukan hanya kita yang bisa melihat, ingatan kita juga bisa dibuka via monitor TV, jadi semua orang bisa melihat ingatan kita kalau mau.

Di filmnya, si suami curiga dengan istrinya yang akrab dengan seorang pria yang dia ga kenal. Pas di selidiki ternyata di ingatan si cowok X ini ada satu cuplikan tentang istrinya.  Begitu dicek, ternyata ingatan istrinya juga punya ingatan tentang perselingkuhannya sama si X di rumahnya sendiri.  Suaminya patah hati banget dong. Apalagi pas akhirnya mereka pisah, dia ngeredo kejadian di rumahnya waktu bareng istri, bareng anak dan istrinya.  Sampai akhirnya doi memutuskan untuk melepas chip yang bisa meredo ingatan dari kepalanya. Buat apa mengingat masa lalu kalau jadinya menyakiti diri sendiri, kan?

Judul kedua favorit saya adalah Be Right Back.  Ini tentang istri yang kehilangan suami, lalu suatu saat ada robot yang bisa dipesan dan menyerupai suaminya.  Robotnya bisa bicara, berjalan, tapi tidak punya perasaan. Semua tindakannya dikontrol oleh program.  Yang bikin sedih adalah orang yang kita sayang itu ga bisa tergantikan.

Karena saya LDR, dua cerita ini banyak mengingatkan saya dengan suami, sama kentutnya, wangi keteknya, kamar kami yang jadi berantakan setiap bertemu, everything he did that makes me happy, usaha-usahanya yang tak tergantikan. Ga kebayang perasaan suami atau istri yang kehilangan pasangannya setelah bertahun-tahun menikah.  Apalagi yang berpisah karena salah satunya meninggal.  

Saya aja yang baru nikah hampir dua bulan tiba-tiba merasa memiliki kedekatan yang sebelumnya saya belum pernah punya. Sama orang tua pun jenis kedekatannya itu beda. Yang ini lebih deep, intimate,  dan addictive. Makanya pas beres nonton film black mirror jadi berderai air mata, inget kebaikan suami. Inget Allah baik banget memberikan kita pasangan yang membuat kita sebahagia ini.

Kehadirannya disyukuri, selagi masih ada bareng kita. Selagi jauh, doanya harus diperbanyak supaya Allah menjaga dan melindungi pasangan kita dimanapun Ia berada. Sekarang saya seolah mengalami distorsi waktu. Seolah saya sudah menikah dengan suami dalam waktu yang lama.  Padahal genap dua bulan juga belum. Alhamdulillah berarti dikasih kemudahan untuk saling mengenal setelah menikah ya.

Distorsi juga terjadi saat suami kembali pulang ke lokasi kerja. Suami naik travel atau keluar dari kosan aja udah bikin cirambay. Dan kalau udah pergi, saat di rumah atau di kosan saya nangis sesenggukan.  Baru aja ketemu udah kepisah lagi. Kangennya itu lohhh.  😭😭😭😭😭

Bersyukur banget Allah memberikan nikmat yang luar biasa.  Suami yang bageur, sholeh, ganteng, selalu work out supaya istrinya seneng, harusnya ini semua enggak saya take it for granted ya. Semua ini mahal banget dan spesial. Semoga saya bisa membalas kebaikan suami dan semoga Allah membalas berkali-kali lipat kebaikan dan kasih sayang yang diberikan suami bagi saya. Semoga kita bisa saling ngejaga. Semoga kita bisa terus saling belajar. 

Semoga kita bisa belajar banyak dan mendapat hikmah dari filmnya.  :” 

Advertisements

Sisi Lain, Cerita Manten Baru 

Namanya Badai, Ia bergulung, bergemuruh, memorakporandakan apapun yang di depannya.

Menikah itu mudah, yang tidak mudah adalah menjalankannya. Menikah itu adalah seni, tidak ada cara yang pasti, tidak ada yang mutlak benar atau salah. 

Baru dua minggu menjadi seorang istri, tapi banyak sekali nikmat yang terasa. Setelah  memiliki pasangan yang sah, hal kecil saja tidak disangka membuat saya begitu bahagia.Kali ini saya tidak ingin bercerita mengenai euforia pasangan baru, tapi mengenai sisi lain yang perlu direnungkan.

Membersamaimu di jalan Allah

1. Banyak Jalan Menuju Surga, Banyak Jalan Menjadi Bahagia

Menikah itu menyempurnakan separuh agama. Separuh itu bukan hal yang sedikit. Maka dari itu proses sebelum dan pada saat pelaksanaannya penuh ujian. Namun, setelah menikah, banyak pintu pahala dibuka. Termasuk ketika suami memberikan candaan pada istrinya atau ketika istrinya melayani suaminya.

Banyak jalan menuju surga, banyak jalan untuk bahagia. Saya tidak menyangka bahwa begitu nikmat bisa memasak untuk suami, mencuci atau menyetrika pakaiannya. Ada kepuasan yang tidak bisa dibayar dengan uang. Melihat suami rapih, bersih, tampan, dan perutnya sudah kenyang itu membuat saya tenang dan merasa bahagia. Sebelum menikah saya tidak tahu bahwa pekerjaan domestik bisa terasa sangat menyenangkan. 

2.  Membersamai di Jalan Allah

Setelah menikah tentu ada euforia, tapi awas jangan terlena! Ingatlah bahwa godaan setelah menikah akan lebih hebat dari biasanya. Maka dari itu, usaha yang dilakukan juga harus ekstra. Segera setelah segala euforia, cepat-cepatlah beristigfar karena ujian yang sebenarnya baru saja dimulai. 

Kita menikah itu bukan untuk jadi loyo dalam beribadah.

Beberapa hari setelah menikah, saya dan suami mulai bebenah. Kami mulai memperbaiki dan meningkatkan amalan yaumi. Kami saling mengingatkan dan saling memotivasi agar semangat dalam beribadah. Setelah menikah memang rasanya hari menjadi lebih tenang. Ada banyak ego yang digantikan dengan ketenangan, sehingga hati menjadi lebih fokus untuk beribadah. 

3. Kacamata Tak Kasat Mata

Saat memutuskan untuk berumah tangga, ada banyak ego yang harus dilunturkan. Menikah itu mengasah kepekaan. Kali ini kita tidak bisa lagi egois memikirkan diri sendiri. Ada banyak perasaan yang harus diperhatikan, ada suami, mertua, orang tua, dua keluarga besar, semua perlu diperhatikan.

Saatnya melatih husnuzon dan saatnya berbuat baik pada semua orang. Karena menikah itu menyatukan silaturahmi dua keluarga. Kita bukan hanya harus bijak, tapi harus bijak-bijak. Tidak semua hal harus diutarakan, tidak semua hal harus diceritakan lagi pada orang lain. 

4. Seni, Sabar, dan Syukur

Menjalankan pernikahan itu banyak seninya. Setiap hari kita belajar untuk mengenal pasangan dan juga untuk selalu memperbaiki diri. Banyak yang harus dipahami dan dimengerti. Hal menyebalkan dan hal yang sebenarnya lucu itu beda tipis, tergantung bijaknya kita meletakkan sudut pandang. Niatkan untuk ikhlas melakukan apapun, karena semua bisa bernilai ibadah. 

Menikah itu seni, dinamis, dan memerlukan pemikiran yang fleksibel. Menjalankannya tidak boleh saklek dan membuat bengkok pasangan. Ikuti kepribadian pasangan, cara kerja pasangan, yang penting kita punya tujuan yang sama, yaitu meraih ridha Allah S. W. T. Bisa dibayangkan jika A harus A, hal kecil saja bisa jadi konflik. Tapi syukurlah saya dan suami merusaha secepat mungkin beradaptasi, agar kami bisa sama-sama bergerak bersama menuju kebaikan. 

Hati harus selalu dibersihkan dan diisi dengan banyak dzikir. Akan ada banyak konflik kecil, bisa dari perbedaan dengan pasangan atau perbedaan antara orang tua dan mertua. Makanya kita harus selalu bersabar, karena ini hanyalah ujian karena kita ingin menanam buah yang manis.

Sabar ketika berpisah dengan suami, sabar ketika menanti hadirnya buah hati, dan sabar-sabar lainnya kini hadir menghadirkan kedekatan yang lebih dengan Allah yang Maha Kuasa. Saat sehabis shalat, atau ketika hujan, rasanya nikmat Allah begitu dekat, nikmat untuk bisa berdoa dan mendekat denganNya. Inilah yang membuat kita harus banyak bersyukur. Bisa lebih dekat dengan Allah, punya temen seperjuangan untuk beribadah, maka nikmat Allah manakah yang engkau dustakan? (QS 55:13)

Belum banyak yang bisa saya ceritakan. Tapi pernikahan ini sangat saya syukuri. Kesabaran dalam penantian ternyata membuahkan hasil yang manis. Punya pasangan yang satu frekuensi dalam beribadah dan punya gairah meningkatkan amalan yang sama itu bagi saya adalah nikmat Allah yang luar biasa. Alhamdulillah..

Semangat bagi yang belum menikah, semoga disegerakan. Isilah hari-hari dengan amalan dan doa, karena Allah kelak akan mempertemukan kita dengan seseorang yang tepat, di waktu yang tepat. Bersiaplah dengan bebenah agar bisa menyambutnya.
Berjuanglah karena perjalanan masih sangat panjang. Semoga kita bisa terus menyalakan letup-letup semangat. Semoga Allah selalu membawa keberkahan dalam setiap detik perjalanan rumah tangga kita.
 Amin.. 

.

.

.

Dari seorang istri, yang sedang belajar menjadi istri sholehah untuk suaminya.

Lembang, 23 Januari 2017   

Namanya Tesla

Baru kali ini Ibu ngerasa sangat sedih saat kehilangan seseorang.

Kak, namanya Tesla. Teman yang ibu tahu waktu les pas jaman kelas 3 SMA. Tesla itu orangnya welcome sama orang baru. Pas nunggu jam tambahan Ibu sama Tesla ngegeje nyetel video Moymoy palaboy di YouTube dan lagu Sekuntum Mawar Merah. Wkwkwk

Malem-malem Ibu tiba-tiba denger kabar Tesla keseret air bah waktu di proyek..

  1. Shock banget Tesla baru aja keterima kerja dan nraktir keluarha dengan gaji pertamanya
  2. Tesla baru lulus taun ini dan struggle bgt sama TAnya
  3. Tesla harusnya dateng ke nikahan Ibu atau paling enggak dia akan ngucapin di instagram karena Ibu nikah sama temennya Tesla
  4. Tesla baru aja komen kalo dia udah lama nebak calon suami Ibu itu ayah

Kak, gatau kenapa Ibu sedih banget. Tapi kabar meninggal teman Ibu ini semacam jadi bom hidayah untuk semua orang. Om Tesla meninggalnya tenggelam saat menunaikan shalat. Meninggal dalam keadaan tenggelam itu tergolong mati syahid ka. Belum lagi meninggal saat berikhtiar mencari nafkah. Belum lagi meninggal dengan meninggalkan kebaikan-kebaikan. Belum lagi Om Tesla pandai menjaga silaturahmi.  Om Tesla sudah duluan dapat tiket surgaNya Allah ka. 

Ibu juga sedih banget karena Ibu merasa dzalim karena pikiran yang Ibu punya. Ibu cemburuan banget kan orangnya. Kadang ada perasaan takut Ayah suka sama perempuan lain.  Padahal namanya orang kerja selalu banyak risiko ka. Ayah kadang seminggu bisa kerja di Jakarta – Makassar – Manado – terus ke site yang jauh banget itu.  Belum lagi sopir Manado – site yang ngebut setengah mati itu. Makanya dzalim banget kalau Ibu malah khawatir sama hal-hal kecil, bukannya lebih banyak berdoa buat keselamatan Ayah di manapun Ayah ada.

Kematian Om Tesla ini Ka,  indah banget dan membawa banyak kebaikan. Selain Ibu jadi sadar harus banyak-banyak doain Ayah, Ibu juga harus menyiapkan kematian Ibu agar menjalani hidup yang lebih hidup dan dekat dengan Allah. Semoga anggota keluarga kita bisa nabung kebaikan kaya Om Tesla ya Ka.

Tentang Om Tesla: Hidupnya baik dan membawa kebaikan. Meninggalnya juga baik dan membawa kebaikan.

– Selamat jalan Tesla. Kakak harus baik kaya Om Tesla. Dan jangan lupa Kak, silaturahmi.

 

Tulisan ini dikutip oleh temennya Om Tesla. Semoga kita meninggal bisa bahagia kaya Om Tesla ya Kak. 

Foto ini diambil sama temen Om Tesla di kamarnya. Duh Ka, di kamarnya aja targetnya kaya gini ka. Yuk Kak kita buat juga target amal ibadah!

How if He Does Not Want You?

Bagaimana bila ternyata kehadiran kita itu tidak diharapkan? Bagaimana bila seseorang yang kita suka itu terlalu baik, hingga tidak enak untuk menolak keberadaan kita? Bagaimana bila selama ini, kita kurang peka untuk membaca penolakan, cara-cara halus untuk menghindar?

Komunikasi adalah jembatan dalam setiap hubungan. Apalagi antara pria dan wanita, yang satu suka dengan kode dan yang lainnya tidak peka membaca kode, akhirnya jaka sembung, tidak nyambung. Seharusnya komunikasi bisa menyelamatkan banyak perasaan. Why didn’t you understand that the shorter texts and the only yes or no texts mean that you are unwanted?

Apa susahnya bilang, “Aku cuma nganggep kamu temen aja.”

Satu kalimat, dan kamu para pria sudah menyelamatkan masa depan seorang perempuan.

Untuk Anak Ibu: Berkat Ayah

Kak, di setiap perjalanan Kakak, ingatlah selalu bahwa itu adalah nikmat dari doa yang selalu Ibu panjatkan untuk anak-anak Ibu dan generasi selanjutnya.

Di usia Ibu yang ke-23 hampir 24 tahun, Ibu belum pernah ke luar pulau Jawa, belum pernah naik pesawat, dan belum pernah ke terminal Leuwipanjang. Mau ke mana juga? Tapi tenang Kak. Ibu sengaja cari ayah untuk Kakak yang berani untuk bekerja di luar Tatar Sunda.

Ayah Kakak kerja berpindah dari satu pulau ke pulau lain. The good news are : Kita bisa keluar dan keliling pulau di Indonesia. Hihi. Soalnya Enin, nenek Kakak, sekarang bisa tenang karena kita ada yang jagain kalau mau pergi-pergi ke luar pulau. Pokoknya, setiap Kakak sebel sama Ayah, ingat selalu Kakak harus berterima kasih. Karena berkat ayah, keluarga kita memiliki modal paling penting: KEBERANIAN. Kita jadi punya kesempatan untuk menjelajah Indonesia. Doakan Ayah dan Ibu ada rizki untuk kita jalan-jalan ya.

Destinasi pertama kita mau ke mana Kak? Sumatera Barat atau Toraja? Kalo ke Sumbar ada Budev Kak, kita bisa nebeng nginep dan minta ditratrir aneka randang. Hihi.

Doa, Satu yang Tidak Pernah Mubazir

Doa itu deposit yang ga akan pernah mubazir. (Ust Aam)

“Apakah doa orang yang pernah dipanjatkan akan diijabah meski orang yang telah berdoa sudah meninggal?” Pertanyaan dari salah seorang audiens ini menarik banget.

“Doa itu ga akan pernah mubazir, meskipun orang yang mendoakan telah tiada.”Kata Ustad Aam.

Makanya, boleh banget berdoa untuk keluarga, kerabat, dan sahabat selama kita masih hidup dan masih bisa mendoakan. Misalnya ketika punya anak dan masih batita, boleh – boleh saja mendoakan anak-anak supaya lancar rizki, dapat jodoh yang sholeh, meskipun bicaranya saja belum lancar. Karena bisa jadi usia kita belum tentu sampai, saat mereka menginjak usia dewasa. Meskipun begitu, doa kita tetap telah sampai pada Allah.

Bijaklah ketika berdoa, niatkan ibadah dalam setiap doa yang kita panjatkan.

Kebayang ga sih? Ada seseorang minta doa segera diberikan jodoh, tok. Lalu Allah mengabulkan permintaannya dengan memberikan jodoh yang seadanya, eh tahunya preman karena yang Ia minta itu hanya ‘jodoh’. Lalu ada yang butuh waktu lama untuk mendapatkan jodoh karena yang Ia minta jodoh yang sholeh, yang akan membahagiakannya dunia akhirat. Beuhhh!! Dunia akhirat gan!

Wajar saja kan, jika Allah memberikan jodohnya perlu waktu? Karena Allah akan memberikan jodoh yang akan membahagiakannya dunia akhirat.

Konsep tentang doa ini jika dihayati akan membuat kita lebih bersyukur dan bersabar. Dan tentu membuat kita mempercayakan segala sesuatu hanya kepada Allah.

Ya Allah, semoga kelak hamba dianugerahi anak-anak yang sholeh, yang bermanfaat bagi bangsa dan agama
Semoga keluarga hamba dilimpahi keberkahan dan kebahagiaan dunia akhirat
Ya Allah, semoga amal ibadah hamba dan keluarga cukup untuk membuka pintu surga bagi seluruh anggota keluarga
Semoga hari-hari kami barakah
Semoga ilmu-ilmu bermanfaat
Semoga hidup kami tidak diisi dengan kesia-siaan
Semoga hamba, keluarga, dan teman-teman selalu dalam lindunganMu dan petunjukMu
Semoga saat hamba bertemu ajal, hamba tidak meninggalkan generasi yang lemah
Amin..

Wonderful Wife, Menjadi Istri Disayang Suami

Kebiasaan yang ingin saya buat sejak awal Oktober 2016 adalah membaca buku yang telah saya beli dan membuat reviewnya.  Buku Karya Cahyadi Takariawan a.k.a Pak Cah ini adalah salah satu buku yang akhirnya saya selesaikan. Bagi saya yang belum berumah tangga, buku ini cukup membuat saya deg-degan, “Duh bisa gak ya saya?” Karena banyak sekali tek-tek bengek rumah tangga yang selama ini hanya saya dengar sekilas dijelaskan secara gamblang oleh Pak Cah.

468950_5d3a667c-7a44-4371-8b55-08c2e4576201

Wonderful Wife, Menjadi Istri Disayang Suami, dari judul bukunya saja saya sudah senyam-senyum sendiri. Nah, apa saja karakter yang diperlukan untuk menjadi Wonderful Wife?

  • Karakter Pertama : Pandai Menyenangkan Suami

  • Karakter Kedua : Menaati Suami dengan Penuh Cinta di Hati

  • Karakter Ketiga : Menjaga Kehormatan dan Harta Suami

  • Karakter Keempat : Melayani Suami Sepenuh Hati

  • Karakter Kelima : Memberi Inspirasi dan Motivasi bagi Suami

  • Karakter Keenam : Fokus Melihat Kebaikan Suami

  • Karakter Ketujuh : Menjadi Sahabat Suami

  • Karakter Kedelapan : Menguatkan Kebaikan Suami

  • Karakter Kesembilan : Menghormati dan Memuliakan Suami

  • Karakter Kesepuluh : Melahirkan dan Mendidik Anak Sepenuh Hati

 

Tidak pernah ada sekolah atau pelajaran untuk menjadi istri. Jadi jujur, membaca buku ini membuka mulut saya hingga mengaga haaaa ternyata harus gini? Ohhh ini ohhh dan Ohh yang lainnya. Orang tua pun tidak pernah menjelaskan secara detail tentang tektek bengek yang kelak akan dihadapi pasangan yang berumah tangga. Jadi, buku ini worth it bagi perempuan yang ingin belajar sudut pandang laki – laki. Seperti apakah sosok ideal yang diharapkan oleh laki – laki?

Apakah sebenarnya yang diharapkan dan dibutuhkan oleh pasangan? Karena seperti yang dibahas dalam buku Men are from Mars, Women are from Venus karya John Green adalah laki – laki dan perempuan berpikir dengan cara berbeda, mereka juga memiliki kebutuhan yang berbeda. Meski setiap laki – laki memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda, paling tidak buku ini memberikan gambaran apa saja yang perlu kita tahu sebagai seorang (calon) istri ?  Pak Cah bilang, perlu waktu seumur hidup untuk bisa mengenal pasangan. Kita akan terus belajar setiap hari. Buku ini sangat menarik dan sangat direkomendasikan bagi wanita yang sudah dan ingin berumah tangga.

Sharing & Caring

My Daddy always gives me another perspective about every little things in life. He talks much about sharing and caring. I never share too much with someone beside my family or my inner circle friend. Sharing too much sometimes reminds me about being left by the person I love the most. Then my handsome Daddy gives me an insight : “You have to share and make others happy.”

Give more, smile more, and make people happy.

I realized that I scared of being left, being rejected. I was finding it hard to open into the new relationship. Because when it ended, I’m not only loose one person, but also my new family. Of course it was a nightmare for me. Be grateful, because all of the past sadness are making a better me today. So, in the end, when I could meet the right person, in the right time, I would give him the best I could.

And I come into a new way of thinking, for now on, if I still breath I should take care of the person I love. All the things we have is just rented from Allah and Allah could take it anytime. So we should thank to Allah because we could live with a lovely family in this world. When the shit comes up, maybe it would break my heart into pieces. But I believe that the important thing in life is “Do the best and let Allah takes for the rest.“

Keluarga Icung : LDR Sepanjang Masa Tapi Kompak Penuh Cinta

Satu kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lain. 

Saya sangat senang ketika ditraktir makan oleh orang tua Icung di Kedai Eyckman, yang tidak akan dimasuki oleh koas karena sangat mahal. Saat itu hujan deras, di tengah persiapan ujian CBT saya dan teman – teman di kontrakan diajak makan di luar. Rasanya senang dan terharu, seperti dikunjungi oleh orang tua sendiri. I saw them laugh. They were so sweet and romantic in their golden age. 

Kebaikan itu, membuka pintu kebaikan yang lain. Icung bilang, Ayahnya dulu diperlakukan dengan baik oleh orang tua sahabatnya. Makanya beliau sekarang sangat baik pada teman – teman Icung. :” Saya berharap kelak dapat melakukan hal yang sama seperti kedua orang tua Icung.

Orang tua Icung bagi saya adalah sosok teladan. Meski mereka LDR sejak jaman pacaran bahkan hingga usia perkawinan 20+++mereka tetap kompak dan romantis. Salut sekali dengan Bapak dan Ibu Icung. Ibu Icung sangat mandiri ketika ditinggal Bapak yang pulang hanya Dua bulan sekali. Bapak Icung yang begitu setia meski berada di tempat yang jauh. Di usia yang tidak lagi muda mereka sangat excited dan mempersiapkan diri jika akan bertemu saat Bapak Off dari site. Bahkan sampai saat ini mereka bisa menelepon 1-3x setiap harinya. Luar biasa. Kata Icung, “Gapapa keluar pulsa banyak karena dengan itu mereka memenuhi kebutuhan masing-masing.”

Komunikasi : Rahasia kelanggengan pasangan :p

Saya sering bertanya, “Cung kenapa lo bisa seambis ini sih sama adek lo? Kalian berdua achiever banget.”

Bagaimana Ibu Icung membentuk anak-anaknya menjadi ambisius dalam belajar tanpa diperintah juga sangat menginspirasi? Jadi, orang tua Icung tidak pernah menyuruh anak-anaknya belajar, tapi mereka belajar bersama di ruang tengah tanpa ada TV yang menyala. Tidak ada cerita anak-anak mengerjakan PR tapi Ibu Bapak menonton TV, hemehhh. Anak-anak dengan tugasnya, Ibu Icung juga mengerjakan tugas kuliahnya. Memang, cara mendidik yang paling baik adalah dengan menjadi teladan.

Icung bilang, Ibu selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul sepulang mengajar di kampus. Ibu akan bercerita di tempat tidur bertiga dengan anak-anaknya. Kalau kalian melihat Icung dan Ibunya, kalian akan menyangka mereka saudara kembar, kompak, gila! I hope I could be my children’s best friend like her. Bapak pun seperti sahabat Icung. Meski jarang bertemu saya melihat Bapak Icung sangat dekat, seperti sahabat Icung tidak ada jarak sama sekali. Bapak dan Icung sering berkomunikasi via telepon. Yang LDR aja bisa kompak, yang tinggal bersama harus lebih berusaha untuk saling mengenal dan dekat dengan keluarga juga. Semangat!!

Saya belajar banyak dari keluarga Icung. Bersyukur sekali bisa bertemu dan mengenal mereka. Terima kasih Icung karena sudah banyak bercerita dan memberikan saya pelajaran tentang memiliki keluarga yang kompak dan harmonis juga bisa mendukung dan memotivasi satu sama lain. Semoga bapak dan Ibu Icung sehat selalu, Icungnya juga segera diberikan jodoh yang memberikan komitmen dan kepastian, sholeh, serta rajin berolahraga. Hahaha. Amin..