Stop, Buk! 

Nak, Ibu sepertinya tidak bisa memintamu jadi anak yang sholeh.

Bagaimana bisa kita meminta anak-anak menjadi penghapal Al-Quran, sedangkan kita sendiri tidak sedang menghapalkannya.  Bagaimana bisa kita menyuruh anak-anak shalat tepat waktu, sedangkan kita sendiri masih menunda shalat? Buk, anak adalah seorang peniru.  Anak adalah seorang pembangkang bila diberi perintah. Ia melihat dan meniru apapun perilakumu, Buk!

Maka berhentilah sebelum terlambat! Berhentilah sekarang! Berhentilah untuk berharap anakmu jadi begini, jadi begitu! Jadilah apa yang ingin kamu petik dalam anakmu.

Astagfirullah. Saya sendiri jungkir balik rasanya. Istiqamah itu sulittttt sekaliii. Ya, biarkanlah anak-anak tahu bahwa orang tuanya bukan orang tua yang suci, tapi tipe orang tua yang jungkir balik, berusaha untuk belajar dan mendekatkan diri pada Allah.  Biar saja anak-anak melihat setiap proses kita tertatih-tatih karena ternyata ingin jadi sholeh itu banyak sekali godaannya. Ajaklah anak-anak membersamai setiap proses yang “pedih”, semoga usaha ini akan Allah catat sebagai amal baik, dan akan mengumpulkan kita sekeluarga di SurgaNya. Amin..

Maaf tidak bisa menjadi teladan yang baik untuk kamu, Nak. Tapi kamu mengerti kan? Kita akan sama-sama belajar dan jadi partner dalam beribadah. Setuju?

 .

.

.

Indramayu, 26 Juli 2017

Calon Ibukmu 

Film 13 Reasons Why dan Kisah Nyata Keseharian

Kisah yang ada di film 13 Reasons Why itu bukan cerita sepele. Kejadiannya terlihat seperti fenomena gunung es, seolah kecil padahal sangat besar di bawah. Film ini menceritakan tentang bullying yang terjadi pada anak SMA, sebut saja Ia Mawar. Mawar ini sering dibilang “slut” alias pelacur atau perempuan murahan oleh teman laki – lakinya di sekolah. Bukan hanya itu, Ia juga mengalami pelecehan seksual.

leceh2

Film ini mengingatkan masa lalu saya yang kelam ketika di sekolah dasar. Saat itu banyak dari kami yang mulai puber. Anak laki-laki mulai mengalami mimpi basah dan anak perempuan mulai mengalami menstruasi. Sedihnya, anak laki-laki di sekolah saya banyak yang menonton video porno di rumahnya, sehingga mereka sering melecehkan anak perempuan. Mereka menyentuh dada anak perempuan, jahil mengangkat rok anak perempuan agar celana dalamnya terlihat atau melorotkan celana olahraga anak perempuan. Bahkan salah satu teman saya berpura-pura memeragakan aktivitas seksual seolah sedang memperkosa.

leceh1

Saat itu saya adalah anak bodoh yang tidak bisa bicara. Saya juga tidak bisa menyalahkan guru-guru karena perilaku bobrok dimulai ketika orang tua melepaskan tanggung jawab mereka sepenuhnya kepada guru di sekolah, tanpa pengawasan. Bagaimana mungkin guru dengan gaji yang tidak seberapa mampu mengawasi 30 anak dalam kelas layaknya sekolah internasional?

Sekarang ketika saya dewasa dan menjadi calon orang tua, saya merasa kasus bullying dan pelecehan seksual ini perlu menjadi perhatian. Sebagai orang tua kita perlu memberikan penjelasan kepada anak tentang apa yang tidak boleh dilakukan orang lain kepada mereka. Tubuh mereka tidak boleh sembarangan disentuh dan mereka tidak boleh dihina semena mena. Pun sebaliknya, saya harus mengajarkan agar anak saya kelak tidak menyentuh tubuh sensitif orang lain dan juga tidak boleh menghina teman- temannya.

Brosur Seks edukasi 1

Orang tua berperan sangat penting dalam pembentukan sikap dan mental anak. Seperti pada film 13 Reasons Why, ketika Mawar berusaha ingin berbicara mengenai masalahnya dengan orang tua, justru mereka sibuk dengan pekerjaannya tanpa memandang Mawar sedikitpun saat bicara. Karena tidak adanya dukungan, bahkan dari orang tuanya sendiri, akhirnya Mawar memutuskan untuk bunuh diri. Tragis memang.

Mawar Mawar lain di Indonesia pun tentu banyak. Mungkin ada yang akhirnya memutuskan untuk putus sekolah karena merasa sekolah bukan tempat yang nyaman, seperti salah satu teman SD saya. Bisa jadi banyak juga yang mencari pelarian hingga akhirnya benar-benar melakukan perilaku menyimpang, seperti menjual kelaminnya sendiri. Sebelum terlambat, mari kita lebih aware terhadap anak kita. Sekolah itu bukan tempat kita melempar kewajiban. Sekolah hanya salah satu fasilitas yang membantu pendidikan. Tetapi selebihnya pendidikan anak adalah kewajiban dari orang tua.