I’m Ready

My name is Rizka Putri Hamuktiono, and I’m ready to start the challenge!

#30DWC Jilid 9 #Squad9 

Advertisements

Namanya Tesla

Baru kali ini Ibu ngerasa sangat sedih saat kehilangan seseorang.

Kak, namanya Tesla. Teman yang ibu tahu waktu les pas jaman kelas 3 SMA. Tesla itu orangnya welcome sama orang baru. Pas nunggu jam tambahan Ibu sama Tesla ngegeje nyetel video Moymoy palaboy di YouTube dan lagu Sekuntum Mawar Merah. Wkwkwk

Malem-malem Ibu tiba-tiba denger kabar Tesla keseret air bah waktu di proyek..

  1. Shock banget Tesla baru aja keterima kerja dan nraktir keluarha dengan gaji pertamanya
  2. Tesla baru lulus taun ini dan struggle bgt sama TAnya
  3. Tesla harusnya dateng ke nikahan Ibu atau paling enggak dia akan ngucapin di instagram karena Ibu nikah sama temennya Tesla
  4. Tesla baru aja komen kalo dia udah lama nebak calon suami Ibu itu ayah

Kak, gatau kenapa Ibu sedih banget. Tapi kabar meninggal teman Ibu ini semacam jadi bom hidayah untuk semua orang. Om Tesla meninggalnya tenggelam saat menunaikan shalat. Meninggal dalam keadaan tenggelam itu tergolong mati syahid ka. Belum lagi meninggal saat berikhtiar mencari nafkah. Belum lagi meninggal dengan meninggalkan kebaikan-kebaikan. Belum lagi Om Tesla pandai menjaga silaturahmi.  Om Tesla sudah duluan dapat tiket surgaNya Allah ka. 

Ibu juga sedih banget karena Ibu merasa dzalim karena pikiran yang Ibu punya. Ibu cemburuan banget kan orangnya. Kadang ada perasaan takut Ayah suka sama perempuan lain.  Padahal namanya orang kerja selalu banyak risiko ka. Ayah kadang seminggu bisa kerja di Jakarta – Makassar – Manado – terus ke site yang jauh banget itu.  Belum lagi sopir Manado – site yang ngebut setengah mati itu. Makanya dzalim banget kalau Ibu malah khawatir sama hal-hal kecil, bukannya lebih banyak berdoa buat keselamatan Ayah di manapun Ayah ada.

Kematian Om Tesla ini Ka,  indah banget dan membawa banyak kebaikan. Selain Ibu jadi sadar harus banyak-banyak doain Ayah, Ibu juga harus menyiapkan kematian Ibu agar menjalani hidup yang lebih hidup dan dekat dengan Allah. Semoga anggota keluarga kita bisa nabung kebaikan kaya Om Tesla ya Ka.

Tentang Om Tesla: Hidupnya baik dan membawa kebaikan. Meninggalnya juga baik dan membawa kebaikan.

– Selamat jalan Tesla. Kakak harus baik kaya Om Tesla. Dan jangan lupa Kak, silaturahmi.

 

Tulisan ini dikutip oleh temennya Om Tesla. Semoga kita meninggal bisa bahagia kaya Om Tesla ya Kak. 

Foto ini diambil sama temen Om Tesla di kamarnya. Duh Ka, di kamarnya aja targetnya kaya gini ka. Yuk Kak kita buat juga target amal ibadah!

A Random Afternoon

Never give up on your relationship, apalagi sama anggota keluarga. Bonding itu perlu entah cuma nonton di rumah atau jalan bareng random. Asik banget punya sodara yang bisa diajak pergi ngegembel, aga olahraga dikit sambil ketawa-ketawa. Semoga next time bisa berempat jalan-jalannya.

Lokasi: Punclut, Ciumbuleuit

image

image

image

image

image

image

Nenek Shely Petcah Telor!!

Panitia pernikahan, sebuah nama grup LINE yang mensupport shely, yang tertua di inner circle kami, agar segera menikah.

Saya, Mbasel (Shely), Ridha, dan Iki (Riezky) adalah teman satu kamar di bale 3 lantai 3 kamar 44. Semasa di asrama, kami dekat dengan tetangga sebelah penghuni kamar 45, Devi dan Shereun. Ada pula Nyoning (Veronika) teman dari wing sebelah yang sering berkumpul di markas kamar 44. Setelah pindah ke kostan, teman kami bertambah. Ada Icung (Annisa L Mumtaza) yang turut meramaikan inner circle kami. Pada saat LINE mulai booming, Devi dan Nyoning mengganti foto grup dengan foro Mbasel. Sejak saat itulah kami iseng menamai grup dengan “Panitia Pernikahan Mbasel”.

Pencarian cinta yang berliku dialami oleh Nenek Shely Karma, tetapi berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa, setelah berbagai drama akhirnya Nenek dipertemukan juga dengan jodohnya. Alhamdulillah. Kami semua tentu sangat senang, karena khawatir Nenek akan segera menopause. Hehehe. Alhamdulillah ya Nek, nda jadi jomblo perak. Semoga dimudahkan sampai hari-H ya Neek. Luvvvv

bridal-shower-garut_6189

Bridal Shower Nenek S.K.A yang gagal jadi 10 besar STATERA

bridal-shower-garut_1466

Makanan Fav Kami : Gorengan, Martabak telor, Martabak keju, Indomie Goreng. Hidup Karbo!!!!

bridal-shower-garut_145

Will you marry me?

Keluarga Icung : LDR Sepanjang Masa Tapi Kompak Penuh Cinta

Satu kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lain. 

Saya sangat senang ketika ditraktir makan oleh orang tua Icung di Kedai Eyckman, yang tidak akan dimasuki oleh koas karena sangat mahal. Saat itu hujan deras, di tengah persiapan ujian CBT saya dan teman – teman di kontrakan diajak makan di luar. Rasanya senang dan terharu, seperti dikunjungi oleh orang tua sendiri. I saw them laugh. They were so sweet and romantic in their golden age. 

Kebaikan itu, membuka pintu kebaikan yang lain. Icung bilang, Ayahnya dulu diperlakukan dengan baik oleh orang tua sahabatnya. Makanya beliau sekarang sangat baik pada teman – teman Icung. :” Saya berharap kelak dapat melakukan hal yang sama seperti kedua orang tua Icung.

Orang tua Icung bagi saya adalah sosok teladan. Meski mereka LDR sejak jaman pacaran bahkan hingga usia perkawinan 20+++mereka tetap kompak dan romantis. Salut sekali dengan Bapak dan Ibu Icung. Ibu Icung sangat mandiri ketika ditinggal Bapak yang pulang hanya Dua bulan sekali. Bapak Icung yang begitu setia meski berada di tempat yang jauh. Di usia yang tidak lagi muda mereka sangat excited dan mempersiapkan diri jika akan bertemu saat Bapak Off dari site. Bahkan sampai saat ini mereka bisa menelepon 1-3x setiap harinya. Luar biasa. Kata Icung, “Gapapa keluar pulsa banyak karena dengan itu mereka memenuhi kebutuhan masing-masing.”

Komunikasi : Rahasia kelanggengan pasangan :p

Saya sering bertanya, “Cung kenapa lo bisa seambis ini sih sama adek lo? Kalian berdua achiever banget.”

Bagaimana Ibu Icung membentuk anak-anaknya menjadi ambisius dalam belajar tanpa diperintah juga sangat menginspirasi? Jadi, orang tua Icung tidak pernah menyuruh anak-anaknya belajar, tapi mereka belajar bersama di ruang tengah tanpa ada TV yang menyala. Tidak ada cerita anak-anak mengerjakan PR tapi Ibu Bapak menonton TV, hemehhh. Anak-anak dengan tugasnya, Ibu Icung juga mengerjakan tugas kuliahnya. Memang, cara mendidik yang paling baik adalah dengan menjadi teladan.

Icung bilang, Ibu selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul sepulang mengajar di kampus. Ibu akan bercerita di tempat tidur bertiga dengan anak-anaknya. Kalau kalian melihat Icung dan Ibunya, kalian akan menyangka mereka saudara kembar, kompak, gila! I hope I could be my children’s best friend like her. Bapak pun seperti sahabat Icung. Meski jarang bertemu saya melihat Bapak Icung sangat dekat, seperti sahabat Icung tidak ada jarak sama sekali. Bapak dan Icung sering berkomunikasi via telepon. Yang LDR aja bisa kompak, yang tinggal bersama harus lebih berusaha untuk saling mengenal dan dekat dengan keluarga juga. Semangat!!

Saya belajar banyak dari keluarga Icung. Bersyukur sekali bisa bertemu dan mengenal mereka. Terima kasih Icung karena sudah banyak bercerita dan memberikan saya pelajaran tentang memiliki keluarga yang kompak dan harmonis juga bisa mendukung dan memotivasi satu sama lain. Semoga bapak dan Ibu Icung sehat selalu, Icungnya juga segera diberikan jodoh yang memberikan komitmen dan kepastian, sholeh, serta rajin berolahraga. Hahaha. Amin..

 

Potret Pemuda

DSC06015

Barikade di Bawah Hujan

Foto ini mengisahkan mengenai semangat, mengenai kebersamaan, kesetiaan, dan solidaritas. Hujan menjadi saksi ketika tubuh-tubuh berdiri tegap saling bergandengan.