Bekal untuk Calon Mamah Muda

Tidak terasa saya sudah memasuki 33 minggu usia kehamilan.  Sebagai calon Ibu, banyak sekali ilmu yang pastinya masih nol sekali. Tapi sepertinya kuncinya hanya bismillah. Ketika Allah memberikan amanah, insyaAllah tidak akan melebihi kapasitas kita.

Benar, calon Ibu itu harus punya bekal. Walaupun tetap nanti kita akan kelabakan dan perlu bantuan keluarga, tapi paling tidak kita sudah pernah membaca. Apa saja sih bekal yang diperlukan? Dua bulan menjelang persalinan inilah persiapan versi keluarga saya.
1. Persiapan finansial

Persoalan budget ini sangat penting. Pertama, konsultasikan dengan dokter atau bidan kondisi kehamilan kita. Apakah memungkinkan untuk bersalin secara normal? Pikirkan juga terkait kondisi penyakit bawaan yang dialami Ibu.  Atau apakah bayi kemungkinan lahir prematur dan memerlukan perawatan intensif? 

Selanjutnya,  kondisi keuangan keluarga kita mampu untuk di fasilitas kesehatan seperti apa? Kalau dicover asuransi atau dari kantor sih sudah lumayan tenang ya. Kalau tidak, coba hitung tabungan pribadi. Sebagai jaga-jaga buat segera kartu BPJS, aktifkan segera kartu BPJS untuk calon jabang bayi.  Sambil kita tetap calling-calling siapa tahu pihak orang tua bisa membantu.  Hehe.  Yang pasti utamakan keselamatan Ibu dan anak ya. Kalau masalah ingin bersalin di tempat yang lux, jika tidak sesuai budget, keinginannya bisa dikesampingkan dulu.

Buat daftar keperluan Ibu dan bayi. Agar mengurangi pengeluaran, kita bisa menunda beberapa kebutuhan seperti baju bayi lucu, stroller, car seat dan kebutuhan-kebutuhan nonprimer lainnya.

 
2. Daftar Kebutuhan Ibu & Bayi

Membuat daftar kebutuhan Ibu dan bayi ini sangat penting, karena kita bisa mengontrol keperluan dan juga budget. Walaupun Ibu atau mertua kita tidak terlalu care soal list ini, tapi kita bisa diam-diam membuatnya.  Bila ada sumbangan dari orang tua atau keluarga, cepat-cepat dicek apakah ada pada list keperluan kita? Kalau ada kan alhamdulillah bisa mengurangi beban ya.

Memenuhi kebutuhan bayi ini fleksibel ya. Sebaiknya dicicil karena banyak sekali yang diperlukan. Setelah itu kita bisa mulai menata keperluannya.  Misalnya lokasi tempat tidurnya, lemarinya. Dan yang penting adalah mencuci semua pakaian bayi supaya tidak bau pabrik.  Setelah mencuci dan menyetrika, kita bisa memasukannya ke dalam plastik untuk pakaian supaya tidak berdebu. Kita juga bisa mulai menata barang bawaan ke rumah sakit nanti.
3. Persiapan Menyusui

Ilmu tentang menyusui ini penting sekali, apalagi bagi Ibu yang akan bekerja ya. Tapi walaupun full time mom, penting juga mempelajari ilmunya supaya supply ASI tetap cukup memenuhi kebutuhan si kecil.  Saya banyak mendapat ilmu dari Buku Pintar Asi dan Menyusui karya Teh Monik. Saya juga memfollow [ instagram : asiku.banyak ]. 

Intinya kita perlu tahu ilmu tentang:

  • Menyusui bayi newborn
  • Pumping & nursing
  • Managemen laktasi
  • Managemen ASIP
  • Let Down Refleks (LDR)
  • Foremilk vs Hindmilk

Saya beri prolog supaya Ibu-Ibu semua semangat mencari ya. πŸ˜†
4. Persiapan Persalinan

  • Konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan yang menangani kita
  • Persiapkan persyaratan jika akan menggunakan kartu BPJS (apakah memerlukan rujukan dari fasilitas kesehatan primer?)
  • Siapkan bawaan Ibu dan bayi dalam satu tas.
  • Daftarkan diri kita apabila ingin bersalin di RS swasta (bisa daftar dulu atau tidak).
  • Daftarkan diri kita di rumah sakit bila kita perlu bersalin secara caesar terjadwal.
  • Perbanyak jalan kaki setiap hari untuk membantu penuruan kepala janin dan menguatkan fisik ibu.
  • Paparkan pada keluarga besar rencana persalinan kita. Bila suami kita sedang tidak bersama kita, pihak keluarga bisa menghandle.  

5. Persiapan Tambahan 

  • Setelah pulang ke rumah, di mana Ibu dan bayi akan tidur? Biasanya kalau di daerah selama beberapa hari Ibu dan Bayi tidur di ruang tengah karena akan banyak tetangga yang menjenguk.
  • Kondisikan dan jelaskan di mana ayah akan tidur? Haha. Karena pasti ayah akan tidak terperhatikan.  Jadi kita kondisikan pihak ayah dari awal.
  • Tentukan siapa yang akan mencuci pakaian baby? Karena jagoan kita masih sering pipis, eek, dan kentut berjackpot. Jadi cuciannya akan menumpuk.  Apakah ada keluarga yang mau membantu? Apakah ART di rumah kita siap?  Ataukah kita perlu tambahan tenaga?
  • Siapkan pakaian Ibu yang nyaman dipakai, nyaman untuk menyusui, tapi layak dilihat orang. Karena akan banyak tamu ke rumah. Jadi siapkan pakaian rumah yang sopan tapi tetap nyaman untuk Ibu menyusui.
  • Versi nene saya: siapakan seprai dan bedcover yang bagus.  Biasanya tamu suka intip-intip kamar.  Hehe. 
  • Sediakan aqua gelas dan snack kiloan atau biskuit untuk menjamu tamu yang datang. Supaya keluarga juga praktis. 

.

.

.

    Semoga apa yang saya share bisa bermanfaat ya moms to be. 😚
    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day7

    Advertisements

    Dunia Mom to BeΒ 

    Akhir-akhir ini saya disibukkan dengan rutinitas baru sebagai mom to be, hehe. Alhamdulillah suamik kerja jauh-jauh uangnya habis dipakai beli kuota yang melonjak bulan ini. Saya sedang senang mengumpulkan informasi tentang managemen ASIP dan dunia perompolan. Karena baby itu masih sebatas nenen, tidur, lalu pipis, eek atau kentut berjackpot pup. Sabar… Sabar… Nanti Kakak nenen yang pinter yaa.  πŸ˜˜ 

    Seharusnya sih saya menulis di blog ya, supaya info di kepala ini tidak mengawang-awang dan juga saya bisa merangkum apa yang penting? Tapi rasanya saya malah blog walking dan melompat dari satu forum ke forum lainnya.  Hehehe. Sebagai mom to be generasi 2017 (ciehh), tentu akan banyak hal yang bertentangan dengan orang tua kita. Ilmu 25 tahun lalu tentu akan ada beberapa perbedaan ya.  Hehe.  Tidak apa-apa,  dikombinasikan saja selama tidak mengganggu kesehatan baby ya.

    Apa saja yang seharusnya sudah bisa saya rangkum ya? 

    1. Apa saja list keperluan bayik newborn?

    2. Managemen ASIP dan delivery ASIP jarak jauh

    3. Dunia perompolan bayi

    Tiga hal ini yang selama ini saya perdalam (buset bahasanya lebay).  Sepele tapi mom to be wajib tahu, azek.  Oh iya, daddy to be juga perlu terus dilibatkan supaya bisa semakin dekat dengan babynya.  Karena kan baby biasanya mirip banget daddynya, di mamak cuma numpang di rahim aja. Hihi. Kalau baby pasti akan dekat ya dengan ibuknya. Tapi karena daddy ini sibuk bekerja,  jadi memang perlu disediakan waktu khusus supaya baby dekat dengan daddynya. Unchhh…  Sabar.. Pengen liat Kakak digendong terus mipisin ayahnya (eh kan kakak nanti pake cloth diaper yaa.. Jadi ayahnya ga akan kena jackpot 😝)

    Rasanya nano-nano ya. Kalau malam seringnya saya nangis, merasa bersalah karena kehamilan saya kok fragile banget dan membuat Kakak berisiko lahir prematur. Terus selama ini Kakak ga pernah membebani apa-apa. Malah adanya Kakak tuh menghibur banget, tingkah lincahnya selalu bikin saya ketawa-ketawa. Pengen bisa meluk Kakak, terus Kakak nanti nenen sambil nemplok.  Kyaaaa…  Benih suamik yang mikroskopis sekarang almost 1,5kg di perut. Hehehe.. Makin gundud makin kecil spacenya, sampai kalau gerak dikit akan keliatan dari luar. Masih kaya mimpi rasanya. Hampir 31 minggu berarti Kakak di dalam perut (29 minggu dari konsepsi ya).

    Sehat-sehat ya Kak! 7 minggu lagi boleh keluar ko. Duh nanti gimana melahirkan? Hahaha. Pokoknya yang penting keep Kakak sampai cukup bulan dulu. Sabar yaaa nak gundud. 😘

    Perjalanan Bersama Kakak

    Assalamualaikum Kakak, mungkin sekarang Kakak masih bobo di perut Ibu. Tadi kecapean ya? Seharian Kakak gerak super heboh.

    Kak, sudah 22 minggu 4 hari Kakak tinggal di perut Ibu. Kakak senang kan? Banyak sekali hal yang telah dilalui bersama dengan Kakak, mulai dari PP Puskesmas Kedokan,  sampai hectic di IGD RSUD Indramayu. Maaf jika Ibu ternyata masih lalai menjaga diri. Ibu merasa masih menjadi Ibu yang dulu, padahal sekarang sudah ada Kakak di rahim Ibu. Hingga akhirnya Allah menegur Ibu.

    Sekarang Kakak semakin aktif, semakin cerdas, dan sholeh. Kakak bisa merespon kata-kata yang Ibu ucapkan ataupun sentuhan yang Ibu berikan di atas perut. Anak Ibu juga senang sekali mendengarkan tilawah.  Betapa bahagianya perasaan Ibu bisa merasakan setiap pertumbuhan Kakak. 

    Sayang, malam ini Ibu sadar satu hal. Hidup dan mati itu adalah kehendak Allah. Tugas Ibu dan Ayah adalah membekali Kakak dan mendampingi Kakak agar senantiasa menjadi anak yang sholeh/sholehah. Yang kuat ya sayang. Bantu doa sama Allah. Ibu dan Ayah akan semaksimal mungkin untuk menjaga Kakak.
    Salam sayang dari Ibu dan Ayah. 

    Ayafluu Kak :*

    #Latepost

    Halu Trimester Tiga!Β 

    Akhir-akhir ini saya jarang menulis, lebih tepatnya tulisan saya tidak ada yang selesai.  Ha!  Saya banyak mencari informasi seputar keperluan bayi newborn dan juga keperluan menyusui.  Rasanya sampai pusing sendiri karena banyak sekali pritilan yang membuat saya jadi idealis. Mungkin karena saya banyak browsing, jadi terjadi pertukaran informasi yang sangat cepat di kepala.

    Alhamdulillah sebentar lagi Kakak memasuki usia 29 minggu.  Syukur luar biasa, Allah masih memberikan kesempatan Kakak tumbuh di dalam kandungan, di tempat yang didesain begitu luar biasa oleh Allah. Masih ingat betul saat itu saya masih hamil sekitar 22-23 minggu ketika mulai mengalami kontraksi. Rasanya begitu sedih dan putus asa.  Kakak belum siap lahir di usianya yang masih begitu muda. Tubuhnya belum siap untuk hidup di luar rahim ibunya. 😭😭😭😭😭😭
    Akhirnya saya diboyong keluarga pulang ke Lembang. Saya pun dirawat hampir satu minggu.  Kontraksi oh kontraksi. Semua obat telah masuk, tetapi kontraksinya sulit sekali kontrol. Diam-diam sayang sering menangis. Harap-harap cemas menanti setiap minggu berlalu, menunggu pematangan tubuh Kakak. Saya, suami, beserta keluarga melakukan upaya yang terbaik yang kami mampu dan berdoa meminta pertolongan Allah.

    28 minggu, satu tahap terlewati.  Kakak sudah mulai fase pematangan paru.  Setiap minggu begitu berharga. Sekarang saya dan keluarga hanya bisa berdoa dan menjaga Kakak dengan membatasi aktivitas. Kontrol ke RS saja saya masih takut karena khawatir kontraksi akan terangsang dengan banyaknya gerakan. Semoga Kakak bisa terus kuat dan bertahan sampai 34 minggu, agar saya bisa mulai kontrol ke RS dan mulai berkonsultasi mengenai persiapan persalinan.

    Bahagia rasanya merasakan gerakan tubuh Kakak yang mulai membesar. Gerakannya kini tidak lagi penuh ancang-ancang karena space di dalam kandungan tidak lagi seluas sebelumnya. Wkwkwkwk. Kini gerakan Kakak ngilu-ngilu nikmat. Gerak sedikit saja sudah bisa teraba dan sering kali terlihat liukannya pada luar perut saya. Alhamdulillah.. Alhamdulillaah..   Setiap Kakak bergerak saya betul-betul bersyukur. Alhamdulillah Kakak berarti masih baik-baik saja di dalam perut.

    Gerakan Kakak juga mengingatkan saya akan suami. Mungkin Allah menghadirkan Kakak agar bisa menemani saya selama suami bekerja di luar. Ingin sekali bisa berbagi setiap gerakan lucu Kakak setiap malam pada suami. Tapi Ayahnya harus berjuang di luar sana.  Semoga nanti ketika Ayahnya pulang Kakak tidak malu-malu bergerak dan bermain di dalam perut seperti biasanya ya, Kak!  

    Pregnancy Story : Beda Orang, Beda Kondisi

    Ternyata, mengandung adalah perjuangan.

    Saat jaga malam kemarin, perut saya begitu tegang dan mengeras. Kata bidan yang sedang di IGD, “Hati-hati perutnya kenceng banget.” Itu sekitar pukul 10 malam.  Ternyata perut saya terus kencang sampai pukul 6 pagi. Saya yang baru pertama kali merasakan perut tegang yang sangat lama kebingungan dan mulai khawatir. Saya pun kembali masuk ke ruang kebidanan IGD. 

    Bu Haji bilang, “Aduh dok.. Khawatir.  Lagi hamil segini rawan banget keluar lagi. Cepet-cepet minum obat antikontraksi terus tiduran.” Baru saja satu hari sebelumnya saya kedatangan pasien yang spontan mengeluarkan bayi saat usia menjelang 5 bulan, usia kandungannya tidak jauh berbeda dengan saya. Ternyata ini kondisi serius.  πŸ˜°

    Jaga malam itu memang cukup ramai. Banyak sekali pasien anak yang harus membuat saya mondar mandir. Biasanya paling tidak saya bisa berbaring 1-2 jam. Malam itu benar-benar saya tidak bisa istirahat. Fisik saya tidak merasa terlalu lelah atau bagaimana karena memang sudah biasa. Tapi ternyata rahim saya memerlukan rebahan agar tidak terlalu tegang.

    Sepulang jaga saya langsung istirahat. Saya malah tidak memakan sarapan yang dibeli, karena dipikiran saya hanya ‘pokonya harus segera tidur’. Jadi saya tidak nafsu makan sama sekali.  Barulah siangnya saya makan sebelum kontrol ke dokter kandungan.

    Saat sudah menunggu sekitar 30 menit, ternyata dokter yang biasa saya kunjungi tidak ada.  Jadilah saya berkonsultasi dengan dokter lain karena memang ini urgent.  Akhirnya saya diperiksa oleh dokter Wahyudi, dokter kandungan yang juga praktek di rsud Indramayu. Syukurlah saya bisa banyak berkonsultasi dengan beliau dan mendapatkan penjelasan yang dapat dimengerti.

    Setelah di USG, ternyata sebagian plasenta saya letaknya rendah, jadi kondisinya disebut dengan low lying plasenta. Mungkin ini yang menyebabkan rahim jadi mudah tegang dan kontraksi, selain karena saya kurang istirahat. Pantas saja dulu saat awak kehamilan saya sempat keluar darah dari jalan lahir. Ternyata karena letak plasentanya memang rendah. Mudah-mudahan posisinya bisa berubah seiring bertambahnya usia kehamilan.

    Dokter Wahyudi bilang, “Obatnya cuma bedrest.” Saya pun diminta untuk istirahat tiga hari. Ya Allah, ternyata mengandung itu penuh perjuangan ya. Jangan keluar terlalu dini ya nak, nanti kalau sudah kuat tumbuh sendiri di luar baru boleh. :”

    Saya ingat bahwa sejak awal hamil kondisi saya memang berbeda dengan orang lain. Awalnya saya ingin hamil seperti orang biasa, yang tetap aktif dan melakukan aktivitas normal. Saya banyak berjalan kaki. Saya juga aktif bergerak ketika bekerja di RS.  Tapi ternyata kondisi saya berbeda dengan Ibu hamil lainnya yang masih bisa beraktivitas normal. Saya harus bersabar ketika orang lain bilang, “Jangan dibawa males nanti anaknya jadi rewel.” atau banyak yang bilang, “Dulu saya hamil masih jaga sampai hamil tua, masih kuat nyetir motor juga.”

    Kondisi saya berbeda.  Rahim saya dibawa jaga, yang menurut saya biasa saja sudah mengeluarkan warning.  Saya harus ikhlas menerima bahwa saya memang harus membatasi aktivitas meski saya ingin. I deserve to fight my pregnancy. 

    Alhamdulillah suami dan keluarga mendukung.  Bila terjadi sesuatu lagi saya harus cuti internsip. Jika memang saya tidak diizinkan untuk cuti, jalan satu satunya adalah resign.

    Saya berpikir, mengapa Allah memberikan satu persatu ujian kepada saya dan keluarga? Kenapa ya Allah? Lalu saya ingat betapa Allah juga memudahkan kehidupan saya yang lainnya. Betapa Allah memberikan Kasih Sayang, Rahmat, dan Karunia-Nya pada saya dan keluarga.

    Saat menaiki becak di perjalanan pulang tadi saya hanya bisa istigfar.  Ampuni kesalah hamba dan keluarga ya Allah. Saya sadar harus sabar dan tetap tawakal. 

    Semoga kita ketemu setelah kamu aterm, baby girl. Puas-puasin bobo dan main di perut Bunda ya.  πŸ˜˜

    Cerita Kehamilanku : Trimester PertamaΒ 

    Masa kehamilan trimester satu adalah masa paling drama, yang terberat selama kehamilan. Saat awal hamil, saya sedang internsip di Puskesmas Kedokanbunder, yang jaraknya 30 Km dari tempat tinggal saya.  Artinya, setiap hari saya harus PP 60 Km.  Saat itu saya juga sedang LDR, suami di Jakarta, saya di Indramayu.

    Mual Muntah

    Mual muntah adalah masalah yang akan dihadapi oleh hampir setiap Ibu hamil di trimester pertama.  Perubahan hormonal di dalam tubuh membuat Ibu mudah mual dan muntah, terutama pada pagi hari ataupun malam hari. Apalagi bila sebelumnya Ibu punya masalah lambung, ketika hamil biasanya gejala mual muntahnya akan semakin bertambah.

    Sulit sekali untuk makan ataupun minum susu, karena penciuman semakin sensitif. Makanan yang berempah akan turut merangsang refleks untuk muntah. Awalnya saya chaos saat pertama kali menghadapi mual muntah. Baru sarapan, makanan sudah keluar. Baru makan malam, makanan lagi lagi keluar.  Padahal saya hanya membeli satu porsi saja.

    Akhirnya saya mulai bangkit dan mendownload aplikasi di app store dan mencari artikel terpercaya yang praktis dan mudah dibaca. Setelah saya baca, ternyata memang Ibu hamil saat trimester pertama itu mengalami perubahan hormonal besar-besaran yang membuat mual muntah, tubuh terasa lelah, dan juga terjadi perubahan fisik. Belum lagi ada perubahan peran, dari seorang istri menjadi seorang calon Ibu. Perasaan Ibu menjadi sangat sangat sensitif.

    Bagaimana persiapan nutrisi Ibu hamil di trimester pertama? Ini dia tips and tricknya:

    1. Makan porsi kecil tapi sering

    2. Sediakan snack atau crackers di kantong karna akan terjadi serangan lapar kapan saja. Pilih snack yang tidak banyak mengandung coklat. 

    3. Jauhi makan asam, pedas, dan terlalu berempah

    4. Jangan dulu makan buah kecuali pepaya dan semangka. Karena buah yang asam semakin menambah jumlah asam dalam lambung, nanti perut akan kembung dan terjadi refleks muntah lagi. 

    5. Jangan dulu makan coklat, ketan, dan singkong. Karena coklat mengandung asam, sedangkan ketan dan singkong menambah gas dalam lambung. 

    6. Kalau mual jangan dulu memaksakan minum susu hamil.  Yang penting tetap konsumsi suplemen asam folat. Konsumsi suplemen zat besi bisa saat sebelum tidur karena mual.  

    7. Bangun tidur : jangan langsung turun dari tempat tidur, miring kiri dulu, lalu duduk.  Kemudian kita makan snack.  Setelah 15-30 menit baru kita turun pelan-pelan. Dulu saya sedia biskuit atau sereal.  

    8. Sebelum tidur : 2 jam sebelum tidur tidak boleh lagi makan makanan berat.  Bagi yang memiliki masalah lambung, sebelum tidur baiknya mengunyah biskuit atau crackers. Jadi pagi hari tidak terlalu menyiksa dan bisa berkurang keluhannya.

    9. Apabila BB turun drastis sebaiknya konsultasi lada dokter agar diberi obat tambahan untuk mencegah mual dan muntah berlebih. 

    10. Jangan lupa tetap atur pola makan walau sudah minum obat.

    11. Boleh banget ndusel-ndusel suami karena tetap support pasangan adalah obat yang mujarab. Hehe 

    12. Minum sedikit-sedikit.  Minum yang banyak dalam waktu singkat membuat lambung cepat terasa sesak dan merangsang muntah. 

    Mudah Lelah

    Setelah saya baca di app  Baby Center, katanya bumil itu mudah sekali lelah. Saya pun merasakan yang sama.  Capeknya banget banget.  Biasanya sepulang dari Puskesmas saya sudah sangat kelelahan dan cepat-cepat tidur.  Menurut artikel, bumil memang butuh lebih banyak beristirahat. Apalagi trimester satu itu fisik super ngedrop. Sebelumnya saya jarang sekali laundry pakaian.  Demi menjaga fisik supaya tidak semakin drop akhirnya saya memutuskan untuk laundry saja.

    Masa Paling Rentan

    Trimester satu itu masa yang paling rentan. Bisa perdarahan, bisa mudah keguguran, atau jika salah minum obat bisa menyebabkan keguguran.  Maka dari itu penting untuk kontrol rutin dan mengkonsumsi vitamin, terutama asam folat saat diketahui adanya kehamilan sampai trimester satu. Karena saat trimester awal itu masa pertumbuhan janin sangat kompleks. Ia sedang membentuk cikal bakal sistem syaraf dan sistem tubuh lainnya.

    Asupan makanan harus dijaga, asupan obat yang masuk pun harus dijaga. Apakah obat yang sedang dikonsumsi aman untuk kehamilan atau tidak? Benturan, guncangan di kendaraan yang hebat atau jatuh pun sangat riskan bagi Ibu hamil. Selain itu, aktivitas seksual juga perlu disesuaikan selama masa kehamilan. Rutin kontrol ke dokter sangat penting agar kesehatan Ibu dan Janin bisa terpantau. 

    Supporting System

    Ibu hamil memerlukan dukungan yang sangat besar dari keluarga, terutama dari pasangan.  Saat trimester satu itu suami perlu banyak memberikan pengertian, karena Ibu hamil jadi tidak seoptimal dulu saat melayani pasangan.  Selain itu, Ibu hamil juga perlu memberikan support kepada suami, dengan berbagi setiap perkembangan janin misalnya.  Karena hal berat bukan hanya dialami Ibu.  Suami yang mengalami perubahan peran pun sebenarnya memiliki kekhawatiran yang sulit untuk dijelaskan.  

    Trimester satu ini adalah ujian bagi pasangan. Karena di satu sisi, Allah sedang memberikan nikmat berupa janin yang tengah di kandung.  Di sisi lain, calon Ibu dan bapak harus bekerja sama untuk menghadapi setiap kesulitan saat kehamilan. Saling memberikan pengertian dan perhatian pada pasangan membuat bumil dan pakmil insyaAllah akan survive dengan up and down trimester pertama. Semoga Allah memudahkan teman-teman yang sedang nikmat-nikmatnya di kehamilan trimester pertama ya.  πŸ˜š

    My Happy Preggo DiaryΒ 

    Alhamdulillah, mengandung itu rasanya nikmat banget. Setelah melewati fase berat di trimester pertama,  sekarang mulai menikmati fase indah.  Si kecil mulai semakin aktif bergerak, mulai dari gerakan mengetuk perut santai, sampai menendang heboh sahabekna ala pemain bola.

    Tendangannya itu juga bentuk komunikasi. Kalau lapar si kecil menendang dalam tempo reguler dan cukup keras. Kalau kesal tendangannya sekali hantam.  πŸ˜‚ Biasanya kalau ditinggal teleponan sama nenek atau ayahnya tanpa loude speaker atau saat saya senggang tapi tidak mengajaknya bicara. Yang paling gemas adalah saat mendengarkan suara rekaman mengaji ayahnya,  Ia bergerak girang heboh, ke kanan dan ke kiri.

    Semakin lama baby ibok semakin mirip ayah.  Mulai dari ngambek saat lapar dan juga protes saat mendengar lagu yang Ia tidak suka.  Kadang setelah rekaman ayahnya suka terputar lagu berikutnya, biasanya lagu Indie yang menurut baby, “Naon sih?” Wkwkwk.  Curiga si dia bakal girang banget kalau didengarkan lagu-lagu ayahnya. πŸ˜‚

    Sekarang juga saya sudah enak makan dan enak minum susu hamil. Sayangnya, sekarang mulai tidak bisa makan banyak karena perut semakin terdesak. Jalan kaki juga mulai berat karena bobot saya sudah naik 6kg ++. πŸ˜‚ Kata suami, langsing saya hanya bertahan selama dua bulan pernikahan.  Malah sekarang suami yang makin ramping dan terlihat semakin sehat. Hihi.

    Rasanya nikmat sekali, jalan ngageboy rada ngajegang sembari memegang perut yang semakin terasa teregang dan sesak. Apalagi dua hari ini rasanya otot, kulit, dan jaringan di perut sangat teregang dan ngilu. Tapi ngilunya mengingatkan saya bahwa di kecil berarti sedang tumbuh. Apalagi sekarang sudah memasuki usia 19 minggu.

    Sejak menginjak usia 4 bulan saya semakin aktif mengajaknya berbicara dan bercerita. Saya ajak Ia saat hendak shalat wajib atau shalat sunnah. Adanya baby ini membuat saya dan suami lebih bersyukur lagi kepada Allah. Si kecil juga memotivasi kami untuk lebih banyak beribadah. Bukan hanya itu, pekerjaan saya di rumah sakit pun terasa lebih mudah. 

    Si kecil jarang sekali mengeluh jika saya cuek atau terlalu sibuk.  Biasanya saat jam makan saya molor terlalu lama saja Ia mulai protes.  Sisanya, saya merasa bebas aktif bergerak dan beraktivitas. Saya juga merasa lebih semangat karena saya ingin menanamkan semangat bekerja dan belajar kepada baby yang ada di dalam kandungan. Rasanya berbeda, semangatnya juga berbeda. Saya jauh lebih ceria meski banyak kesibukan.

    Suami pun banyak memberikan support kepada saya dan baby. Ia rutin menghubungi saya baik via telpon ataupun video call. Perhatiannya membuat saya lebih semangat lagi. Pendidikan anak bagi kami bukan hanya tugas Ibu, tapi juga tugas bersama.  Baby harus sejak dini mengenal dan berinteraksi dengan ayahnya.  Maka kami mulai menyalakan loud speaker saat mengobrol via telepon ataupun video call. Saya pun setiap hari memperdengarkan suara ayahnya. Iki lo nak, bapak yang sayang banget sama kamu.  :*

    Anak-anak Palestina itu diberi pendidikan Alquran sejak dalam kandungan. Berbeda dengan Ibu Yahudi yang katanya belajar ilmu pengetahuan ataupun matematika saat hamil agar anaknya pintar. Ngitung duit mah nanti juga bisa ya, nak? Wkwk. Jadi yang penting mendidik agar jadi anak sholeh saja dulu. Nanti mau apa saja yang penting bisa bermanfaat. Kalau nanti kamu jadi dokter bedah risiko tidak ditanggung ya. Wkwk. Soalnya baby banyak terpapar kasus bedah selama menemani saya di IGD. Hihi.  

    Harus semangat nih hap hap happ!! Tilawah saya masih kendor. Baca buku juga masih kendor. Pokoknya temenin Ibuk ya sayang. Kita sama-sama belajar supaya lebih deket lagi sama Allah. We love you anak Ibukk dan ayah!!  πŸ˜˜