Pregnancy Story : Beda Orang, Beda Kondisi

Ternyata, mengandung adalah perjuangan.

Saat jaga malam kemarin, perut saya begitu tegang dan mengeras. Kata bidan yang sedang di IGD, “Hati-hati perutnya kenceng banget.” Itu sekitar pukul 10 malam.  Ternyata perut saya terus kencang sampai pukul 6 pagi. Saya yang baru pertama kali merasakan perut tegang yang sangat lama kebingungan dan mulai khawatir. Saya pun kembali masuk ke ruang kebidanan IGD. 

Bu Haji bilang, “Aduh dok.. Khawatir.  Lagi hamil segini rawan banget keluar lagi. Cepet-cepet minum obat antikontraksi terus tiduran.” Baru saja satu hari sebelumnya saya kedatangan pasien yang spontan mengeluarkan bayi saat usia menjelang 5 bulan, usia kandungannya tidak jauh berbeda dengan saya. Ternyata ini kondisi serius.  😰

Jaga malam itu memang cukup ramai. Banyak sekali pasien anak yang harus membuat saya mondar mandir. Biasanya paling tidak saya bisa berbaring 1-2 jam. Malam itu benar-benar saya tidak bisa istirahat. Fisik saya tidak merasa terlalu lelah atau bagaimana karena memang sudah biasa. Tapi ternyata rahim saya memerlukan rebahan agar tidak terlalu tegang.

Sepulang jaga saya langsung istirahat. Saya malah tidak memakan sarapan yang dibeli, karena dipikiran saya hanya ‘pokonya harus segera tidur’. Jadi saya tidak nafsu makan sama sekali.  Barulah siangnya saya makan sebelum kontrol ke dokter kandungan.

Saat sudah menunggu sekitar 30 menit, ternyata dokter yang biasa saya kunjungi tidak ada.  Jadilah saya berkonsultasi dengan dokter lain karena memang ini urgent.  Akhirnya saya diperiksa oleh dokter Wahyudi, dokter kandungan yang juga praktek di rsud Indramayu. Syukurlah saya bisa banyak berkonsultasi dengan beliau dan mendapatkan penjelasan yang dapat dimengerti.

Setelah di USG, ternyata sebagian plasenta saya letaknya rendah, jadi kondisinya disebut dengan low lying plasenta. Mungkin ini yang menyebabkan rahim jadi mudah tegang dan kontraksi, selain karena saya kurang istirahat. Pantas saja dulu saat awak kehamilan saya sempat keluar darah dari jalan lahir. Ternyata karena letak plasentanya memang rendah. Mudah-mudahan posisinya bisa berubah seiring bertambahnya usia kehamilan.

Dokter Wahyudi bilang, “Obatnya cuma bedrest.” Saya pun diminta untuk istirahat tiga hari. Ya Allah, ternyata mengandung itu penuh perjuangan ya. Jangan keluar terlalu dini ya nak, nanti kalau sudah kuat tumbuh sendiri di luar baru boleh. :”

Saya ingat bahwa sejak awal hamil kondisi saya memang berbeda dengan orang lain. Awalnya saya ingin hamil seperti orang biasa, yang tetap aktif dan melakukan aktivitas normal. Saya banyak berjalan kaki. Saya juga aktif bergerak ketika bekerja di RS.  Tapi ternyata kondisi saya berbeda dengan Ibu hamil lainnya yang masih bisa beraktivitas normal. Saya harus bersabar ketika orang lain bilang, “Jangan dibawa males nanti anaknya jadi rewel.” atau banyak yang bilang, “Dulu saya hamil masih jaga sampai hamil tua, masih kuat nyetir motor juga.”

Kondisi saya berbeda.  Rahim saya dibawa jaga, yang menurut saya biasa saja sudah mengeluarkan warning.  Saya harus ikhlas menerima bahwa saya memang harus membatasi aktivitas meski saya ingin. I deserve to fight my pregnancy. 

Alhamdulillah suami dan keluarga mendukung.  Bila terjadi sesuatu lagi saya harus cuti internsip. Jika memang saya tidak diizinkan untuk cuti, jalan satu satunya adalah resign.

Saya berpikir, mengapa Allah memberikan satu persatu ujian kepada saya dan keluarga? Kenapa ya Allah? Lalu saya ingat betapa Allah juga memudahkan kehidupan saya yang lainnya. Betapa Allah memberikan Kasih Sayang, Rahmat, dan Karunia-Nya pada saya dan keluarga.

Saat menaiki becak di perjalanan pulang tadi saya hanya bisa istigfar.  Ampuni kesalah hamba dan keluarga ya Allah. Saya sadar harus sabar dan tetap tawakal. 

Semoga kita ketemu setelah kamu aterm, baby girl. Puas-puasin bobo dan main di perut Bunda ya.  😘

Cerita Kehamilanku : Trimester Pertama 

Masa kehamilan trimester satu adalah masa paling drama, yang terberat selama kehamilan. Saat awal hamil, saya sedang internsip di Puskesmas Kedokanbunder, yang jaraknya 30 Km dari tempat tinggal saya.  Artinya, setiap hari saya harus PP 60 Km.  Saat itu saya juga sedang LDR, suami di Jakarta, saya di Indramayu.

Mual Muntah

Mual muntah adalah masalah yang akan dihadapi oleh hampir setiap Ibu hamil di trimester pertama.  Perubahan hormonal di dalam tubuh membuat Ibu mudah mual dan muntah, terutama pada pagi hari ataupun malam hari. Apalagi bila sebelumnya Ibu punya masalah lambung, ketika hamil biasanya gejala mual muntahnya akan semakin bertambah.

Sulit sekali untuk makan ataupun minum susu, karena penciuman semakin sensitif. Makanan yang berempah akan turut merangsang refleks untuk muntah. Awalnya saya chaos saat pertama kali menghadapi mual muntah. Baru sarapan, makanan sudah keluar. Baru makan malam, makanan lagi lagi keluar.  Padahal saya hanya membeli satu porsi saja.

Akhirnya saya mulai bangkit dan mendownload aplikasi di app store dan mencari artikel terpercaya yang praktis dan mudah dibaca. Setelah saya baca, ternyata memang Ibu hamil saat trimester pertama itu mengalami perubahan hormonal besar-besaran yang membuat mual muntah, tubuh terasa lelah, dan juga terjadi perubahan fisik. Belum lagi ada perubahan peran, dari seorang istri menjadi seorang calon Ibu. Perasaan Ibu menjadi sangat sangat sensitif.

Bagaimana persiapan nutrisi Ibu hamil di trimester pertama? Ini dia tips and tricknya:

1. Makan porsi kecil tapi sering

2. Sediakan snack atau crackers di kantong karna akan terjadi serangan lapar kapan saja. Pilih snack yang tidak banyak mengandung coklat. 

3. Jauhi makan asam, pedas, dan terlalu berempah

4. Jangan dulu makan buah kecuali pepaya dan semangka. Karena buah yang asam semakin menambah jumlah asam dalam lambung, nanti perut akan kembung dan terjadi refleks muntah lagi. 

5. Jangan dulu makan coklat, ketan, dan singkong. Karena coklat mengandung asam, sedangkan ketan dan singkong menambah gas dalam lambung. 

6. Kalau mual jangan dulu memaksakan minum susu hamil.  Yang penting tetap konsumsi suplemen asam folat. Konsumsi suplemen zat besi bisa saat sebelum tidur karena mual.  

7. Bangun tidur : jangan langsung turun dari tempat tidur, miring kiri dulu, lalu duduk.  Kemudian kita makan snack.  Setelah 15-30 menit baru kita turun pelan-pelan. Dulu saya sedia biskuit atau sereal.  

8. Sebelum tidur : 2 jam sebelum tidur tidak boleh lagi makan makanan berat.  Bagi yang memiliki masalah lambung, sebelum tidur baiknya mengunyah biskuit atau crackers. Jadi pagi hari tidak terlalu menyiksa dan bisa berkurang keluhannya.

9. Apabila BB turun drastis sebaiknya konsultasi lada dokter agar diberi obat tambahan untuk mencegah mual dan muntah berlebih. 

10. Jangan lupa tetap atur pola makan walau sudah minum obat.

11. Boleh banget ndusel-ndusel suami karena tetap support pasangan adalah obat yang mujarab. Hehe 

12. Minum sedikit-sedikit.  Minum yang banyak dalam waktu singkat membuat lambung cepat terasa sesak dan merangsang muntah. 

Mudah Lelah

Setelah saya baca di app  Baby Center, katanya bumil itu mudah sekali lelah. Saya pun merasakan yang sama.  Capeknya banget banget.  Biasanya sepulang dari Puskesmas saya sudah sangat kelelahan dan cepat-cepat tidur.  Menurut artikel, bumil memang butuh lebih banyak beristirahat. Apalagi trimester satu itu fisik super ngedrop. Sebelumnya saya jarang sekali laundry pakaian.  Demi menjaga fisik supaya tidak semakin drop akhirnya saya memutuskan untuk laundry saja.

Masa Paling Rentan

Trimester satu itu masa yang paling rentan. Bisa perdarahan, bisa mudah keguguran, atau jika salah minum obat bisa menyebabkan keguguran.  Maka dari itu penting untuk kontrol rutin dan mengkonsumsi vitamin, terutama asam folat saat diketahui adanya kehamilan sampai trimester satu. Karena saat trimester awal itu masa pertumbuhan janin sangat kompleks. Ia sedang membentuk cikal bakal sistem syaraf dan sistem tubuh lainnya.

Asupan makanan harus dijaga, asupan obat yang masuk pun harus dijaga. Apakah obat yang sedang dikonsumsi aman untuk kehamilan atau tidak? Benturan, guncangan di kendaraan yang hebat atau jatuh pun sangat riskan bagi Ibu hamil. Selain itu, aktivitas seksual juga perlu disesuaikan selama masa kehamilan. Rutin kontrol ke dokter sangat penting agar kesehatan Ibu dan Janin bisa terpantau. 

Supporting System

Ibu hamil memerlukan dukungan yang sangat besar dari keluarga, terutama dari pasangan.  Saat trimester satu itu suami perlu banyak memberikan pengertian, karena Ibu hamil jadi tidak seoptimal dulu saat melayani pasangan.  Selain itu, Ibu hamil juga perlu memberikan support kepada suami, dengan berbagi setiap perkembangan janin misalnya.  Karena hal berat bukan hanya dialami Ibu.  Suami yang mengalami perubahan peran pun sebenarnya memiliki kekhawatiran yang sulit untuk dijelaskan.  

Trimester satu ini adalah ujian bagi pasangan. Karena di satu sisi, Allah sedang memberikan nikmat berupa janin yang tengah di kandung.  Di sisi lain, calon Ibu dan bapak harus bekerja sama untuk menghadapi setiap kesulitan saat kehamilan. Saling memberikan pengertian dan perhatian pada pasangan membuat bumil dan pakmil insyaAllah akan survive dengan up and down trimester pertama. Semoga Allah memudahkan teman-teman yang sedang nikmat-nikmatnya di kehamilan trimester pertama ya.  😚

My Happy Preggo Diary 

Alhamdulillah, mengandung itu rasanya nikmat banget. Setelah melewati fase berat di trimester pertama,  sekarang mulai menikmati fase indah.  Si kecil mulai semakin aktif bergerak, mulai dari gerakan mengetuk perut santai, sampai menendang heboh sahabekna ala pemain bola.

Tendangannya itu juga bentuk komunikasi. Kalau lapar si kecil menendang dalam tempo reguler dan cukup keras. Kalau kesal tendangannya sekali hantam.  😂 Biasanya kalau ditinggal teleponan sama nenek atau ayahnya tanpa loude speaker atau saat saya senggang tapi tidak mengajaknya bicara. Yang paling gemas adalah saat mendengarkan suara rekaman mengaji ayahnya,  Ia bergerak girang heboh, ke kanan dan ke kiri.

Semakin lama baby ibok semakin mirip ayah.  Mulai dari ngambek saat lapar dan juga protes saat mendengar lagu yang Ia tidak suka.  Kadang setelah rekaman ayahnya suka terputar lagu berikutnya, biasanya lagu Indie yang menurut baby, “Naon sih?” Wkwkwk.  Curiga si dia bakal girang banget kalau didengarkan lagu-lagu ayahnya. 😂

Sekarang juga saya sudah enak makan dan enak minum susu hamil. Sayangnya, sekarang mulai tidak bisa makan banyak karena perut semakin terdesak. Jalan kaki juga mulai berat karena bobot saya sudah naik 6kg ++. 😂 Kata suami, langsing saya hanya bertahan selama dua bulan pernikahan.  Malah sekarang suami yang makin ramping dan terlihat semakin sehat. Hihi.

Rasanya nikmat sekali, jalan ngageboy rada ngajegang sembari memegang perut yang semakin terasa teregang dan sesak. Apalagi dua hari ini rasanya otot, kulit, dan jaringan di perut sangat teregang dan ngilu. Tapi ngilunya mengingatkan saya bahwa di kecil berarti sedang tumbuh. Apalagi sekarang sudah memasuki usia 19 minggu.

Sejak menginjak usia 4 bulan saya semakin aktif mengajaknya berbicara dan bercerita. Saya ajak Ia saat hendak shalat wajib atau shalat sunnah. Adanya baby ini membuat saya dan suami lebih bersyukur lagi kepada Allah. Si kecil juga memotivasi kami untuk lebih banyak beribadah. Bukan hanya itu, pekerjaan saya di rumah sakit pun terasa lebih mudah. 

Si kecil jarang sekali mengeluh jika saya cuek atau terlalu sibuk.  Biasanya saat jam makan saya molor terlalu lama saja Ia mulai protes.  Sisanya, saya merasa bebas aktif bergerak dan beraktivitas. Saya juga merasa lebih semangat karena saya ingin menanamkan semangat bekerja dan belajar kepada baby yang ada di dalam kandungan. Rasanya berbeda, semangatnya juga berbeda. Saya jauh lebih ceria meski banyak kesibukan.

Suami pun banyak memberikan support kepada saya dan baby. Ia rutin menghubungi saya baik via telpon ataupun video call. Perhatiannya membuat saya lebih semangat lagi. Pendidikan anak bagi kami bukan hanya tugas Ibu, tapi juga tugas bersama.  Baby harus sejak dini mengenal dan berinteraksi dengan ayahnya.  Maka kami mulai menyalakan loud speaker saat mengobrol via telepon ataupun video call. Saya pun setiap hari memperdengarkan suara ayahnya. Iki lo nak, bapak yang sayang banget sama kamu.  :*

Anak-anak Palestina itu diberi pendidikan Alquran sejak dalam kandungan. Berbeda dengan Ibu Yahudi yang katanya belajar ilmu pengetahuan ataupun matematika saat hamil agar anaknya pintar. Ngitung duit mah nanti juga bisa ya, nak? Wkwk. Jadi yang penting mendidik agar jadi anak sholeh saja dulu. Nanti mau apa saja yang penting bisa bermanfaat. Kalau nanti kamu jadi dokter bedah risiko tidak ditanggung ya. Wkwk. Soalnya baby banyak terpapar kasus bedah selama menemani saya di IGD. Hihi.  

Harus semangat nih hap hap happ!! Tilawah saya masih kendor. Baca buku juga masih kendor. Pokoknya temenin Ibuk ya sayang. Kita sama-sama belajar supaya lebih deket lagi sama Allah. We love you anak Ibukk dan ayah!!  😘