DSOnya Baby HuiΒ 

Baby Hui ini selama hamil senang sekali jajan.  Alhamdulillah Ayahnya diberi kemudahan rizki oleh Allah ya, Nak.  Banyak dokter yang berjasa sekali selama kehamilan Baby Hui ini. 

Sejak awal hamil saya kontrol kehamilan di Indramayu dengan dokter Mirza.  Beliau perempuan, nama aslinya Hanifah Mirzani.  Orangnya kalau ditanya sangat responsif dan jawabannya sangat menenangkan.  Saat sempat ngeflek di awal kehamilan, beliau menyuruh saya bedrest 1 minggu.

Sejak harus bedrest, saya pulang dulu ke Lembang. Waktu itu saya dijemput olsh Kakek dan Nenek ke Indramayu. Di Lembang, saya diperiksa oleh dr. Farid. Jajan besar Kakak Hui dimulai.  πŸ˜†

Akhirnya ujian pertama bisa dilalui.  Saya kembali ke Indramayu dan kontrol dengan dokter Mirza. Masuk kehamilan 23 minggu, tiba-tiba saya kontraksi. Saat itu dokter Mirza sedang tidak praktek.  Jadinya saya periksa sementara ke dokter Wahyudi.  Surprisingly, dokter Wahyudi juga komunikatif,  responsif,  dan asyik. Indramayu punya DSO yang oke-oke ya.  πŸ˜†

Hanya satu kali saja saya kontrol dengan dokter Wahyudi. Karena kontraksi yang terus berlanjut, saya memutuskan untuk cuti dan pulang ke Lembang. Saya kembali periksa dengan dokter Farid.  Dua tiga hari observasi di rumah, kontraksinya malah memburuk. Akhirnya saya dirawat di RSIA Buah Hati selama satu minggu.

Kontraksinya betul-betul bandel dan sulit hilang. Setelah pulang obat yang diminum pun sangat banyak, mulai dari obat penghilang kontraksi, obat penguat minum, dan obat yang dimasukkan ke dalam anus.  Maknyus sekali, bisa jajan 800rb untuk dua minggu. Padahal sudah dipotong biaya dokter dan usg. πŸ˜†

Alhamdulillah Baby Hui masih bisa dipertahankan.  Satu kali saya kontrol ke fetomaternal.  Seharusnya saya kontrol ketika kehamilan belasan minggu. Karena berbagai hal, baru bisa kontrol waktu kehamilan 30 minggu. Periksa dengan dokter Setyorini, kondisi baby alhamdulillah baik.  Jadi saya bisa kembali kontrol ke DSO umum.

Menjelang kehamilan 9 bulan, setelah berunding dengan dokter Farid, saya dan keluarga memutuskan untuk bersalin di RSHS. Karena di sana fasilitasnya lengkap, dokter syaraf saya juga ada di sana.  Jadi rasanya cukup tenang kalau bersalin di RSHS.  

Saya akhirnya berkonsultasi dengan dokter obgyn yang waktu saya koass mereka tengah mengambil residensi. Kira-kira, dokter siapa yang bisa oncall bersalin normal di RSHS? Karena sewaktu saya koass, jarang sekali konsulen yang membantu persalinan normal.  Yang direkomendasikan oleh dua orang DSO kenalan saya adalah dokter Anita dan dokter Ruswana.

Dua-duanya adalah dokter konsultan fertilitas.  Mungkin karena sering menangani anak mahal jadi lebih sabar saat harus on call ke RSHS ya. Hihi. Asumtif! Dan akhirnya, saat ingin kontrol ke RSHS, dokter Anita sedang tidak ada. Yasudah, karena dokter Ruswana sedang praktek pada hari itu, bismillah saja periksa dengan beliau. Daripada saya memilih dokter lain dan belum tentu juga dokternya bersedia menolong persalinan secara normal. Periksa ke dokter Anita di lain hari juga membuang waktu dan tenaga, kan? Barangkali takdirnya harus lahiran dengan dokter Ruswana ya.  πŸ˜†

Nah, dokter Ruswana ini sudah senior ya ternyata. Dulu waktu koass sepertinya saya belum pernah morning report dengan beliau.  Beliau orangnya tenang dan murah senyum. Orangnya juga sangat santai. Kondisi saya dianggap tidak ada penghalang persalinan sama sekali.

Saat diperiksa, berat Baby Hui sudah cukup.  Usia kehamilan juga sebentar lagi masuk aterm atau cukup bulan.  Lalu kepalanya sudah mulai masuk pintu panggul.  Jadi dokternya dengan santai bilang bisa dicoba persalinan normal. Alhamdulillah. Nanti saya kembali kontrol setelah dua minggu.

Sebelumnya ada DSO yang menyarankan persalinan secara caesar. Melahirkan secara caesar lebih rendah tingkat stresnya, juga tidak mengalami nyeri hebat seperti lahiran normal.  Tetapi, nanti proses penyembuhannya akan lebih lama dibandingkan melahirkan normal. Kalau melahirkan normal itu istilahnya, setelah keluar bayi semua nyerinya hilang.

Jadi kita usahakan melahirkan normal dulu ya, Kak!  Walau saya sempat ragu, nanti saya bisa mengedan tidak ya?  Saya bisa mengatur nafas tidak ya? Sekarang jalan kaki sedikit saja sudah engap. Semoga saja nanti kita mendapat pertolongan Allah ya Kak! Kehamilan Kakak saja sudah keajaiban dari Allah. Semoga persalinan nanti juga dimudahkan.

Anak mahalnya Ayah Bunda, sehat-sehat ya!  Sebentar lagi kita ketemu!

.

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day29 

Advertisements

Meninggal Saat PersalinanΒ 

Kemarin, teman SMA saya meninggal dunia. Almarhumah sebelumnya sama-sama sedang hamil. Menurut cerita teman yang berkunjung ke rumah duka, Alm keluar flek pagi tadi, lalu dibawa ke rumah sakit. Alm sedang mengandung usia kehamilan 8 bulan. Kondisi tersebut termasuk ke dalam persalinan prematur.  

Menurut keterangan teman, Alm sempat dibawa ke Tiga RS sebelumnya, namun ditolak (mungkin karena keterbatasan ruangan atau fasilitas).  Hingga akhirnya keluarga membawa Alm ke RSHS. Di RS, dilakukan persalinan secara normal. Saat pembukaan 7, asma Alm kambuh. Sehingga bayi yang ada di dalam kandungan kekurangan oksigen, lalu meninggal dunia. Seingat saya, Alm sempat dirawat di RS ketika hamil beberapa bulan lalu karena asmanya kambuh. 

Bayi tersebut akhirnya dilahirkan dengan bantuan vakum.  Setelah bayi lahir Alm mengalami atonia uteri atau kontraksi rahim yang buruk,  sehingga Alm mengalami perdaraham hebat. Dokter memutuskan untuk melakukan pengangkatan rahim, namun sebelum operasi dilakukan, nyawa Alm tidak tertolong.

Akhirnya saya pun penasaran dan mencari referensi mengenai asma yang terjadi pada kehamilan. Karena saat sekolah kedokteran dulu, jarang sekali saya menemukan pasien asma yang kambuh saat melahirkan. Jadi, jika asma saat hamil tidak terkontrol, risiko yang terjadi salah satunya adalah persalinan prematur.

Saya sendiri bingung, kenapa tiba-tiba Alm melahirkan prematur? Ternyata kalau sesuai literatur, penyebabnya karena asmanya.  Lalu saat sedang persalinan, tiba-tiba asmanya kambuh.  Saya cari, jarang sekali pasien asma yang kambuh di tengah persalinan.  Jadi keadaanya cukup langka, sekitar 1% pada pasien asma yang sedang hamil saja.

Tapi bisa dibayangkan, stres persalinan yang dialami pasien memicu kekambuhan penyakitnya.  Kemudian, faktor asma akan menyebabkan kekurangan oksigen. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan kontraksi pada rahim.  Jika melihat wajah Alm yang pucat, mungkin ada penyerta berupa anemia juga. Jadi hipoksia jaringan atau kekurangan oksigen ini menyebabkan Alm mengalami atonia uteri. (Melihat kondisi perut Alm yang besar, saya dan mama curiga penyebab atonianya ditambah dengan polihidramnion. Tapi wallahualam, saya tidak tahu pasti penyebab kematiannya.)

Atonia uteri atau rahim tidak bisa berkontraksi dengan baik ini menyebabkan perdarahan setelah persalinan.  Perdarahannya biasanya terjadi begitu cepat dan hebat. Hitungan menit pasien kehilangan darah begitu banyak. Satu-satunya cara untuk menolong pasien adalah menghilangkan penyebab perdarahan, yaitu mengangkat rahimnya.  Namun biasanya kondisi pasien sudah sangat buruk, sehingga nyawa pasien sulit ditolong bahkan sebelum operasi dilakukan.  

Mungkin berbeda cerita jika atonia uteri terjadi saat persalinan caesar.  Ketika kontraksi terus menerus memburuk, dokter bisa langsung mengangkat rahimnya.  Toh pasien sudah di ruang operasi,  perut pasien juga sudah dibuka. Jadinya waktu perdarahan bisa diminimalkan.

Terbayang saat persalinan normal.  Jika terjadi atonia uteri maka pihak dokter harus menghubungi ruang operasi untuk persalinan cito.  Belum lagi persiapan darah untuk menggantikan darah yang hilang tidak bisa secepat itu.  Naik ke ruang operasi pun memerlukan waktu. Benar-benar atonia uteri itu seperti dokter yang harus menjinakkan bom dalam hitungan menit.

Pasien Mama pun pernah ada yang dirujuk ke RSHS karena IUFD. Kemudian setelah melahirkan pasien mengalami atonia uteri. Selama dua minggu pasien tidak sadar dan dirawat di ICU.  Transfusi yang didapat pun mencapai 44 labu.  Betul-betul Allah lah yang berkuasa terhadap hidup dan mati seseorang. :” 

Semoga Allah memudahkan jalan hamba-hambanya melalui tangan-tangan para tenaga medis, perawat, bidan, dan para dokter SpOG. Semoga Allah memberkahi pekerjaan tenaga kesehatan. Amin..  

Take home messages:

  1. Pahami kondisi kesehatan, jika memiliki kehamilan berisiko, disarankan untuk pemeriksaan kehamilan di RS. 
  2. Sebaiknya memiliki dokter tetap, sehingga dokter tersebut sudah mengetahui kondisi kesehatan kita.
  3. Lebih baik lagi, kunjungi tempat kontrol secara tetap, agar kondisi kita sudah tercatat di rekam medis.  Jika ingin pindah dokter di RS yang sama, catatan kita pun sudah ada.  Ini memudahkan dokter dan mempercepat keputusan tindakan untuk pasien.  
  4. Jika kita berpindah dokter atau datang ke fasilitas kesehatan,  selalu utarakan penyakit penyerta yang diderita.
  5. Pilih tempat bersalin sesuai dengan budget dan kondisi medis. Jika tidak ada penyakit penyerta yang mengkhawatirkan, di fasilitas kesehatan mana saja tidak masalah. Bila memiliki penyakit penyerta, sejak trimester ketiga kita sudah harus mencari RS tempat kita akan bersalin. Mungkin kita akan mulai pindah dokter untuk ANC atau periksa kandungan di dokter kandungan yang ada di RS tersebut. Agar saat bersalin kondisi kesehatan kita sebelumnya sudah diketahui oleh pihak dokter dan RS.
  6. Rumah sakit tipe A (RSHS, RSCM, Sardjito, dll)  itu bukan rumah sakit percobaan ya. RS tipe A itu artinya punya dokter yang lengkap sampai subspesialis.  Fasilitas kesehatan RS tipe A juga paling lengkap. Jadi kalau kondisi medis keluarga ada yang memerlukan penanganan di RSHS, jangan ragu.  Mungkin di sana akan banyak ditangani oleh residen, tapi apakah RS lain mampu menangani? Tenang saja, residen selalu mendapat supervisi untuk tindakan dari konsulen atau subspesialis ko.

    Semoga pengalaman teman saya ini bisa diambil hikmahnya oleh kita semua. Mudah-mudahan Alm khusnul khatimah, suami dan keluarga yang ditinggalkan pun dapat diberi kesabaran.  

    Cerita Menjelang Akhir KehamilanΒ 

    Hi, Kak! Tinggal sebentar lagi loh Kakak tinggal di dalam perut. Alhamdulillah selama kehamilan Kakak, Bunda ngerasa happy.  Ayah juga selalu support, jadi rasanya semua berlalu, ngalir begitu saja.

    Kata orang, nanti pas Kakak sudah lahir Bunda akan kangen masa-masa Kakak masih di dalam perut.  Tendangan pertama Kakak itu kerasa banget waktu pengajian 4 bulanan. Kakak juga pemalu banget, sering enggak mau gerak kalau diajak ngobrol sama yang Kakak enggak akrab.

    Selama dalam kandungan, Kakak cerdas banget. Bisa diajak main, Kakak bisa diajak ngobrol.  Kalau ada Ayah, sebelum tidur pasti kita berdua main dulu sama Kakak. Ayah akan nempelin tangannya di perut Bunda, ngusap-ngusap, terus nanti Kakak gerak-gerak.

    Semakin besar usia kehamilan, Kakak semakin kesulitan bergerak. Dulu Kakak bisa menendang bebas, sekarang Kakak hanya bisa gerak sedikit saja. Kadang Kakak geraknya ritmik, kalau Bunda baca katanya Kakak lagi cegukan. Terasa betul Kakak semakin gendut, tulang rusuk kanan Bunda sering jadi korban.  Lututmu, Nak!!!  Rasanya ngilu-ngilu nikmat.

    Semua yang Bunda rasakan hanya akan menjadi kenangan.  Tapi enggak akan pernah terlupakan, Sayang. Rasanya begitu menyenangkan.  Mungkin karena sudah terlewati, jadi yang tersisa adalah kenangan manis. 

    Tinggal satu minggu lagi untuk menentukan apakah Kakak Hui punya kesempatan lahir pervaginam atau harus caesar? Bunda masih belum merasa tegang.  Akhir-akhir ini Bunda sering mengajak Kakak ngobrol, “Jangan dulu lahir ya, Kak! Bunda belum selesai beres-beres perlengkapan Kakak.” 

    Perlengkapan Kakak semua Bunda yang cuci, Bunda setrika. Tidak pernah Bunda sesemangat ini.  Inginnya semua dikerjakan sendiri. Botol ASI dan pompa ASI juga perlu disterilkan.  Masih banyak sekali PR Bunda, Nak!

    Kakak yang sabar ya.  Bertahan sebentar lagi di dalam perut. Kalau sudah 3Kg baru boleh meluncur ya! Sepertinya Kakak sudah mulai ingin keluar ya. Sekarang kontraksi Bunda semakin sering. Ada juga rasa nyeri yang tajam di bagian pelvis, mungkin karena persiapan untuk meregang.

    Semoga kita berdua diberi kemudahan oleh Allah ya, Kak. Amin..  

    .

    .

    .

    .

    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day25

    ‘Nikmatnya’ Akhir Trimester Tiga

    Suami tertawa puas sekali melihat kaki saya yang super bengkak.  Jika dipencet, kaki saya akan mendelep lalu tidak lama akan kembali seperti semula. Seharian itu saya lebih banyak berjalan kaki daripada biasanya. Pagi hari saya ke Kecamatan, sorenya saya dan suami ke Ace Hardware.

    Saya banyak sekali berjalan untuk menuju tempat shalat dan untuk berjalan ke parkiran.  Rasanya shock sekali melihat punggung kaki yang begitu bengkak. Kaus kaki dan sendal sepatu saja menghasilkan bekas cetakan di kaki, bentuknya benar-benar lucu. Malamnya saya mengganjal kaki dengan bantal agar posisinya jauh lebih tinggi dari kepala.

    Pada minggu ke-34 menjelang 35 ini keluhan kehamilan benar-benar memuncak. Berat sekali rasanya untuk berjalan. Badan juga terasa nyeri jika berubah posisi dari duduk ke berdiri. Berubah posisi saat tidur pun tidak bisa sekaligus. Jika ingin turun dari tempat tidur, saya harus miring dulu, aga membungkuk, menumpu badan dengan tangan untuk mengangkat badan, baru menurunkan kaki.

    Tidur pun rasanya tidak nyaman.  Karena saya tidur dengan posisi miring, pasti saat terbangun satu sisi tubuh akan kesakitan. Lalu saya akan berganti tumpuan pada sisi badan lainnya.  Efek ini dirasakan karena saya berbobot terlalu besar. Selain ini, saya kurang bergerak karena masih khawatir terjadi kontraksi. 

    Sekarang sedikit demi sedikit saya memaksakan untuk berjalan kaki dan beraktivitas. Walau pada akhirnya kaki saya akan bengkak.  πŸ˜† Ayah saya saja begitu khawatir saat melihat saya keberatan saat naik tangga. Beliau bahkan menyarankan saya untuk caesar saja karena khawatir tidak bisa mengedan. Hahaha. 

    Selain kesulitan saat bergerak, saya juga mengalami sesak nafas.  Mungkin karena bobot tubuh berlebih ditambah dengan anemia saya. Rindu sekali bisa bergerak lincah seperti semula. Suami bahkan menirukan cara saya berjalan, lucu sekali. Hahahaha!

    Bobot saya ini menjadi bahan lawakan kami berdua.  Sekarang BB saya sudah naik sekitar 21kg. Hal ini terjadi pasca saya diungsikan ke Lembang sejak hamil 23 minggu.  Saya banyak makan junkfood dan minuman manis karena balas dendam tidak bisa mencari makanan tersebut saat di Indramayu.

    Salahnya, saya membebaskan diri untuk memakan makanan yang tidak sehat. Saya tetap makan indomie dan gorengan.  Cilok dan cireng yang pantang saya makan pun dengan bebasnya saya makan. Akhirnya saya menikmati “hasil” yang begitu nikmat, badan sakit-sakit semua. 😩😩😩

    Pelajaran ini berguna jika saya diberi kesempatan untuk bisa hamil berikutnya ya.  Ternyata makan makanan yang bergizi dan berolahraga itu penting sekali. Terbayang, bagaimana caranya menurunkan 20kg++ seperti semula ya? Help me suamikkk!!!  πŸ˜±πŸ˜±πŸ˜±

    Jalani, nikmati, syukuri! Ambil hikmahnya untuk lain kali. Sekarang waktunya tersenyum memandangi hasil konsepsi yang bergerak lincah di dalam perut. Berbahagialah karena sebentar lagi ada Baby Hui yang akan lahir ke dunia. Yang penting, tetap tenang dan berdoa agar dimudahkan ketika persalinan.

    .

    .

    .

    .

    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day23

    Hunting Perlengkapan Baby

    Setelah sebelumnya belanja keperluan Kakak dibantu Mama, pritilan lainnya dicari saat suami cuti. Belanja untuk baby itu tidak ada habisnya ya. Saya pikir ini lebih parah dari belanja seserahan.  πŸ˜‚ Padahal saya baru membeli barang primer saja, yang additional belum. Ini adalah contoh list belanjaan yang saya buat bersama dengan misua tersayang:

    Beberapa lokasi tempat saya belanja keperluan bayi adalah:

    • Toko perlengkapan bayi di Pasar Baru (kain bedong, baju kutung, baju panjang, popok kain) 
    • Toko bayi Sri Ratu, Lembang (Kain bedong, baju kutung, baju panjang, topi, sarung kaki dan tangan, samping, sarung, dress, selimut topi tebal) 
    • Yens Baby Shop, Setiabudhi (Bak mandi, tas perlengkapan bayi, celana panjang, jumpsuit, selimut tipis, kain bedong, sisir bayi dan tempat bedak, keperluan mandi bayi, handuk mikrofiber, dot avent classic, sikat botol)
    • Yens Baby Shop, Lembang (avent breast pad washable, pigeont breast pad disposable, gendongan baba sling, botol asip BKA,  kacamata jemur kain) 
    • Lavie Baby Shop (Mustela double action)
    • Borma (ember tutup, rigen, tempat sampah plastik, tempat cucian tutup, jepitan baju, jemuran gantung, sleek sabun cuci botol, detergen daia, pewangi downy, cotton bud, wadah container kecil, lemari plastik excel, pampers newborn, tissue basah bayi, tissue paseo baby, pembalut malam extra long)
    • Online, spectra store (breast pump spectra 9+)

    Karena saya sudah lelah apalagi suami ya, yang waktu liburnya hampir setiap hari dipakai untuk hunting keperluan Kakak, jadinya kami menyudahi kegiatan belanja-belanja. Hari terakhir suami cuti kami gunakan untuk lenjeh-lenjeh, cuddling, dan banyak bobo siang. Sisa keperluan rencananya akan saya beli online. Kalau ada yang tidak terbeli, nanti dibeli suami saat saya sudah lahiran saja. 

    Keperluan yang belum saya punya adalah:

    1. Kulkas 2 pintu

    2. Sterilizer

    3. Box bayi

    4. Cooler bag

    5. Stok ice gel

    6. Stroller dan car seat

    7. Baby bouncer

    8. Bra menyusui

    9. Piyama panjang kancing depan 

    Suami pasrah sekali melihat kamar kami yang begitu sempit dipenuhi keperluan bayi. Hihi. Tapi kata beliau, setiap anak membawa rizkinya sendiri. Kakak belum lahir saja keperluannya sudah begitu lengkap.  Kalau ditotal, kira-kira belanjaan Kakak menghabiskan:

    5xx + 1,5 jt + 600 + 4xx + 2jt + 1jt + 450k

    Mantap sekali ya, padahal saya belum beli kulkas dll. Oh iya, belanja di Pasar Baru dan toko bayi yang tidak terkenal sangat membantu memangkas budget. Terbayang kalau semua perlengkapan baby dibeli di Yens, Lavie, atau baby shop ternama. Kemarin pakaian Kakak saya beli sebagian di yens dan toko grosir. Karena katanya baby cepat sekali besar, jadi pakaiannya tidak akan terpakai lama.  

    Semoga ada rizki untuk Kakak yaa.  PR bundanya masih banyak sekali Kak! Bunda masih harus cuci steril perlengkapan dan prewash baju-baju Kakak.  Semoga semua sempat dikerjaan sebelum Kakak lahir ya.  Can’t wait to see you Baby Hui!  πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜

    #preggostory #35weeksday3ofpregnancy

    .

    .

    .

    .

    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day20

    What a Happy Week!

    Alhamdulillah Misua tercinta cuti, setelah 7 minggu di Lolak. Mendekati persalinan ini saya menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal saat Ia cuti.  Jadilah saya ngintil kemana-mana.
    Begitu banyak agenda penting yang ditunda, menunggu kedatangan suami agar saya ada yang mengantar dan mengawal.  Hehe. Maklum, saya sudah kesulitan berjalan dan sering merasa pusing hampir tumbang. πŸ˜† Jadilah apa-apa nanti bareng Aa.

    Senang sekali karena suami pulang lebih cepat. Tujuh minggu ditinggal kali ini rasanya lebih berat karena tingkat kebaperan meningkat saat trimester akhir kehamilan. Ba’da Subuh suami berangkat dari Manado, malamnya sudah di Lembang. Alhamdulillah.. Alhamdulillah. Terharu dengan pengorbanan beliau.

    Begitu suami pulang, agenda yang sulit pun tidak lagi mustahil dilakukan.  Walau masih sering kontraksi, tapi saya ingin sekali menjenguk Mbak Sel yang melahirkan.  Alhamdulillah Lembang-Pasir Salam pun bisa ditempuh. Pulangnya, list perlengkapan Kakak menanti. Kami kemudian belanja ke Yens Setiabudhi.  

    Belanja itu ternyata perlu fisik yang prima ya, kalau dilakukan saat hamil.  Jadilah rasanya belanja kali ini berlalu tapi hanya sedikit list yang terpenuhi.  Mungkin karena kami sudah lelah sebelumnya. Akhirnya belanja di Yens diakhiri segera karena suami sudah cemberut. πŸ˜‚ Kami pun makan di Eatalia Setiabudhi.  Pizza dan jusnya membuat kami jadi happy.  Oh jadi tadi rungsing karena lapar?  πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Syukurlah di Yens Setiabudhi kami bisa menambah beberapa jumpsuit dan celana untuk Kakak. Ada pula kain bedong motif salur yang warnanya sangat lucu. Breast pump incaran pun ternyata sudah sold out. Kami pun mencari dot untuk pemberian ASIP Kakak.  Sempat ragu dengan comotomo yang hits tapi mahal, akhirnya kami membeli satu buah dot Avent wideneck.  Coba dulu satu dot, kalau cocok atau tidak kami bisa beli lagi. 

    Belanja dan Belanja

    Sabar ya, Yang. Keperluan Kakak memang banyak! πŸ˜…

    Keesokan harinya kami belanja perlengkapan seperti lemari plastik untuk bayi, tempat cucian, ember, gantungan pakaian, tissue bayi sampai pampers untuk dibawa nanti ke rumah sakit, dll. Kami belanja besar. Saking banyaknya kami sampai perlu dua troli besar . Rasa lemas pun saya hajar agar keperluan Kakak bisa segera rampung. Saat pusing saya bertumpu pada pegangan troli.  πŸ˜† 

    Kami juga membeli kekurangan perlengkapan menyusui di Yens Borma. Maklum, saat di Setiabudhi pilihan terlalu banyak. Jadinya saya banyak membuang waktu dengan cuci mata, dan kesabaran suami pun mencapai batasnya.  Hahaha. Di yens kami membeli breast pad, gendongan bayi, botol ASI, dan kacamata jemur untuk Kakak bayi.  Karena belanjaan kami hari itu heboh, titipan belanjaan di Yens pun tertinggal. Hehe. 

    Nongkrong Cantik

    Lama sekali tidak ngopi-ngopi dan nongkrong setelah hamil besar.  Syukurlah di Lembang ada Imah Kopi.  Setelah belanja di Borma kami pergi ke sana. Tadinya ingin nongkrong di Dago saat hari Senin. Tapi jalanan macet dan cuaca sangat mendung. Ngidam minum kopi enak pun tercapai. Terima kasih banyak suamiku.  πŸ˜˜

    Suami memesan hot latte dan waffle. Saya sendiri memesan cold macchiato dan chicken snitzel.  Sebenarnya di sana banyak pastry yang menarik. Mungkin next time wajib dicoba.

    Administrasi oh Administrasi

    Keperluan administrasi ini memerlukan kesabaran sekali ya. Libur suami yang singkat harus diisi sebagian dengan urusan administrasi.  Karena saya ingin ngintil, akhirnya saya ikut ke kecamatan untuk mengambil KK dan kartu KTP sementara.  Ceritanya sekarang saya pindah jadi orang Antapani. Tapi hati tetap orang Lembang. πŸ˜†

    Kartu keluarga ini nantinya diperlukan untuk membuat kartu BPJS Kakak dan juga akte kelahiran nantinya. Rebek sekali ya? Setelah urusan administrasi selesai kami memutuskan untuk beristirahat di rumah. Apalagi jalan ke rumah saya sedang diperbaiki, jadi aksesnya jauh karena harus memutar lewat Imah Seniman. 

    Senangnya Dimanja dan Diperhatikan Suami

    Hamil ini senangnya karena bisa dimanja suami. Yeay!!  Apalagi karena saya terlalu berat, saya kesulitan berjalan.  Bangun untuk berdiri saya juga kerepotan. Kalau tidur ingin berubah posisi juga tidak bisa sekaligus. Suami yang ganteng alhamdulillah dengan sabar membantu saya yang seperti nene-nene ini.

    Karena suami sedang pulang, alhamdulillah saat kontrol saya bisa didampingi beliau. Ia menemani saya saat berdiskusi dengan dokter mengenai opsi persalinan. Lalu mendadak setelah cek lab jumlah Hb saya drop, sel darah merahnya mikrositik hipokromik.

    Saya kira saya sering pusing karena gangguan peredaran darah dari kaki ke jantung.  Tapi ternyata saya ada anemia juga. Hipotesis saya mengarah ke anemia defisiensi besi.  Oemji kenapa menjelang lahiran baru tahu kalau Hb drop?

    Suami sampai shock saat Mama bilang kalau ada sesuatu saya harus caesar dalam 2-3 minggu. Nampaknya Baby Hui sudah tidak sabar ingin bertemu teman-temannya ya? Kalau sudah Tiga kilo boleh ya, Sayang!  πŸ˜˜ 

    Saya cukup degdegan saat mendengar kata SC. Jadilah walau sering pusing saya memutuskan untuk belanja sisa keperluan Kakak Bayi. Tak lupa saya membeli kain samping dan sarung untuk lahiran. Pada battle terakhir ini saya merasa pusing saat di tengah belanja. Syukurlah suami sigap menyuruh saya duduk dan menunggu Ia membawa mobil dari parkiran.

    More Than Words

    Tadinya saya berniat membuatkan french toast saat suami pulang.  Tapi karena saya baru bisa tidur jam 2 pagi, akhirnya malah pagi-pagi suami yang berkreasi di dapur dan membuatkan saya french toast. Suami gue jago ngets! Unchh :* 

    Suami saya orangnya sangat inisiatif. Ia mengerti saat saya tidak bisa melayani beliau. Orangnya begitu sweet sampai sering kali menawarkan diri untuk memasak untuk meringankan beban saya. Alhamdulillah. Suami begitu royal untuk menunjukkan kasih sayangnya. 

    Suami juga sempat membuatkan saya nasi goreng kornet boncabe.  Enaaakk!! Rasanya happy sekali menemukan bakat memasak suami. Ia cepat sekali menangkap resep dan cara memasak sebuah makanan.  Kalau masalah rasa pasti perlu waktu untuk terbiasa kan.

    Di hari terakhir cuti suami, saya membekali suami cara membuat seblak dengan bumbu nasi goreng pedas seperti di iklan.  Hihi.  Katanya di Manado belum ada seblak.  Lumayan ya untuk oleh-oleh. Tak lupa saya membekali kencur, bumbu nasi goreng, aneka kerupuk mentah dan makaroni.  πŸ˜‚ Maaf ya yang istrinya ga jelas banget. Sebuah kebahagiaan bagi saya bisa menggali bakat terpendam suami.  Hihi. 

    Sayonara

    Akhirnya suami tersayang harus kembali bekerja karena gaji satu bulan habis dipakai kontrol ke dokter dan belanja keperluan Kakak.  Hahahah. Semoga kerjaannya lancar ya, Yang! Semoga sehat selalu dan dilindungi oleh Allah.

    Seminggu rasanya sebentar, suami sudah harus pergi. Semoga kali ini terasa singkat karena suami akan pulang ketika saya melahirkan nanti. Rasanya nano-nano karena sebentar lagi melahirkan.  Di satu sisi bahagia karena suami bisa pulang lebih cepat.

    Saling mendoakan ya! Icha dan Kakak menantimu, Ayah!  πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜

    .

    .

    .

    .

    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day19

    Cerita (Drama) KehamilankuΒ 

    “Hamilnya sekali aja ya, Yang.” Kata saya pada Pak Suamik.  Astagfirullah!! Kondisi saya mah ga ada apa-apanya dibandingkan dengan para wanita di luar sana yang sedang berjuang untuk hamil.

    Menjelang 30 minggu usia kehamilan, Kakak ternyata posisi kepalanya sudah di bawah. Jengjengggg… Alhasil saya beserta keluarga semakin memperketat pertahanan.  Korset selalu dipakai selain tidur, sementara aktivitas pun harus dibatasi sampai kira-kira usia kehamilan 36 minggu. Melewati usia 28 minggu sudah alhamdulillaah.  Artinya masih ada harapan buat Kakak.  Saat kontrol saya pun diberi obat suntik steroid untuk pematangan paru-paru janin, booster istilahnya.

    Alhamdulillah Mama dan Tante saya adalah tenaga kesehatan. Jadi obat suntiknya bisa dibawa dan diberikan di rumah.  Geuning sakit ya disuntik teh. Dulu saat koass saya belajar tentang jenis suntikan ini, pantat kanan pantat kiri 2x per 12 jam selama 2 hari.  Di rumah boleh alay teriak ketakutan.  πŸ˜†πŸ˜

    MasyaAllah.. Kakak makin besar makin aktif.  Jam bangunnya jadi lebih banyak dari biasanya.  Setelah tahu posisi kepalanya di bawah, saya, dokter, dan keluarga jadi was was.  Karena rahim saya masih terus kontraksi, bila ditambah tekanan dari kepala bayi bisa menyebabkan bukaan.  Uuu degdegan tapi harus dibawa senyum aja, dibawa santai cyin!  Pulang kontrol obat penguat kandungannya ditambah.  Kakak semangat!!!!!  Betah-betah ya uyel-uyel dulu aja di peyuut! 

    Oh iya, saya selama di Lembang kontrol di dr. Farid, di RSIA Buah Hati.  Saya sudah kenal beliau sejak SD dan sekarang sudah jadi konsultan dan doktor, jadi berasa periksa sama Bapak sendiri. Alhamdulillah karena tempatnya dekat dari rumah, jadi memudahkan saya dan keluarga.

    Badai Hampir Berlalu 

    Alhamdulillah hari ini Kakak sudah hampir 35 minggu.  Beratnya pun sudah 2,5 Kg. Walau badan rasanya sudah tidak sanggup menahan beban, tapi kita haru optimia ya, Kak?  InsyaAllah kita usahakan untuk melahirkan secara normal. 

    Bersyukur sekali bisa memasuki usia 8 bulan.  Berbagai keperluan Kakak sedikit demi sedikit mulai terpenuhi. Alhamdulillah keluarga dan suami membantu menemani saya memenuhi pritilan Kakak yang ternyata buanyak sekali.  πŸ˜š Tapi bahagia sekali bisa menyiapkan berbagai barang dan oakaian untuk Kakak. 😘

    Perjalanan masih panjang. Mudah-mudahan Kakak bisa bertahan minimal 3 minggu lagi, agar organnya sudah siap sempurna untuk hidup di luar rahim Ibuk. Tapi rasanya akhir-akhir ini kontraksi semakin sering. πŸ˜©πŸ˜– Saya hanya bisa berharap semoga hanya kitik-kitik saja dan tidak mengganggu kehamilan. Amin.

    Mudah-mudahan badai segera berlalu. Semoga Kakak bisa lahir sehat sempurna dan cukup bulan.  Kita bertahan beberapa minggu lagi ya! Yang sabar, jangan pengen cepet-cepet keluar!
    We love you, Kak!  β€

    .

    .

    .

    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day16

    Alat Perang Ompol Kakak Bayi

    Tada!!  Akhirnya saya membeli berbagai macam alat perang untuk ompol Kakak bayik.  Bukannya sok so green atau penghematan ya (nyatanya keluar budget lumayan),  tapi masa iya sih baby cuma pakai popok tali dengan kain bedong saja? Atuh dari jaman kakek buyut juga begitu.
    Bagaimana ya caranya supaya pipis bayi itu enggak bikin basah sampai tembus kain bedong dan alas lainnya?  Pakai pampers jelas mudah. Tapi saya tertarik bereksperimen dengan popok kain dan sebangsanya.  Hehehe. Berhubung keluarga masih awam, akhirnya saya terjun langsung untuk melakukan prewash pada semua popok yang saya beli. 

    Popok kain ini perlu perawatan sebelum bisa digunakan. Tujuannya, agar penyerapannya popok kain bisa maksimal. Mudahnya, semua harus dicuci menggunakan detergen yang tidak mengandung enzim, pemutih, dan pelembut. Karena justru nanti bisa merusak kemampuan kain menyerap air.

    Ini adalah belanjaan (eksperimen) saya, yang membuat saya diomeli mama πŸ™ˆ:

    1. Universal cover ecobum (beli 2, dapet free 2 prefold) 

    2. Alas ompol renata (1 lusin) 

    3. Alas ompol baby oz (1 lusin) 

    4. Liner suede merk LIPOP (1 lusin) 

    5. Liner suede pocket pul (2)

    6. Prefold ecobum (1/2 lusin)

    7. Snappi diaper fastener (2 buah)

    8. Insert clodi ecobum long Hemp (1 buah)

    9. Detergen merk Ultraco (1 buah)

    10.  Ecowash ball (1 buah, dapat bonus 1 Ecostick)

    Lucu kan niversal cover untuk Kakak? Anak Ibu jadi lebah dan gajah nanti. Hihi

    Belanjaan saya, kalau di total seharga pampers 2 bulan. Jadi nanti saya harus mencuci popok kainnya sebagai ganti eksperimen ini. Hehehe.  Setelah saya kembali bekerja, kebijakan pakai popok kain atau pakai pampers dikembalikan kepada orang yang menjaga Kakak bayi. 😁

    Jika ada kesempatan, setelah saya selesai internship Kakak akan saya biasakan lagi dengan popok kain. Biar mamak langsing, nyuci popok Kakak terus. πŸ™ˆ Lumayan kan, bisa mengurangi sampah rumah tangga. 😘

    Popok kain ini berbeda dengan pampers dan popok tali biasa. Apa saja ya perbedaannya? 

    • Tidak sekali buang seperti pampers. Bisa awet lama, tapi harus dirawat dan dicuci.
    • Popok tali fungsinya mirip CD ya, tapi pipis bayi beleber kemana-mana. Kalau popok kain atau cloth diaper ini bisa menyerap pipis.  
    • Kalau popok tali biasa enak kan bisa pakai detergen, pelembut, dan pewangi. Kalau cloth diaper, justru detergennya tidak boleh yang mengandung enzim, pemutih, dan pelembut.  Karena nanti detergen biasa bisa meninggalkan residu atau sisa detergen di popok, sehingga mengurangi kapasitas penyerapan. 

    Jeng jeng.. PRnya adalah semua pakaian bayi itu perlu dicuci sebelum bisa dipakai. Nah apalagi alat perang perompolan Kakak ini.. Gusti!!! Memang usaha sebanding dengan hasil ya.  Jadi semuanya ini harus di prewash dulu, kecuali snappi ya. 

    1. UC ecobum : cuci kering 1x
    2. Alas ompol renata & babyboz : cuci kering bisa sampai 3x
    3. Prefold ecobum : cuci kering bisa sampai 5x
    4. Insert clodi ecobum long hemp: cuci kering 5x
    5. Liner suede lembaran dan pocket : cuci kering 3x

        .

        Pengalaman Melakukan Prewash Cloth Diaper 

        1. Universal cover ecobum

        Mencucinya mudah sekali. Pakai sedikit sekali detergen Ultraco, tidak perlu direndam. Cover dikucek pelan lalu dibilas.  Jangan diperas terlalu keras.  Lalu dijemur, tidak boleh terkena matahari langsung.  Karena nanti lapisan waterproofnya cepat terkelupas.

        Cara mencuci:

        https://ecobum.net/cara-memakai-clodi/cara-mencuci-clodi/
        2. Alas ompol renata & baby oz

        Awalnya saya mencuci dengan detergen Ultraco.  Pencucian pertama aman. Kedua kali dicuci saya terlalu banyak pakai detergen.  Saat itu saya pakai detergen rumah biasa.  Hasilnya kain jadi brudul dan saat kering terasa kasar.  Feeling saya tidak enak.

        Akhirnya ketiga kali saya cuci dengan Ecowash ball saja tanpa detergen. Benar saja banyak sekali residu detergen yang tersisa.  Bisa dilihat air yang semula jernih menjadi keruh dan sedikit berbusa. Saat kering, alas ompol saya pun jadi kembali lentur seperti semula. Setelah kering tidak saya setrika, langsung saya pack ke dalam plastik pakaian.

        Setelah pencucian pertama dan kedua, saya melakukan uji serap.  Saat ditetesi air, kain masih seperti air di atas daun talas. Saya tidak melakukan uji serap lagi setelah pencucian ketiga. Kan nanti kalau bayi pipis juga akan cuci kering lagi. Semoga saja daya serapnya sudah semakin baik ya.   πŸ˜†

        3. Prefold Ecobum

        Prefold ini perawatannya lumayan. Karena bahan organik jadi pertama kali perlu direbus dengan air mendidih lalu diberi detergen. Minimal prefold direbus sebanyak 2x agar minyaknya keluar. Setelah itu perlu dicuci kering sebanyak 5x.

        Pencucian pertama dan kedua saya rebus. Saya gunakan detergen Ultraco. Saat pembilasan pertama saya rendam dengan Ecowash ball agar tidak terlalu banyak residu yang tersisa.  Baru setelah itu prefold dibilas 1x saja.

        Setelah pencucian kedua, saat kering prefold berubah warna menjadi lebih cerah.  Prefold juga jadi lembut dan mengembang. Saya juga melakukan uji serap. Hasilnya sebagian air terserap, sebagian lagi tidak.  Sekarang saya baru selesai pencucian ketiga. Semangat!!  πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ
        Cara prewash prefold ecobum :

        https://ecobum.net/cara-memakai-clodi/cara-prewash-prefold-ecobum/

        4. Insert Clodi Ecobum Long Hemp

        Insert Hemp ini termasuk bahan organik. Satu dua kali saya rendam dalam air panas, lalu dicuci dengan sedikit detergen. Saat ini baru masuk pencucian kedua kali. Masih tiga kali lagi.  Semoga insert Hemp ini daya serapnya baik ya.  πŸ˜„

        Cara mencuci:

        https://ecobum.net/cara-memakai-clodi/cara-mencuci-clodi/
        5. Liner Suede Lipop lembaran dan pocket

        Mencucinya mudah sekali. Kali pertama saya pakai sedikit Ultraco.  Liner lembaran lebih cepat kering dibandingkan tipe pocket. Setelah itu penasaran saya uji serap.  Ternyata masih jauh dari baik ya. Sekarang saya baru mencuci tahap dua, dengan ecoball saja tanpa detergen. 

        .

        .

        Semoga eksperimen saya nanti hasilnya memuaskan ya.  Semoga Kakak bayi cocok pakai cloth diaper.  πŸ˜˜

        .

        .

        .

        #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day14 

        Surat Cinta untuk Kakak

        Kak, selamat 34 minggu anak Ibu! Senang sekali Kakak bisa tumbuh sehat dan lincah. Sekarang gerakan anak Ibu sudah membuat ngilu-ngilu.  Kakinya ingin diregangkan, ya? Tapi sudah tidak cukup, Sayang. 

        Betapa bersyukurnya Ayah dan Ibu bisa mempertahankan Kakak di dalam kandungan. Tidak ada pengorbanan yang begitu berarti, Kak. Semua tidak ada apa-apanya bagi kami. Rasanya menyentuh dan merasakan gerakkan Kakak saja sudah membayar semua yang diusahakan.

        Akhir-akhir ini Ibu semakin berat jika berjalan. Area punggung pun begitu ngilu. Apalagi sekarang area jalan lahir mulai semakin meregang dan rasa sakitnya begitu tajam. Begini lah Ibu Kakak, ambang batas sakitnya rendah. Tidak terbayang nanti Ibu pasti jerit-jerit saat melahirkan. πŸ˜…

        Kakak, Ibu dan Ayah berharap,  semoga nanti Kakak bisa lahir cukup bulan. Nenen yang pinter ya, Nak! Doakan Ibu dan Ayah bisa menemukan pengasuh, supaya Kakak bisa ikut Ibu ke Indramayu. Terima kasih banyak Kakak sudah hadir ke kehidupan pernikahan Ayah dan Ibu.

        Oh iya, Kak! Pagi tadi teman seperjuangan Kakak harus gugur.  Adik bayi harus lahir di usia yang terlalu muda, 29 minggu kandungan. Padahal beratnya sudah lumayan, sekitar 1,4 Kg.  Tapi sayang, Ia belum sempat diberi obat penguat paru. Kondisinya terlalu lemah untuk bisa hidup. 

        Semoga Kakak jadi anak yang selalu bersyukur ya.  Kakak diberi begitu banyak nikmat oleh Allah.  Ibu sempat flek, sempat kontraksi juga. Tapi Allah masih menjaga Kakak di dalam perut Ibu sampai hari ini, alhamdulillah.

        Jadi anak sholeh ya, Sayang!  Ayah dan Ibu sayang sekali sama Kakak.  InsyaAllah kami akan melakukan yang terbaik untuk Kakak.  Doakan agar kami jadi teladan untuk Kakak, ya! Semoga Allah melindungi Kakak di dalam perut.  Amin.. 

        .

        .

        Ibu dan Ayah sayang sekali sama Kakak.  β€

        .

        .

        .

        #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day12

        Bekal untuk Calon Mamah Muda

        Tidak terasa saya sudah memasuki 33 minggu usia kehamilan.  Sebagai calon Ibu, banyak sekali ilmu yang pastinya masih nol sekali. Tapi sepertinya kuncinya hanya bismillah. Ketika Allah memberikan amanah, insyaAllah tidak akan melebihi kapasitas kita.

        Benar, calon Ibu itu harus punya bekal. Walaupun tetap nanti kita akan kelabakan dan perlu bantuan keluarga, tapi paling tidak kita sudah pernah membaca. Apa saja sih bekal yang diperlukan? Dua bulan menjelang persalinan inilah persiapan versi keluarga saya.
        1. Persiapan finansial

        Persoalan budget ini sangat penting. Pertama, konsultasikan dengan dokter atau bidan kondisi kehamilan kita. Apakah memungkinkan untuk bersalin secara normal? Pikirkan juga terkait kondisi penyakit bawaan yang dialami Ibu.  Atau apakah bayi kemungkinan lahir prematur dan memerlukan perawatan intensif? 

        Selanjutnya,  kondisi keuangan keluarga kita mampu untuk di fasilitas kesehatan seperti apa? Kalau dicover asuransi atau dari kantor sih sudah lumayan tenang ya. Kalau tidak, coba hitung tabungan pribadi. Sebagai jaga-jaga buat segera kartu BPJS, aktifkan segera kartu BPJS untuk calon jabang bayi.  Sambil kita tetap calling-calling siapa tahu pihak orang tua bisa membantu.  Hehe.  Yang pasti utamakan keselamatan Ibu dan anak ya. Kalau masalah ingin bersalin di tempat yang lux, jika tidak sesuai budget, keinginannya bisa dikesampingkan dulu.

        Buat daftar keperluan Ibu dan bayi. Agar mengurangi pengeluaran, kita bisa menunda beberapa kebutuhan seperti baju bayi lucu, stroller, car seat dan kebutuhan-kebutuhan nonprimer lainnya.

         
        2. Daftar Kebutuhan Ibu & Bayi

        Membuat daftar kebutuhan Ibu dan bayi ini sangat penting, karena kita bisa mengontrol keperluan dan juga budget. Walaupun Ibu atau mertua kita tidak terlalu care soal list ini, tapi kita bisa diam-diam membuatnya.  Bila ada sumbangan dari orang tua atau keluarga, cepat-cepat dicek apakah ada pada list keperluan kita? Kalau ada kan alhamdulillah bisa mengurangi beban ya.

        Memenuhi kebutuhan bayi ini fleksibel ya. Sebaiknya dicicil karena banyak sekali yang diperlukan. Setelah itu kita bisa mulai menata keperluannya.  Misalnya lokasi tempat tidurnya, lemarinya. Dan yang penting adalah mencuci semua pakaian bayi supaya tidak bau pabrik.  Setelah mencuci dan menyetrika, kita bisa memasukannya ke dalam plastik untuk pakaian supaya tidak berdebu. Kita juga bisa mulai menata barang bawaan ke rumah sakit nanti.
        3. Persiapan Menyusui

        Ilmu tentang menyusui ini penting sekali, apalagi bagi Ibu yang akan bekerja ya. Tapi walaupun full time mom, penting juga mempelajari ilmunya supaya supply ASI tetap cukup memenuhi kebutuhan si kecil.  Saya banyak mendapat ilmu dari Buku Pintar Asi dan Menyusui karya Teh Monik. Saya juga memfollow [ instagram : asiku.banyak ]. 

        Intinya kita perlu tahu ilmu tentang:

        • Menyusui bayi newborn
        • Pumping & nursing
        • Managemen laktasi
        • Managemen ASIP
        • Let Down Refleks (LDR)
        • Foremilk vs Hindmilk

        Saya beri prolog supaya Ibu-Ibu semua semangat mencari ya. πŸ˜†
        4. Persiapan Persalinan

        • Konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan yang menangani kita
        • Persiapkan persyaratan jika akan menggunakan kartu BPJS (apakah memerlukan rujukan dari fasilitas kesehatan primer?)
        • Siapkan bawaan Ibu dan bayi dalam satu tas.
        • Daftarkan diri kita apabila ingin bersalin di RS swasta (bisa daftar dulu atau tidak).
        • Daftarkan diri kita di rumah sakit bila kita perlu bersalin secara caesar terjadwal.
        • Perbanyak jalan kaki setiap hari untuk membantu penuruan kepala janin dan menguatkan fisik ibu.
        • Paparkan pada keluarga besar rencana persalinan kita. Bila suami kita sedang tidak bersama kita, pihak keluarga bisa menghandle.  

        5. Persiapan Tambahan 

        • Setelah pulang ke rumah, di mana Ibu dan bayi akan tidur? Biasanya kalau di daerah selama beberapa hari Ibu dan Bayi tidur di ruang tengah karena akan banyak tetangga yang menjenguk.
        • Kondisikan dan jelaskan di mana ayah akan tidur? Haha. Karena pasti ayah akan tidak terperhatikan.  Jadi kita kondisikan pihak ayah dari awal.
        • Tentukan siapa yang akan mencuci pakaian baby? Karena jagoan kita masih sering pipis, eek, dan kentut berjackpot. Jadi cuciannya akan menumpuk.  Apakah ada keluarga yang mau membantu? Apakah ART di rumah kita siap?  Ataukah kita perlu tambahan tenaga?
        • Siapkan pakaian Ibu yang nyaman dipakai, nyaman untuk menyusui, tapi layak dilihat orang. Karena akan banyak tamu ke rumah. Jadi siapkan pakaian rumah yang sopan tapi tetap nyaman untuk Ibu menyusui.
        • Versi nene saya: siapakan seprai dan bedcover yang bagus.  Biasanya tamu suka intip-intip kamar.  Hehe. 
        • Sediakan aqua gelas dan snack kiloan atau biskuit untuk menjamu tamu yang datang. Supaya keluarga juga praktis. 

        .

        .

        .

          Semoga apa yang saya share bisa bermanfaat ya moms to be. 😚
          #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day7