Cerita PersalinankuΒ 

Ini adalah hal paling berani yang pernah saya lakukan seumur hidup. Tidak ada rasa takut, biasa saja. Mungkin ada sedikit kegalauan karena sebentar lagi status saya akan berubah.

Sehari sebelum operasi, saya ditemani oleh suami. Kami merasa seperti honeymoon. Jika di Kamojang, harga satu hari di RS bisa untuk sewa dua malam. Adanya suami membuat saya bahagia sekali. Kami berusaha berdua sebelumnya, melahirkannya pun saya ingin dibersamai oleh suami.

Keluarga semua hadir pukul setengah Lima pagi untuk memberikan dukungan.  Ya Allah, terharu rasanya. Pukul Lima pagi saya didorong ke COT lantai 3, ruangan yang tidak asing lagi bagi saya. Suster mengganti pakaian saya dengan baju OK. Suami dipanggil oleh residen anestesi untuk menandatangani SIO. Residen obgyn menghampiri saya, ternyata dokter Dias, yang dulu bersama ketika saya masih koas. Syukurlah tidak ada orange mencolok mata yang berkeliaran.  Pastinya ini sudah jam koas-koas anes berada di mesko.

Residen anes yang semalem visit pun menghampiri saya.  Akhirnya saya didorong ke ruang OK 303, ruang yang juga tidak asing lagi. Bagaimana rasanya operasi ya? Mbaksel bilang, tidak sakit tapi seperti ada orang membuat adonan di atas perut.  Rasanya isi perut kita diuwek-uwek.

Dokter Radian, dokter anestesi yang menjadi DPJP menjelaskan bahwa saya akan dicoba untuk dibius spinal sebanyak dua kali.  Jika gagal, maka saya harus dibius umum.  Sempat khawatir gagal dibius karena bobot tubuh saya yang maksi itu. Dokter bilang agar saya tidak banyak bergerak, takut bila jarumnya patah.  Saya pun berusaha untuk bersabar ketika terasa jarum kecil mulai menusuk area di antara dua tulang belakang.

Syukurlah perlahan efek bius mulai terasa. Kaki saya mulai kesemutan, lama-lama terasa berat ketika diangkat.  Saya pun tidak tahu saat dokter obgyn mencoba menguji rasa sakit di atas kulit. Syukurlah sekali dibius langsung berhasil. Saya pun merasa mual-mual dan refleks ingin muntah.  Saya memalingkan muka ke kanan lalu muntah.  Tapi karena sejak semalam sudah puasa jadi tidak ada makanan atau minum yang keluar. Dokter lalu menambahkan dosis obat mual via IV. 

Saya pikir saya berubah jadi orang yang lebih sabar.  Saya jadi kuat ketika diinfus, ketika dibius. Juga menjadi berani saat akan dioperasi. Perawat OK mulai berbicara bahwa operasi akan dimulai. Bismillahirrahmanirrahim.. 

Dokter residen anes meminta saya untuk menghirup nafas dari selang oksigen.  Saya hanya berusaha bernafas agar cukup oksigen untuk baby.  Saya menunggu dan menunggu, perut rasanya seperti diaduk-aduk. Lalu terdengar dokter Ruswana berkata, “Normal, lengkap!”

Alhamdulillah.. Terdengar suara tangisan. Bayi merah saya dibawa ke arah kanan untuk dibersihkan. Saya menangis sejadi-jadinya, alhamdulillah..alhamdulillah.. Ternyata ini jalan yang terbaik untuk melahirkan bayi kecil saya. Terharu sekali melihat bayi saya yang putih dan sedang menangis. Kepalanya bulat, rambutnya keriting seperti Papanya.  Bahagia sekali melihat bayi saya bisa lahir dengan selamat. Residen anes pun memberikan kasa untuk menghapus air mata yang semakin deras. 

Saya begitu menikmati tangisan bayi saya. Setelah lama akhirnya residen anak membawa bayi saya untuk mendekat. Saya cium pipinya dan mengatakan nanti kita akan kembali bertemu.  Residen anak pun membawa bayi saya keluar dari lantai OK yang dingin.  

Bayi sudah lahir, tidak ada lagi beban. Saya hanya diam menunggu dokter kembali menutup perut saya. Cukup lama ternyata, awalnya kontraksi rahim saya sedikit kurang bagus. Setelah selesai menjahit rahim, dokter Ruswana pun pamit dan menyerahkan sisanya pada residen.  Saya pun akhirnya ngobrol dengan mereka sepanjang sisa operasi.

Persiapan operasi dan pembiusan dimulai pukul 5.40. Operasi dimulai pukul 6 pagi, lalu lima menit kemudian putri kecil saya lahir.  Pukul 7 operasi selesai lalu saya dibawa ke ruang pemulihan.  Menggigil rasanya setelah efek obat bius hilang.  Tapi tidak ada apa-apanya karena bayi saya sudah lahir.  Alhamdulillah. 

Pukul 9 pagi saya akhirnya dijemput menuju ruang perawatan. Seluruh keluarga sudah menunggu di depan. Saya pun menyambut mereka dengan senyuman dan tangan yang melambai-lambai. 

Aisha Arka Nafisa.. 

Permata yang berharga Ari & Rizka, yang penuh energi, riang gembira, dan menjadi penerang keluarga.
Semoga anak Bunda dan Papa bisa jadi anak sholehah ya..

Aisha saat dibawa dari ruang OK, tapi begitu brojol ga bengkak gini mukanya πŸ˜…

Pertama kali rooming in sama Aisha

Pertama kali Aisha digendong Papa 😍

OOTD waktu tasyakuran aqiqah

Aisha usia 3 minggu, 14 Desember 2017

Advertisements

What a Happy Week!

Alhamdulillah Misua tercinta cuti, setelah 7 minggu di Lolak. Mendekati persalinan ini saya menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal saat Ia cuti.  Jadilah saya ngintil kemana-mana.
Begitu banyak agenda penting yang ditunda, menunggu kedatangan suami agar saya ada yang mengantar dan mengawal.  Hehe. Maklum, saya sudah kesulitan berjalan dan sering merasa pusing hampir tumbang. πŸ˜† Jadilah apa-apa nanti bareng Aa.

Senang sekali karena suami pulang lebih cepat. Tujuh minggu ditinggal kali ini rasanya lebih berat karena tingkat kebaperan meningkat saat trimester akhir kehamilan. Ba’da Subuh suami berangkat dari Manado, malamnya sudah di Lembang. Alhamdulillah.. Alhamdulillah. Terharu dengan pengorbanan beliau.

Begitu suami pulang, agenda yang sulit pun tidak lagi mustahil dilakukan.  Walau masih sering kontraksi, tapi saya ingin sekali menjenguk Mbak Sel yang melahirkan.  Alhamdulillah Lembang-Pasir Salam pun bisa ditempuh. Pulangnya, list perlengkapan Kakak menanti. Kami kemudian belanja ke Yens Setiabudhi.  

Belanja itu ternyata perlu fisik yang prima ya, kalau dilakukan saat hamil.  Jadilah rasanya belanja kali ini berlalu tapi hanya sedikit list yang terpenuhi.  Mungkin karena kami sudah lelah sebelumnya. Akhirnya belanja di Yens diakhiri segera karena suami sudah cemberut. πŸ˜‚ Kami pun makan di Eatalia Setiabudhi.  Pizza dan jusnya membuat kami jadi happy.  Oh jadi tadi rungsing karena lapar?  πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Syukurlah di Yens Setiabudhi kami bisa menambah beberapa jumpsuit dan celana untuk Kakak. Ada pula kain bedong motif salur yang warnanya sangat lucu. Breast pump incaran pun ternyata sudah sold out. Kami pun mencari dot untuk pemberian ASIP Kakak.  Sempat ragu dengan comotomo yang hits tapi mahal, akhirnya kami membeli satu buah dot Avent wideneck.  Coba dulu satu dot, kalau cocok atau tidak kami bisa beli lagi. 

Belanja dan Belanja

Sabar ya, Yang. Keperluan Kakak memang banyak! πŸ˜…

Keesokan harinya kami belanja perlengkapan seperti lemari plastik untuk bayi, tempat cucian, ember, gantungan pakaian, tissue bayi sampai pampers untuk dibawa nanti ke rumah sakit, dll. Kami belanja besar. Saking banyaknya kami sampai perlu dua troli besar . Rasa lemas pun saya hajar agar keperluan Kakak bisa segera rampung. Saat pusing saya bertumpu pada pegangan troli.  πŸ˜† 

Kami juga membeli kekurangan perlengkapan menyusui di Yens Borma. Maklum, saat di Setiabudhi pilihan terlalu banyak. Jadinya saya banyak membuang waktu dengan cuci mata, dan kesabaran suami pun mencapai batasnya.  Hahaha. Di yens kami membeli breast pad, gendongan bayi, botol ASI, dan kacamata jemur untuk Kakak bayi.  Karena belanjaan kami hari itu heboh, titipan belanjaan di Yens pun tertinggal. Hehe. 

Nongkrong Cantik

Lama sekali tidak ngopi-ngopi dan nongkrong setelah hamil besar.  Syukurlah di Lembang ada Imah Kopi.  Setelah belanja di Borma kami pergi ke sana. Tadinya ingin nongkrong di Dago saat hari Senin. Tapi jalanan macet dan cuaca sangat mendung. Ngidam minum kopi enak pun tercapai. Terima kasih banyak suamiku.  πŸ˜˜

Suami memesan hot latte dan waffle. Saya sendiri memesan cold macchiato dan chicken snitzel.  Sebenarnya di sana banyak pastry yang menarik. Mungkin next time wajib dicoba.

Administrasi oh Administrasi

Keperluan administrasi ini memerlukan kesabaran sekali ya. Libur suami yang singkat harus diisi sebagian dengan urusan administrasi.  Karena saya ingin ngintil, akhirnya saya ikut ke kecamatan untuk mengambil KK dan kartu KTP sementara.  Ceritanya sekarang saya pindah jadi orang Antapani. Tapi hati tetap orang Lembang. πŸ˜†

Kartu keluarga ini nantinya diperlukan untuk membuat kartu BPJS Kakak dan juga akte kelahiran nantinya. Rebek sekali ya? Setelah urusan administrasi selesai kami memutuskan untuk beristirahat di rumah. Apalagi jalan ke rumah saya sedang diperbaiki, jadi aksesnya jauh karena harus memutar lewat Imah Seniman. 

Senangnya Dimanja dan Diperhatikan Suami

Hamil ini senangnya karena bisa dimanja suami. Yeay!!  Apalagi karena saya terlalu berat, saya kesulitan berjalan.  Bangun untuk berdiri saya juga kerepotan. Kalau tidur ingin berubah posisi juga tidak bisa sekaligus. Suami yang ganteng alhamdulillah dengan sabar membantu saya yang seperti nene-nene ini.

Karena suami sedang pulang, alhamdulillah saat kontrol saya bisa didampingi beliau. Ia menemani saya saat berdiskusi dengan dokter mengenai opsi persalinan. Lalu mendadak setelah cek lab jumlah Hb saya drop, sel darah merahnya mikrositik hipokromik.

Saya kira saya sering pusing karena gangguan peredaran darah dari kaki ke jantung.  Tapi ternyata saya ada anemia juga. Hipotesis saya mengarah ke anemia defisiensi besi.  Oemji kenapa menjelang lahiran baru tahu kalau Hb drop?

Suami sampai shock saat Mama bilang kalau ada sesuatu saya harus caesar dalam 2-3 minggu. Nampaknya Baby Hui sudah tidak sabar ingin bertemu teman-temannya ya? Kalau sudah Tiga kilo boleh ya, Sayang!  πŸ˜˜ 

Saya cukup degdegan saat mendengar kata SC. Jadilah walau sering pusing saya memutuskan untuk belanja sisa keperluan Kakak Bayi. Tak lupa saya membeli kain samping dan sarung untuk lahiran. Pada battle terakhir ini saya merasa pusing saat di tengah belanja. Syukurlah suami sigap menyuruh saya duduk dan menunggu Ia membawa mobil dari parkiran.

More Than Words

Tadinya saya berniat membuatkan french toast saat suami pulang.  Tapi karena saya baru bisa tidur jam 2 pagi, akhirnya malah pagi-pagi suami yang berkreasi di dapur dan membuatkan saya french toast. Suami gue jago ngets! Unchh :* 

Suami saya orangnya sangat inisiatif. Ia mengerti saat saya tidak bisa melayani beliau. Orangnya begitu sweet sampai sering kali menawarkan diri untuk memasak untuk meringankan beban saya. Alhamdulillah. Suami begitu royal untuk menunjukkan kasih sayangnya. 

Suami juga sempat membuatkan saya nasi goreng kornet boncabe.  Enaaakk!! Rasanya happy sekali menemukan bakat memasak suami. Ia cepat sekali menangkap resep dan cara memasak sebuah makanan.  Kalau masalah rasa pasti perlu waktu untuk terbiasa kan.

Di hari terakhir cuti suami, saya membekali suami cara membuat seblak dengan bumbu nasi goreng pedas seperti di iklan.  Hihi.  Katanya di Manado belum ada seblak.  Lumayan ya untuk oleh-oleh. Tak lupa saya membekali kencur, bumbu nasi goreng, aneka kerupuk mentah dan makaroni.  πŸ˜‚ Maaf ya yang istrinya ga jelas banget. Sebuah kebahagiaan bagi saya bisa menggali bakat terpendam suami.  Hihi. 

Sayonara

Akhirnya suami tersayang harus kembali bekerja karena gaji satu bulan habis dipakai kontrol ke dokter dan belanja keperluan Kakak.  Hahahah. Semoga kerjaannya lancar ya, Yang! Semoga sehat selalu dan dilindungi oleh Allah.

Seminggu rasanya sebentar, suami sudah harus pergi. Semoga kali ini terasa singkat karena suami akan pulang ketika saya melahirkan nanti. Rasanya nano-nano karena sebentar lagi melahirkan.  Di satu sisi bahagia karena suami bisa pulang lebih cepat.

Saling mendoakan ya! Icha dan Kakak menantimu, Ayah!  πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜

.

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day19

Melalui Siapa Rizki Keluarga Dititipkan?

Rumput tetangga sering kali terlihat lebih hijau.

Terkadang saya bingung, akan menjadi apa saya nanti? Melihat teman seangkatan, mereka sedang sibuk dengan internship yang tinggal menghitung bulan. Senior saya kini sedang mengikuti berbagai pelatihan dan magang untuk melanjutkan spesialisasi. Lalu di mana saya? Saya di rumah, sedang mengelus-elus kandungan. Ya, inilah cita-cita yang saya inginkan. Saya bahagia dengan pilihan ini. 

Jika direnungkan, saya begitu bahagia ketika mencuci dan menyiapkan pakaian bayi.  Saya juga bahagia saat memasak untuk suami atau menyetrika pakaiannya. Mungkin, profesi yang kelak akan saya tekuni adalah yang tidak mengganggu kebahagiaan saya untuk bisa melayani suami dan anak-anak.

Saya ingat perkataan sopir grab waktu saya dan suami jalan-jalan di Jakarta. Rizki dari Allah itu sudah ditentukan. Uang 10 jt itu bisa didapat dari suami dan istri.  Bisa saja penghasilan istri lebih besar.  Tapi bisa juga saat istri berhenti bekerja Allah tetap memberikan rizki 10 jt melalui suami.  Berdoalah agar Allah mencukupkan rizki bagi suami kita.

Ya Allah.. Berikanlah rizki untuk suami hamba.  Agar hamba bisa fokus melayani keluarga dan hamba bisa fokus belajar dan mengamalkan ilmu kedokteran tanpa dikejar-kejar materi.  Cukupkan rizki keluarga dari suami ya Allah.  Semoga ada rizki agar hamba bisa pergunakan untuk mengupgrade ilmu pengetahuan. Semoga kami juga bisa berbagi dengan keluarga, kerabat, dan orang-orang yang membutuhkan.  

Semoga Allah memudahkan ikhtiar suami untuk menjemput rizki bagi keluarga kecil kami.  Amin..

Jadi, akan menjadi apa saya nanti? Rasanya masih tidak terbayang. Saya akan menikmati prosesnya satu persatu. Di mana ada celah, mungkin di situ lah takdir saya. 

.

.

Renungan dokter internship yang masih galau akan masa depannya. πŸ˜†

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day13

Bekal untuk Calon Mamah Muda

Tidak terasa saya sudah memasuki 33 minggu usia kehamilan.  Sebagai calon Ibu, banyak sekali ilmu yang pastinya masih nol sekali. Tapi sepertinya kuncinya hanya bismillah. Ketika Allah memberikan amanah, insyaAllah tidak akan melebihi kapasitas kita.

Benar, calon Ibu itu harus punya bekal. Walaupun tetap nanti kita akan kelabakan dan perlu bantuan keluarga, tapi paling tidak kita sudah pernah membaca. Apa saja sih bekal yang diperlukan? Dua bulan menjelang persalinan inilah persiapan versi keluarga saya.
1. Persiapan finansial

Persoalan budget ini sangat penting. Pertama, konsultasikan dengan dokter atau bidan kondisi kehamilan kita. Apakah memungkinkan untuk bersalin secara normal? Pikirkan juga terkait kondisi penyakit bawaan yang dialami Ibu.  Atau apakah bayi kemungkinan lahir prematur dan memerlukan perawatan intensif? 

Selanjutnya,  kondisi keuangan keluarga kita mampu untuk di fasilitas kesehatan seperti apa? Kalau dicover asuransi atau dari kantor sih sudah lumayan tenang ya. Kalau tidak, coba hitung tabungan pribadi. Sebagai jaga-jaga buat segera kartu BPJS, aktifkan segera kartu BPJS untuk calon jabang bayi.  Sambil kita tetap calling-calling siapa tahu pihak orang tua bisa membantu.  Hehe.  Yang pasti utamakan keselamatan Ibu dan anak ya. Kalau masalah ingin bersalin di tempat yang lux, jika tidak sesuai budget, keinginannya bisa dikesampingkan dulu.

Buat daftar keperluan Ibu dan bayi. Agar mengurangi pengeluaran, kita bisa menunda beberapa kebutuhan seperti baju bayi lucu, stroller, car seat dan kebutuhan-kebutuhan nonprimer lainnya.

 
2. Daftar Kebutuhan Ibu & Bayi

Membuat daftar kebutuhan Ibu dan bayi ini sangat penting, karena kita bisa mengontrol keperluan dan juga budget. Walaupun Ibu atau mertua kita tidak terlalu care soal list ini, tapi kita bisa diam-diam membuatnya.  Bila ada sumbangan dari orang tua atau keluarga, cepat-cepat dicek apakah ada pada list keperluan kita? Kalau ada kan alhamdulillah bisa mengurangi beban ya.

Memenuhi kebutuhan bayi ini fleksibel ya. Sebaiknya dicicil karena banyak sekali yang diperlukan. Setelah itu kita bisa mulai menata keperluannya.  Misalnya lokasi tempat tidurnya, lemarinya. Dan yang penting adalah mencuci semua pakaian bayi supaya tidak bau pabrik.  Setelah mencuci dan menyetrika, kita bisa memasukannya ke dalam plastik untuk pakaian supaya tidak berdebu. Kita juga bisa mulai menata barang bawaan ke rumah sakit nanti.
3. Persiapan Menyusui

Ilmu tentang menyusui ini penting sekali, apalagi bagi Ibu yang akan bekerja ya. Tapi walaupun full time mom, penting juga mempelajari ilmunya supaya supply ASI tetap cukup memenuhi kebutuhan si kecil.  Saya banyak mendapat ilmu dari Buku Pintar Asi dan Menyusui karya Teh Monik. Saya juga memfollow [ instagram : asiku.banyak ]. 

Intinya kita perlu tahu ilmu tentang:

  • Menyusui bayi newborn
  • Pumping & nursing
  • Managemen laktasi
  • Managemen ASIP
  • Let Down Refleks (LDR)
  • Foremilk vs Hindmilk

Saya beri prolog supaya Ibu-Ibu semua semangat mencari ya. πŸ˜†
4. Persiapan Persalinan

  • Konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan yang menangani kita
  • Persiapkan persyaratan jika akan menggunakan kartu BPJS (apakah memerlukan rujukan dari fasilitas kesehatan primer?)
  • Siapkan bawaan Ibu dan bayi dalam satu tas.
  • Daftarkan diri kita apabila ingin bersalin di RS swasta (bisa daftar dulu atau tidak).
  • Daftarkan diri kita di rumah sakit bila kita perlu bersalin secara caesar terjadwal.
  • Perbanyak jalan kaki setiap hari untuk membantu penuruan kepala janin dan menguatkan fisik ibu.
  • Paparkan pada keluarga besar rencana persalinan kita. Bila suami kita sedang tidak bersama kita, pihak keluarga bisa menghandle.  

5. Persiapan Tambahan 

  • Setelah pulang ke rumah, di mana Ibu dan bayi akan tidur? Biasanya kalau di daerah selama beberapa hari Ibu dan Bayi tidur di ruang tengah karena akan banyak tetangga yang menjenguk.
  • Kondisikan dan jelaskan di mana ayah akan tidur? Haha. Karena pasti ayah akan tidak terperhatikan.  Jadi kita kondisikan pihak ayah dari awal.
  • Tentukan siapa yang akan mencuci pakaian baby? Karena jagoan kita masih sering pipis, eek, dan kentut berjackpot. Jadi cuciannya akan menumpuk.  Apakah ada keluarga yang mau membantu? Apakah ART di rumah kita siap?  Ataukah kita perlu tambahan tenaga?
  • Siapkan pakaian Ibu yang nyaman dipakai, nyaman untuk menyusui, tapi layak dilihat orang. Karena akan banyak tamu ke rumah. Jadi siapkan pakaian rumah yang sopan tapi tetap nyaman untuk Ibu menyusui.
  • Versi nene saya: siapakan seprai dan bedcover yang bagus.  Biasanya tamu suka intip-intip kamar.  Hehe. 
  • Sediakan aqua gelas dan snack kiloan atau biskuit untuk menjamu tamu yang datang. Supaya keluarga juga praktis. 

.

.

.

    Semoga apa yang saya share bisa bermanfaat ya moms to be. 😚
    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day7

    Nafkah dalam Rumah Tangga

    Bismillahirrahmanirrahim.. 

    Persoalan nafkah sering kali menjadi pemicu keributan di dalam rumah tangga. Ada yang merasa nafkah yang diberikan kurang, ada yang marah karena suami tidak memberikan seluruh penghasilannya.  Yang lebih parah, sering terjadi konflik akibat suami memberikan sebagian penghasilannya kepada Ibunya ataupun keluarganya. Maka dari itu, lebih baik kita mempelajari, apa itu nafkah menurut syariah?

    Nafkah dalam buku Minhajul Muslim adalah makanan, pakaian dan tempat tinggal yang diberikan kepada orang yang wajib menerimanya. Siapakah yang wajib mendapatkan nafkah dan kepada siapakah nafkah diwajibkan?

    1. Istri, wajib dinafkahi oleh suami.
    2. Wanita yang ditalak dengan talak ba’in sejak masa iddahnya,  wajib dinafkahi oleh suami yang mentalaknya. 
    3. Orang tua, wajib dinafkahi oleh anaknya.  
    4. Anak-anak yang masih kecil, wajib dinafkahi oleh ayahnya. 
    5. Budak (pembantu),  wajib dinafkahi majikannya. 
    6. Hewan, wajib dinafkahi pemiliknya.  


    Suami Wajib Menafkahi Istri

    Suami memiliki kewajiban untuk menafkahi istri. Rasulullah bersabda, “Ketahuilah bahwa hak-hak para istri atas kalian (para suami) ialah hendaknya kalian memberikan pakaian dan makanan yang baik kepada mereka.” (HR. At-Tirmidzi)

    Istri memiliki hak untuk mendapatkan nafkah dari suami dengan nilai yang layak untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa suami tidak memiliki kewajiban untuk memberi melebihi nafkah. Allah berfirman:

    “Lelaki itu menjadi pemimpin bagi para istrinya, disebabkan Allah memberikan kelebihan bagi mereka dan karena mereka memberikan nafkah kepada istrinya dari harta mereka.” (QS. An-Nisa: 34)

    Apabila suami memberikan seluruh penghasilannya kepada istri, tetap saja harta tersebut adalah milik suami. Istri adalah sebagai pengelola yang memiliki amanah untuk menjaganya dan mempergunakannya atas izin suami. Rasulullah bersabda, 

    “Kalian semua adalah penanggung dan akan ditanya tentang apa yang dia pertanggungjawabkan.. Wanita menjadi penanggung jawab di rumah suaminya, dan dia akan ditanya tentang apa yang dia pertanggungjawabkan.” (HR. Bukhari 2409).

    Allah berfirman, 

    “Wanita shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, untuk sesuatu yang dipelihara oleh Allah.” (QS. An-Nisa: 34)

    Hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, 

    “Sebaik-baik istri adalah wanita yang jika suaminya melihatnya, menyenangkan suaminya, jika diperintahkan suaminya, dia mentaatinya, dan jika suaminya jauh darinya, dia bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartanya.”(HR. Thayalisi 2444 dan Al Bazzar 8537)


    Bagaimana Kadar Nafkah yang Wajib Diberikan oleh Suami? 

    Nafkah yang wajib adalah nafkah untuk mempertahankan hidup, berupa makanan yang baik, pakaian yang melindungi dari hawa panas dan hawa dingin, dan tempat tinggal untuk istirahat.  Wanita tidak boleh menuntut di luar kemampuan suaminya. Walaupun mampu, tidak diperkenankan wanita menuntut suaminya di luar kewajaran.  Allah S.W.T berfirman, 

    “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (Al-Baqarah: 228)


    Benarkah uang suami adalah uang istri dan uang istri adalah uang istri?

    Islam menghargai harta yang dimiliki seseorang, selama diperoleh melalui jalan yang halal.  Lalu apakah harta suami adalah sepenuhnya milik istri? Allah membedakan harta suami dan istri, seperti dalam QS. An-Nisa ayat 12 mengenai pembagian waris jika istri atau suami meninggal dunia. Suami dapat mendapatkan sebagian harta istri ketika istrinya meninggal. Begitu pun istri, jika suaminya meninggal Ia mendapatkan sebagian harta suami sesuai dengan syariat. 

    Adanya hukum saling mewarisi antara suami dan istri menunjukkan bahwa tidak semua harta dalam pernikahan adalah milik bersama. Masing-masing memiliki hak atas harta yang mereka miliki.  Lalu, apakah yang menjadi hak untuk istri? Hak istri adalah nafkah  dari suami, dengan pemberian yang layak untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

    .
    Salahkah Apabila Suami Sering Dimintai Uang oleh Mertua? 

    Orang tua wajib diberi nafkah oleh anaknya. Allah berfirman,

    “Dan hendaklah kalian berbuat baik kepada kedua orang tua.” (Al-Baqarah: 83)

    Rasulullah pun bersabda mengenai manusia yang paling berhak mendapatkan baktinya, “Ibumu–beliau mengucapkan itu tiga kali–kemudian ayahmu.”

    Menurut buku Minhajul Muslim, nafkah untuk orang tua berhenti ketika orang tua telah kaya atau anaknya jatuh miskin. Artinya tidak mempunyai sisa uang untuk makanan sehari-harinya. Karena Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan apa yang Dia berikan kepadanya.

    Yang perlu diperhatikan adalah apakah nafkah yang diberikan oleh suami telah mencukupi kebutuhan pokok untuk anak dan istri di rumah? Apabila penghasilan suami pas-pasan, tidak ada kewajiban untuk suami menafkahi orang tuanya.  Karena kewajiban menafkahi istri dan anak-anak lebih utama dibandingkan dengan menafkahi orang tua dan kerabat. 

    Tapi bila seorang anak memiliki kelapangan rizki, sedangkan ayahnya adalah seorang fakir, maka wajib untuknya menafkahi orang tuanya.  Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Manfaatkanlah uang ini untuk dirimu sendiri, bila ada sisanya maka untuk keluargamu, jika masih tersisa untuk kerabatmu, dan jika masih tersisa, maka untuk orang-orang disekitarmu.”

    Jadi, apabila suami telah memenuhi kebutuhan pokok secara wajar dan masih memiliki kelebihan harta, maka wajib baginya menafkahi orang tua yang fakir sebagai bentuk baktinya. Berbakti pada orang tua dilakukan sepanjang hayat, terutama Ibu yang telah melahirkan d an mendidik kita dengan susah payah.

    Seorang istri berhak atas nafkah, namun tidak menguasai sluruh penghasilan suami. Apalagi menghalangi bakti suami untuk kedua orang tuanya. Istri sholehah tentu akan mendorong anaknya untuk berbuat baik pada orang tuanya.

    Wallahu Alam Bish-shawab. 


    .

    .

    Sumber gambar:

    – 3.bp.blogspot.com

    – imgcdn.mommiesdaily.com

    .

    .
    Referensi :

    – Buku Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairy

    – https://konsultasisyariah.com/27850-uang-suami-uang-istri-uang-istri-uang-suami.html

    https://konsultasisyariah.com/9345-kadar-nafkah-yang-wajib-atas-suami.html

    – https://m.eramuslim.com/ustadz-menjawab/suami-lebih-wajib-memberi-ke-istri-atau-ibunya.html

    – trendmuslim.com/3929-2

    .

     .

    .

    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day4

    Ketika Pak Suami Pulang Ke Rumah

    Waktu off suami adalah masa yang paling dinantikan.  Seperti biasa selalu ada hal manis dan juga pelajaran yang bisa diambil di sela kebersamaan.

    Saya tentu saja belum begitu mengenal suami.  Pernikahan seumur jagung tentu baru memperlihatkan sebagian lapisan luar dari karakter dan kepribadian suami. Meskipun kami baru menikah, saya tahu bahwa suami begitu menyayangi istri dan keluarganya dengan sungguh-sungguh, walau Ia tidak pernah mengatakannya.
    Cuti panjanganya Ia habiskan lebih banyak menemani saya di Lembang. Awalnya jadwal cutinya mundur karena pekerjaan. Ada rasa kecewa, tapi suami melakukan semua pekerjaannya juga untuk keluarga, kan? Duh, rasanya semakin cinta. 😍

    Saat suami pulang, banyak sekali agenda yang dilakukan suami. Mulai dari menemani keluarga mama karena mertua mama meninggal, suami juga nyekar ke makam bapaknya. Belum lagi suami harus ke Indramayu bersama Aki, untuk mengantarkan surat cuti saya dan juga mengambil barang saya di kosan. Karena saya dan suami memutuskan untuk cuti internsip sampai dengan melahirkan nanti.

    7 jam waktu yang dilakukan untuk menyetir PP Lembang – Indramayu. Disentuh kakinya pun suami meraung-raung karena kesakitan.  :” Tapi Alhamdulillah semua barang sekarang sudah di rumah.  Komitmen saya dan suami, saat kehamilan saya terus menerus kontraksi, saya harus istirahat di rumah agar tetap dapat menjaga dan meneruskan kehamilan.

    Jadi ingat, bahwa sekarang saya tidak sedang berkompetisi. Tidak ada hadiah jika saya selesai internsip lebih cepat. Banyak pula teman yang menunda internsip karena alasan lain.  Bahkan teman yang lulus UKDI bersama saya baru berencana mengikuti internsip tahun ini. Oh iya, hidup itu tidak seperti menaiki anak tangga. Setiap orang memiliki jalan yang berbeda.  Seperti saya, dulu sempat menunda kuliah 1 tahun. Setelah lulus kuliah saya menikah. Ternyata saat internsip saya hamil dengan kondisi yang mengharuskan saya untuk cuti dalam waktu yang cukup lama. 

    Oh iya, tujuan saya hidup bukan untuk mendapatkan satu persatu target yang telah saya buat. Saat ini, kewajiban saya adalah berbakti kepada suami dan juga menjaga amanah berupa baby kutun yang sedang dikandung.  Alhamdulillah.. Alhamdulillah… 

    Suami dan Sisi Romantisnya

    Alhamdulillah Allah memberikan pasangan yang bukan hanya mampu membuat hati saya tentram, tapi juga membuat saya begitu bahagia.

    Saat pulang ke Lembang, bobot saya meningkat drastis akibat keinginan saya akan makanan ini dan itu. Di Indramayu ingin makan Kaefsi saja sulit. Makanya ketika pulang ke Lembang berbagai makanan saya request sampai tidak ada lagi daftar makanan yang membuat saya penasaran. Ternyata eh ternyata.. Berat saya meningkat hampir 4-5 Kg berat sejak satu bulan tinggal di Lembang. Syukurlah sebelum suami cuti, mulai dari Mbiw, Ayah, Mama, dan Adik saya membantu untuk membelikan makanan atau minuman yang saya idamkan. 

    Saat suami pulang, seluruh keluarga di lembang melemparkan tugas membelikan makanan ngidam si kutun pada suami. Hahahaha.  Ketika suami ada kegiatan di Bandung, saya selalu memesan makanan dan minuman yang enak-enak, dan tentu saja tinggi kalori.  πŸ˜ Mulai dari donut JCo dan minumannya, chatime, sushi, dan juga recheese. Tapi setelah gangguan pencernaan akhirnya saya mulai minta dibelikan buah. 
    Tiba saatnya menimbang berat badan, muncul angka 14kg lebih banyak dari timbangan sebelum hamil.  Maaakkk!!!!  Suami saya hanya ketawa-ketawa saja. “Kalau hamil gendut ga apa-apa, kalau ga hamil ga boleh.” Katanya. Baju banyak sekali yang sudah tidak bisa dipakai. Rasanya kurang pede. Tapi suami menenangkan, “Kalau lagi hamil gendutnya cantik.” selain itu, suami juga membelikan beberapa pakaian dan kerudung yang senada supaya tampilan saya bisa lebih modis walau badan bleber-bleber.  Alhamdulillah suami super baik.  πŸ˜˜πŸ˜š

    Tidak jarang, setiap malam saya sulit tidur atau mengalami pegal-pegal pada kedua kaki.  Melihat suami mudah sekali tidur, saya selalu mengganggu suami, hihi. Pernah saking sakitnya kaki saya tidak bisa tidur sampai jam 12 malam, dan saya membangunkan suami, minta dipijat kakinya. Biar ada kenangan nanti suami bangun tengah malam diganggu istri. Hihi. Pagi harinya saya dan suami menertawakan kaki saya dan juga jari-jari kaki yang sudah berubah menjadi jempol semua.  πŸ˜‚

    Ada Cinta dalam Tawa dan Makanan

    Setiap malam selalu spesial bersama suami.  Biasanya menjelang tidur, kami menonton youtube bersama.  Ada saja video “super penting” yang membuat kami tertawa-tawa.  Mulai dari AFI, yang lagunya Menuju Puncak itu lho. Kadang kami menonton stand up comedy.  Kami juga iseng membuka artikel “penting” di LINE today atau detik.com. Yang tidak kalah penting adalah kami begadang hanya untuk membaca drama ojol di instagram sampai ingin pipis.  πŸ˜‚ Momen sederhana seperti itulah yang membuat saya mengenal mengetahui karakter suami. Syukurlah saya bisa punya teman hidup yang bisa membuat keseriusan saya lebih balance. πŸ˜‰ 

    Momen makan juga selalu spesial bagi saya.  Walau tidak bisa memasak masakan ribet seperti biasanya, paling tidak saya selalu berusaha menyiapkan makanan untuk dimakan bersama suami.  Walau lebih sering beli lauk di luar.  Tapi selalu saya yang menyiapkan, dan kami akan makan bersama.

    Berbeda saat PDKT dulu, sekarang yang terpenting adalah bisa memenuhi kebutuhan suami dan suami bisa tidur dengan nyaman tanpa terganggu karena lapar.  Jadinya kami sering cule-cule makan malam bersama, sepiring berdua. Niatnya supaya tidak makan terlalu banyak.  Tapi kok nikmat ya. Jadinya kami pun menambah nasi dan makan dengan porsi sendiri-sendiri. πŸ˜‚

    Begitulah.  Yang biasa pun jadi luar biasa karena dijalankan bersama dengan suami tercinta. 😚

    Catatan untuk pribadi:

    1. Selalu ingat dan catat setiap kebaikan suami
    2. Selalu hargai usaha suami
    3. Selalu syukuri setiap pemberian suami
    4. Selalu nikmati momen kebersamaan dengan suami, seperti saat menemani suami makan
    5. Isi rumah tangga dengan humor supaya suami dan istri makin kompak.  Selain itu supaya bisa saling mencair dan terbuka satu sama lain
    6. Syukuri setiap kesempatan bersama. Selesaikan masalah ataupun luruskan kesalahpahaman agar waktu bersama tidak diisi dengan bertengkar dan saling diam satu sama lain
    7. Selalu doakan suami karena setiap hari Ia di luar berjuang melawan godaan dan nafsu dunia

    Sama – Sama Happy : Mbok Jangan Gengsi

    Jarang-jarang ngeliat suamik pake baju rapih.  Sekalinya liat beliau seragaman langsung deh super howwwttt πŸ˜†. Suami akhirnya balik lagi ke proyek, setelah sekian lama ngendok di Jekardah.  Kasian banget suamik terpenjara dalam kota. Wkwkwk. Secara di Jakarta suami tercinta lebih banyak mengurusi pekerjaan administrasi. Alhamdulillah hikmahnya suami bisa sering mengunjungi saya di Indramayu dan menemani saya saat diserang mual muntah di awal kehamilan. 

    Di pelosok suamik nampak sumringah, bahagia karena memang pekerjaannya lebih bervariasi di sana. Kalau suamik happy, saya pun happy. Walau kadang saya super baper kalau kangen.  Atau kadang saat suami sibuk saya jadi kesal sendiri. Tapi kalo kangen mbok ya ga usah gengsi. Sambil kesal dalam hati saya akan bilang ke suami, “Nanti telpon ya atau video call. πŸ˜† Ngambek tapi butuh. Hihi.  Saya memang selalu butuh asupan energi berupa ungkapan kasih sayang dari suami dan perhatian yang intens. Perempuan memang begitu. πŸ˜‰

    Kadang saya suka pura-pura bodoh dan berharap laki-laki lebih peka. Tapi kebutuhan kita nanti tidak akan tercukupi kalau hanya diam dan menanti. Hihi. Dan alhamdulillah suami sangat perhatian dan memfasilitasi kebutuhan saya akan komunikasi dengan beliau. Walau kayanya kebanyakan suami lebih banyak mendengarkan cerita saya yang ngalor ngidul sih.  πŸ™ˆ

    Tapi serius, hal itu membuat saya tidak begitu kehilangan saat di tinggal suamik. Saya bisa tetap merasakan kehadiran dan perhatiannya walau dari jauh. Hihi. Terima kasih Pak Suami, telah memberikan banyak kasih sayang, perhatian, dan pengertian pada istri yang manis manja ini.

    Nanti ada dua orang ciwi cantik yang ngintilin Pak Suami. Hayoloh berangkat ke proyek hati jadi lebih berat. 😝

    Cerita Kehamilanku : Trimester PertamaΒ 

    Masa kehamilan trimester satu adalah masa paling drama, yang terberat selama kehamilan. Saat awal hamil, saya sedang internsip di Puskesmas Kedokanbunder, yang jaraknya 30 Km dari tempat tinggal saya.  Artinya, setiap hari saya harus PP 60 Km.  Saat itu saya juga sedang LDR, suami di Jakarta, saya di Indramayu.

    Mual Muntah

    Mual muntah adalah masalah yang akan dihadapi oleh hampir setiap Ibu hamil di trimester pertama.  Perubahan hormonal di dalam tubuh membuat Ibu mudah mual dan muntah, terutama pada pagi hari ataupun malam hari. Apalagi bila sebelumnya Ibu punya masalah lambung, ketika hamil biasanya gejala mual muntahnya akan semakin bertambah.

    Sulit sekali untuk makan ataupun minum susu, karena penciuman semakin sensitif. Makanan yang berempah akan turut merangsang refleks untuk muntah. Awalnya saya chaos saat pertama kali menghadapi mual muntah. Baru sarapan, makanan sudah keluar. Baru makan malam, makanan lagi lagi keluar.  Padahal saya hanya membeli satu porsi saja.

    Akhirnya saya mulai bangkit dan mendownload aplikasi di app store dan mencari artikel terpercaya yang praktis dan mudah dibaca. Setelah saya baca, ternyata memang Ibu hamil saat trimester pertama itu mengalami perubahan hormonal besar-besaran yang membuat mual muntah, tubuh terasa lelah, dan juga terjadi perubahan fisik. Belum lagi ada perubahan peran, dari seorang istri menjadi seorang calon Ibu. Perasaan Ibu menjadi sangat sangat sensitif.

    Bagaimana persiapan nutrisi Ibu hamil di trimester pertama? Ini dia tips and tricknya:

    1. Makan porsi kecil tapi sering

    2. Sediakan snack atau crackers di kantong karna akan terjadi serangan lapar kapan saja. Pilih snack yang tidak banyak mengandung coklat. 

    3. Jauhi makan asam, pedas, dan terlalu berempah

    4. Jangan dulu makan buah kecuali pepaya dan semangka. Karena buah yang asam semakin menambah jumlah asam dalam lambung, nanti perut akan kembung dan terjadi refleks muntah lagi. 

    5. Jangan dulu makan coklat, ketan, dan singkong. Karena coklat mengandung asam, sedangkan ketan dan singkong menambah gas dalam lambung. 

    6. Kalau mual jangan dulu memaksakan minum susu hamil.  Yang penting tetap konsumsi suplemen asam folat. Konsumsi suplemen zat besi bisa saat sebelum tidur karena mual.  

    7. Bangun tidur : jangan langsung turun dari tempat tidur, miring kiri dulu, lalu duduk.  Kemudian kita makan snack.  Setelah 15-30 menit baru kita turun pelan-pelan. Dulu saya sedia biskuit atau sereal.  

    8. Sebelum tidur : 2 jam sebelum tidur tidak boleh lagi makan makanan berat.  Bagi yang memiliki masalah lambung, sebelum tidur baiknya mengunyah biskuit atau crackers. Jadi pagi hari tidak terlalu menyiksa dan bisa berkurang keluhannya.

    9. Apabila BB turun drastis sebaiknya konsultasi lada dokter agar diberi obat tambahan untuk mencegah mual dan muntah berlebih. 

    10. Jangan lupa tetap atur pola makan walau sudah minum obat.

    11. Boleh banget ndusel-ndusel suami karena tetap support pasangan adalah obat yang mujarab. Hehe 

    12. Minum sedikit-sedikit.  Minum yang banyak dalam waktu singkat membuat lambung cepat terasa sesak dan merangsang muntah. 

    Mudah Lelah

    Setelah saya baca di app  Baby Center, katanya bumil itu mudah sekali lelah. Saya pun merasakan yang sama.  Capeknya banget banget.  Biasanya sepulang dari Puskesmas saya sudah sangat kelelahan dan cepat-cepat tidur.  Menurut artikel, bumil memang butuh lebih banyak beristirahat. Apalagi trimester satu itu fisik super ngedrop. Sebelumnya saya jarang sekali laundry pakaian.  Demi menjaga fisik supaya tidak semakin drop akhirnya saya memutuskan untuk laundry saja.

    Masa Paling Rentan

    Trimester satu itu masa yang paling rentan. Bisa perdarahan, bisa mudah keguguran, atau jika salah minum obat bisa menyebabkan keguguran.  Maka dari itu penting untuk kontrol rutin dan mengkonsumsi vitamin, terutama asam folat saat diketahui adanya kehamilan sampai trimester satu. Karena saat trimester awal itu masa pertumbuhan janin sangat kompleks. Ia sedang membentuk cikal bakal sistem syaraf dan sistem tubuh lainnya.

    Asupan makanan harus dijaga, asupan obat yang masuk pun harus dijaga. Apakah obat yang sedang dikonsumsi aman untuk kehamilan atau tidak? Benturan, guncangan di kendaraan yang hebat atau jatuh pun sangat riskan bagi Ibu hamil. Selain itu, aktivitas seksual juga perlu disesuaikan selama masa kehamilan. Rutin kontrol ke dokter sangat penting agar kesehatan Ibu dan Janin bisa terpantau. 

    Supporting System

    Ibu hamil memerlukan dukungan yang sangat besar dari keluarga, terutama dari pasangan.  Saat trimester satu itu suami perlu banyak memberikan pengertian, karena Ibu hamil jadi tidak seoptimal dulu saat melayani pasangan.  Selain itu, Ibu hamil juga perlu memberikan support kepada suami, dengan berbagi setiap perkembangan janin misalnya.  Karena hal berat bukan hanya dialami Ibu.  Suami yang mengalami perubahan peran pun sebenarnya memiliki kekhawatiran yang sulit untuk dijelaskan.  

    Trimester satu ini adalah ujian bagi pasangan. Karena di satu sisi, Allah sedang memberikan nikmat berupa janin yang tengah di kandung.  Di sisi lain, calon Ibu dan bapak harus bekerja sama untuk menghadapi setiap kesulitan saat kehamilan. Saling memberikan pengertian dan perhatian pada pasangan membuat bumil dan pakmil insyaAllah akan survive dengan up and down trimester pertama. Semoga Allah memudahkan teman-teman yang sedang nikmat-nikmatnya di kehamilan trimester pertama ya.  πŸ˜š

    Penerimaan Pasangan : Kunci Waras Berumah Tangga

    Suami wa sabar dan baek banget. Melihat cinta seseorang itu dari yang sederhana ae. 

    Ceritanya saya sering banget males masak nasi sejak hamil ini.  Apalagi cuci piringnya. Jadi sempet ada fase saya sarapan mie bahkan mie cup saking malesnya.  Delivery mahal, kalau saya harus jalan keluar lebih mager lagi. 

    Suami saya ga pernah marah walaupun kemageran saya ini sudah parah banget. Ia menyarankan saya membeli nugget, kentang, atau frozen food lainnya. Ya paling nda bukan makan mie lagi lah ya. Bahkan kalau beliau sedang pulang ke Indramayu, seringnya malah saya yang disiapkan makan oleh suami. πŸ™ˆ

    Kadang saya sarapan sereal plus susu hamil. Alhamdulillah sekarang sejak di rsud mencari makanan jauh lebih mudah. Kalau pagi atau siang bisa makan ala rumahan di kantin.  Walau mahal tapi ya kalau masak sendiri kan ribet ya cin.  :p

    Suami juga sabar banget dan nerimo kalau saya males beres-beres kamar.  Biasanya nanti saya beres-beres kalau sudah super hancur dan saya sendiri merasa ini sudah harus dibereskan.  Wkwkwk. Alhamdulillah beliau ga rewel.

    Kesabaran suami ini membuat saya tetap waras dan tetap happy menjalani hari-hari di IGD RSUD. Saya juga tetap senang mengandung dan mendidik buah hati. Sekarang saya sudah mulai membaca buku lagi sedikit-sedikit.  Beliau tidak pernah memaksa saya harus ini atau harus itu.  Yang penting harus makan bergizi, kurangi mie,  tidur cukup, kalau pulang malem harus naik becak.  Suami saya sesimple itu.

    Saya ga pernah diminta melakukan apapun untuk mendidik buah hati dalam kandungan saya. Paling kalau saya sudah tidak pernah tilawah, suami selalu mengingatkan. Suami memberikan kepercayaan dan kebebasan pada saya, alhamdulillah. Cara suami membuat saya semakin cinta dan semakin berusaha lagi untuk memperbaiki diri sedikit demi sedikit.

    Terima kasih Kakanda.  Unch :* 

    Komunikasi Nyeni dalam Rumah TanggaΒ 

    “Komunikasi pasangan suami istri itu seni. Dan kita perlu menyampaikannya dengan nyeni.”

    Perempuan itu sering kali tidak fokus ketika bicara, padahal suami begitu telaten mendengarkan. Suatu hari saat saya ingin berkeluh kesah, ternyata saya menyampaikan begitu banyak masalah.  Termasuk kekhawatiran saya di masa depan yang belum terjadi. Suami yang sedang merenungkan solusi dari sebuah masalah yang saya ceritakan, saya malah menambahkan kekhawatiran saya yang lainnya.  Dan itu membuat suami tiba-tiba terdiam, “Dipikirinnya satu-satu dong!” Kata Beliau. Astagfirullah, saya cepat-cepat mengingat kesalahan saya.

    Ternyata apa yang disebutkan dalam buku  Men are from Mars, Women are from Venus itu benar. Ya Allah rasanya mau nangis. Kelalaian saya, saking asyiknya bercerita karena suami saya begitu sabar mendengarkan ternyata kebablasan.  Btw buku saya di pinjam siapa ya? Mau baca tapi tidak ada. Huaaa.  Perlu beli lagi ini sih.  Di dalam bukunya disebutkan bahwa, ” perempuan senang sekali berbicara mengenai masalah. Padahal seorang laki-laki selalu memikirkan satu masalah sampai selesai, sebelum berpindah pada masalah berikutnya. ”

    Bukan hanya soal memahami karakter pria dan wanita, memahami tentang karakter individu juga penting. Suami dan saya sama-sama tidak suka didikte, maka budaya saling menasehatinya pun berbeda.  Suami memang tipe observer, analis, jadi Ia tidak pernah menyuruh saya sesuatu yang menekan saya. Ia hanya menyuruh saya untuk tilawah kalau saya sedang lalai, menyuruh saya naik becak kalau saya sedang lelah untuk jalan kaki.  Ia juga hanya menyuruh saya agar minum susu setiap hari, minum madu sebelum berangkat ke RS, dan menyuruh saya mengurangi mengkonsumsi mie instan.

    Sisanya, Ia tahu bahwa menasehati saya tidak membuat saya berubah. Karena saya tipe orang yang berubah hanya jika hatinya sudah tergerak.  Maka Ia tidak bicara melalui kata-kata, tapi melalui hatinya.  Ia tidak mendikte, melainkan memberikan keteladanan sebagai imam di dalam keluarga. 😭😭😭😭😭😭

    Ia memulai dengan berlatih shaum sunnah saat kami memulai rumah tangga, kemudian Ia menjaga shalat dhuhanya. Apalagi saat usia kehamilan saya bertambah, Ia menambah lagi porsi tilawah hariannya. Belum lagi karena saya memintanya mengirimkan rekaman suaranya mengaji, tilawahnya pun semakin bertambah. Padahal awalnya rekaman suara ayahnya mengaji itu agar menambah kekopongan tilawah saya. Huhu.  Ternyata kiriman rekamannya yang sudah 1 juz itu membuat saya merenung, dalam.

    Teladannya menampar saya. Kehadiran janin di dalam kandungan juga membuat saya semakin tergerak, “Ayo kita harus mendoakan Ayah yang sedang bekerja, berjuang jauh!” Jabang bayikpun sering menendang ketika waktu shalat untuk mengingatkan, ataupun ketika mendengarkan tilawah. Tandanya Ia senang jika orang tuanya dekat dengan Allah S.W.T.

    Maka kami bertiga, saya, suami, dan jabang bayik pun bekerja sama untuk saling bersinergi. Bapak mendayung di kanan, Ibuk dan jabang bayik mendayung di sebelah kiri.  Ya Allah, betapa nikmat rizkiMu.  πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­

    Satu lagi yang akhir-akhir ini menampar saya.  Saat melakukan video call, suami bilang, “Yang kasurnya rapih.” Biasanya memang banyak barang yang ada di tempat tidur. Suami saya tidak melihat barang-barang yang tergeletak di bawah.  Saya langsung menelan ludah.

    Wahh.. Ternyata suami saya senang ya, dengan suasana yang rapih.  Walau Ia tidak bilang secara langsung. Ia juga tidak pernah mengomentari kamar jika sering kali berantakan.  Tapi rasanya senang sekali ya, jika bisa membahagiakan suami, minimal dengan suasana kamar yang rapih dan nyaman. Ini mengingatkan saya jika selama ini masih memiliki mental anak kos, seenaknya sendiri.  InsyaAllah ini adalah reminder, sebelum saya benar-benar menjadi Ibu, mindset saya harus berubah. Sebelumnya bermental anak kos, sekarang harus menjadi istri, ibu, yang memiliki tugas sebagai manager rumah tangga.

    Ya lagi-lagi suami saya begitu pinter dan nyeni ya ketika bicara.  Meski jarang bicara, ga bawel, sekalinya ngomong aduuuuuuuuuu maaaaak.  Hihi. Kok jadi malu sendiri ya. Terima kasih ya pak suami yang ganteng, untuk selalu sabar, untuk selalu membimbing istri dan jabang bayik. Betapa bersyukurnya kami memiliki pak suami sebagai iman di dalam keluarga.  

    .

    .

    .

    .

    .

    Dari istri yang selalu kesengsem sama dirimu & Jabang bayik yang ngefans sama tilawah bapaknya. 

    .

    .

    Ps: We love youu… (eh ini si baby nitip tendangan cinta. ❀ Wkwk langsung nendang dia.)