Bekal untuk Calon Mamah Muda

Tidak terasa saya sudah memasuki 33 minggu usia kehamilan.  Sebagai calon Ibu, banyak sekali ilmu yang pastinya masih nol sekali. Tapi sepertinya kuncinya hanya bismillah. Ketika Allah memberikan amanah, insyaAllah tidak akan melebihi kapasitas kita.

Benar, calon Ibu itu harus punya bekal. Walaupun tetap nanti kita akan kelabakan dan perlu bantuan keluarga, tapi paling tidak kita sudah pernah membaca. Apa saja sih bekal yang diperlukan? Dua bulan menjelang persalinan inilah persiapan versi keluarga saya.
1. Persiapan finansial

Persoalan budget ini sangat penting. Pertama, konsultasikan dengan dokter atau bidan kondisi kehamilan kita. Apakah memungkinkan untuk bersalin secara normal? Pikirkan juga terkait kondisi penyakit bawaan yang dialami Ibu.  Atau apakah bayi kemungkinan lahir prematur dan memerlukan perawatan intensif? 

Selanjutnya,  kondisi keuangan keluarga kita mampu untuk di fasilitas kesehatan seperti apa? Kalau dicover asuransi atau dari kantor sih sudah lumayan tenang ya. Kalau tidak, coba hitung tabungan pribadi. Sebagai jaga-jaga buat segera kartu BPJS, aktifkan segera kartu BPJS untuk calon jabang bayi.  Sambil kita tetap calling-calling siapa tahu pihak orang tua bisa membantu.  Hehe.  Yang pasti utamakan keselamatan Ibu dan anak ya. Kalau masalah ingin bersalin di tempat yang lux, jika tidak sesuai budget, keinginannya bisa dikesampingkan dulu.

Buat daftar keperluan Ibu dan bayi. Agar mengurangi pengeluaran, kita bisa menunda beberapa kebutuhan seperti baju bayi lucu, stroller, car seat dan kebutuhan-kebutuhan nonprimer lainnya.

 
2. Daftar Kebutuhan Ibu & Bayi

Membuat daftar kebutuhan Ibu dan bayi ini sangat penting, karena kita bisa mengontrol keperluan dan juga budget. Walaupun Ibu atau mertua kita tidak terlalu care soal list ini, tapi kita bisa diam-diam membuatnya.  Bila ada sumbangan dari orang tua atau keluarga, cepat-cepat dicek apakah ada pada list keperluan kita? Kalau ada kan alhamdulillah bisa mengurangi beban ya.

Memenuhi kebutuhan bayi ini fleksibel ya. Sebaiknya dicicil karena banyak sekali yang diperlukan. Setelah itu kita bisa mulai menata keperluannya.  Misalnya lokasi tempat tidurnya, lemarinya. Dan yang penting adalah mencuci semua pakaian bayi supaya tidak bau pabrik.  Setelah mencuci dan menyetrika, kita bisa memasukannya ke dalam plastik untuk pakaian supaya tidak berdebu. Kita juga bisa mulai menata barang bawaan ke rumah sakit nanti.
3. Persiapan Menyusui

Ilmu tentang menyusui ini penting sekali, apalagi bagi Ibu yang akan bekerja ya. Tapi walaupun full time mom, penting juga mempelajari ilmunya supaya supply ASI tetap cukup memenuhi kebutuhan si kecil.  Saya banyak mendapat ilmu dari Buku Pintar Asi dan Menyusui karya Teh Monik. Saya juga memfollow [ instagram : asiku.banyak ]. 

Intinya kita perlu tahu ilmu tentang:

  • Menyusui bayi newborn
  • Pumping & nursing
  • Managemen laktasi
  • Managemen ASIP
  • Let Down Refleks (LDR)
  • Foremilk vs Hindmilk

Saya beri prolog supaya Ibu-Ibu semua semangat mencari ya. πŸ˜†
4. Persiapan Persalinan

  • Konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan yang menangani kita
  • Persiapkan persyaratan jika akan menggunakan kartu BPJS (apakah memerlukan rujukan dari fasilitas kesehatan primer?)
  • Siapkan bawaan Ibu dan bayi dalam satu tas.
  • Daftarkan diri kita apabila ingin bersalin di RS swasta (bisa daftar dulu atau tidak).
  • Daftarkan diri kita di rumah sakit bila kita perlu bersalin secara caesar terjadwal.
  • Perbanyak jalan kaki setiap hari untuk membantu penuruan kepala janin dan menguatkan fisik ibu.
  • Paparkan pada keluarga besar rencana persalinan kita. Bila suami kita sedang tidak bersama kita, pihak keluarga bisa menghandle.  

5. Persiapan Tambahan 

  • Setelah pulang ke rumah, di mana Ibu dan bayi akan tidur? Biasanya kalau di daerah selama beberapa hari Ibu dan Bayi tidur di ruang tengah karena akan banyak tetangga yang menjenguk.
  • Kondisikan dan jelaskan di mana ayah akan tidur? Haha. Karena pasti ayah akan tidak terperhatikan.  Jadi kita kondisikan pihak ayah dari awal.
  • Tentukan siapa yang akan mencuci pakaian baby? Karena jagoan kita masih sering pipis, eek, dan kentut berjackpot. Jadi cuciannya akan menumpuk.  Apakah ada keluarga yang mau membantu? Apakah ART di rumah kita siap?  Ataukah kita perlu tambahan tenaga?
  • Siapkan pakaian Ibu yang nyaman dipakai, nyaman untuk menyusui, tapi layak dilihat orang. Karena akan banyak tamu ke rumah. Jadi siapkan pakaian rumah yang sopan tapi tetap nyaman untuk Ibu menyusui.
  • Versi nene saya: siapakan seprai dan bedcover yang bagus.  Biasanya tamu suka intip-intip kamar.  Hehe. 
  • Sediakan aqua gelas dan snack kiloan atau biskuit untuk menjamu tamu yang datang. Supaya keluarga juga praktis. 

.

.

.

    Semoga apa yang saya share bisa bermanfaat ya moms to be. 😚
    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day7

    Advertisements

    Nafkah dalam Rumah Tangga

    Bismillahirrahmanirrahim.. 

    Persoalan nafkah sering kali menjadi pemicu keributan di dalam rumah tangga. Ada yang merasa nafkah yang diberikan kurang, ada yang marah karena suami tidak memberikan seluruh penghasilannya.  Yang lebih parah, sering terjadi konflik akibat suami memberikan sebagian penghasilannya kepada Ibunya ataupun keluarganya. Maka dari itu, lebih baik kita mempelajari, apa itu nafkah menurut syariah?

    Nafkah dalam buku Minhajul Muslim adalah makanan, pakaian dan tempat tinggal yang diberikan kepada orang yang wajib menerimanya. Siapakah yang wajib mendapatkan nafkah dan kepada siapakah nafkah diwajibkan?

    1. Istri, wajib dinafkahi oleh suami.
    2. Wanita yang ditalak dengan talak ba’in sejak masa iddahnya,  wajib dinafkahi oleh suami yang mentalaknya. 
    3. Orang tua, wajib dinafkahi oleh anaknya.  
    4. Anak-anak yang masih kecil, wajib dinafkahi oleh ayahnya. 
    5. Budak (pembantu),  wajib dinafkahi majikannya. 
    6. Hewan, wajib dinafkahi pemiliknya.  


    Suami Wajib Menafkahi Istri

    Suami memiliki kewajiban untuk menafkahi istri. Rasulullah bersabda, “Ketahuilah bahwa hak-hak para istri atas kalian (para suami) ialah hendaknya kalian memberikan pakaian dan makanan yang baik kepada mereka.” (HR. At-Tirmidzi)

    Istri memiliki hak untuk mendapatkan nafkah dari suami dengan nilai yang layak untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa suami tidak memiliki kewajiban untuk memberi melebihi nafkah. Allah berfirman:

    “Lelaki itu menjadi pemimpin bagi para istrinya, disebabkan Allah memberikan kelebihan bagi mereka dan karena mereka memberikan nafkah kepada istrinya dari harta mereka.” (QS. An-Nisa: 34)

    Apabila suami memberikan seluruh penghasilannya kepada istri, tetap saja harta tersebut adalah milik suami. Istri adalah sebagai pengelola yang memiliki amanah untuk menjaganya dan mempergunakannya atas izin suami. Rasulullah bersabda, 

    “Kalian semua adalah penanggung dan akan ditanya tentang apa yang dia pertanggungjawabkan.. Wanita menjadi penanggung jawab di rumah suaminya, dan dia akan ditanya tentang apa yang dia pertanggungjawabkan.” (HR. Bukhari 2409).

    Allah berfirman, 

    “Wanita shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, untuk sesuatu yang dipelihara oleh Allah.” (QS. An-Nisa: 34)

    Hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, 

    “Sebaik-baik istri adalah wanita yang jika suaminya melihatnya, menyenangkan suaminya, jika diperintahkan suaminya, dia mentaatinya, dan jika suaminya jauh darinya, dia bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartanya.”(HR. Thayalisi 2444 dan Al Bazzar 8537)


    Bagaimana Kadar Nafkah yang Wajib Diberikan oleh Suami? 

    Nafkah yang wajib adalah nafkah untuk mempertahankan hidup, berupa makanan yang baik, pakaian yang melindungi dari hawa panas dan hawa dingin, dan tempat tinggal untuk istirahat.  Wanita tidak boleh menuntut di luar kemampuan suaminya. Walaupun mampu, tidak diperkenankan wanita menuntut suaminya di luar kewajaran.  Allah S.W.T berfirman, 

    “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (Al-Baqarah: 228)


    Benarkah uang suami adalah uang istri dan uang istri adalah uang istri?

    Islam menghargai harta yang dimiliki seseorang, selama diperoleh melalui jalan yang halal.  Lalu apakah harta suami adalah sepenuhnya milik istri? Allah membedakan harta suami dan istri, seperti dalam QS. An-Nisa ayat 12 mengenai pembagian waris jika istri atau suami meninggal dunia. Suami dapat mendapatkan sebagian harta istri ketika istrinya meninggal. Begitu pun istri, jika suaminya meninggal Ia mendapatkan sebagian harta suami sesuai dengan syariat. 

    Adanya hukum saling mewarisi antara suami dan istri menunjukkan bahwa tidak semua harta dalam pernikahan adalah milik bersama. Masing-masing memiliki hak atas harta yang mereka miliki.  Lalu, apakah yang menjadi hak untuk istri? Hak istri adalah nafkah  dari suami, dengan pemberian yang layak untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

    .
    Salahkah Apabila Suami Sering Dimintai Uang oleh Mertua? 

    Orang tua wajib diberi nafkah oleh anaknya. Allah berfirman,

    “Dan hendaklah kalian berbuat baik kepada kedua orang tua.” (Al-Baqarah: 83)

    Rasulullah pun bersabda mengenai manusia yang paling berhak mendapatkan baktinya, “Ibumu–beliau mengucapkan itu tiga kali–kemudian ayahmu.”

    Menurut buku Minhajul Muslim, nafkah untuk orang tua berhenti ketika orang tua telah kaya atau anaknya jatuh miskin. Artinya tidak mempunyai sisa uang untuk makanan sehari-harinya. Karena Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan apa yang Dia berikan kepadanya.

    Yang perlu diperhatikan adalah apakah nafkah yang diberikan oleh suami telah mencukupi kebutuhan pokok untuk anak dan istri di rumah? Apabila penghasilan suami pas-pasan, tidak ada kewajiban untuk suami menafkahi orang tuanya.  Karena kewajiban menafkahi istri dan anak-anak lebih utama dibandingkan dengan menafkahi orang tua dan kerabat. 

    Tapi bila seorang anak memiliki kelapangan rizki, sedangkan ayahnya adalah seorang fakir, maka wajib untuknya menafkahi orang tuanya.  Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Manfaatkanlah uang ini untuk dirimu sendiri, bila ada sisanya maka untuk keluargamu, jika masih tersisa untuk kerabatmu, dan jika masih tersisa, maka untuk orang-orang disekitarmu.”

    Jadi, apabila suami telah memenuhi kebutuhan pokok secara wajar dan masih memiliki kelebihan harta, maka wajib baginya menafkahi orang tua yang fakir sebagai bentuk baktinya. Berbakti pada orang tua dilakukan sepanjang hayat, terutama Ibu yang telah melahirkan d an mendidik kita dengan susah payah.

    Seorang istri berhak atas nafkah, namun tidak menguasai sluruh penghasilan suami. Apalagi menghalangi bakti suami untuk kedua orang tuanya. Istri sholehah tentu akan mendorong anaknya untuk berbuat baik pada orang tuanya.

    Wallahu Alam Bish-shawab. 


    .

    .

    Sumber gambar:

    – 3.bp.blogspot.com

    – imgcdn.mommiesdaily.com

    .

    .
    Referensi :

    – Buku Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairy

    – https://konsultasisyariah.com/27850-uang-suami-uang-istri-uang-istri-uang-suami.html

    https://konsultasisyariah.com/9345-kadar-nafkah-yang-wajib-atas-suami.html

    – https://m.eramuslim.com/ustadz-menjawab/suami-lebih-wajib-memberi-ke-istri-atau-ibunya.html

    – trendmuslim.com/3929-2

    .

     .

    .

    #30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day4

    Ketika Pak Suami Pulang Ke Rumah

    Waktu off suami adalah masa yang paling dinantikan.  Seperti biasa selalu ada hal manis dan juga pelajaran yang bisa diambil di sela kebersamaan.

    Saya tentu saja belum begitu mengenal suami.  Pernikahan seumur jagung tentu baru memperlihatkan sebagian lapisan luar dari karakter dan kepribadian suami. Meskipun kami baru menikah, saya tahu bahwa suami begitu menyayangi istri dan keluarganya dengan sungguh-sungguh, walau Ia tidak pernah mengatakannya.
    Cuti panjanganya Ia habiskan lebih banyak menemani saya di Lembang. Awalnya jadwal cutinya mundur karena pekerjaan. Ada rasa kecewa, tapi suami melakukan semua pekerjaannya juga untuk keluarga, kan? Duh, rasanya semakin cinta. 😍

    Saat suami pulang, banyak sekali agenda yang dilakukan suami. Mulai dari menemani keluarga mama karena mertua mama meninggal, suami juga nyekar ke makam bapaknya. Belum lagi suami harus ke Indramayu bersama Aki, untuk mengantarkan surat cuti saya dan juga mengambil barang saya di kosan. Karena saya dan suami memutuskan untuk cuti internsip sampai dengan melahirkan nanti.

    7 jam waktu yang dilakukan untuk menyetir PP Lembang – Indramayu. Disentuh kakinya pun suami meraung-raung karena kesakitan.  :” Tapi Alhamdulillah semua barang sekarang sudah di rumah.  Komitmen saya dan suami, saat kehamilan saya terus menerus kontraksi, saya harus istirahat di rumah agar tetap dapat menjaga dan meneruskan kehamilan.

    Jadi ingat, bahwa sekarang saya tidak sedang berkompetisi. Tidak ada hadiah jika saya selesai internsip lebih cepat. Banyak pula teman yang menunda internsip karena alasan lain.  Bahkan teman yang lulus UKDI bersama saya baru berencana mengikuti internsip tahun ini. Oh iya, hidup itu tidak seperti menaiki anak tangga. Setiap orang memiliki jalan yang berbeda.  Seperti saya, dulu sempat menunda kuliah 1 tahun. Setelah lulus kuliah saya menikah. Ternyata saat internsip saya hamil dengan kondisi yang mengharuskan saya untuk cuti dalam waktu yang cukup lama. 

    Oh iya, tujuan saya hidup bukan untuk mendapatkan satu persatu target yang telah saya buat. Saat ini, kewajiban saya adalah berbakti kepada suami dan juga menjaga amanah berupa baby kutun yang sedang dikandung.  Alhamdulillah.. Alhamdulillah… 

    Suami dan Sisi Romantisnya

    Alhamdulillah Allah memberikan pasangan yang bukan hanya mampu membuat hati saya tentram, tapi juga membuat saya begitu bahagia.

    Saat pulang ke Lembang, bobot saya meningkat drastis akibat keinginan saya akan makanan ini dan itu. Di Indramayu ingin makan Kaefsi saja sulit. Makanya ketika pulang ke Lembang berbagai makanan saya request sampai tidak ada lagi daftar makanan yang membuat saya penasaran. Ternyata eh ternyata.. Berat saya meningkat hampir 4-5 Kg berat sejak satu bulan tinggal di Lembang. Syukurlah sebelum suami cuti, mulai dari Mbiw, Ayah, Mama, dan Adik saya membantu untuk membelikan makanan atau minuman yang saya idamkan. 

    Saat suami pulang, seluruh keluarga di lembang melemparkan tugas membelikan makanan ngidam si kutun pada suami. Hahahaha.  Ketika suami ada kegiatan di Bandung, saya selalu memesan makanan dan minuman yang enak-enak, dan tentu saja tinggi kalori.  πŸ˜ Mulai dari donut JCo dan minumannya, chatime, sushi, dan juga recheese. Tapi setelah gangguan pencernaan akhirnya saya mulai minta dibelikan buah. 
    Tiba saatnya menimbang berat badan, muncul angka 14kg lebih banyak dari timbangan sebelum hamil.  Maaakkk!!!!  Suami saya hanya ketawa-ketawa saja. “Kalau hamil gendut ga apa-apa, kalau ga hamil ga boleh.” Katanya. Baju banyak sekali yang sudah tidak bisa dipakai. Rasanya kurang pede. Tapi suami menenangkan, “Kalau lagi hamil gendutnya cantik.” selain itu, suami juga membelikan beberapa pakaian dan kerudung yang senada supaya tampilan saya bisa lebih modis walau badan bleber-bleber.  Alhamdulillah suami super baik.  πŸ˜˜πŸ˜š

    Tidak jarang, setiap malam saya sulit tidur atau mengalami pegal-pegal pada kedua kaki.  Melihat suami mudah sekali tidur, saya selalu mengganggu suami, hihi. Pernah saking sakitnya kaki saya tidak bisa tidur sampai jam 12 malam, dan saya membangunkan suami, minta dipijat kakinya. Biar ada kenangan nanti suami bangun tengah malam diganggu istri. Hihi. Pagi harinya saya dan suami menertawakan kaki saya dan juga jari-jari kaki yang sudah berubah menjadi jempol semua.  πŸ˜‚

    Ada Cinta dalam Tawa dan Makanan

    Setiap malam selalu spesial bersama suami.  Biasanya menjelang tidur, kami menonton youtube bersama.  Ada saja video “super penting” yang membuat kami tertawa-tawa.  Mulai dari AFI, yang lagunya Menuju Puncak itu lho. Kadang kami menonton stand up comedy.  Kami juga iseng membuka artikel “penting” di LINE today atau detik.com. Yang tidak kalah penting adalah kami begadang hanya untuk membaca drama ojol di instagram sampai ingin pipis.  πŸ˜‚ Momen sederhana seperti itulah yang membuat saya mengenal mengetahui karakter suami. Syukurlah saya bisa punya teman hidup yang bisa membuat keseriusan saya lebih balance. πŸ˜‰ 

    Momen makan juga selalu spesial bagi saya.  Walau tidak bisa memasak masakan ribet seperti biasanya, paling tidak saya selalu berusaha menyiapkan makanan untuk dimakan bersama suami.  Walau lebih sering beli lauk di luar.  Tapi selalu saya yang menyiapkan, dan kami akan makan bersama.

    Berbeda saat PDKT dulu, sekarang yang terpenting adalah bisa memenuhi kebutuhan suami dan suami bisa tidur dengan nyaman tanpa terganggu karena lapar.  Jadinya kami sering cule-cule makan malam bersama, sepiring berdua. Niatnya supaya tidak makan terlalu banyak.  Tapi kok nikmat ya. Jadinya kami pun menambah nasi dan makan dengan porsi sendiri-sendiri. πŸ˜‚

    Begitulah.  Yang biasa pun jadi luar biasa karena dijalankan bersama dengan suami tercinta. 😚

    Catatan untuk pribadi:

    1. Selalu ingat dan catat setiap kebaikan suami
    2. Selalu hargai usaha suami
    3. Selalu syukuri setiap pemberian suami
    4. Selalu nikmati momen kebersamaan dengan suami, seperti saat menemani suami makan
    5. Isi rumah tangga dengan humor supaya suami dan istri makin kompak.  Selain itu supaya bisa saling mencair dan terbuka satu sama lain
    6. Syukuri setiap kesempatan bersama. Selesaikan masalah ataupun luruskan kesalahpahaman agar waktu bersama tidak diisi dengan bertengkar dan saling diam satu sama lain
    7. Selalu doakan suami karena setiap hari Ia di luar berjuang melawan godaan dan nafsu dunia

    Sama – Sama Happy : Mbok Jangan Gengsi

    Jarang-jarang ngeliat suamik pake baju rapih.  Sekalinya liat beliau seragaman langsung deh super howwwttt πŸ˜†. Suami akhirnya balik lagi ke proyek, setelah sekian lama ngendok di Jekardah.  Kasian banget suamik terpenjara dalam kota. Wkwkwk. Secara di Jakarta suami tercinta lebih banyak mengurusi pekerjaan administrasi. Alhamdulillah hikmahnya suami bisa sering mengunjungi saya di Indramayu dan menemani saya saat diserang mual muntah di awal kehamilan. 

    Di pelosok suamik nampak sumringah, bahagia karena memang pekerjaannya lebih bervariasi di sana. Kalau suamik happy, saya pun happy. Walau kadang saya super baper kalau kangen.  Atau kadang saat suami sibuk saya jadi kesal sendiri. Tapi kalo kangen mbok ya ga usah gengsi. Sambil kesal dalam hati saya akan bilang ke suami, “Nanti telpon ya atau video call. πŸ˜† Ngambek tapi butuh. Hihi.  Saya memang selalu butuh asupan energi berupa ungkapan kasih sayang dari suami dan perhatian yang intens. Perempuan memang begitu. πŸ˜‰

    Kadang saya suka pura-pura bodoh dan berharap laki-laki lebih peka. Tapi kebutuhan kita nanti tidak akan tercukupi kalau hanya diam dan menanti. Hihi. Dan alhamdulillah suami sangat perhatian dan memfasilitasi kebutuhan saya akan komunikasi dengan beliau. Walau kayanya kebanyakan suami lebih banyak mendengarkan cerita saya yang ngalor ngidul sih.  πŸ™ˆ

    Tapi serius, hal itu membuat saya tidak begitu kehilangan saat di tinggal suamik. Saya bisa tetap merasakan kehadiran dan perhatiannya walau dari jauh. Hihi. Terima kasih Pak Suami, telah memberikan banyak kasih sayang, perhatian, dan pengertian pada istri yang manis manja ini.

    Nanti ada dua orang ciwi cantik yang ngintilin Pak Suami. Hayoloh berangkat ke proyek hati jadi lebih berat. 😝

    Cerita Kehamilanku : Trimester PertamaΒ 

    Masa kehamilan trimester satu adalah masa paling drama, yang terberat selama kehamilan. Saat awal hamil, saya sedang internsip di Puskesmas Kedokanbunder, yang jaraknya 30 Km dari tempat tinggal saya.  Artinya, setiap hari saya harus PP 60 Km.  Saat itu saya juga sedang LDR, suami di Jakarta, saya di Indramayu.

    Mual Muntah

    Mual muntah adalah masalah yang akan dihadapi oleh hampir setiap Ibu hamil di trimester pertama.  Perubahan hormonal di dalam tubuh membuat Ibu mudah mual dan muntah, terutama pada pagi hari ataupun malam hari. Apalagi bila sebelumnya Ibu punya masalah lambung, ketika hamil biasanya gejala mual muntahnya akan semakin bertambah.

    Sulit sekali untuk makan ataupun minum susu, karena penciuman semakin sensitif. Makanan yang berempah akan turut merangsang refleks untuk muntah. Awalnya saya chaos saat pertama kali menghadapi mual muntah. Baru sarapan, makanan sudah keluar. Baru makan malam, makanan lagi lagi keluar.  Padahal saya hanya membeli satu porsi saja.

    Akhirnya saya mulai bangkit dan mendownload aplikasi di app store dan mencari artikel terpercaya yang praktis dan mudah dibaca. Setelah saya baca, ternyata memang Ibu hamil saat trimester pertama itu mengalami perubahan hormonal besar-besaran yang membuat mual muntah, tubuh terasa lelah, dan juga terjadi perubahan fisik. Belum lagi ada perubahan peran, dari seorang istri menjadi seorang calon Ibu. Perasaan Ibu menjadi sangat sangat sensitif.

    Bagaimana persiapan nutrisi Ibu hamil di trimester pertama? Ini dia tips and tricknya:

    1. Makan porsi kecil tapi sering

    2. Sediakan snack atau crackers di kantong karna akan terjadi serangan lapar kapan saja. Pilih snack yang tidak banyak mengandung coklat. 

    3. Jauhi makan asam, pedas, dan terlalu berempah

    4. Jangan dulu makan buah kecuali pepaya dan semangka. Karena buah yang asam semakin menambah jumlah asam dalam lambung, nanti perut akan kembung dan terjadi refleks muntah lagi. 

    5. Jangan dulu makan coklat, ketan, dan singkong. Karena coklat mengandung asam, sedangkan ketan dan singkong menambah gas dalam lambung. 

    6. Kalau mual jangan dulu memaksakan minum susu hamil.  Yang penting tetap konsumsi suplemen asam folat. Konsumsi suplemen zat besi bisa saat sebelum tidur karena mual.  

    7. Bangun tidur : jangan langsung turun dari tempat tidur, miring kiri dulu, lalu duduk.  Kemudian kita makan snack.  Setelah 15-30 menit baru kita turun pelan-pelan. Dulu saya sedia biskuit atau sereal.  

    8. Sebelum tidur : 2 jam sebelum tidur tidak boleh lagi makan makanan berat.  Bagi yang memiliki masalah lambung, sebelum tidur baiknya mengunyah biskuit atau crackers. Jadi pagi hari tidak terlalu menyiksa dan bisa berkurang keluhannya.

    9. Apabila BB turun drastis sebaiknya konsultasi lada dokter agar diberi obat tambahan untuk mencegah mual dan muntah berlebih. 

    10. Jangan lupa tetap atur pola makan walau sudah minum obat.

    11. Boleh banget ndusel-ndusel suami karena tetap support pasangan adalah obat yang mujarab. Hehe 

    12. Minum sedikit-sedikit.  Minum yang banyak dalam waktu singkat membuat lambung cepat terasa sesak dan merangsang muntah. 

    Mudah Lelah

    Setelah saya baca di app  Baby Center, katanya bumil itu mudah sekali lelah. Saya pun merasakan yang sama.  Capeknya banget banget.  Biasanya sepulang dari Puskesmas saya sudah sangat kelelahan dan cepat-cepat tidur.  Menurut artikel, bumil memang butuh lebih banyak beristirahat. Apalagi trimester satu itu fisik super ngedrop. Sebelumnya saya jarang sekali laundry pakaian.  Demi menjaga fisik supaya tidak semakin drop akhirnya saya memutuskan untuk laundry saja.

    Masa Paling Rentan

    Trimester satu itu masa yang paling rentan. Bisa perdarahan, bisa mudah keguguran, atau jika salah minum obat bisa menyebabkan keguguran.  Maka dari itu penting untuk kontrol rutin dan mengkonsumsi vitamin, terutama asam folat saat diketahui adanya kehamilan sampai trimester satu. Karena saat trimester awal itu masa pertumbuhan janin sangat kompleks. Ia sedang membentuk cikal bakal sistem syaraf dan sistem tubuh lainnya.

    Asupan makanan harus dijaga, asupan obat yang masuk pun harus dijaga. Apakah obat yang sedang dikonsumsi aman untuk kehamilan atau tidak? Benturan, guncangan di kendaraan yang hebat atau jatuh pun sangat riskan bagi Ibu hamil. Selain itu, aktivitas seksual juga perlu disesuaikan selama masa kehamilan. Rutin kontrol ke dokter sangat penting agar kesehatan Ibu dan Janin bisa terpantau. 

    Supporting System

    Ibu hamil memerlukan dukungan yang sangat besar dari keluarga, terutama dari pasangan.  Saat trimester satu itu suami perlu banyak memberikan pengertian, karena Ibu hamil jadi tidak seoptimal dulu saat melayani pasangan.  Selain itu, Ibu hamil juga perlu memberikan support kepada suami, dengan berbagi setiap perkembangan janin misalnya.  Karena hal berat bukan hanya dialami Ibu.  Suami yang mengalami perubahan peran pun sebenarnya memiliki kekhawatiran yang sulit untuk dijelaskan.  

    Trimester satu ini adalah ujian bagi pasangan. Karena di satu sisi, Allah sedang memberikan nikmat berupa janin yang tengah di kandung.  Di sisi lain, calon Ibu dan bapak harus bekerja sama untuk menghadapi setiap kesulitan saat kehamilan. Saling memberikan pengertian dan perhatian pada pasangan membuat bumil dan pakmil insyaAllah akan survive dengan up and down trimester pertama. Semoga Allah memudahkan teman-teman yang sedang nikmat-nikmatnya di kehamilan trimester pertama ya.  πŸ˜š

    Penerimaan Pasangan : Kunci Waras Berumah Tangga

    Suami wa sabar dan baek banget. Melihat cinta seseorang itu dari yang sederhana ae. 

    Ceritanya saya sering banget males masak nasi sejak hamil ini.  Apalagi cuci piringnya. Jadi sempet ada fase saya sarapan mie bahkan mie cup saking malesnya.  Delivery mahal, kalau saya harus jalan keluar lebih mager lagi. 

    Suami saya ga pernah marah walaupun kemageran saya ini sudah parah banget. Ia menyarankan saya membeli nugget, kentang, atau frozen food lainnya. Ya paling nda bukan makan mie lagi lah ya. Bahkan kalau beliau sedang pulang ke Indramayu, seringnya malah saya yang disiapkan makan oleh suami. πŸ™ˆ

    Kadang saya sarapan sereal plus susu hamil. Alhamdulillah sekarang sejak di rsud mencari makanan jauh lebih mudah. Kalau pagi atau siang bisa makan ala rumahan di kantin.  Walau mahal tapi ya kalau masak sendiri kan ribet ya cin.  :p

    Suami juga sabar banget dan nerimo kalau saya males beres-beres kamar.  Biasanya nanti saya beres-beres kalau sudah super hancur dan saya sendiri merasa ini sudah harus dibereskan.  Wkwkwk. Alhamdulillah beliau ga rewel.

    Kesabaran suami ini membuat saya tetap waras dan tetap happy menjalani hari-hari di IGD RSUD. Saya juga tetap senang mengandung dan mendidik buah hati. Sekarang saya sudah mulai membaca buku lagi sedikit-sedikit.  Beliau tidak pernah memaksa saya harus ini atau harus itu.  Yang penting harus makan bergizi, kurangi mie,  tidur cukup, kalau pulang malem harus naik becak.  Suami saya sesimple itu.

    Saya ga pernah diminta melakukan apapun untuk mendidik buah hati dalam kandungan saya. Paling kalau saya sudah tidak pernah tilawah, suami selalu mengingatkan. Suami memberikan kepercayaan dan kebebasan pada saya, alhamdulillah. Cara suami membuat saya semakin cinta dan semakin berusaha lagi untuk memperbaiki diri sedikit demi sedikit.

    Terima kasih Kakanda.  Unch :* 

    Komunikasi Nyeni dalam Rumah TanggaΒ 

    “Komunikasi pasangan suami istri itu seni. Dan kita perlu menyampaikannya dengan nyeni.”

    Perempuan itu sering kali tidak fokus ketika bicara, padahal suami begitu telaten mendengarkan. Suatu hari saat saya ingin berkeluh kesah, ternyata saya menyampaikan begitu banyak masalah.  Termasuk kekhawatiran saya di masa depan yang belum terjadi. Suami yang sedang merenungkan solusi dari sebuah masalah yang saya ceritakan, saya malah menambahkan kekhawatiran saya yang lainnya.  Dan itu membuat suami tiba-tiba terdiam, “Dipikirinnya satu-satu dong!” Kata Beliau. Astagfirullah, saya cepat-cepat mengingat kesalahan saya.

    Ternyata apa yang disebutkan dalam buku  Men are from Mars, Women are from Venus itu benar. Ya Allah rasanya mau nangis. Kelalaian saya, saking asyiknya bercerita karena suami saya begitu sabar mendengarkan ternyata kebablasan.  Btw buku saya di pinjam siapa ya? Mau baca tapi tidak ada. Huaaa.  Perlu beli lagi ini sih.  Di dalam bukunya disebutkan bahwa, ” perempuan senang sekali berbicara mengenai masalah. Padahal seorang laki-laki selalu memikirkan satu masalah sampai selesai, sebelum berpindah pada masalah berikutnya. ”

    Bukan hanya soal memahami karakter pria dan wanita, memahami tentang karakter individu juga penting. Suami dan saya sama-sama tidak suka didikte, maka budaya saling menasehatinya pun berbeda.  Suami memang tipe observer, analis, jadi Ia tidak pernah menyuruh saya sesuatu yang menekan saya. Ia hanya menyuruh saya untuk tilawah kalau saya sedang lalai, menyuruh saya naik becak kalau saya sedang lelah untuk jalan kaki.  Ia juga hanya menyuruh saya agar minum susu setiap hari, minum madu sebelum berangkat ke RS, dan menyuruh saya mengurangi mengkonsumsi mie instan.

    Sisanya, Ia tahu bahwa menasehati saya tidak membuat saya berubah. Karena saya tipe orang yang berubah hanya jika hatinya sudah tergerak.  Maka Ia tidak bicara melalui kata-kata, tapi melalui hatinya.  Ia tidak mendikte, melainkan memberikan keteladanan sebagai imam di dalam keluarga. 😭😭😭😭😭😭

    Ia memulai dengan berlatih shaum sunnah saat kami memulai rumah tangga, kemudian Ia menjaga shalat dhuhanya. Apalagi saat usia kehamilan saya bertambah, Ia menambah lagi porsi tilawah hariannya. Belum lagi karena saya memintanya mengirimkan rekaman suaranya mengaji, tilawahnya pun semakin bertambah. Padahal awalnya rekaman suara ayahnya mengaji itu agar menambah kekopongan tilawah saya. Huhu.  Ternyata kiriman rekamannya yang sudah 1 juz itu membuat saya merenung, dalam.

    Teladannya menampar saya. Kehadiran janin di dalam kandungan juga membuat saya semakin tergerak, “Ayo kita harus mendoakan Ayah yang sedang bekerja, berjuang jauh!” Jabang bayikpun sering menendang ketika waktu shalat untuk mengingatkan, ataupun ketika mendengarkan tilawah. Tandanya Ia senang jika orang tuanya dekat dengan Allah S.W.T.

    Maka kami bertiga, saya, suami, dan jabang bayik pun bekerja sama untuk saling bersinergi. Bapak mendayung di kanan, Ibuk dan jabang bayik mendayung di sebelah kiri.  Ya Allah, betapa nikmat rizkiMu.  πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­

    Satu lagi yang akhir-akhir ini menampar saya.  Saat melakukan video call, suami bilang, “Yang kasurnya rapih.” Biasanya memang banyak barang yang ada di tempat tidur. Suami saya tidak melihat barang-barang yang tergeletak di bawah.  Saya langsung menelan ludah.

    Wahh.. Ternyata suami saya senang ya, dengan suasana yang rapih.  Walau Ia tidak bilang secara langsung. Ia juga tidak pernah mengomentari kamar jika sering kali berantakan.  Tapi rasanya senang sekali ya, jika bisa membahagiakan suami, minimal dengan suasana kamar yang rapih dan nyaman. Ini mengingatkan saya jika selama ini masih memiliki mental anak kos, seenaknya sendiri.  InsyaAllah ini adalah reminder, sebelum saya benar-benar menjadi Ibu, mindset saya harus berubah. Sebelumnya bermental anak kos, sekarang harus menjadi istri, ibu, yang memiliki tugas sebagai manager rumah tangga.

    Ya lagi-lagi suami saya begitu pinter dan nyeni ya ketika bicara.  Meski jarang bicara, ga bawel, sekalinya ngomong aduuuuuuuuuu maaaaak.  Hihi. Kok jadi malu sendiri ya. Terima kasih ya pak suami yang ganteng, untuk selalu sabar, untuk selalu membimbing istri dan jabang bayik. Betapa bersyukurnya kami memiliki pak suami sebagai iman di dalam keluarga.  

    .

    .

    .

    .

    .

    Dari istri yang selalu kesengsem sama dirimu & Jabang bayik yang ngefans sama tilawah bapaknya. 

    .

    .

    Ps: We love youu… (eh ini si baby nitip tendangan cinta. ❀ Wkwk langsung nendang dia.)

     

      Kami & Baby AΒ 

      Baby A masih tidur.  Biasanya Ia suka sekali menguping Ayah dan Ibunya bicara. Saat saya sedang bersama Ayahnya, geraknya menjadi sangat aktif.

      Gerak Baby A selalu saya nantikan, begitu pun suami.  Kami sering mengajaknya berbicara ataupun memintanya menendang. Mungkin kekuatan kaki Baby A saat itu belum cukup untuk membuat getaran yang Ia buat terasa. Sering juga saya menggerakan perut seolah membuat gempa sembari berkata, “Gempa!! Gempa!!” Suami lalu memasang muka cemas, khawatir. Haha.

      Tapi ternyata Baby A memberikan kejutan saat tasyakuran 4 bulanan.  Ia menendang untuk pertama kali. Saya pun membisiki suami. Sejak hari itu Baby A sudah mulai aktif bergerak.  Kami pun mulai lebih banyak berbicara dengan Baby A.  

      “Assalamualaikum baby A.. Jagain Bunda ya, selama Ayah kerja jauh.” Kata suami, pada rekaman suaranya untuk Baby A. Saya percaya bahwa pendidikan anak sejak dini bukan hanya memerlukan peran Ibu, tapi juga Ayah. Bagaimana pun anak juga perlu merasakan disayangi Ayahnya. Meskipun Ayah Baby A sedang jauh, kami berusaha tetap mencukupi kebutuhan baby A akan ayahnya.  

      Baby A adalah keajaiban dan penyejuk dalam rumah tangga saya bersama suami. Allah ternyata menyiapkan rencana yang begitu baik.  Ternyata kehamilan saya dipercepat, sehingga saat suami harus kembali bekerja di tempat jauh, kini ada jagoan yang berusaha menjaga dan menemani Bundanya.

      Kehadiran Baby A di keluarga, menjadi pemicu agar saya dan suami semakin giat beribadah. Karena kelak Ia bukan mendengarkan perintah, tetapi melihat teladan dari sikap kami sehari-hari. Saat ini Baby A suka sekali menendang dengan keras bila didengarkan murattal.  Ayahnya begitu senang mendengar cerita saya, “Baby A sholeh.” Kata suami saya terharu. 

      Insya Allah jadi anak sholeh ya nak.  Kita sekeluarga akan selalu berusaha jadi keluarga yang sholeh.  Semoga kehadirannya yang masih di dalam kandungan ini dapat terus membuat orang tuanya bersyukur dan lebih mendekatkan diri pada Allah Yang Maha Kuasa. Amin.. 

      .

      .

      .
      IGD RSUD Indramayu, 5 Juli 2017 

      In 18 weeks of pregnancy 

      Drama Ditinggal Ke Proyek

      Bombay kali ini cukup panjang. Mengingat baru pertama kali ditinggal jauh oleh suami setelah menikah. Dulu waktu suami masih di Manado, tetapi status kami belum menikah, rasa sedihnya masih dalam batas wajar. Tapi kali ini ditinggal beliau itu benar-benar berat rasanya. 

      Saat malam rumah sudah mulai tenang. Tanpa terasa air mata mengalir setelah mendengar kabar suami sudah landing. Apalagi ketika sampai di kosan. Melihat setiap sudut yang berisi kenangan bersama beliau membuat saya menangis. Melihat selimut yang Ia rapihkan saya menangis. Saat sudah reda, melihat piring yang Ia selalu cucikan untuk membantu saya, saya pun menangis. Saat melihat sajadah, yang kami gunakan berjamaah pun mengingatkan saya tentang suami. Kamar mandi dan pewanginya yang baru saja Ia ganti. Bon laundry yang telah Ia bayar, “Yang bonnya Aa taro di sini ya.” Katanya sambil menunjukkan letaknya.  Pakaian bekas pakai pun beberapa sengaja saya sisakan agar saya bisa mencucinya sendiri dengan tangan.

      Sambil tiduran dan terisak, saya ajak bicara baby di dalam kandungan, “Bundanya kangen sama Ayah.” Baby pun meresponnya dengan tendangan yang sangat keras. Jedukkkk!!  Baby A pun pasti sudah mulai rindu dengan Ayahnya.

      Banyak sekali kebaikan yang telah dilakukan oleh suami. Belum lagi pengorbanan yang diberikan. Sampai sesaat sebelum pulang pun suami selalu berusaha membuat saya bahagai. Alhamdulillah.  Terima kasih banyak ya Allah, atas karunia yang Engkau berikan.  

      Ya Allah, semoga perpisahan ini hanya sementara. Semoga kami sekeluarga bisa saling menjaga dan mendoakan. Semoga kelak kami bisa bersama dan tinggal satu rumah. Semoga waktunya segera tiba ya Allah.  Amin..  

      Syukurlah hari ini saya sudah mulai jaga malam. Terlalu banyak kenangan di kamar kosan yang membuat saya selalu teringat suami.  Apalagi tempat tidur, tempat saya selalu terbius tidur di ketek suami. Yuk semangat baby!  Bantuin bundanya doain Ayah ya!  

      Hari – Hari Spesial Bersama SuamikΒ 

      Baper banget rasanya waktu suamik kembali ke Sulawesi. Sejak H-1 lebaran suamik menemani saya di Indramayu karena harus jaga hampir setiap hari ketika libur lebaran. Sekarang suamik harus berjuang lagi di perantauan.  :”

      Mamih, atau Ibu mertua, hampir selalu bercerita mengenai kehidupannya bersama Alm. Pak Bambang. Meski belum pernah bertemu rasanya saya mengerti dari mana datangnya sifat baik super romantis yang ada pada suamik saya.

      Saat suamik menemani lebaran tanpa libur saya, Ia betul-betul full mendampingi saya.  Ia menemani saya tidur saat post jaga.  Ia memasak nasi dan menyiapkan lauk untuk sarapan atau makan siang. Terkadang suamik juga menyiapkan bekal untuk saya jaga malam.

      Betapa senangnya karena suamik bisa menemani saya berangkat dan pergi bekerja.  Saya selalu tidak sabar untuk segera pulang karena suamik akan segera menyambut saya. Kadang suami menjemput ke RS atau menunggu di kosan.

      Alhamdulillah Allah memberikan rizki untuk bersama suamik pada 10 hari terakhir ini. Entahlah bagaimana bisa ada orang sebaik dan setulus suami. H-1 lebaran Ia datang, membawa berbagai makanan titipan. Mulai dari ketupat, opor, sampai berbagai macam kue. Setelah sahur suami langsung tancap gas ke Indramayu. 

      Rizki dari Allah juga saya mendapat tugas jaga malam saat hari lebaran.  Jadinya saya punya kesempatan shalat Ied bersama dengan suami kesayangan. Pada malam takbiran pun kami keluar untuk melihat pawai di jalan raya.  

      Setelah shalat Ied di Alun-Alun Indramayu. Foto diambil di depan Mesjid Agung Indramayu

      Suamik benar-benar membantu meringankan beban saya di kosan. Ia membantu saya mencuci piring atau memasak karena saya lebih banyak tidur untuk menyimpan energi. Barulah saat jadwal jaga saya mulai lebih normal pekerjaan rumah tangga seperti mencuci sudah bisa saya lakukan.  Tapi sejak saya hamil suami benar-benar sigap.  Bahkan selimut yang kadang saya tunda untuk dilipat juga seringnya lebih dulu dirapihkan oleh suami.

      Suami pun membantu saya membeli oleh-oleh ketika saya masih harus jaga. Saya merasakan betul bagaimana saya dan suami saling bekerja sama agar bisa menyelesaikan pekerjaan. Akhirnya tanggal 30 Juni saya baru bisa libur. Kesempatan itu saya gunakan untuk mudik ditemani suami tercinta.

      Kami silaturahmi ke Pamanukan, dilanjutkan silaturahmi ke Lembang. Keesokan harinya kami ada acara Tasyakur 4 bulanan si kecil. Saat pengajian itu pula saya akhirnya bisa merasakan tendangan jagoan di dalam kandungan.  Jedukkk!!! Tiga kali iya memberikan kejutan.

      Setelah tasyakur 4 bulanan baby A

      Tidak sampai disitu, saat saya menginap di hotel bersama suamik, si kecil sering kali menendang perut saya dengan kencang. Tapi bila dipanggil atau didekati oleh Ayahnya, justru Ia malah diam. Hahaha.  Dasar.
      Tibalah saat suamik harus pergi kembali ke Sulawesi.  Sedih sekali rasanya karena selama di Jakarta suami bisa lebih sering pulang. Rasanya berat. Saya pun tak kuasa mewek sedih sambil memeluk suami.  Mudah-mudahan suami dimudahkan dalam pekerjaan dan segala urusannya, dijaga selalu oleh Allah.  Semoga saya dan baby A bisa selalu sehat dan dilindungi oleh Allah.  Aamiinn… 

      Sebelum misua kembali ke hutan