Untuk Masa Lalu

Hari ini aku mengunjungi Adi, mungkin untuk yang terakhir kalinya. Seperti biasa aku membawakannya bekal makan siang. Kami janjian bertemu di Lobby. Angkutan umum yang kunaiki ternyata mengetem berjuta kali hingga aku telat. Adi sudah menunggu di sofa lobby sembari memejamkan mata. Aku mendekat, “Adi!” Sapaku. Ia terbangun, sedikit kaget akan kehadiranku. “Yuk ke atas!” Ajak Adi.  Kami pun naik lift menuju lantai 5 gedung. 

Di teras lantai 5, terdapat kursi dan meja yang bisa digunakan untuk duduk-duduk atau berdiskusi.  Aku pun mengeluarkan bekal untuk kami makan. “Tadi aku masak buat kita makan siang. Kamu sudah makan?” Tanyaku. Adi menggeleng. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan Adi, Ia terlalu sibuk dengan urusan residensinya. Aku memutuskan untuk tidak mengganggunya. Kami terlalu sering bertengkar karena sama-sama tidak saling mengerti. Kami pun selesai makan. Ia tersenyum memandangiku. Hatiku kecut.

Aku mengeluarkan sebuah undangan dari dalam tas. Tertulis nama kecilku dan nama seseorang di depannya. “Kenapa ga pernah cerita?” Adi bertanya sinis. Ia menutup kotak bekal makanan. Adi menelan ludah. Tampak matanya berkaca-kaca. “Aku udah lama pengen cerita, tapi aku takut ganggu sekolah kamu. Kita dari dulu memang ga pernah bisa cocok, Di.” Aku mencoba menjelaskan. Adi mengambil undangan yang berada di tanganku.

“Kenapa harus secepat ini sih Fir? Kenapa tiba-tiba?” Adi terlihat begitu kecewa namun menahan emosinya.

“Karena kita ga pernah tahu, kapan kodoh akan datang? Aku ga bisa nunggu kamu. Harus berapa lama lagi? Umurku sudah 27 tahun.  Kamu baru lulus 2 tahun lagi.” Jawabku. Ku tahan agar tidak menangis. Aku memang tidak menduga akan bertemu dengan Mas Seno.  Baru dua bulan aku dikenalkan oleh Papih, tapi rasanya kami menemukan banyak kecocokan. Hampir 8 bulan aku dan Adi memutuskan untuk berjalan masing-masing. Adi dan profesinya adalah satu yang tidak bisa aku ganggu.

“Aku pamit ya, Di. Semoga lancar sekolahnya, cepet lulus.” Kataku sembari membereskan bekal makanan kami.

Aku pun akhirnya ke luar gedung untuk menemui Mas Seno yang sudah menunggu di Lobby.  

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day6

Advertisements

Dicari Calon Istri : Yang Penting Cantik!

Saya akhirnya menyerah mencarikan calon untuk Baba. Akhirnya setelah berulang kali mencarikan calon istri untuk Baba, Ia tidak terlalu merespon. Intinya, calon yang saya tunjukkan kurang memenuhi kriteria Baba secara fisik.  Saya pikir, Ok lah! Fisik Baba juga lumayan. Pekerjaan Baba juga bergengsi, pastinya Ia ingin pasangan yang Ok dan membanggakan untuk diajak bertemu dengan rekan kerjanya. Ini adalah sudut pandang saya sebagai makelar yang gagal.

Setelah menikah, akhirnya saya belajar pandangan laki-laki dari cerita suami. Ia berulang kali mencoba mencarikan calon istri untuk teman-temannya.  Ternyata Fulan menolak fulanah karena alasan fisik, katanya kurang cantik. Penampilannya kurang memenuhi kriteria. Saya bergumam dalam hati, ‘sok ganteng banget!’ Jujur menurut saya Fulan jauh dari ganteng. Tapi maunya selangit! Alamak!!!

Bukan hanya Fulan, ada lagi contoh kasus seorang Adam. Ia akan dikenalkan pada Hawa, akhwat anggun, cantik, akademisi, dan berprestasi. Ia begitu sopan dan menjaga dirinya dengan baik, sehingga seniornya pun begitu segan mendekatinya. Tapi apa kata Adam? Lagi-lagi alasannya karena penampilan yang kurang menarik.

Menurut Dr Paul Dobransky, seorang pakar hubungan asmara, pada lima menit pertama seorang pria akan menilai penampilan wanita dari ujung rambut hingga ujung kaki. Waktu itulah yang menentukan apakah pria tersebut terkesan atau tidak? Bondan Seno Prasetyadi, seorang psikolog, mengatakan, “Kaum adam memang makhluk visual yang tertarik dengan lawan jenisnya melalui atribut physically baru memutuskan untuk membina suatu hubungan.” Katanya saat diwawancara oleh Okezone.

Tidak dapat dipungkiri bahwa laki-laki adalah makhluk visual.  Bahkan hal ini dibahas pada bab paling pertama buku Wonderful Wife karya Pak Cah. Katanya, salah satu karakter istri shalihah menurut Nabi S.A.W adalah menyenangkan apabila dipandang.  Sebagaimana Nabi S.A.W bersabda, “Maukah aku beri tahukan kepada kalian tentang sebaik-baik harta pusaka seseorang? Yaitu wanita salihah, yang menyenangkan jika dipandang, menaati jika diperintah suami, dan bisa menjaga (harta dan kehormatan)  jika ditinggal pergi.” (HR. An-Nasa’i dan Imam Ahmad,  Syekh Al-Albani mengatakan bahwa hadist ini hasan sahih).  

Pak Cah dalam bukunya mengatakan bahwa tabiat umum laki-laki adalah tergoda dengan apa yang dilihat. Menurut Pak Cah, pandangan memang sesuatu yang penting bagi laki-laki.  Sabda Rasulullah pun seolah mengatakan bahwa memang fitrah laki-laki adalah menyukai apa yang menyenangkan pandangan matanya. Berbagai penelitianpun menunjukkan bahwa saat menilai perempuan, laki-laki sangat dipengaruhi oleh indra penglihatannya. Misalnya saja penelitian Sarah Gervais, asisten profesor psikologi di Universitas Nebraska-Lincoln, laki-laki secara otomatis akan memperhatikan wajah perempuan dan beralih ke bagian dada dan pinggang. Tim peneliti dari Universitas Tokyo pun mengungkapkan, saat laki-laki menatap mata seorang perempuan dalam waktu lama, menandakan ketertarikan yang mendalam. 

Baiklah, kaum hawa harus mengerti bahwa kaum adam memang makhluk visual dengan fitrah menyukai apa yang menyenangkan pandangan. Bila perempuan sedang mencari pasangan, bukan berarti Ia menjadi tabaruj lalu berdandan dan menunjukkan kecantikannya.  Paling tidak perhatikanlah penampilan. Kenakan pakaian yang indah, Rasulullah pun menyukai pakaian yang indah kan.  

Pernak-pernik menjaga penampilan bagi muslimah ada di buku Salon Kepribadian karya Mbak Asma Nadia, ada beberapa hal remeh yang menggangu diantaranya:

1. Waspada Bau Keringat

Gantilah jilbab, jangan gunakan side A side B.  Ganti juga pakaian, jangan kenakan pakaian yang sama untuk dua hari. Gunakan juga deodorant. Dan mandilah sehari dua kali.  Jangan lupa bawa pakaian ekstra bila kita mudah berkeringat atau ada kegiatan tambahan.  

2. Hindari bau mulut

3. Perawatan rambut

Walaupun kita mengenakan jilbab, bukan berarti kita tidak merawat rambut. Keramaslah dengan rutin, gunakan conditioner. Setelah keramas juga lebih baik menggunakain hair tonik.  Jangan lupa untuk mengeringkan rambut sebelum menggunakan jilbab. 

Oh iya, muslimah juga sering skip menyisir rambut.  Hehee. Tahu-tahu wajah cantik pas dibuka rambut sudah gimbal.  Jangan pelit juga untuk melakukan perawatan ekstra ke salon untuk creambath atau masker rambut.

4. Kebersihan tangan 

Bawa sabun cair untuk membersihkan tangan ssbelum dan setelah makan. Bisa juga membawa tissue basah atau hand sanitizer. 

5. Menjaga bau-bau lain

Menjaga etika ketika buang angin.  Paling tidak kita cepat-cepat ke luar ruangan. Muslimah juga jangan lupa untuk sering mengganti kaus kaki.

Saya pun mencoba memahami apa kekurangan dari wanita-wanita yang akhirnya ditolak oleh Baba dan Fulan. Sebenarnya aslinya wanita-wanita tersebut cantik.  Hanya mungkin penampilannya tidak semenarik wanita-wanita di fakultas sebelah.

Mbak Asma Nadia bilang, sebenarnya banyak sekali muslimah yang cantik, tapi terlihat kurang Ok di mata.  Masalahnya menurut Mbak Asma, banyak sekali muslimah yang tidak perduli dengan penampilan, wajah kusam berjerawat, baju tabrak warna, mode yang out of date. Nampaknya pembahasan penampilan ini perlu dibuat satu tulisan khusus ya karena banyak aspek yang ternyata perlu dibahas.

Menjaga penampilan ini adalah salah satu bentuk ikhtiar ladies dalam menjemput jodoh loh ya.  Karena memang ternyata fitrah kaum adam itu menyukai apa yang indah dipandang mata. Namun begitu, tetaplah kecantikan fisik harus disertai dengan kecantikan akhlak dan kesholehan.

Wanita pun tidak perlu khawatir tidak akan mendapatkan pasangan. Karena menurut Pak Bonda Seno Prasetyadi, cara pandang pria akan lawan jenis akan berubah seiring kematangan usia. Saat pria semakin matang, biasanya mereka akan semakin bijaksana memandang sesuatu.

Paling tidak, pengetahuan kita sekarang bertambah. Bawah memang fitrah laki-laki menyukai seorang perempuan secara fisik. Bukannya mereka mata buaya, memang seperti itulah Allah menciptakan kaum adam. Pentingnya menyukai penampilan fisik ini bahkan dianjurkan oleh Rasulullah.  Apakah kita cenderung dan menyukai fisiknya? Ini berlaku bukan hanya untuk laki-laki, tapi juga untuk perempuan ketika memilih pasangan. Tapi kembali lagi, Allah lah yang membolak-balikkan hati. Allah lah yang mengatur kepada siapa cinta akan jatuh?  
.

.

.

Sumber foto: i.dailymail.co.uk/i/pix/2014/09/16/article-2757559-216813C200000578-841_634x882.jpg

Referensi:

1. Http://m.vemale.com/amp/love/15967-pria-tidak-peduli-inner-beauty-yang-penting-cantik.html

2. Buku Wonderful Wife – Cahyadi Takariawan

3. Buku Salon Kepribadian – Asma Nadia 
.

.

.

.

#30DWC #Jilid9 #Squad9 #Day2

Menyikapi Kehilangan

Kehilangan seseorang itu begitu menakutkan. Apalagi kenangannya yang selalu membayangi. Berulang kali kehilangan membuat saya belajar, bahwa jatuh itu memang sakit. Tapi bangkit lagi itu harga mati. Seperti yang Butet bilang, “You have to make a better life for your future children. Live your life as good as your mother always does.”

I’m scared to death, really. Tapi ada lagu yang menurut saya membuat saya agak bijak menyikapi kemungkinan kehilangan. Jadi, lagu ini saya dengarkan tepat setelah kemarin saya curhat. Saya merasa jauh lebih baik setelah didengarkan. Betapa saya merasa bahagia dan berterima kasih dengan kehadiran orang yang menyayangi saya. Mirip lagu Bill Withers – Lovely Day , Then I look at you, and the world’s alright with me. But what if we lose someone we used to talk with?

Then I look at you
And the world’s alright with me
Just one look at you
And I know it’s gonna be
A lovely day

Bill Withers – Lovely Day

Kehilangan memang menyedihkan. Tapi bukan berarti kehilangan membuat kita lalai dan menjadi orang yang lebih buruk dari hari kemarin. Simpan yang baik – baik saja di hati kita. Ketika kita kehilangan seseorang, cobalah jadikan kebaikan – kebaikan yang pernah ditanamkan sebagai bekal semangat di kehidupannya ke depannya. Jadi nanti kalimatnya diganti, “Then I remember you, and the world’s alright with me. And I know it’s gonna be a lovely day.”

Hey, awalnya baru mau dimulai. Kenapa udah drama?

Ps: I would live well.. I promise. ❤ 

 

Bayang Rasa

Bayangkan, pikirkan, kemudian coba rasakan.

Pernah ga sih kamu membayangkan atau paling tidak memikirkan apakah pasangan kamu adalah kelabu seperti yang kamu lihat?

Saat kamu melihat seorang anak kecil berlari, apakah kamu tahu berapa kali Ia pernah jatuh?

Saat seorang anak kecil tertawa, tahukah kamu berapa kali orang tuanya mencoba membuatnya tertawa saat Ia menangis?

Saat seseorang bertemu denganmu, tertawa, dan menjadi dirinya yang terbaik, tahukah betapa banyak ego yang Ia lunturkan, ketakutan yang Ia coba sembunyikan?

Jatuh itu takdir, dan kembali bangkit adalah pilihan. Seseorang yang sering jatuh akan lebih banyak mempersiapkan diri agar tidak jatuh. Mungkin Ia hidup dengan banyak jahitan. Takukah jika seseorang yang hidup dengan banyak jatihan mungkin akan lebih rapuh? Ia hanya terlalu kuat menyembunyikan ketakutannya.

Coba bayangkan, menjadi seseorang dengan segala kehidupannya.
Coba pikirkan, tidak mudah menjadi Ia yang seperti saat ini.
Coba rasakan, menjadi Ia yang seolah terlihat tegar.

Tidak mudah menjadi Ia.

Love Is In The Small Things

cooking

by Puuung

“Hey, do you want to eat Indomie goreng? I will cook for you.” I love when he cooked and made a glass of milk for me. He said, “This is a compliment for you. Today, I want to serve you.”

I was so blessed to have him by my side. I was so thankful for every little gesture we tried to give each other. I was so happy because I found a person who eagers to learn, who loves reading the books. I also found a friend to eat together.

I’m happy with everything he did, when we picked me up at night, when he bought me food with the money he got. He took care of me well. He said I was so fat, but again, he bought me food and make me so tummy again and again.

The things he did in a week should be my booster for the next two months. But, don’t take everything for granted. I should be a better me because he deserves it, we deserve it. Some are happy with the diamond ring. It’s only need a plate of Indomie goreng to make me cry deep inside because of so much happiness.

I’m sorry because I want to eat a lot

I’m sorry for talking too much

I’m sorry because I’m so out of words to explain everything I feel

Would you like to be my world and grow with me?

Jarak, Sejengkal Rindu

Jarak memberikan kesempatan agar kita bisa lebih banyak merenungkan betapa banyak yang sudah kita terima.

Apakah kita sudah cukup banyak memberi?

Apakah kita tidak lupa mengucapkan terima kasih?

Apakah kita tidak lupa mengatakan jika kita merasa sangat bahagia dan merasa cukup?

Jarak mengajarkan arti kehadiran baik secara fisik maupun emosional.

Jarak tak luput meninggalkan jejak, sejengkal kerinduan.

pantai

The Transformation : Up and Down of A Metamorphosis

My mom really knew that I was too weak in my transition..

Everybody said, “It would be easy, just calm down.” But they didn’t know I felt broken inside.
I denial every morning since I did my exit exam. I don’t want to go outside. I didn’t know how to get the money that I used to get from my mom and I was too afraid to work out there. That was the first time I thought I should never take anything for granted.

This was the third day since I worked in the primary health care. I realized how moody and how bad temper, I am. I didn’t talk it out loud, but I kept it in my mind. When I came home, I laid under the blanket and thought about what I did that day.

When I was an intern, I used to run away if something made me feel bad. I remembered I felt bad when the staff in the hospital said something bad, or they didn’t fair to intern. The next day, I did not want to do anything. I let them busy on their own. Or when my friend insisted to go to the clinic, I stayed quiet and I haven’t talked much since I really angry to them. I used to run when someone treats me badly. I hate when they did that to me. Maybe because they are senior they could do anything like that.

I was too childish before. I don’t want to hide anymore.

I really thank to my mommy and her friends. They really help me in my metamorphosis from a medical student to become a real doctor. Even I didn’t talk about my fear. My mom helps me to pass it. This is hard to adapt. I have to face the real patient, who expect a lot from me and my mommy’s friend’s who always see what I’ll do. I never knew that I was freaking out and clueless until I met my friend at the coffee shop. I talked to them, I laughed. My mom’s let me meet my friend after the work is done. It really helped me out of my fear, my stress, my culture shock.

Now I listen more to my mom. I realized I have to lower my tone even sometimes I know more than her.

In the last 2 weeks I could write some notes:

  1. Be humble
  2. Look, listen, and feel from the surroundings
  3. Learn anytime, anywhere
  4. Respect the others
  5. Talk nicely or you better shut your mouth up
  6. Never take anything for granted
  7. Give more
  8. Smiling more
  9. Read every day
  10. Get the hikmah
  11. Behave
  12. Help your friend
  13. Be inisiative
  14. Don’t forget to pray
  15. Pray more for your parents
  16. Say Alhamdulillah..

I’m still not comfortable with my ‘transformation’, but I hoped I could be a humble practitioner like my mom. I hope I could be smarter than her. But I hope that I could be a barakah doctor so can makes my parent got the ticket to Jannah. Amin..

 

A Sweet Torture

Another pain

Another frustration

Another anxiety, a black hole, maybe a limbo

There is no place to hide, you just have to face the fear

There is no time to cry

There is no chance to be weak

Again, something pushes you, no mercy darling

You walk alone, keeping the biggest fear inside

A proverb said,  “No pain no gain.”

You just sigh

There is no turning back, welcome!

Enjoy the sorrow sweety pie!